Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Kemampuan Yu Yuan


__ADS_3

Yen Ryu Jin terlihat diam saja tanpa bergeming sedikitpun dari gendongan Yen Siulan, tubuhnya yang kurus seakan sewaktu-waktu dapat melayang di bawa oleh angin.


Yen Chun merebut Yen Ryu Jin dari gendongan Yen Siulan, lalu berlari membawa bocah kecil tersebut menuju kediamannya untuk di perkenalkan Kepada semua orang.


Yen Siulan menatap ayahnya dengan perasaan tidak percaya."Apakah dia ayah ku ? Ternyata di sangat menyukai anak laki-laki,"Yen Siulan menghela nafas panjang sambil mengusap dada."Untung saja bocah itu di terima dengan baik, tadi aku sempat berpikir akan ada banyak drama agar Yen Ryu Jin di terima oleh keluarga ku."


Fang Ling menepuk pundak Yen Siulan sambil menyuguhkan senyum penuh makna."Apa kamu merasa senang melihat anak itu kembali sehat ?


Yen Siulan menatap mata Fang Ling lalu mengangguk."Ya ! Aku sangat senang, semua ini berkat bantuan Gege."


"Bantuan ku tidak gratis."


"......"


Yen Siulan terdiam menatap Fang Ling saat ia meminta imbalan."Eh, Maksudnya aku harus bayar ?


Fang Ling hendak membisikan sesuatu kepada Yen Siulan, tetapi dia tidak berkata apa-apa kecuali dengan iseng mengigit telinga Yen Siulan.


"Tentu saja harus bayar, tapi bukan dengan uang."


Tubuh Yen Siulan bergetar, wajahnya merona karena merasa geli di bagian telinga, ia juga mengeluarkan suara aneh saat Fang Ling menggelitik telinganya dengan deru nafas.


"Ummm, Ah.. Ja-Jadi, Gege mau aku membayar dengan apa jika bukan dengan uang ?"


Fang Ling meniup telinga Yen Siulan dengan lembut."Aku tidak tau, tapi Siu'er tau jika bayaran ku harus setimpal dengan usaha yang ku lakukan untuk menyelamatkan bocah tadi."


Yen Siulan tidak tau harus berpikir apa-apa, imajinasinya sudah semakin liar dan banyak memikirkan adegan-adegan yang di sensor.


Mulut Yen Siulan terbuka tertutup mengeluarkan uap putih, serta wajahnya nampak sangat menggoda karena sedang merona.


Fang Ling yang biasanya tidak bisa menahan diri jika sudah melihat hal tersebut, entah mengapa kali ini imannya begitu kuat sampai membuat dia tertawa melihat reaksi Yen Siulan.


Fang Ling mengusap kepala Yen Siulan, sambil tertawa kecil.


"Siu'er, kamu sedang memikirkan hal kotor seperti apa ? Aku hanya bercanda, kamu jangan terlalu memikirkan perkataan ku tadi."


Seketika Yen Siulan menjadi salah tingkah."Si-siapa yang memikirkan hal kotor ? Mungkin Gege yang memikirkan hal seperti itu."


"Aku ? Tidak itu Siu'er, jika bukan kamu yang memikirkan hal aneh lalu kenapa wajah Siu'er merona ??"


Yen Siulan mengalihkan pandangan."Ak-aku hanya kepanasan, kamu jangan menggodaku !"


"Baik Baik..Gege tidak akan mengganggu Siu'er, kamu terlihat lucu saat marah siapa saja senang mengganggumu."


Yen Siulan melipat tangan di depan dada sambil mengembungkan pipi.


"Huuu ! Gege, aku akan mandi sekarang. Kamu pergilah dulu, mungkin teman-teman mu ada di sungai atau di rumah."

__ADS_1


Fang Ling terlihat murung."Apa kamu marah kepadaku ?


Yen Siulan mengaku kalah saat melihat wajah murung Fang Ling, dia yang awalnya marah berubah kembali menjadi periang.


