
Semua rumah-rumah di hiasi hingga nampak sedang merayakan sesuatu, khususnya di bagian terdekat dengan gerbang masuk sekte. Semua orang nampak berdiri di depan rumah masing-masing untuk menyambut kehadiran Duta dari sekte gunung tengkorak.
Semua itu di lakukan atas perintah patriak Yen Chun, karena kereta kuda yang di gunakan Su Yulan akan di kawal oleh seribu pendekar yang berada di tingkat pembentukan Jiwa, atau bahkan lebih. Terdapat lima kereta kuda yang di antaranya sangatlah mewah dan di tarik dengan kuda putih pilihan.
Di dalam kuda yang terlihat paling mewah, terdapat seorang perempuan yang berusia 15 tahun yang mempunyai paras sangat cantik Rambut hitam dengan tubuh yang sangat dewasa, selayaknya seorang gadis berusia 20 tahun.
Walaupun mempunyai paras yang sangat cantik. Su Yulan mempunyai sifat tegas hingga membuatnya terlihat kasar dengan perawakan orang yang mudah marah.
Saat kereta kuda itu akan memasuki gerbang sekte, semua orang menaburkan bunga hingga membuatnya begitu istimewa.
Ratusan tetua serta patriak Yen Chun juga ikut dalam penyambutan itu, untuk membawa Su Yulan melihat dua kandidat yang akan ikut bersamanya kembali ke sekte gunung tengkorak. Karena akan melakukan tahap seleksi untuk mengikuti turnamen yang akan di adakan beberapa tahun lagi.
Luo tang memang tidak memberitahu hal itu kepada Fang ling dengan alasan takut jika Fang ling bersedih karena tidak di latih oleh gurunya. yang tentunya Fang ling sangat berharap bisa melakukan banyak hal bersama luo tang.
Semua orang menyoraki nama sekte gunung tengkorak saat Su Yulan turun dari kereta kudanya yang begitu mewah.
Tidak sedikit laki-laki terpaku melihat kecantikan yang di miliki Su Yulan yang setara dengan Yen Siulan yang merupakan gadis tercantik di sekte pedang bambu.
Melihat Su Yulan turun dari kereta kudanya, Yen Chun langsung berjalan ke arahnya dengan mengeluarkan senyuman terbaiknya."Nona kami semua....
"Jangan banyak omong kosong, tunjukkan pada ku. siapa yang berani mencoba untuk menjadi seorang yang mengikat pertemanan dengan sekte ku," Su Yulan langsung memotong pembicaraan dengan wajah datar.
Walaupun merasa kesal, Yen Chun mencoba untuk sabar karena hanya itu jalan satu-satunya bagi mereka untuk menyelamatkan sekte pedang bambu.
Sama seperti Yen Chun. semua tetua juga merasa sangatlah kesal dengan sikap yang di berikan Su Yulan, namun melihat patriak mereka yang masih bersikap tenang, membuat semua tetua itu menahan emosinya.
__ADS_1
"Baiklah nona, ayo ikuti aku... aku akan memperkenalkan orang yang akan menjadi pendekar yang di perebutkan semua sekte," kata patriak Yen Chun membuat Su Yulan sedikit tertarik sambil Tersenyum kecil dengan wajah datarnya.
Patriak Yen Chun mempersilakan Su Yulan untuk menaiki tunggangannya yang berupa bangau besar berwarna putih. Saat melihat hewan itu, Su Yulan merasa sedikit geli karena tidak terbiasa menaiki hewan Roh yang lemah.
Dengan perasaan terpaksa, Su Yulan menaiki bangau tersebut untuk melihat seorang yang akan mengikat sekaligus juga akan mengikuti turnamen besar yang akan di adakan Sektenya.
Tidak perlu waktu lama, dari kejahuan semua orang sudah dapat melihat anak tangga yang sudah di lalui Fang ling dengan di tandai bekas telapak kaki di setiap anak tangga yang sudah di lewati pemuda tersebut.
Dengan perasaan bingung, patriak Yen Chun mencari keberadaan Fang ling. hingga dirinya berhasil menemukan pemuda yang di maksud, nampak berjalan santai menaiki anak tangga yang sudah nampak akan habis.
