
Kedua wanita itu berbalik dan menatap Fang Ling dengan waspada, sedangakan Fang Ling yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat Ah Bai masih belum sadar di gendong adik seperguruan Qian.
"Berikan Ah Bai kepada ku,"Kata Fang Ling sambil mengulurkan kedua tangannya.
"ah, Ba-baiklah," adik seperguruan Qian memberikan Ah Bai kepada Fang Ling walaupun dia terlihat sangat ingin memeluk Ah Bai yang sangat gemuk.
Dengan santainya Fang Ling berjalan ke arah perapian dan duduk bersender di sebuah pohon, Ah Bai yang mengkonsumsi energi Fang Ling mulai terbangun dari tidurnya.
"Aung Aung," Ah Bai menjilati tangannya dengan ekor yang terus bergerak.
Kedua gadis itu yang awalnya hanya berdiri menatap Fang Ling mulai berjalan mendekat dan duduk di posis yang cukup dekat dengannya, mereka berdua merasa jika Fang Ling bukanlah orang jahat dan mencoba untuk berbicara.
"Namaku Xiao Qing dan dia adalah adik seperguruan ku namanya Xiao Bai,"Kata Xiao Qing mencoba untuk dekat dengan Fang Ling.
"Salam kenal, siapa nama mu ? dan di mana kau menemukan anak harimau itu, aku juga ingin satu"Kata Xiao Bai penuh semangat.
Mendengar perkataan kedua gadis itu Fang Ling hanya tersenyum lembut sambil mengelus Ah Bai di pangkuannya, membuat Xiao Qing dan Xiao Bai juga ikut tersenyum canggung.
"Apakah kalian lapar ? Tanya Fang ling.
Kedua gadis itu hanya diam dan dari perut Xiao Bai terdengar suara gemuruh gempa, membuat suasana menjadi canggung berkali-kali lipat.
Fang Ling berdiri dan memberikan Ah Bai kepada Xiao Bai sebelum dirinya berjalan ke dalam hutan yang gelap gulita, ia kembali dengan membawa banyak ayam hutan di kedua tangannya.
Kedua gadis itu hanya saling bertatapan, dari awal mereka berdua sudah mencoba mencari hewan buruan di semua area pulai itu, namun hasilnya mereka malah di gigit lebah.
Terlihat dari mata kedua gadis itu yang menatap Fang Ling uang sedang memasak, mulai tertarik kepadanya dan membuat suasana menjadi begitu aneh.
Seperti biasanya Fang Ling menaburkan beberapa rempah dan tidak lupa madu yang ada banyak di dalam hutan, ia juga mengambil beberapa kelapa sebagai minuman penambah energi.
__ADS_1
Setelah selesai Fang Ling hanya mengambil satu potong ayam utuh dan menyisakan beberapa ayam yang ada untuk Xiao Bai dan Xiao Qing, kedua gadis itu terlihat sangat senang dan berterimakasih kepada Fang Ling.
Ah Bai melompat dari gendongan Xiao Bai dan berjalan ke arah Fang Ling, ia menjilati tangan Fang Ling yang terkena tetesan madu dan terlihat sangat menyukainya.
"Ah Bai juga lapar ? Fang Ling mengerat ayamnya menjadi dua bagian, dan mengambil sebuah daun lebar untuk menjadi alas agar ayam yang di makan Ah Bai tidak kotor.
Beberapa menit mereka habiskan untuk makan bersama walaupun dalam jarak yang sedikit jauh, dengan alasan kedua gadis itu merasa malu jika di perhatikan saat sedang makan.
Setelah berhasil menghabiskan potong ayam yang berukuran lebih besar dari tubuhnya, Ah Bai tergeletak di tanah dengan perut yang membesar.
Fang Ling memerintahkan Ah Bai untuk menjadi besar dan langsung di turuti olehnya, Xiao Bai dan Xiao Qing sangat terkejut melihat ukuran Ah Bai yang sangat besar, bahkan Fang Ling bisa bersender di perutnya.
