Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pertumpahan darah V


__ADS_3

Pertarungan antara kubu aliran hitam dan putih pun terjadi. Suara ledakan, jeritan, bahkan suara keras dua senjata yang beradu menambah kesempurnaan perang ini menjadi semakin meriah.


Pasukan aliansi aliran putih yang awalnya tangguh, kini mulai tumbang dan tewas di peperangan.


Mereka yang mati merasa sudah menyelesaikan tugas dengan baik, sehingga dapat mati tanpa penyesalan.


Beberapa saat kemudian pertarungan ini semakin mengerikan, dua belah pihak tidak mau mengalah dan tetap saling membunuh.


Akibatnya pertarungan sengit antara dua kubu yang saling bertolak belakang itu semakin intens.


Suara jeritan orang-orang yang mati bergema di telinga semua orang.


Walaupun pasukan aliran putih jauh kalah jumlah, tapi mereka masih bisa bertahan cukup lama berkat senjata Fang Ling.


Pencapaian kali ini adalah sesuatu yang sangat besar, karena baru kali ini pasukan aliran hitam terlihat tertekan walaupun mereka jauh lebih unggul.


Di sebuah tempat di dalam peperangan, Shin Hye di kepung oleh lima orang jendral aliran hitam yang semuanya berada di tingkat setengah abadi.


Shin Hye memperhatikan lima lawan yang mengelilingi dirinya.


"Sudah kuduga aku akan menjadi incaran setelah mengalahkan kedua lawan sebelumnya,"


"Mereka semua kuat...Akan sangat berbahaya jika kau tidak serius bertarung, namun...,"Shin Hye menatap Sin Yintian yang berduel dengan seorang pria sepuh tidak jauh dari tempatnya.


"Bertahanlah tuan putri... Setelah ini aku akan menolong mu,"


Tatapan Shin Hye berubah datar, kini tidak ada perasaan kasihan terukir di wajahnya.


Walaupun dapat di pastikan jika Shin Hye akan menang, namun kemungkinan besar ia akan terluka cukup parah.


Karena merasa akan sangat merepotkan, akhirnya Shin Hye menciptakan sebilah pedang dan langsung menyerang kelima lawannya.


Pertempuran Shin Hye melawan lima orang jendral di tingkat setengah abadi terjadi dengan sangat intens.


Ledakan dan dentuman pedang terdengar sangat keras, hal ini di karenakan kekuatan mereka yang sudah terlampau jauh dari sepuluh benua.


Walaupun lima lawan Shin Hye bukanlah pendekar ternama, namun tetap saja mereka adalah orang-orang yang bisa di katakan sebagai jagoan.


Pasalnya mereka mampu mengimbangi dan menekan mundur Shin Hye, tapi pria tua itu lebih tangguh dari yang mereka kira.


"Langkah awan !


Gerakan Shin Hye menjadi sangat cepat saat dia menggunakan langkah awan.


Dengan kecepatan itu Shin Hye melesat cepat menyerang semua lawanya, tapi hal yang terjadi setalah itu membuat Shin Hye terkejut.


Braaaaak

__ADS_1


Saat pedang energi Shin Hye beradu dengan sebilah pedang lawanya, tiga orang pria langsung menyerang dari belakang dan samping.


Agar dapat menghindari serangan kejutan itu, Shin Hye memutar tubuh dan menciptakan gelombang angin yang melindungi tubuhnya.


Kelima jendral aliran hitam itu terpaksa melompat mundur dengan raut wajah masam, dan ada juga yang terlihat kesal dengan kemampuan Shin Hye.


Semua pendekar itu termasuk Shin Hye terdiam sejenak, mereka memutuskan untuk memulihkan nafas masing-masing sambil memperhatikan kelemahan satu sama lain.


"Sangat sempit, jika begini aku akan kalah...Mereka masih memiliki kekuatan yang terbilang masih prima, sedangkan aku sudah mulai kelelahan,"


Shin Hye berdebat dengan dirinya, sambil memperhatikan satu persatu lawannya yang kini berbaris rapih di hadapannya.


"Apa tidak ada celah sedikit saja untuk menghilangkan konsentrasi mereka..."Batin Shin Hye.


Dalam diam, Shin Hye memperhatikan seorang lawan yang berdiri di jarum tiga. Pria itu nampak memiliki kekuatan paling lemah dari keempat lawanya.


Beberapa saat kemudian, nafas semua orang itu mulai kembali teratur. Semuanya kembali bertarung, kini Shin Hye menitik beratkan serangannya pada pria terlemah di lima kelompok itu.


