Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Memasuki area berbahaya


__ADS_3

Note : Budayakan like sebelum baca


Fang Ling menunggang pegasus pasir layaknya seperti pangeran dan putri, mereka bergerak cepat ke depan dimana pemandangan terlihat indah.


Di depan Fixie merasa serba salah saat ingin begerak, di satu sisi ia tidak ingin mengubah posisi ini sedangkan di sisi lain dia merasa malu.


Sementara kru dan pengawas laut pasir tertinggal jauh di belakang, lumba-lumba mereka bukanlah tandingan kecepatan pegasus Fang Ling.


Pegasus itu menjadi sangat tunduk setelah menerima bogem mentah dari Fang Ling, hal itu cukup membuat pegasus tersebut terkena tekanan mental yang lumayan parah.


"Berpeganglah dengan erat,"Fang'Ling memeluk Fixie dari belakang membuat elf itu tersentak, lalu menghentak sedikit kakinya dan berteriak.


"Chaaaa...!!!


Secara serempak pegasus itu membuka lebar sayap-nya, dia berlari cepat di atas lautan pasir untuk mengambil ancang-ancang sebelum mengambang di udara meski tidak terlalu tinggi.


Mata Fixie terbuka lebar, dia merasa kembali ke empat alam yang sangat indah dan penuh dengan imajinasi fantasi.


"Rentangkan tangan mu lebar-lebar dan tutup mata, kau akan merasa kan sesuatu."Ujar Fang Ling, dengan raut wajah datar.


Fixie mengikuti perkataan Fang Ling, iapun pelan-pelan merentangkan tangan-nya dan tidak lupa menutup mata.


"Sekarang buka matamu,"Kata lagi Fang'Ling, seraya menuntun pegasus untuk terbang sedikit lebih tinggi.


Fixiepun mengikuti arahan Fang Ling dengan membuka mata-nya, entah mengapa pemandangan di depan begitu indah dan menyejukkan hati.


Matahari terbenam memancarkan cahaya keemasan bergabung dengan pasir putih.. Membuat perpaduan antara dua cahaya tersebut, menjadikan pasir nampak seperti butiran kristal.


Tidak selama-nya keindahan akan bertahan, matahari mulai menghilang dan hari menjadi gelap tetapi tidak berselang lama bulan mulai bersinar.


"Kita sudah terlalu jauh dari kapal, sebaik-baiknya kita kembali sekarang."Kata Fang Ling, sedangakan Fixie hanya mengangguk sebagai jawaban.


Fang Ling segera memacu pegasus pasir untuk terbang kembali ke kapal meriy, karena sangat cepat tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.


Saat akan mendarat di anjungan kapal, Fang Ling tidak sengaja melihat perseteruan antara teman Fang Ling dan sekelompok pengawas laut pasir.


Mereka nampak membicarakan sesuatu tetapi terlihat akan ada pertarungan antar dua kubu tersebut, merasa khawatir Fixie menyuruh Fang Ling untuk melihat apa yang terjadi.


"Tunggu di sini,"Ujar Fang Ling.


Setelah Fixie mengangguk..Fang Ling kemudian berjalan menghampiri dua kubu di depan yang kebetulan mereka semua berada di tengah kapal.

__ADS_1


"Kalian tidak akan melakukan hal itu..!! Jika ingin melakukan sesuatu, seharus-nya kau berpikir terlebih dahulu."Lutfi seakan ingin memukul wajah Lumiyan yang berdiri beberapa langkah di depan.


Tidak hanya Lutfi, seluruh teman-nya juga di buat kesal oleh sikap Lumiyan..Bahkan mereka semua menatap perempuan itu dengan perasaan penuh amarah.


Sementara Lumyian hanya tersenyum tak berdosa, seakan tidak ada yang salah dengan apa yang sudah di lakukan-nya


"Berpikir..? Kenapa aku harus memikirkan hal seperti itu, tidak ada guna-nya berbicara dengan kalian.. Toh tidak lama lagi kalian semua akan menjadi mayat."


Tanpa berpikir panjang Fang Ling menengahi kedua kubu tersebut akar tidak bertarung.."Apa yang sedang kalian lakukan..?"Fang Ling menatap Lumyian."Kau..Apa kau sudah berbuat sesuatu di atas kapal ini.??"


Lumyian tersenyum semakin lebar, dia melipat kedua tangan-nya di depan dada dengan tatapan tertuju pada kedua mata old Fang Ling.


"Jika iya, memang-nya kenapa..? Ini bukan urusan mu, jadi berhentilah mencampuri urusan orang."


Fang Ling tersenyum dingin."Mencampuri urusan orang..? Nona kecil, harus kau ketahui..Kau sedang menumpang di atas kapal ini, bahkan masih untung kau di biarkan tinggal di sini."


Perkataan Lumyian tersentak, dia tidak dapat berkata-kata..Hingga beberapa bawahan mencoba untuk menenangkan-nya.