"Dari mana kalian berasal ? Kata Fang Ling, dengan ramah.
Kedua gadis itu mengelap bibirnya dan berjalan mendekat ke arah Fang Ling, Xiao Bai duduk di dekat kepala Ah Bai sambil mengelusnya sedangakan Xiao Qing duduk di dekat perapian.
"oh benarkah ? apa nama sekte mu,"Tanya Fang Ling sambil mengusap dagunya.
"Nama sekte ku adalah tapak penghancur, tidak heran jika kau tidak mengenali sekte itu, karena berada di tempat terpencil dan jarang di ketahui orang-orang,"Jelas Xiao Qing sambil tersenyum pahit.
"Sekte tapak penghancur...Aku akan mengingatnya,"Kata Fang Ling antusias mencoba untuk menghibur Xiao Qing dengan senyumannya.
Wajah Xiao Qing memerah ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, membuat Xiao Bai yang hanya memperhatikan mereka hanya berdecak kesal, namun tetap tidak bisa marah saat berada di dekat Ah Bai.
"Lalu dimana senior pendamping kalian ? tanya Fang Ling kembali, setelah baru sadar jika kedua gadis itu tidak di temani oleh seorang senior.
"Aku juga tidak tau, dia menghilang saat kami mulai melakukan perjalanan...Mungkin dia merasa malu karena harus menemani seorang pendekar yang berasal dari sekte terpencil,"Kata Xiao Qing sambil tertawa kecil untuk menyimpan kesedihannya.
"Bagaimana jika aku membantu mu, walaupun tidak terlalu kuat, aku bisa membantu kalian,"Kata Fang Ling terlihat antusias untuk membantu kedua pendekar perempuan di hadapannya, sekaligus merasa kasihan karena sikap senior yang tega meninggalkan mereka.
__ADS_1
Xiao Qing dan Xiao Bai saling bertatapan satu sama lain terlihat sangat senang, mereka tau pasti jika pendekar yang kini di hadapannya mempunyai kemampuan yang tidak main-main.
"Apakah kami tidak merepotkan mu ? Kata Xiao Bai sambil tersenyum kecil ke arah Fang Ling.
"Tentu saja tidak, bukankah tidak ada peraturan yang melarang masing-masing kandidat untuk berkerja sama, dan lagi lebih mudah jika di lakukan bersama-sama,"Ucap Fang Ling.
Kedua gadis itu tertawa sambil tidak bisa menyembunyikan pandangan hari masing-masing, karena mendapatkan bantuan dari Fang Ling.
"Terimakasih kau sangat baik, tapi sepertinya kau belum memberi tau siapa nama mu,"Kata Xiao Bai.
"Apakah itu penting ? Tanya Fang Ling.
"Tentu saja !! Jawab kedua gadis itu serempak.
"Hahaha,baiklah... Namaku adalah Fang Ling, salam kenal,"Kata Fang Ling.
Kedua gadis itu menatap Fang Ling, mereka merasa sudah bertemu seseorang yang benar-benar tulus menolong bukan seperti orang-orang yang terpaksa.
"Baiklah sepertinya kalian juga harus tidur," Fang Ling meregangkan tubuhnya dan tidur bersender di perut Ah Bai yang sangat lembut.
"Tuan Fang Ling, bagaimana jika kau bercerita,"Kata Xiao Bai manja sambil perlahan mendekati Fang Ling hingga ia tidur di samping kanannya.
"Jangan dengarkan dia tuan, dia sangat nakal, sebaiknya kita segera tidur,"Xiao'Qing melakukan hal yang sama seperti Xiao Bai, dia berbaring di samping kiri Fang Ling sambil menatapnya manja.
Sambil tersenyum kecil Fang Ling mulai bercerita tentang sebuah kisah yang berjudul seribu satu malam, hingga kedua gadis itu tertidur lelap.
Bersambung.....
__ADS_1