
Setelah beberapa saat melihat Yung Qian dan Gui Fei menghilang dari pandangan, Fang Ling dan Xian Guo kembali melanjutkan perjalanan sambil sesekali melirik ke satu sama.
Fang Ling yang dari awal sudah sadar jika Xian Guo terus menatapnya, tidak tahan untuk tidak bertanya,"Apakah kau mulai menyukai ku ??
Secara spontan Xian Guo memalingkan wajahnya yang memerah dan berkata dengan ketus,"Siapa yang suka dengan orang bar-bar seperti mu,"
"Baguslah jika begitu, sebenarnya aku juga tidak yakin bisa melindungi Su Yulan,Shun Jing dan Yen Siulan, karena perjalanan ku yang terlalu berbahaya,"Jelas Fang Ling mencoba untuk berterus-terang.
Hati Xian Guo tertegun ia sontak menghentikan langkahnya dan membuat Fang Ling yang menyadarinya kaget, saat melihat Xian Guo perlahan membuka semua pakaiannya.
"Tu-tunggu, apa yang sedang kau lakukan, jangan lakukan itu," Fang Ling langsung saja memalingkan wajahnya saat Xian Guo sudah melepas semua pakaiannya hingga tidak menyisakan apapun untuk menutupi tubuhnya.
Dengan air mata yang hampir menetes Xian Guo menunduk dan berkata,"apakah aku kurang cantik di mata mu ? apakah ada sesuatu yang kurang dari ku, daripada ketiga gadis tersebut ??,"
Tentunya Xian Guo merasa tidak adil, sedangakan Fang Ling yang mulai mengerti apa yang sedang di pikirkan gadis itu, hanya diam sambil memalingkan wajahnya.
Setelah terdiam beberapa saat, Xian Guo kembali berkata,"Jika mereka boleh mengikuti mu, lalu kenapa aku tidak boleh ?
"Itu...."Fang Ling terdiam beberapa saat dan kembali berkata,"Sebenarnya aku juga tidak yakin mereka bisa bertahan atau tidak, yang aku tau...aku hidup hanya untuk menyelesaikan sesuatu,"
"Jangan banyak omong kosong, katakan saja, apakah kau menyukaiku atau tidak ?! Dengan wajah yang sudah basah, akhirnya Xian Guo berhasil menanyakan sesuatu yang sudah di pendam nya saat pertama kali bertemu Fang Ling.
Sesuatu yang di hadapi Fang Ling bukanlah sesuatu hal yang bisa di selesaikan dengan jalan mudah, ataupun jika membawa tiga wanita sudah membuatnya sangat khawatir atas keselamatan mereka.
Dengan berat hati Fang Ling menundukkan kepalanya dan berkata,"Aku sama sekali tidak menyukai mu, dari awal aku hanya menganggap mu seperti seorang sahabat pada umumnya, dan tidak lebih dari pernyataan itu,"
__ADS_1
Seolah di cabit dan di hujam ribuan pedang, Xian Guo terdiam dengan hati yang sangat hancur mendengar pernyataan Fang Ling, ia berbalik dan hendak pergi sampai melupakan pakaiannya.
"Xian kecil, kau melupakan pakaian mu,"
Fang Ling mengambil pakaian Xian Guo yang tergeletak di tanah dan berjalan menyusulnya dengan perasaan tidak enak hati, walaupun ia melakukan itu untuk keselamatan gadis yang kini di berdiri hadapannya.
Setelah merampas pakaiannya dengan paksa, Tidak lupa Xian Guo menampar Fang Ling sebelum berjalan meninggalkannya dan menghilang di balik semak hutan.
Setelah merasa aman dengan keadaan yang cukup terkendali, walaupun dirinya masih merasa sangat tidak enak terhadap Xian Guo. Fang Ling kembali berjalan seorang diri menembus hutan, untuk menyelesaikan tujuannya dengan cepat.
Merasa dirinya adalah orang satu-satunya yang berada di dalam area hutan Pinus, Fang Ling mengibas tangannya membuat sebuah peta muncul dari udara kosong di atas tangannya.
