Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sebelum perang


__ADS_3

Walaupun permintaan Fang Ling tergolong besar, namun bagi sekte elang emas dan naga langit hal ini adalah sesuatu yang mudah sehingga kedua patriak sekte itu setuju dengan permintaan Fang Ling.


"Jika begitu..aku pamit untuk menyiapkan semua murid sekte dan sekaligus menyiapkan semua kristal alam yang junior Lin inginkan,"


Setelah menyelesaikan perkataannya, Yung Felix menggendong cucunya dan berjalan hendak ke sektenya untuk mengumpulkan semua murid.


Shin Hye berjalan menghampiri Yung Felix,"Tetua, kami berdua akan kembali ke kerajaan..Jika semua pil itu sudah di siapkan, anda bisa mengantarkannya ke kerajaan teratai perak,"


"Tentu saja tetua Shin, sore ini semua pil itu akan segara sampai...Aku juga akan segera bersiap untuk menyusul kalian ke sana jika urusan di sini sudah selesai,"


"Terimakasih atas bantuannya Tetua Felix, jika tidak ada anda mungkin kami akan kesulitan,"


Merasa jika Yung Felix sudah berjasa besar, Shin Hye rela membungkuk ke arah pria paruh baya itu membuat Yung Felix terkejut dan hampir menjerit.


"Tetua Shin apa yang anda lakukan, penghormatan ini jelas untuk anda...Tetua Shin bukan berasal dari benua teratai perak tapi malah anda yang mati-matian berjuang,"


"Saya selaku tetua dari sekte elang emas merasa malu, untuk itu saya benar-benar berterimakasih,"


Yung Felix membungkuk beberapa kali, hingga Shin Hye menyuruhnya berhenti dan kedua pria itu tertawa lantang setelahnya.


"Baiklah tetua Felix, kami harus pergi sekarang,"


"Ahhh...Benar,"


Setelah berpamitan dengan Yung Felix, Shin Hye dan Fang Ling terbang cepat ke kerajaan guna untuk menunggu bantuan dari sekte lain.


Di atas langit Fang Ling terus mengajukan pertanyaan hingga membuat Shin Hye merasa pusing, namun dengan pemahamannya selama hidup Shin Hye berusaha untuk menjawab semuanya.


"Tetua Shin, kenapa benua lain tidak ingin membantu benua teratai perak ? aku yakin, berita peperangan ini sudah tersebar luas di berbagai dunia,"


Pertanyaannya ini adalah pertanyaan ke seratus Fang Ling, namun berbeda dengan pertanyaan susah sebelumnya hal ini dapat di jelaskan dengan mudah oleh tetua Shin Hye.


"Setiap benua memiliki peraturan dan pemerintah masing-masing..Jika salah satu benua memiliki masalah, maka benua lain akan tutup mulut dan telinga seolah-olah tidak mengetahui masalah itu. Hal ini karena setiap benua memiliki masalah lain dan merasa jika membantu benua lain itu sama saja dengan mencampuri urusan pribadi,"


"Karena hal ini, hanya ada beberapa tetua yang aku kirim untuk membantu.. Karena jika terlalu banyak mengirim dan mencampuri urusan benua lain lebih dalam, maka di benua tempat tinggal sekte naga langit akan di hancurkan, karena di anggap melanggar peraturan dan sudah mempermalukan benua sendiri dengan mencampuri masalah benua lain,"


Fang Ling mengagguk mengerti, dia sempat belajar mengenai hal ini namun tidak tau jika konsep dasar dari sepuluh benua seperti sebuah planet yang berbeda dan sangatlah tertutup dengan planet lain.


"Jika seperti ini peraturan di setiap benua, maka benua ini mudah di pecah belah oleh pihak ketiga..Sehingga hal inilah yang membuat satu benua hancur dan kemudian di susul dengan kehancuran benua lainnya, namun jika sepuluh benua bersatu dan saling membantu maka mereka akan menjadi sangat kuat dan tidak mungkin bisa di pecah belah dengan mudah oleh pihak ketiga


"Aku, Fang Ling.. akan mengubah peraturan itu dan menyatukan sepuluh benua untuk hidup di dalan keharmonisan antar sesama benua,"

__ADS_1


Batin Fang Ling selama perjalanan.


Selama perjalanan Fang Ling asik berpikir, kini di bawahnya terdapat kota besar dan sangat megah. Kota itu adalah kota kerajaan, lokasinya berada di dalam benteng raksasa berdempetan langsung dengan kerajaan teratai perak.


Menara putih yang menambah kesan megah membuat tempat itu menjadi sangat indah, bahkan Fang Ling merasa kagum melihatnya karena memang suka dengan pemandangan indah.


Karena tidak ada banyak waktu untuk berjalan, Shin Hye mengajak Fang Ling untuk langsung ke kerajaan dengan terbang, merekapun melewati benteng dan langsung saja bergerak ke istana putih yang terlihat sangat mewah.


Sebelum sampai di kota ataupun benteng kerajaan, awalnya di belakang Fang Ling hanya dapat melihat rumput pendek dan di bagian utara terdapat sebuah hutan gundul yang sangatlah luas.