Dengan beringas Shin Hye menghentakan pedangnya pada lawan terlemah yang kebetulan ada di hadapannya.


Beberapa kali serangan Shin Hye berhasil di tangkis oleh pria itu menggunakan pedang. Tapi pada saat tebasan kensepuluh, dia mulai kelelahan dan pada saat bersamaan pedang Shin Hye terayun cepat menuju lehernya.


"Tidak cepat sekali, aku tidak bisa menangkisnya,"


Pria itu terlihat ketakutan dengan melindungi wajahnya menggunakan pergelangan tangan yang di miringkan.


"Apa aku akan berakhir secepat ini ?"


"Ak-aku selamat,"


Saat sebelum pedang Shin Hye berhasil memutuskan leher lawannya, ia di serang oleh empat orang yang tersisa hingga kini terlibat duel antara mereka semua.


Wajah Shin Hye terlihat tertekan, dia merasa sangat rugi karena gagal membunuh salah satu dari mereka sedangakan kekuatannya mulai melemah.


"Sial, apa mungkin aku akan benar-benar berkahir seperti ini ?"


Di tengah-tengah pertarungan itu, pandangan Shin Hye mulai rabun dan sulit untuk mempertahankan kesadarannya.


Tubuh Shin Hye mulai di hiasi luka sayatan pedang, namun pria tua itu menolak kalah dengan meledakan energi besar dari tubuhnya.


Boooooooomm


Energi itu berhasil membuat lima lawannya terpental jauh, namun ganjarannya Shin Hye harus kehilangan tangan kirinya.


Dengan keadaan satu lutut menyentuh tanah, Shin Hye menggunakan pedang energi untuk menopang tubuhnya agar tidak ambruk.


Lawan Shin Hye terlihat mulai terluka, tapi mereka masih bisa berdiri dan kini berjalan ke arah Shin Hye dengan niat membunuh.

__ADS_1


"Ada apa pria tua ? mulai kelelahan ??


"Kau sudah tua, sudah sepantasnya kau mati sekarang...Jangan khawatir, aku dan keempat saudara ku akan senang hati mengantar mu ke tahta raja Yaman,"


Dengan keadaan terluka parah Shin Hye tidak lagi mampu berdiri, sedangkan lawanya sudah berjarak beberapa langkah di depannya.


Salah seorang dari lima pria itu mengacukan pandangannya ke arah Shin Hye, dia mengayunkan pedang itu dengan wajah sembringa.


"Teknik ke sepuluh, gerakan penghancur langit !!


Dari atas udara Yukimura Sanada menghempas tombak es ke arah lima lawan di hadapan Shin Hye.


Kelima orang itu melompat mundur bertepatan dengan munculnya es runcing dari tanah hasil dari hentakan tombak Yukimura Sanada.


Salah seorang pria paling lemah dari lima orang itu terluka di bagian pahanya, terlihat es runcing mulai membekukan daging di bagian itu.


Seketika beberapa saat kemudian kaki kanan pria itu menjadi es kemudian pecah berkeping-keping, diapun ikut mati akibat luka parah itu.


Di hadapan Shin Hye, Yukimura Sanada berdiri gagah dengan jubah tempur berwarna merah.


"Tetua Shin, ku harap kau masih bisa bertarung... Karena jika hanya aku, kemungkinan besar aku juga bernasib sama seperti mu,"


Shin Hye tersenyum kecil, dia kembali bangkit berdiri walaupun sedikit kesulitan.


"Ternyata jaman telah berubah dengan sangat cepat, mungkin kau akan menjadi jagoan di masa depan...Tapi sebelum itu, kita harus tetap hidup,"


"Huuu..Kakek tua, kita berada di peperangan, bukan saatnya untuk membicarakan hal ini,"


Yukimura mengambil sikap tombak kedepan, dia terlihat sangat senang bisa bertarung bersama Shin Hye.


"Kurasa kau benar anak muda, mari kita selesaikan mereka berempat,"


Shin Hye berdiri santai dengan pedang energi yang tidak terlalu di angkat, namun tatapannya penuh dengan energi intimidasi.


Sempat terkejut karena sudah kehilangan satu rekan, empat jendral aliran hitam yang tersisa nampak kembali bersiaga dengan bersiap di posisinya.


Dashhhh


Secara bersamaan semua orang itu berlari ke arah satu sama lain, Dengan cepat Yukimura dan Shin Hye mengayunkan senjata mereka dan mengambil masing-masing dua orang untuk di jadikan lawan.


lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen

__ADS_1


🐾Mohon bantuannya teman-teman 🐾


Bersambung....


__ADS_2