"Aku tidak mungkin marah jika Gege seperti itu, setelah selesai bermain bersama temanmu. Jangan lupa ke rumah ku untuk makan malam bersama."


Fang Ling tersenyum."Ternyata Siu'er lemah saat melihat ku murung, baiklah aku akan pergi sekarang. Jaga Yen Ryu Jin dengan baik."


Yen Siulan menghentak kaki karena merasa di permainkan."Gege sangat licik ! kamu hanya berpura-pura murung untuk membuat ku tidak marah."


Sadar akan terjadi sesuatu yang buruk jika Yen Siulan marah, Fang Ling segera membuka keempat sayap lalu menjatuhkan diri dari tebing dan terbang dengan cepat.


"Sampai jumpa nanti malam, aku akan segera kembali dengan membawa beberapa barang."Fang Ling melambaikan tangan, sementara Yen Siulan hanya tersenyum melihat kejahilan Fang Ling.


Yen Siulan berbalik hendak kembali ke kediamannya, alangkah terkejutnya Yen Siulan begitu sadar jika di tempat itu masih ada Luo Ming.


"Te-Tetua masih ada di sini ? La-Lalu tadi..


Luo Ming batuk kecil melihat Yen Siulan yang sangat panik."Tenang saja, aku akan merahasiakan kejadian tadi."


_________________________________


Setelah terbang beberapa waktu bagian depan desa sekte mulai terlihat, Fang Ling mendarat cukup dekat dengan bagian luar desa dan di lanjutkan dengan berjalan kaki menuju rumah Yu Yuan.


Fang Ling berencana mengajak teman-teman lamanya untuk berkunjung ke kediaman barunya. Karena rumah Yu Yuan berada paling dekat, Fang Ling memutuskan untuk pergi ke kediaman pemuda tersebut lebih dulu.


Fang Ling sudah berada di depan gerbang rumah Yu Yuan, dari sana Fang Ling dapat melihat Yu Yuan masih menopang sebuah batu besar dengan posisi kuda-kuda.


Saat Fang Ling menyentuh gerbang tiba-tiba gerbang tersebut terbuka dengan sendirinya, Fang Ling menoleh ke-depan, keadaan rumah Yu Yuan nampak sangat sepi.


Sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat melihat keadaan tersebut, iapun menggunakan topeng rubah yang tadi berada di samping wajah lalu berjalan memasuki rumah Yu Yuan.


Yu Yuan tidak mampu merasakan kehadiran Fang Ling, ia juga menoleh ke arah berlawanan sehingga tidak sadar jika Fang Ling diam-diam berjalan dari belakang mendekati dirinya.


Fang Ling menyentuh pundak Yu Yuan, untuk beberapa saat tidak ada reaksi dari Yu Yuan, hingga Yu Yuan menjatuhkan batu besar di tangannya ke arah Fang Ling di belakang.


Hanya dengan gerakan memukul biasa, Fang Ling dapat menghancurkan batu besar tersebut hingga menjadi asap dan serpihan kecil.


Yu Yuan tersenyum kecil dengan posisi membelakangi Fang Ling."Saudara Ling, kamu tidak banyak berubah, masih jahil seperti dulu."


"Meski kamu masih nakal, setidaknya kemampuan mu sudah jauh meningkat."Kata Fang Ling.


Sudut bibir Yu Yuan sedikit terangkat."Saudara Ling masih belum melihat apa-apa."


Yu Yuan tiba-tiba melakukan serangan memutar dengan pedang, serangan itu memaksa Fang Ling melompat lumayan jauh kebelakang.


Yu Yuan membawa sebilah pedang lalu berlari ke arah Fang Ling, ia melakukan beberapa gerakan menyerang teknik dasar untuk melukai Fang Ling.

__ADS_1


Namun kemampuan dasar tidak mungkin bisa melukai Fang Ling yang dapat bergerak sangat cepat. Serangan demi serangan Yu Yuan, mampu Fang Ling tangkal hanya dengan gerakan kecil.


Semangat Yu Yuan sama sekali tidak surut, ia tetap saja melancarkan berbagai macam serangan untuk menggores sedikit saja bagian tubuh Fang Ling.


