Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lentera kebahagiaan


__ADS_3

Mata Fang ling terbelalak melihat guru luo tang yang terlihat begitu kebingungan saat melihat perempuan di sampingnya sedang memberikan sebuah kode mata.


"Dasar guru, perempuan itu menginginkan kincir angin,"Fang ling menepuk wajahnya melihat guru luo tang yang begitu tidak peka, di tambah lagi dia tidak mempunyai pengalaman sama sekali bersama perempuan.


Fang ling berjalan ke arah tiang besar yang berposisi cukup dekat dengan lokasi Luo tang, Shun Jing, Su Yulan dan Yen Siulan. Ketiganya nampak bersembunyi di belakang punggung Fang ling.


Dengan hati-hati Fang ling mengintip gerak gerik Luo tang dari balik tembok, tidak lupa ia juga mengenakan topeng agar tidak mudah ketahuan.


"Fang ling, apakah bersembunyi di sini tidak terlalu mencolok,"kata Shun Jing.


Nyatanya tiang yang di gunakan mereka bersembunyi berada di tengah-tengah jalan, membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang lewat.


Dengan sigap Fang ling membantah perkataan Shun Jing dengan lembut, dan mengatakan jika dia tidak tau apa-apa tentang persembunyian.


Ketiga gadis itu hanya tersenyum canggung, Yen Siulan memukul keningnya sendiri karena Fang ling begitu bodoh, bahkan anak kecil saja tau jika dialah yang tidak tau apa-apa tentang bersembunyi.


Secara diam-diam Fang ling mengintip Luo tang yang terlihat masih kebingungan dengan kode yang di berikan gadis yang di kencani nya. Melihat gurunya yang begitu kesulitan, Fang ling mencoba untuk membantunya.


Namun saat akan bertindak menjadi orang yang berpura-pura lewat, Fang ling di kejutkan dengan luo tang yang berhasil mencerna kode yang di berikan gadis di sebelahnya.


Walaupun begitu lama dalam mencerna apa yang di maksud gadis itu, Luo tang berhasil membuatnya senang dengan membelikan sebuah balon dan bukannya kincir angin yang perempuan itu mau.


Fang ling dan ketiga temannya membuka mulut lebar-lebar karena mengira jika guru luo tang akan membelikan sebuah kincir angin, seperti yang perempuan di sampingnya mau.


Walaupun di berikan sebuah balon, gadis yang berada di samping luo tang nampak tersenyum bahagia. Setelah beberapa saat keduanya kembali berjalan bersama.


Fang ling dan ketiga temannya berjalan pelan tepat di belakang luo tang, mereka merasa tidak akan di ketahui.


Nyatanya semua orang hanya menatap mereka dengan wajah datar, karena yang di lakukan Fang ling begitu mencolok.

__ADS_1


Selama di perjalanan Luo tang hanya tersenyum canggung dengan keringat dingin yang bercucuran, sekaligus juga merasa jika dirinya di ikuti oleh sekelompok orang.


Karena baru pertama kali berjalan bersama dengan seorang gadis dan begitu dekat membuat Luo tang begitu salah tingkah, takut jika membuat gadis itu tidak menyukainya.


Setelah lama berjalan tanpa sepatah katapun, Luo tang berusaha untuk membuat topik pembicaraan dengan gadis di sampingnya."Yuelian, malam ini begitu cerah apakah kau suka ?


Secara bersamaan suara guntur terdengar dengan membawa awan hitam yang begitu mendung, perempuan yang bersama Luo tang hanya tersenyum lembut,"Aku menyukainya...Eh, aku mau itu bagaimana kita ke sana ?


Dengan langkah tergesa-gesa Luo tang berjalan dengan tangan kanan di gandeng gadis di sampingnya, membuatnya begitu gugup dan merasa malu.


Gadis itu membawa luo tang ketempat penjualan permen kapas, namun perempuan itu tidak langsung meminta, ia hanya berdiri melihat pembuatan permen itu sambil berharap jika luo tang akan membelinya.


Harapan gadis itu tandas saat melihat Luo tang yang begitu serius melihat pembuatan permen kapas, hingga menanyakan berapa pendapatan pedagang itu.


