
Matahari mulai terbit dari ufuk timur, membangunkan sebuah kehidupan yang terbuai di dalam mimpi indah masing-masing.
Di dalam kamarnya Shun Jing terbangun dan tersadar jika Fang ling sudah tidak berada di dalam kamar, dirinya memutuskan untuk berdiri dan berjalan keluar kamar.
Beberapa langkah sesaat keluar dari kamar, Shun Jing melihat Fang ling sedang meminum arak di ruangan tengah. Terlihat pinggiran mata Fang ling menghitam seolah kekurangan tidur.
Shun Jing mendekati Fang ling dan mengambil guci arak yang berada di atas meja, setelah di dapatkan dirinya langsung membuang guci tersebut keluar melewati jendela.
PRAANKK
"aduh ! kepala ku...
"Bantu dia, apakah ada Tabit di daerah sini ?! orang ini mengalami pendarahan di kepalanya,"
Dengan perasaan tidak enak dan takut di ketahui jika dirinya yang melempar guci itu hingga mengenai kepala seseorang, Shun Jing mengintip keramaian di luar dari jendela.
Fang ling yang merasa sangat pusing karena tidak menemukan jalan keluar setelah berjam-jam bahkan semalaman berpikir, hanya termenung menatap meja di hadapannya sambil meneguk sisa arak di dalam gelas.
Semalaman berpikir Fang ling dan ketiga naganya hanya menyiksa kaisar naga es, karena melakukan pembicaraan bodoh dan tidak berguna.
Walaupun tidak mendapatkan apa-apa saat memikirkan jalan keluar tadi malam, Fang ling hanya dapat berusaha untuk cepat menjadi kuat dan membunuh pengguna pedang kaizer.
sudah satu hari di habiskan nya bersama Shun Jing di kota Wuhan, namun semenjak fajar dirinya sudah mencari teman-temannya di seluruh jalur kota ataupun dari energi.
Namun hasilnya tetap sama, Fang ling tidak menemukan atau merasakan tanda-tanda temannya dan besar kemungkinan mereka sudah berada di pulau gunung tengkorak.
Dengan tatapan kosong dan sedikit kecewa, Fang ling menatap Shun Jing yang sedang mengintip dari jendela tidak jauh dari tempatnya,"Shun Jing, bersiaplah kita akan memesan kapal,"
Shun Jing beranjak dari jendela dan duduk di meja yang sama dengan Fang ling," lalu bagaimana dengan teman-teman mu ?
"Sepertinya mereka sudah pergi terlebih dahulu, aku sudah mencoba mencari namun tidak menemukannya," Jawab Fang ling sambil mengeluh nafas beberapa-kali.
"Baiklah, aku akan bersiap, tunggulah aku sebentar," Shun Jing Berjalan kembali memasuki kamar, meninggalkan Fang ling yang masih duduk bersender di atas meja.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menunggu dengan sabar, Shun Jing keluar dari kamar dengan menggunakan topeng putih yang menutupi setengah wajahnya.
"Bagaimana, apakah aku cantik ? Shun Jing memutar tubuhnya, nampak mengharapkan pujian dari Fang ling.
Dengan tatapan datar Fang ling hanya mengangguk tanpa sepatah katapun, karena Shun Jing memakai pakaian yang sama namun dengan topeng yang berbeda.
"apakah kau tidak suka ?! dasar tidak tau sopan santun, Lihatlah kau terlihat sangat menyedihkan dan sejak kapan kau memiliki jenggot," kata Shun Jing kesal.
Malas untuk berdebat Fang ling hanya menghentak kepalanya hingga membuat meja senderan tersebut terbelah, dengan kepalanya yang juga ikut berdarah.
merasa bingung dengan sikap Fang ling yang begitu aneh seperti kehilangan semangat, Shun Jing berjalan mendekati Fang ling yang berbaring di atas lantai.
Bruuuk
"Cepat bangun ! kau ini sebenarnya kenapa ?! Shun Jing mengusap kepala Fang ling dengan lembut, mencoba untuk menyadarkan nya.
"aku pusing dan tidak sanggup berjalan, Jika kau mencium ku, aku akan berjalan sekarang," kata Fang ling dengan wajah mencium lantai.