Patriak Yen Chun, mengendalikan bangau yang di tungganginya untuk terbang lebih dekat dengan Fang ling yang sudah menyadari kehadiran mereka. Saat melihat Fang ling tidak mengenakan baju, Yen Chun tertawa di dalam hatinya hingga membuat orang-orang yang melihat mimik wajahnya hampir tertawa.
"Dasar wanita, walaupun kau sedikit kasar. tidak mungkin kau bisa bertahan dari tubuh Fang ling yang begitu indah," Batin Yen Chun sambil menahan tawanya hingga membuat wajahnya jelek.
Dengan wajah datarnya, Su Yulan terus memandangi wajah dan tubuh Fang ling yang seputih salju tanpa cacat sedikitpun di wajah pemuda itu. harus di akui nya jika pemuda itu sangatlah tampan dan berbeda dari laki-laki lain nya.
Tebakan Yen Chun yang begitu tepat, membuatnya merasa sangat bangga terhadap Fang ling, hingga membuatnya hampir menangis. Yen Chun memberikan jempol kepada semua tetua, yang hanya menahan tawa melihat tingkahnya.
"Nona,apakah semua kandidat Turnamen sudah berkumpul ? tanya Yen Chun yang mengejutkan Su Yulan yang asik menatap Fang ling sambil tersenyum sendiri.
"Su-sudah,hanya dari sekte anda yang belum mendatangai sekte gunung tengkorak...Jika boleh tau siapa nama pemuda itu ? Su Yulan mencoba menutupi kecanggungan nya dengan bersikap tegas dan pura-pura tidak tertarik dengan Fang ling.
"apakah anda tertarik dengannya," kata patriak Yen Chun dengan nada menyindir.
"Bu-bukan begitu,aku hanya ingin tau namanya karena akan aku masukkan kedalam daftar turnamen," kata Su Yulan dengan tergagap-gagap seolah sudah tertangkap basah.
__ADS_1
Yen Chun hanya tersenyum penuh makna sambil mengelus jenggotnya," Di adalah murid kebanggaan kami Fang ling dan juga menantu ku yang sah."
"Dia sudah menikah ! dengan anak mu ?Kata Su Yulan dengan nada sedikit kesal, karena ini pertama kali baginya tertarik dengan seorang pemuda.
"Sebenarnya mereka belum menikah, tapi mereka sudah begitu dekat," ucap Yen Chun setelah beberapa saat.
Saat mengetahui Fang ling belum menikah, Su Yulan bernafas lega karena merasa masih ada kesempatan untuk dirinya mendekati Fang ling. Hingga dirinya secara tidak sadar Tersenyum menatap Fang ling yang masih menaiki anak tangga.
Yen Chun yang mengetahui Gadis itu mulai tertarik dengan Fang ling. membuatnya merasa senang sekaligus sedih, karena Yen Siulan juga menyukai pemuda itu sejak kehadiran nya di sekte pedang bambu.
Dengan kecepatan sedang, Yen Chun mengendalikan bangau nya untuk mendarat di sebuah alat besar yang menjadi titik terkahir dari anak tangga, sekaligus menjadi tempat lawan terkahir Fang ling muncul.
altar tersebut mempunyai sebuah kuil besar Berwarna merah dan ratus rumah berukuran besar yang di tinggali semua tetua beserta keluarganya. Yen Chun mendarat di depan Rumahnya yang memiliki ukuran besar.
Nampak Yen Siulan dan ibunya sudah menunggu kedatangan semua orang dengan menghidangkan banyak makanan untuk semua orang.
"Yen Siulan perkenalkan dirimu kepada nona Su Yulan. dia yang akan menuntun kalian ke sekte gunung tengkorak," kata Yen Chun tersenyum kecil.
Yen Siulan membungkuk memberi hormat kepada Su Yulan dengan sopan,"Selamat datang nona...nama saya Yen Siulan."
Su Yulan yang baru mengetahui jika di hadapannya adalah orang yang dekat dengan Fang ling, hanya menatapnya datar Yen Siulan dan tidak merespon perkataannya.
Braaaaak
"Jubah kaisar naga, bangkitlah !
__ADS_1
Bersambung....