Fang ling dan ketiga temannya bersembunyi di belakang punggung seseorang berbadan kekar, sambil tertawa melihat Luo tang yang tidak tau apa yang di mau gadis di sampingnya.


Setelah puas memukuli pria yang mengusirnya, Fang ling Kembali menatap Luo tang yang sudah hilang di mana awalnya ia berdiri di depan penjual permen kapas.


Fang ling seketika menjadi panik saat kehilangan jejak luo tang, namun dengan sigap Shun Jing dapat merasakan kehadiran guru luo tang yang berada cukup jauh di depan.


Dengan arahan Shun Jing, mereka bergerak cepat untuk menyusul guru luo tang yang berada di depan mereka. keempatnya berhenti di belakang tempat sampah tidak jauh dari luo tang berdiri.


Terlihat Luo tang sedang berdiri di depan penjual boneka, nampak dengan jelas jika gadis di sampingnya begitu ingin memiliki boneka yang di jual itu.


Karena merasa sangat mengerti dengan apa yang di mau gadis itu, luo tang membelikan dua eskrim dan memberikan satu kepada gadis itu.


"Yuelian, kau pasti haus karena terus duduk," kata Luo tang sambil tersenyum lembut.


Walaupun eskrim bukalah hal yang dia mau, Yuelian hanya menerima pemberian Luo tang sambil tersenyum cantik, hingga membuat wajah Luo tang memerah hanya dengan melihatnya.

__ADS_1


Luo tang dan Yuelian kembali berjalan, sedangkan di balik tempat sampah tubuh Fang ling di penuhi dengan sampah-sampah yang sempat menimpa dirinya.


Beruntung Shun Jing,Su Yulan dan Yen Siulan sempat menghindar, sehingga hanya Fang ling yang terkena timbunan sampah yang berbau tidak sedap.


Tidak sadar jika ada kulit pisang di atas kepalanya, Fang ling kembali berjalan mengikuti Luo tang dari jarak cukup dekat agar tidak mudah kehilangan jejak.


Setau Fang ling sudah tiga kali luo tang tidak bisa memenuhi kode yang di berikan Yuelian kepadanya, sehingga membuat gadis itu sedikit sedih dan kecewa.


Setelah cukup lama berjalan hingga hari sudah mulai larut dan acar puncak yang berupa menerbangkan sebuah lentera akan di mulai, Luo tang dan Yuelian berhenti di sebuah kedua yang menjual lentera.


Terlihat Yuelian begitu ingin membeli sebuah lentera yang nantinya akan menjadi sebuah harapan bagi dirinya dan luo tang, namun sepertinya luo tang masih belum mampu mencerna situasi.


Dari balik gerobak makanan Fang ling mengigit jarinya sambil menatap Luo tang dengan wajah berkeringat,"Guru dia ingin lentera, ayolah kau pasti bisa,"


Detik demi detik terlewatkan dengan luo tang yang nampak semakin panik karena tidak tau apa yang di inginkan Yuelian, dia terus menawarkan barang yang ada namun gadis itu hanya tersenyum lembut.


Sangking geramnya Su Yulan mengigit bahu Fang ling dengan kuat, namun karena keadaan begitu menegangkan Fang ling tidak sadar jika bahunya sedang di gigit oleh ketiga temannya.


Secara serempak semua orang menjerit dan berteriak, mereka membawa lentera masing-masing ke sebuah tempat lapang. Sedangkan Luo tang yang tidak sengaja melihat orang-orang itu membeli satu lentera untuk ikut-ikut.


Tidak di sangka walaupun hanya kebetulan Luo tang bisa membuat Yuelian menangis bahagia dengan pemberian Luo tang. Keduanya menerbangkan lentera bersamaan dengan orang-orang.


Setelah semua lentera Berhasil terbang, terlihat Luo tang dan Yuelian sedang berciuman di bawah langit malam yang begitu indah dengan cahaya lentera yang begitu terang.


Merasa sangat senang Fang ling juga ikut menangis, dia dan ketiga temannya Keluar dari persembunyiannya dan membeli tiga lentera. Dengan hati yang bahagia mereka melepaskan lentera dan berpelukan erat.



Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2