Hutan gundul itulah yang akan menjadi tempat peperangan sesuai dengan informasi yang telah di katakan Yung Qian sebelumnya.


Sebelum benar-benar masuk ke area istana, Fang Ling kembali melihat sebuah pagar besi berpola bunga. Pagar inilah yang memisahkan kota kerajaan dan kerajaan itu sendiri.


Begitu melewati pagar besi terdapat taman yang di tumbuhi berbagai macam jenis bunga indah, setelah itu barulah Fang Ling bisa melihat pintu utama kerajaan yang berwarna putih dan merah di jaga oleh puluhan prajurit berseragam rapih dengan menggunakan pedang anggar sebagai senjata kerajaan.


Saat melihat kedatangan Shin Hye, semua penjaga itu berbaris dan membungkuk ke arah pria sepuh itu saat dia dan Fang Ling menginjakan kaki di sebuah karpet merah yang di gunakan sebagai jalan ke arah masuk pintu utama kerajaan.


"Selamat datang tuan, semoga kunjungan mu menyenangkan,"


Semua penjaga itu berkata kompak tanpa memasang ekspresi di wajah, hal ini membuat mereka terlihat seperti robot tanpa perasaan.


Fang Ling mengagguk, dia dan Shin Hye langsung masuk ke dalam bangunan besar itu dan di sambut dengan berbagai macam ruangan luas.


Karena tau jika Fang Ling masih buta dengan semua ruangan di aula utama kerajaan, Shin Hye menjelaskan tentang ruangan mereka saat ini yang di sebut dengan ruangan utama.


Ruangan utama ini memiliki banyak lorong yang menuju ke bagian berbeda dari kerajaan, sekaligus ruangan ini juga mencangkup semua ruangan lain.


"Ruangan putri kaisar atau putri mahkota berada di arah timur, berletak di bagian kanan kerajaan,"Jelas Shin Hye.


Fang Ling hanya mengangguk sebagai tanda mengerti. Diapun dan Shin Hye berjalan ke lorong bagian kanan untuk menjenguk putri kaisar yang ceritanya masih belum kunjung terbangun.


Di lorong bagian kanan Fang Ling dan Shin Hye berjalan santai, di samping kanan dan kiri mereka adalah taman bunga dan pepohonan apel dan buah-buahan lainnya.


Karena sedari tadi Fang Ling hanya melihat bunga dan bunga, dapat di simpulkan jika sang putri sangat suka dengan taman dan bunga.


Di karenakan lorong itu adalah jalan lurus tanpa Kelok, tidak sedikit juga pelayan perempuan yang berlalu lalang di tempat itu. Mereka akan terdiam dan membeku sejenak saat melihat wajah Fang Ling ketika berpapasan.


Kini di ujung lorong terlihat sebuah bangunan yang sangat indah, bangunan itu terlihat seperti kerajaan kecil yang bernuansa minimalis dengan dominan warna hitam dan merah karena di buat dari kayu berkualitas tinggi.


"Tempat ini adalah kediaman putri kaisar, jadi jangan heran jika banyak pelayan yang berlalu lalang di tempat ini,"Kata Shin Hye.

__ADS_1


"Aneh, jika ruangan ini adalah milik putri kaisar..Kenapa tidak ada penjaga sama sekali ?


"Semua penjaga sedang di latih oleh tetua yang pergi bersama kita, dan juga di depan terdapat banyak sekali penjaga...Sehingga tidak mungkin ada penyusup yang bisa masuk dan keluar hidup-hidup,"


Fang Ling mengangguk mengerti, dia dan Shin Hye kembali berjalan pelan ke kediaman sang putri.


Setelah berjalan beberapa puluh langkah kini di hadapan Shin Hye dan Fang Ling adalah pintu, mereka langsung masuk ke ruangan tidak di jaga itu.


Berada di dalam kediaman putri membuat jiwa miskin Fang Ling melayang di udara, sebab melihat semua fasilitas di ruangan itu yang selalu di balut dengan emas dan intan permata.


"Rungan ini sangat luas, lalu di mana putri ?"Tanya Fang Ling sambil celingak-celinguk melihat sekitar ruangan itu.


Shin Hye menuntun Fang Ling untuk memasuki sebuah pintu kamar. Di dalam kamar, terdapat banyak barang mewah yang memang biasanya di miliki seorang perempuan di dalam kamar, seperti lemari, kaca kaca lebar dan lain sebagainya.


Di atas kasur terlihat sang putri nan cantik terbujur kaku seolah seperti mayat, Shin Hye dan Fang Ling mendekati putri dan melihat keadaannya yang tidak ada perubahan dari sebelumnya.


Hal ini justru membuat Fang Ling sangat terkejut, nampak jika obat yang secara teratur di berikan Shin Hye berjalan sangat lambat.


"Kapan dia akan bangun ? jika seminggu lagi tidak juga bangun, apa kita akan berperang tanpa putri dan prajurit kerajaan,"


Shin Hye menggeleng pelan,"Maaf nak, aku selalu memberatkan perkerjaan mu.. Tapi, kau juga sangat bingung kenapa obat yang sangat mujarab itu tidak ampuh bagi putri,"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2