Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Diskualifikasi


__ADS_3

Murad langsung melakukan gerakan ke depan dan langsung menyerang Yu Niang menggunakan kedua senjatanya yang sangat khas.


Saat Murad berada beberapa jengkal di depan, Yu Niang langsung melakukan gerakan memutar dan berhasil menghalau serangan Murad sekaligus memukul mundur pria itu.


Meskipun tidak menerima luka sedikitpun Murad tetap saja merasa terhina, bahkan dia merasa sangat marah sebab di hadapan perempuan berwatak dingin itu dia terlihat seperti anak kecil.


"Pasir hisap !!


Segera Murad berjongkok dengan sebelah lutut menyentuh lantai. Kemudian dia melakukan segel tapak dengan menggunakan kedua tangannya.


Dari bawah kaki Yu Niang tiba-tiba muncul pasir aneh yang seperti menghisap dan menarik tubuhnya ke bawah. Yu Niang terlihat tidak berkutik untuk melawan jebakan itu sebab kedua kakinya telah masuk ke dalam pasir, hingga hampir mencapai betis.


Keadaan Yu Niang sungguh terdesak, dia tidak dapat bergerak bebas bahkan saat akan mencoba menarik kakinya. Pasir hisap itu semakin menariknya dengan sangat kuat, tapi tetap saja wajah Yu Niang terlihat datar walau kini menghadapi keadaan terdesak.


Sadar lawannya telah masuk perangkap, Murad langsung kembali berdiri dengan menggema kuat kedua pedangnya yang lebih mirip dengan belati walaupun memiliki ukuran yang lebih panjang dan berbentuk melengkung.


"Tamatlah riwayat mu !


"Tebasan macan pasir !!


Kedua pedang Murad mengeluarkan hawa hitam misterius, hawa itu terasa sangat dingin dan berbahaya.


Dengan sangat cepat Murad melesat ke arah Yu Niang dan melakukan serangan dengan menggunakan kedua pedangnya dan melakukukan dua kali sayatan beruntun ke arah gadis itu.


Yu Niang tidak mau kalah tanpa melakukan perlawanan, dia dengan cepat melindungi tubuhnya dengan menciptakan tembok es untuk menghadang serangan Murad yang datang dari arah depan.


Braaaaak


Dua sayatan pedang yang sebelumnya Murad lancarkan malah mengenai tembok es yang di ciptakan Yu Niang.


Rasa kesal terukir jelas di wajah Murad saat dua serangannya malah mengenai tembok es. Dengan beringas Murad menyerang tembok es itu sampai hancur, tapi hal selanjutnya benar-benar tidak terduga.


Yu Niang telah berhasil keluar dari jebakan pasir hisap Murad, perempuan itu juga telah hilang dari hadapan Murad dan tiba-tiba menyerang dari udara menggunakan pedangnya.


Slash


Satu tebasan pedang hampir memenggal kepala Murad jika pria itu tidak cepat melompat kebelakang. Yu Niang kembali menghilang, kali ini dia menggunakan elemen es nya untuk menciptakan kabut putih tebal yang mampu membekukan area pertempuran.


Kecerdasan Yu Niang membuat Fang Ling yang berdiri di sudut area cengar-cengir seperti orang bodoh karena tidak pernah berpikir untuk melakukan cara itu.


Hawa menjadi dingin semua penonton nampak kesulitan untuk melihat pertarungan Murad dan Yu Niang karena kabut tebal menutupi seluruh area pertarungan.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar rentetan dan dentuman pedang yang saling bersahutan. Membuat semua penonton merasa sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi di dalam area pertarungan.


Prangkkk


Bruuuk


"Apa-apaan pertarungan ini, kita hanya dapat mendengar suara mereka saling menyerang tapi tidak bisa melihatnya,"


"Benar, kabut tebal ini sangat mengganggu, Tapi kita juga dapat menilai jika kemampuan dan kecerdasan putri Yu Niang tidak dapat di remehkan,"


"Apa kau membanggakan kemampuan putri Yu Niang karena dia memiliki paras yang cantik ? kau ini selalu saja begitu, sampai-sampai tidak menilai kemampuan lawannya Murad,"


"Ha Ha Ha....Jangan bertengkar, Murad menang sangat tangguh, dia bukan hanya bisa menyerang namun juga bisa mengimbangi kemampuan Yu Niang walau kini dia berada di dalam kabut tebal,"


Banyak komentar dari penonton, mereka terlihat bingung sekaligus tercengang mendengar suara rentetan pedang yang saling berbenturan.