Setelah mendapat apa yang dia mau, Fang ling berdiri dengan wajah berkilau dan berseri yang begitu indah. Hingga membuat Shun Jing silau hanya dengan melihatnya.
"Ayo berangkat ! aku sudah tidak sabar untuk melihat penggunaan tengkorak," Fang ling menggegam tangan Shun Jing dan berjalan keluar penginapan.
Selama berjalan ke lantai dasar Fang ling dapat melihat jika semua lantai yang ada di penginapan tersebut di penuhi dengan orang-orang.
Setelah berada di lantai dasar Fang ling menghampiri pemilik penginapan yang sedang berdiri di pintu masuk, terlihat sedang menyambut orang-orang yang memasuki penginapannya.
Dengan sopan Fang ling membungkuk memberi hormat kepada pemilik penginapan," Senior Hong, aku sangat berterimakasih dengan sambutan anda. Hari ini saya akan melanjutkan perjalanan,"
Merasa tidak enak hati melihat orang hebat di hadapannya sedang membungkuk ke arahnya, Hong Ju langsung membantu Fang ling kembali berdiri dengan tergesa-gesa.
"Tu-Tuan jangan terlalu formal, akulah yang seharusnya berterimakasih kepada anda...Sebab, sekelompok orang yang anda bunuh kemarin adalah penjahat yang membuat orang-orang takut untuk datang ke penginapan saya,"kata Hong Ju.
"Hahahah, pantas saja penginapan senior jauh lebih ramai dari biasanya, baguslah aku juga senang....Kalau begitu aku juga pamit," Kata Fang ling hendak berjalan keluar penginapan.
__ADS_1
"Tunggu tuan, Jika boleh tau anda mau kemana ? Tanya Hong Ju membuat Fang ling menghentikan langkahnya.
"Senior, aku akan pergi ke pulau gunung tengkorak untuk mengikuti turnamen," Jawab Fang ling.
Dengan tergesa-gesa Hong Ju mengeluarkan sebuah Pelakat emas dari balik pakaiannya dan mengulurkan Pelakat tersebut kepada Fang ling.
"Taun muda, ini adalah sebuah plakat spesial...dengan ini kau dapat menaiki sebuah kapal dengan nama ' Humei ' secara geratis," kata Hong Ju.
"Aku sungguh berterimakasih Senior, aku akan menerima pemberian senior kalau begitu," Setelah memberikan hormat kepada Hong Ju, Fang ling berjalan keluar penginapan bersama Shun Jing.
"Hati-hati tuan muda, semoga kau berhasil ! teriak Hong Ju dari penginapannya menatap Fang ling yang mulai hilang di ujung jalan.
Karena dermaga Shianli tidak terlalu jauh dengan penginapan yang di tinggalkan Fang ling dan Shun Jing, mereka berdua tidak membutuhkan waktu lama untuk segera sampai di dermaga tersebut.
Hiruk pikuk orang-orang segera terdengar saat Fang ling dan Shun Jing melangkah di kawasan dermaga Shianli, yang merupakan dermaga yang cukup besar dan padat.
banyaknya orang-orang yang berlalu lalang membuat Fang ling sedikit kesulitan untuk mencari kapal yang bernama ' Humei ', karena ada banyak macam kapal yang berada di tepian dermaga.
Jika di perhatikan dengan seksama, banyak pedagang yang berasal dari macam-macam berdua yang melakukan perdagangan bebas dengan kota Wuhan.
Sambil memperhatikan sekelilingnya yang sangat ramai, Shun Jing juga merasa sangat senang karena dirinya hanya berdua bersama Fang ling.
Fang ling yang tidak terlalu suka dengan tempat-tempat yang ramai, mencoba untuk mencari kepala yang di maksud secepatnya.
Setelah berjalan cukup lama, Fang ling akhirnya menemukan kapal yang sangatlah mewah dan berkelas berwarna merah alami dari kayu jati.
dengan mata terkagum-kagum melihat keagungan kapal tersebut, Fang ling dan Shun Jing berjalan mendekati seseorang yang merupakan pelayan dari kapal tersebut.
Penampakan buaya darat 'Fang ling'
Bersambung....
__ADS_1