Lagi-lagi Fang Ling hanya dapat menghindar, bahkan sesekali menahan pedang Yu Yuan dengan jari telunjuk dan jari tengah.


"Bahkan kamu tidak memberikan sedikit muka kepada ku saudara, aku suka cara bertarung mu."


Fang Ling tersenyum seraya menyambut semua serangan yang datang."Jangan salah paham saudara, aku memang bersikap seperti ini agar kamu tau jika aku bermain-main sama saja dengan meremehkan mu."


Yu Yuan tersenyum sambil terus menyerang dengan pedang."Tenang saja saudara, justru teknik pelatihan seperti ini membuat ku tau seberapa jauh perbedaan kekuatan kita."


Keringat mulai membasahi wajah Yu Yuan, namun tidak ada satupun serangan yang mengenai Fang Ling. Bahkan wajah Fang Ling terlihat sedikit pucat, tetapi tetap saja kemampuannya tidak tertandingi.


'Sila ! Dia sudah sekuat ini hanya dalam waktu satu tahun, bahkan sekarang ini dia tidak berada di kondisi prima namun sudah mampu membuat pendekar tingkat pengembangan Roh seperti ku kewalahan..


'Kemampuan yang ku asah selama berbulan-bulan tidak ada artinya jika berhadapan dengan saudara Ling, seberapa kuat orang ini sebenarnya ?' Yu Yuan menatap Fang Ling yang santai menghindari semua serangan.'Jika aku mau mengukur kemampuan saudara Ling, maka tidak ada pilihan lain, aku harus mengeluarkan itu !


Yu Yuan melakukan serangan tipu berupa tendangan, namun Fang Ling bisa menghindar dengan menyilang tangan di depan dada.


Tetapi tendangan Yu Yuan membuat Fang Ling mundur secara paksa, sampai membuat goresan pada tanah tempat Fang Ling berpijak.


"Apakah hanya sampai di sini kemampuan mu saudara ?"Fang Ling tersenyum ramah.


Jarak Fang Ling dan Yu Yuan terpaut dua meter, di depan Yu Yuan nampak tersenyum, di tangannya sudah terdapat dua pedang merah.


"Tidak, kamu baru saja akan melihat serangan terbaik ku !


Yu Yuan menyilang kan kedua pedang, lalu mengeluarkan hawa merah yang menyelimuti tubuhnya.


"Serangan ini ku tempah selama lima bulan ! Kamu harus mencicipinya !!


"Kaizen sekai !


-


Yu Yuan melakukan gerakan menebas dengan menyilang kedua pedang, dari kedua pedang itu melesat sebuah energi sabit berbentuk X ke arah Fang Ling.


Energi itu telak mengenai seluruh bagian tubuh Fang Ling, senyuman penuh kemenangan terukir jelas di wajah Yu Yuan karena serangan yang baru dia lancarkan mampu membuat ayahnya kurang tidur.


Namun mata Yu Yuan melebar saat menemukan fakta mengejutkan."Di-dia sengaja membiarkan serangan ku mengenai nya, saat tadi aku menyerang saudara Ling mampu menghindari dengan sangat cepat, sudah jelas jika dia sengaja melakukan hal tersebut."


Saat serangan Yu Yuan memudar asap putih segera menyelimuti tempat Fang Ling berdiri, dari balik kabut mulai terlihat bayangan seseorang yang pastinya adalah Fang Ling.


Yu Yuan memandang kabut di depan dengan mata melotot."Dia bahkan tidak bergeming sedikitpun, apakah serangan ku bagaikan ampas di matanya."


Fang Ling melipat tangan di belakang punggung, sambil tersenyum dengan tubuh tanpa luka."Jujur saja, kamu memiliki keraguan di dalam hati. Serangan mu tadi sangat kuat, tapi karena kamu ragu menyerang temanmu..

__ADS_1


Fang Ling mengangkat dua jari."Kamu hanya mengeluarkan dua puluh persen dari kemampuan asli serangan tadi."


__ADS_2