Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Restoran sekte


__ADS_3

"Lalu kenapa kami hanya bisa berlatih di altar naga dan melakukan hal tidak berguna seperti membunuh hewan buas dan perkerjaan yang biasanya di lakukan pembantu,"Fang Ling nampak kesal, dia melipat kedua tangannya.


Han Dong menggaruk pipinya,"Seperti yang kau tau, jika menyewa pembantu membutuhkan uang yang tidak sedikit, untuk itulah pelatihan ini di ciptakan oleh tetua Mu sebagai penghematan uang,"


Fang Ling menjadi semakin kesal,"Lalu apakah saat periode pelatihan, senior juga melakukan hal ini ?


"Ha ! tentu saja tidak, kami berlatih layaknya seperti di sekte-sekte lain dengan menggunakan kelas dan lapangan pertarungan untuk berlatih,"Ujar Han Dong sambil menggaruk kepalanya.


Fang Ling tersenyum kesal,"Jika Lang Ming mendengar ini, kurasa dia akan benar-benar sangat marah,"Batin Fang Ling sambil membayangkan Lang Ming membakar sekte nada langit.


"Jangan kesal adik Fang, di balik itu semua, kalian memiliki pengetahuan yang tidak kami ketahui,"Han Dong menepuk pundak Fang Ling.


"Apa itu senior ??"Tanya Fang Ling.


"Bagaimana cara berternak dan bercocok tanam seperti petani,"Han Dong dan Hian Ceng tertawa lantang, sedangkan Fang'Ling terlihat sangat kesal namun juga merasa ironis dengan nasibnya.


Hian Thian tiba-tiba berenang ke arah Hian Ceng, dia memeluk tangan kanannya seolah sedang berikan manja kepada seorang kekasih.


"Ada apa adik ?? kau ingin sesuatu katakanlah kakak mu ini akan memenuhi semua keinginan mu,"Hian Ceng mengusap kepala Hian Thian.


"Kak, aku lapar bisakah kita langsung ke kantin sekte ??"Ujar Hian Thian sambil memanyunkan bibirnya sehingga terlihat imut bagi Hian Ceng.


"Sial pemandangan ini terlalu aneh untuk di bayangkan, seingat ku aku pernah menemukan pasangan seperti mereka, mereka adalah Yung Qian dan Gui Fei, apa kabar mereka berdua ? untung saja aku masih menyimpan plakat tempat tinggal milik Yung Qian,"Batin Fang Ling sambil mengingat kembali kemampuan yang di miliki Yung Qian mampu membuatnya merasa sangat kewalahan.


Karena Hian Thian sudah merengek akhirnya mereka memutuskan untuk kembali terbang dan mengerikan tubuh serta pakaian mereka menggunakan tenaga dalam.


Kelima orang itu terbang ke sebuah gunung yang berjejer rapi cukup jauh dari aula utama, setelah berada di lokasi yang di maksud Han Dong sebelumnya, kini di bawah mereka terdapat beberapa bangunan megah dan beberapa kelas yang terbuat dari kayu berkualitas dengan warna hitam dan putih.


"Kalian hidup nyaman sedangkan kami seperti petani, yang tinggal di atas gunung,"Fang Ling menggelengkan kepala melihat kemewahan pasilitas yang di dapatkan murid yang lebih awal dari angkatan Fang Ling.


"Jangan sedih adik Fang, kau akan segera menikmati pasilitas ini setelah menyelesaikan tugas kalian menjadi petani,"Han Dong menahan tawa.


Fang Ling memukul kepala Han Dong karena kebetulan pemuda itu terbang di sampingnya, namun Han Dong malah tertawa terbahak-bahak mendapati pukulan di kepalanya.


"Baiklah kita akan turun di sini,"

__ADS_1


Dengan instruksi dari Han Dong lima orang itu turun di sebuah lapangan latihan di tengah-tengah kelas, juga nampak setiap sudut tempat itu di tumbuhi pohon persik yang sangat indah.


Seolah seperti pemimpin Han Dong berjalan di atas jalan setapak dengan di ikuti teman-temannya, mata Fang Ling tidak berkedip melihat kehebatan tempat itu yang terlihat sangat asri dan sejuk di sebabkan banyaknya pepohonan yang tumbuh subur.


Setelah berada di area belakang kelas aroma harum masakan mulai membuat perut Fang Ling yang keroncongan berbunyi, kini di hadapan mereka terdapat sebuah rumah makan kecil satu tingkat namun di dalamnya banyak murid senior yang rela mengantri untuk bisa makan di tempat itu.


Sangking banyaknya murid-murid itu rela duduk di depan restoran di sebuah kursi yang sudah di sedikit jika di dalam sudah penuh, sehingga mereka tidak perlu takut tidak kebagian tempat karena sudah di sediakan cukup banyak.


"Restoran ini sangat mirip dengan milik Yu Yuan,"Batin Fang Ling sambil memperhatikan dekorasi rumah makan itu karena terlihat mirip dengan rumah makan milik keluarga Yu Yuan.