"Ombak pasir !!


"Tembok es !!


Boooooom


Braaaaak


Serangan itu pula membuat kabut es milik Yu Niang menghilang dan memperlihatkan sesuatu yang membuat semua penonton di buat tercengang.


Di atas arena Murad dan Yu Niang terlihat saling bertukar serangan dengan tubuh sama-sama telah di hiasi luka sayatan pedang yang lumayan parah.


Entah serangan ke berapa yang telah di lancarkan keduanya. Yang jelas Murad dan Yu Niang sama-sama tidak mau mengalah dan terus saling bertukar serangan pedang yang semakin intens.


Karena seorang perempuan Yu Niang lebih cepat kehabisan nafas yang membuatnya kehilangan konsentrasi untuk sesaat.


Melihat celah cukup besar pada gerakannya Yu Niang. Murad segera memutar otaknya dan melakukan tendangan kuat begitu kembali melihat celah besar.


Tendangan Murad membuat Yu Niang terpental jauh kebelakang dan langsung tergeletak dengan pedang yang terpental jauh dari tempatnya.


Melihat kesempatan itu Murad segera menggunakan kesempatan emas itu untuk menyerang dengan sekuat tenaga.


"Ombak pasir !


Murad menghentak kedua pedangnya ke lantai dan seketika memunculkan ombak pasir berwarna keemasan. Pasir itu segera melesat ke arah Yu Niang yang masih terbaring lemas di lantai.

__ADS_1


Sesaat ombak itu akan menerjang tubuhnya, Yu Niang segera bangkit lagi dan menciptakan tembok es.


Boooooom


Pasir Murad menerjang tembok es milik Yu Niang, untuk sesaat tembok es bisa bertahan namun sedikit demi sedikit retakan mulai bermunculan hingga akhirnya tembok itu pecah.


"Ahkk


Yu Niang mencoba untuk tetap bertahan walaupun tubuhnya di terjang tsunami pasir Murad. Setelah bertahan cukup lama, akhirnya Yu Niang telah mencapai batas tubuhnya.


Saat tubuh Yu Niang mulai di lahap pasir, semua orang berteriak histeris dan ada juga yang terkejut dengan wajah pucat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Ti-tidak mungkin, si taring es di kalahkan dengan mudah oleh seseorang yang datang dari benua ketiga,"


Tubuh Yu Niang tenggelam di lautan pasir Murad, Murad pun menarik segel tangannya dan mengubah pasir yang menenggelamkan Yu Niang menjadi sebuah tangan raksasa.


Tangan raksasa itu mencengkram tubuh Yu Niang, gadis itupun terlihat sudah pingsan dengan sekujur tubuh penuh dengan luka.


"Tamat riwayat mu gadis sombong !!


Dengan gerakan sangat cepat, Murad melesat ke arah Yu Niang dengan membawa kedua pedangnya.


Murad hendak menusuk jantung Yu Niang, tapi entah sejak kapan Fang Ling telah menghadang di depan sehingga kedua pedang Murad menebus jantung Fang Ling.


Semua penonton terdiam dengan perasaan tercengang, pemandangan yang mereka lihat kali ini benar-benar tidak masuk akal.


Pasalnya kedua pedang Murad telah menembus jantung Fang Ling namun pemuda itu terlihat santai tidak bergeming sedikitpun.


"Apa-apaan kau, kenapa kau tidak mati ?? padahal pedang ku dengan telak menebus jantung mu"


Fang Ling tidak merespon perkataan Murad, tiba-tiba dari belakang Fang Ling yang asli muncul dan menepuk pundak Murad sambil tersenyum menyeringai.


"Kau di diskualifikasi,"


"Apa ?!" Murad terkejut dengan apa yang terjadi, dia menoleh kebelakang dan menemukan Fang Ling tengah tersenyum menyeringai ke arahnya.


Murad menoleh ke depan, hujud Fang Ling yang berdiri di depannya berubah menjadi butiran salju yang perlahan mulai hilang di tiup angin.


Keterkejutan tidak hanya di rasakan oleh Murad tapi juga semua orang yang berada di tempat itu. Mereka tidak pernah menduga jika Fang Ling sudah mengetahui jika akan ada kejadian yang melenceng dari peraturan.


Fang Ling tersenyum lembut,"Kau tidak akan dapat bergerak untuk sesaat sampai aku memperbolehkan mu,"

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2