Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lingkaran api II


__ADS_3

Note : biasakan like sebelum baca ❤️


Fang Ling berjalan menghampiri seorang penjaga yang memanggil, penjaga itu menggunakan jubah tempur serta membawa sebilah pedang yang tersarung rapih di samping pinggang-nya.


Hanya dengan melihat Fang Ling sudah dapat menebak jika kedudukan penjaga tersebut berada pada tingkat yang lebih tinggi dari penjaga biasa.


Wajah arogan penjaga tersebut juga membuat kesan seorang berkedudukan tinggi, seakan Fang Ling tidak lebih dari bawahan hina di mata-nya.


Saat Fang Ling berada dua kaki di depan penjaga yang memanggil-nya..Penjaga itu melempar sebuah piring silver ke bawah kaki Fang Ling.


"Tugas mu memberikan makan kepada binatang spiritual, juga termasuk semua budak..Aku akan segera kembali untuk memastikan perkerjaan mu."


Penjaga itu hendak berjalan pergi, tetapi Fang Ling segera menghentikan laju langkah pria itu.


"Senior, jika bawahan ini boleh tau.. Perkerjaan seperti apa yang anda lakukan..??"Tanya Fang Ling dengan ucapan manis.


Pria itu berbalik dan menatap Fang'Ling."Jarang sekali seseorang memiliki sopan santun sepertimu terhadap senior sepertiku.. Sebenarnya aku tidak terlalu memiliki waktu, tetapi hanya untukmu akan ku katakan apa yang ku lakukan di tempat ini...


"Aku berkerja sebagai asisten manager, atau di kenal dengan panggilan algojo si pesuruh..Sudah cukup bagimu mengetahui hal itu, sekarang kerjakan perkerjaan mu."


Pria itu berjalan meninggalkan Fang Ling tetapi dia menjatuhkan giok kaca berwana hitam dari balik pakaiannya, Fang Ling mengambil giok itu dan memperhatikan apa yang dia temui dengan senyuman penuh kemenangan.


"Binggoo, hanya perlu waktu sampai lelang ini di buka pada pagi hari."


Fang Ling menyimpan giok itu ke dalam balik pakaiannya, masih tidak di ketahui apa kegunaan dari giok itu tetapi terlihat sangat penting.


Karena merasa perkejaan memberi makan ini tidak terlalu berat, Fang Ling dengan senang hati mau melakukan hal tersebut tetapi bukan karena mematuhi perintah, melainkan rasa kemanusiaan.


Tiba saat memberi makan untuk Lang Ming, Fang Ling sengaja tidak menggunakan topeng rubah meski begitu Lang Ming sama sekali tidak terkejut.


Lang Ming menatap Fang Ling dari dalam kurungan, dia berposisi bersender dengan tubuh sudah seperti sediakala.


"Jika saudara Lin terlambat sedikit saja sudah pasti aku akan mati, tetapi berkat bantuan saudara yang mau repot-repot membantu..Aku sungguh sangat berterimakasih."


Fang Ling tersenyum kecil seraya menyerahkan semangkuk sup hangat kepada Lang Ming."Makanlah, aku memberikan lebih untukmu.."


"Saudara, aku tidak membutuhkan makan.. Malahan aku lebih khawatir kepada keadaan mu sendiri, bukanya mengiba tetapi anak kecil itu lebih membutuhkan dariku."

__ADS_1


Lang Ming berkata seraya menoleh ke kanan, dimana di kanan kurungannya masih terdapat satu kurungan terkahir yang bersisi dua anak kecil laki-laki dan perempuan berusia 10 tahun.


Fang Ling sempat menoleh ke arah anak kecil itu dan kembali menatap Lang Ming di depan,"Kau yakin..??


Lang Ming hanya mengangguk seraya tersenyum, Fang Ling pun mengantarkan makanan itu kepada kedua anak kecil yang di katakan Lang Ming.


Awalnya kedua anak kecil itu ketakutan setengah mati begitu melihat Fang Ling berjalan mendekat, Fang Ling juga sempat melihat beberapa luka memar di tubuh anak laki-laki.


"Jangan sakiti adik ku..!! Jika kau berani melakukan hal itu, maka seharusnya kau juga berani menghadapi kematian."


Anak laki-laki nampak melindungi anak perempuan yang berlindung di belakang punggungnya, meski takut saat melihat Fang Ling anak kecil itu mencoba untuk memberanikan diri sendiri.


Fang Ling tersenyum lembut,"Kau memiliki semangat yang bagus, kau anak yang baik.. Makanlah, aku membawa lebih untuk kalian."Fang Ling meletakan mangkuk besar yang ia bawa di depan kurungan kedua bocah tersebut, lalu berjalan kembali ke kurungan Lang Ming.


Kedua anak kecil itu awalnya ragu dan sempat berpikir jika makanan yang Fang'Ling berikan berisikan racun di dalamnya.


Sadar akan apa yang di pikirkan kedua bocah malang tersebut, Lang Ming tidak tahan untuk tidak tertawa di buatnya,"Hahahaha, tidak ada racun di dalam makanan itu..Teman ku ini memang sangat menyeramkan, tetapi dia memiliki pemikiran aneh jauh melebihi manusia normal pada umumnya."


"Katakan padaku jika itu bukan pujian,"Kata Fang Ling datar, membuat tawaan Lang Ming terdengar semakin keras hingga menarik perhatian.


Lang Ming menyeka air mata yang sempat bercucuran karena tertawa."Sebaiknya kau ubah raut wajah mu sebelum memulai pembicaraan, jika terus seperti ini semua anak kecil akan takut denganmu."


Fang Ling menggaruk kepala,"Katakan kepadaku, apa kau melihat seorang perempuan bertelinga lancip seperti elf..?