"Nona kami semua sudah berteman sangat akrab, kurasa kita harus membatalkan rencana sebelum-nya."


"Benar nona, dari awal tidak seharus-nya kita melakukan hal keji seperti ini."


Lumyian menundukkan kepala,"Kalian sudah berani melanggar peraturan pemimpin. Kalian pantas menjadi santapan serpen..."


Semua bawahan Lumiyan nampak terkejut, mereka tau jika serpen adalah salah satu hewan paling buas.


"Kau..Jangan bilang kau sudah...


Perkataan salah satu bawahan itu terhenti saat mendengar suara gelak tawa Yumiyan yang terdengar mengerikan.


"Hahahaha, aku sudah memancing serpen..Tidak lama lagi ular itu akan datang dan akan memakan kalian, dengan begitu aku memiliki cukup waktu untuk mengalahkan-nya."


Seluruh orang di atas kapal di buat terkejut, mereka memandang Lumyian yang sedang tertawa nampak seperti orang tidak waras.


Di saat semua orang terkejut dan mematung, hanya Fang Ling yang masih tidak tau apa permasalahan kedua kubu tersebut.


Hingga sebuah guncangan hebat mengejutkan semua orang, guncangan itu berada pada anjungan kapal.


Fang Ling yang merasa filing tidak enak, segera melesat cepat ke arah Fixie yang kebetulan masih berdiri di anjungan kapal di saat itu.


Tepat waktu saat Fang Ling datang dan berdiri di belakang Fixie, sebuah hempasan ekor raksasa meluncur dari udara ke arah-nya.

__ADS_1


Karena tidak ada waktu banyak, Fang Ling hanya dapat menahan serangan ekor itu dengan tangan kosong.


Di luar dugaan ternyata pertahanan Fang'Ling jauh lebih kuat dari hantaman ekor yang mencambuk kedua tangan-nya.


Setelah ekor itu kembali masuk ke dalam laut pasir, Fang Ling segera memeluk tubuh Fixie dan melesat ke arah rombongan Lutfi.


Lutfi langsung membantu Fixie yang saat itu sedang pingsan akibat tidak sengaja terserempet anergi besar di tubuh Fang'Ling.


"Jaga dia sebentar, aku akan menjauhkan mahluk itu dari kapal.."Ujar Fang Ling sambil menyerahkan tubuh Fixie yang pingsan kepada Lutfi.


"Bergeraklah ke arah timur dengan cepat, aku akan menahan makhluk itu.."


Fang'Ling berdiri memunggungi semua orang, diapun mengaktifkan jubah tempur dan langsung terbang.


"Saudara hati-hati, kita sudah berada di kawasan yang sangat berbahaya di lautan pasir ini."Kata Lutfi dengan suara lantang, agar Fang Ling bisa mendengar.


Fang Ling hanya diam dan terus terbang, lalu ia menukik masuk ke dalam lautan pasir untuk mencari serpen yang masih bersembunyi.


Semua orang di atas kapal nampak panik, mereka tidak tau harus melakukan apa karena serpen adalah mahkluk Roh salah satu tingkat tertinggi.


Tidak berselang lama setelah Fang Ling masuk ke dalam lautan pasir, sebuah guncangan hebat membuat kapal Lutfi terombang ambing.


Tidak jauh di depan sebuah ular yang amat sangat besar muncul ke permukaan, ukurannya dua kali lebih besar dari ular raksasa yang di temui Fang Ling di gurun tempat seleksi dulu.


Beberapa saat kemudian siluet ungu melesat dari dalam laut pasir, siluet itu tidak lain adalah Fang Ling.


Dia sudah menggenggam dua bilah pedang di kedua tangan-nya, saat berada di dalam laut pasir..Fang Ling sempat melancarkan beberapa serang yang mengenai tubuh ular itu, tetapi tidak ada hasil sebab kulit ular itu sangat keras.


Jika di perhatikan lebih baik ular itu nampak seperti ular biasa tetapi kulit-nya berwarna perak..Serta sisik ular itu memiliki ketahanan tinggi, sama seperti jubah pelindung.


Ulat bernama serpen itu menatap lekat ke arah Fang Ling dengan mata merah-nya..Yang terlihat kini hanyalah setengah bagian tubuh serpen, belum termasuk seluruh bagian tubuh-nya karena masih berada di ke dalaman lautan pasir.


Fang Ling memperhatikan ular raksasa itu lebih jauh, dia tidak menemukan celah sedikitpun karena sisik ular itu berkerja seperti perisai..Menutupi semua bagian lemah dari serpen.


"Membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan ular ini, tetapi jika dia mati..Maka aku akan bisa menghisap kristal-nya, tetapi.."Fang Ling terdiam sejenak, dia memperhatikan beberapa bagian tubuh serpen."Dengan tubuh sebesar itu, akan membutuhkan waktu lama untuk mencari-nya."


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2