"Adik tempat makan ini terkenal dengan makanannya yang sangat lezat, apalagi daging yang di sajikan adalah daging siluman yang sangat berkualitas, sehingga bisa meningkatkan tingkat kultivasi,"


Setelah mengatakan itu tatapan Han Dong berubah tajam, dia membisikan sesuatu kepada Fang Ling,"Semakin baik kualitas dagingnya maka akan semakin mahal, jadi kakak hanya bisa mentraktirmu untuk makan daging siluman tingkat sedang,"


"Tidak apa-apa kak itu sudah cukup,"Fang Ling tersenyum kecil sambil memperhatikan keramaian di depannya.


Setelah berada tepat di depan restoran semua orang nampak kebingungan melihat Fang Ling, karena di lihat dari pakaian yang di gunakannya sudah memastikan jika dia adalah murid junior.


"Hei Han Dong, kenapa kau membawa petani itu kemari ?"Seorang pemuda berkomentar sambil menatap Fang Ling dengan tatapan rendah bersama teman-teman perempuannya.


Pemuda itu berdiri dan berjalan menghampiri Han Dong dengan tinggi hanya sebatas perut semua orang, namun dari segi kekuatan pemuda itu jauh lebih unggul ketimbang dari Han Dong.


"Han Dong, sepertinya mematahkan tangan mu saat itu tidak membuat mu jera,"Pemuda itu hendak memukul Han Dong, namun dengan sigap Hian Ceng menghadangnya.


"Apa yang kau ingin lakukan kepada temanku ?? kau akan ku buat semakin pendek jika masih mencari gara-gara,"Hian Ceng hendak meraih kepala pemuda itu, namun Hian Thian menarik tangannya sambil tersenyum lembut membuat kecantikan semua gadis di tempat itu seketika hilang.


"Kak bukankah kau sudah berjanji untuk tidak memukuli orang lagi ?? atau kau ingin melanggar janji itu,"Hian Thian menggesekkan tangan kiri Hian Ceng ke belahan dadanya.


Seketika Hian Ceng terdiam namun menatap Hian Thian dengan tatapan seolah-olah mengisyaratkan sesuatu yang membuat gadis itu tersenyum malu.


"Nah cebol, sebaiknya kau pergi atau akan di hajar oleh Hian Ceng,"Han Dong menatap Hian Ceng di sampingnya namun pemuda itu sudah entah sejak kapan hilang bersama dengan adiknya.


"Di mana teman besar mu itu Han Dong ? sekarang lihatlah bagaimana aku menghancurkan semu gigi mu,"Pemuda cebol itu menarik kera baju Han Dong dengan susah payah, setelah dapat dia langsung hendak memukul wajah Han Dong namun Fang Ling melepaskan ledakan besar yang memancarkan hawa menekan bagi semua orang.


"Apakah kurang berat ??"Fang Ling menekankan hawa tempurungnya hingga membuat semua orang di tempat itu tertunduk dengan wajah menyentuh lantai, yang tak terkena efek itu hanyalah teman-teman Fang Ling dan pemilik restoran itu.

__ADS_1


Seketika genggaman tangan yang menggegam kerah baju Han Dong terlepas, pemuda itu langsung tersungkur dengan posisi bersujud.


Semua murid di tempat itu merasakan takut setengah mati karena sudah salah mencari gara-gara, kini mereka pada posisi yang sama yaitu bersujud ke arah Fang Ling.


"Belum merasa sakit ??"


Untuk ketiga kalinya Fang Ling kembali memperkuat daya hawa tempurnya hingga membuat semua orang menjerit kesakitan, tubuh mereka mengeluarkan suara retakan tulang.


Han Dong yang selaku teman Fang Ling juga merasa terkejut karena tidak mengira jika kemampuan Fang Ling sudah sangat tinggi,"Sudahlah adik Fang lepaskan mereka, sepertinya mereka sudah tau siapa yang berkuasa sekarang,"


Merasa kasihan kepada semua orang itu Fang Ling langsung menghilangkan hawa tempurnya, kini orang-orang kembali dapat bernafas setelah beberapa menit yang terasa sangat lama di himpit oleh sesuatu yang sangat mengerikan.


Pemuda cebol yang mencoba untuk menyerang Han Dong nampak terduduk dengan sekujur tubuh bergetar,"Bagaimana bisa, kau hanya murid junior,"


Fang Ling tersenyum kecil,"Mudah saja, aku lebih kuat dari kalian semua...Pangkat tidak perna menjamin bahwa orang-orang harus takut dengan kalian, apakah kalian perna melihat pertarungan yang di lakukan dan di menangkan karena dia orang berpangkat ? tentu saja tidak, kemampuan menjamin kalian semua, jika kalian memiliki kemampuan maka siapapun orang itu termasuk sampah dia berhak menjadi yang terkuat selama memiliki kemampuan,"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2