"Telinga lancip..? Elf..?? Apa yang sedang kau katakan ini, Saudara..Apa kau memiliki tujuan lain, selain menyelamatkan ku."Lang Ming berkata penuh kebingungan, sedangkan Fang Ling yang sadar raut wajah Lang Ming di penuhi tanda tanya hanya terdiam.


Untuk sesaat Fang Ling terdiam, lalu diapun mulai bercerita begitu siap dengan raut wajah serius.


"Aku akan mengeluarkan mu dari sini tetapi tidak sekarang..


Fang Ling menceritakan kepada Lang Ming maksud dirinya mencari elf teman dari Fixie, dia juga bercerita kepada Lang Ming jika sudah menemukan elf tersebut Fang Ling akan melululantahkan kota Mikaze dengan alasan mengurangi beban perkerjaan-nya di masa mendatang.


Lang Ming awalnya tidak setuju dengan pendapat Fang Ling, karena beranggapan terlalu berbahaya sebab hampir setengah tenaga Fang Ling sudah habis.


Tetapi setelah Fang Ling mengatakan akan ada banyak nyawa budak yang harus segara di selamatkan.. Perlahan-lahan membuat mata hati Lang Ming terbuka dan seketika mengerti mengapa Fang Ling melakukan hal ini.


Setelah Fang Ling menyelesaikan perkataannya, kedua pria itu terdiam beberapa saat karena membutuhkan jeda waktu untuk berpikir.

__ADS_1


Lang Ming menatap serius Fang Ling lalu berkata."Ciri-ciri wanita yang kau lihat sebelumnya sama dengan wanita itu..Tetapi...


"Tetapi apa..? tanya Fang Ling.


"Dia di pindahkan beberapa hari sebelum kami di bawa ke sini, pria itu menggunakan pakaian bangsawan serta selalu menenteng tongkat hitam di tangannya..Kau bisa bertanya kepada pria itu untuk lebih jelas nya.."


Perkataan Lang Ming tertuju pada seorang pria muda seumuran dengan Lang Ming, pria itu memiliki paras cantik serta tubuh mulus.. Seketika mata Fang Ling terbuka lebar saat melihat pria itu, dia tau siapa pria itu sebenarnya.


Melihat reaksi terkejut Fang Ling, Lang Ming hanya tersenyum kecil lalu berkata."Aku juga sempat terkejut, kenapa thaosi seperti mereka ada di tempat aneh seperti ini..Bukanya mereka memiliki perkerjaan lain yang sangat penting berkaitan dengan hantu..


"Dia adalah budak pertama, dia jarang sekali berbicara..Mungkin akan membutuhkan waktu bagimu untuk menguras informasi dari thaosi itu."Lanjut Lang Ming seraya memejamkan mata dan melipat tangan di depan dada.


Awalnya Fang Ling sedikit ragu untuk mendekati thaosi tersebut, karena dia memiliki sesuatu yang sangat di inginkan semua thaosi atau si pemburu hantu.


Thaosi adalah sekelompok orang yang memiliki ilmu aneh, selalu menggunakan kertas jimat untuk bertarung..Biasanya mereka selalu melawan hantu, karena pada jaman ini banyak aliran hitam yang menggunakan metode mayat hidup untuk menghancurkan kota secara diam-diam serta dari jarak jauh.


Kelompok thaosi tidak terikat hukum Yin dan Yang.. Mereka hanya ingin membantu, membantu orang-orang yang berbau hal aneh yang secara spesifik mereka gunakan untuk mempraktekkan ilmu sihir berupa jimat pemusnah dan beberapa jenis lain..Hawa aneh itu selalu Fang Ling keluarkan, dari setiap dia bernafas..Sehingga Fang Ling menjadi rebutan Kalayak ramai oleh thaosi, karena dengan energi itu mereka bisa mengumpulkan dan membuat sendiri jimat berkemampuan tinggi.


Tidak di sangka kunjungan kali ini benar-benar membuat Fang Ling bertemu banyak orang ternama, mulai dari Han Dong, Fixie dan thaosi tersebut.


Setelah mendapat keyakinan dari Lang Ming, akhirnya Fang Ling mau berjalan mendekati kurungan thaosi tersebut yang berjarak paling sudut.


Saat akan melangkah semakin dekat dengan thaosi tersebut, Fang Ling berlari pergi saat pria itu menoleh ke arahnya dengan kedua mata bulat indah bersama remang-remang gelap malam.


Pria cantik itu sebenarnya sudah sadar dengan kelebihan tubuh Fang Ling, karena itulah Fang Ling berlari pergi saat pria tersebut menatapnya.


Aroma terapi yang di keluarkan dari hembusan nafas Fang Ling membuat wajah pria cantik itu seperti orang terngsang, seketika tubuhnya gatal ingin sekali rasanya menghisap energi murni dari tubuh Fang Ling.


"Hemm..Anak yang sangat menarik, tetapi dia hanya berumur Tuju tahun dengan tubuh besar..Akan merepotkan jika di masa mendatang, harus berkerja sama dengan pria tampan itu..


Thaosi juga di kenal sebagai peramal ulung, tidak sedikit dari ramalan mereka benar-benar akan terjadi.. Mereka para thaosi sama dengan ibu Su Yulan, sama-sama mampu memprediksi masa yang akan datang tetapi ibu Su Yulan lebih jauh lagi.


Bersambung...


Hanya karena banyak pria cantik di novel ini bukan berarti ada yang aneh dengan saya, memang beberapa dari kalian menganggap seperti itu.. Tetapi jika kalian sering membaca novel yang memiliki tema thaosi mungkin akan mengerti jika di jaman dulu memang banyak pria cantik...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2