Setelah mengamati peta tersebut cukup lama, dapat di simpulkan jika setelah melewati hutan Pinus, Fang Ling akan di sambut dengan kawasan perairan yang berupa rawa besar.
Merasa tidak mungkin melewati rawa itu dengan memaksa berenang Datau mengarunginya, Fang Ling memperhatikan pepohonan di sekelilingnya dan berfikir untuk membuat sebuah perahu.
Merasa hampir putus asa, Fang Ling mengeluarkan semua barang yang ada di dalam cincin dimensi dan berharap jika dirinya menemukan sesuatu yang bisa membantunya untuk memotong pohon.
Tapi yang di temukan nya hanyalah beberapa ekor ayam hutan dan bebatuan yang tidak berguna, hingga di saat hampir putus asa, Fang Ling menemukan sebuah kapal yang terbuat dari batu.
Merasa sangat senang karena bisa membuat sebuah perahu dengan menggunakan kapak yang di temui nya, Fang Ling memasukan kembali barang-barang yang ada ke dalam cincin dimensi dan berjalan mencari pohon Pinus yang cocok.
Selama mencari pohon yang tepat, akhirnya Fang Ling menemukan sebuah pohon pinus berukuran tidak terlalu besar, tapi sangat mudah untuk di buat menjadi sebuah perahu karena tumbuh secara lurus tanpa bengkok sedikitpun.
Akhirnya Fang Ling mulai menebang pohon itu dan dengan cekatan membuat sebuah perahu yang hanya bisa di gunakan oleh satu orang, jika lebih dari itu perahu tersebut akan tenggelam dan ia berakhir di dalam perut seekor buaya.
__ADS_1
Setelah selesai Fang Ling menggendong perahu buatannya untuk pergi ke area selanjutnya, yang sudah berada tidak jauh di depannya.
Beberapa saat di lalui Fang Ling dengan berjalan kaki tanpa teman berbincang, membuatnya sedikit kesepian hingga dirinya tidak sadar jika matahari sudah mulai tenggelam.
Di waktu bersamaan saat bulan sudah bersinar, Fang Ling akhirnya sampai di area kedua yang berupa rawa dangkal yang di penuhi dengan semak belukar di seluruh jalur.
Karena malam hari akan sangat berbahaya saat melakukan perjalanan di atas rawa dangkal, Fang Ling memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon rindang sambil memeluk perahu buatannya.
Merasa bosan karena tidak bisa tertidur walaupun sudah mencoba memejamkan mata, Fang Ling akhirnya memutuskan untuk membuat api unggun.
Dengan bebatuan yang ada di dalam cincin dimensi, Fang Ling tidak perlu susah untuk membuat api unggun, ia segera mengeluarkan dua potong ayam dan langsung teringat tentang Xian Guo.
"Apakah aku merindukan nya. Sepertinya aku akan sangat kesepian untuk beberapa hari kedepan,"Sambil tersenyum pahit, Fang Ling membakar dua ayam hutan yang di dapatkan dari dalam cincin, walaupun tidak tau untuk siapa dirinya memasak.
Di saat-saat dirinya sedang menikmati kesendirian nya, Fang Ling mendengar suara teriakan kecil dari seekor hewan yang masih tidak di ketahui jenis hewan tersebut.
Karena lokasinya yang berada di dalam hutan dan di hadapannya adalah rawa, Fang Ling mencoba untuk mengabaikan suara itu akibat besarnya kemungkinan jika suara itu adalah jebakan.
Setelah beberapa saat mengabaikannya, Suara itu terdengar semakin keras membuat hati seseorang akan luluh jika mendengarnya.
Fang Ling langsung saja mengambil kapak batu dan mendekati suara erangan yang berasal di sekitar rawa, membuatnya langsung saja bersikap waspada karena jalan yang di lalui nya cukup gelap.
Secara perlahan Fang Ling mendekati suara erangan yang sudah semakin dekat tempatnya, hingga ia menemukan seekor anak harimau yang terjerat oleh tali yang berada di pinggir rawa.
Di saat Fang Ling menjulurkan tangannya untuk menyelamatkan anak harimau itu, secara tiba-tiba dari dalam air seekor hewan berukuran besar hendak menerkam tangannya.
__ADS_1
Bersambung...