Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Menjauhi Yen Siulan


__ADS_3

Suara keras mengejutkan semua orang, sebuah Golem raksasa muncul dari retakan di bawah altar yang mempunyai ukuran sangatlah lebar. Fang ling yang harus saja Berhasil menginjak tangga terakhirnya, langsung di serang menggunakan pilar yang di bawa Golem tersebut.


Fang ling yang Terpental jauh, kembali terbang mendekati Golem yang masih menatap dirinya yang hanya sebesar kuku jari dari Golem itu. Fang ling yang baru saja menginjakan kakinya di atas altar kembali di serang monster itu dengan menggunakan pilar yang di bawanya.


Pilar besar itu dapat di pastikan bisa menghancurkan tubuh Fang ling hanya dalam satu kali ayunan. untungnya Fang ling tepat waktu menggunakan langkah naga petir untuk menghindari serangan yang hampir mengenai nya.


Fang ling melompat mundur untuk mengambil jarak dengan Golem yang masih berdiri di tempatnya muncul, Tubuh Fang ling kembali di balut dengan jubah kaisar naga. membuat Su Yulan yang melihat ketiga kepala naga di jubah Fang ling terkejut.


"Tiga elemen, dua mutasi dan satu kultivasi... Sungguh sangat beruntung, dapat di pastikan jika dia berusia dua puluh tahun melihat dari gerakan-gerakan nya yang sempurna," Kata Su Yulan yang memperhatikan gerakan Fang ling yang sedang melawan sebuah Golem raksasa.


"Nona Sepertinya kau salah sangka... fang ling berumur lima tahun sama dengan anak ku," Jelas Yen Chun membuat Su Yulan yang mendengarnya merasa sangat terkejut.


"Kau berbohong. tidak mungkin anak umur lima tahun mampu menguasai dua elemen mutasi dan menggunakan Jubah tempur tanpa merasakan beban," kata Su Yulan nampak tidak percaya dengan yang di katakan Yen Chun.


Yen Chun Tersenyum cerah sambil memperhatikan pertarungan Fang ling yang berada tidak jauh di depannya." Awalnya kami juga tidak percaya, namun itulah kebenaran nya... Terlahir dengan tiga elemen sekaligus. seolah-olah dewa mengutus anak itu untuk menjadi seorang penguasa ."


"Kau bercanda bukan ? Yang aku tau hanya dua elemen yang mampu di tahan oleh tubuh setiap kultivator," Kata Su Yulan mencoba untuk tidak percaya dengan yang di jelaskan Yen Chun walaupun sebuah kebenaran ada di hadapannya.


Yen Chun menarik tangan Yen Siulan," Benar,anak ku mempunyai dua elemen satu api dan yang kedua kegelapan... fang ling sedikit sepesial, yaitu terdapat di jubah tempur nya."


"maksudmu ? Jubah nya menekan pertumbuhan nya," kata Su Yulan dengan alis terangkat naik.


"Tepat sekali, Jubahnya menekan pertumbuhan nya hingga terlihat seperti anak berusia lima belas Tahun dengan tubuh sangat sepesial," Jelas Yen Chun membuat Su Yulan merasa kebingungan.


Melihat wajah Su Yulan yang nampak kebingungan dan tidak percaya membuat Yen Chun hampir tertawa," Kita akan membuktikannya sendiri Jika Fang ling sudah selesai."


Semua orang kembali menatap Fang ling yang berusaha melawan monster Golem di hadapannya yang nampak tidak terluka sama sekali, walaupun sudah di serang berkali-kali dengan tiga pedang Fang ling hingga ketiganya hancur.

__ADS_1


Fang ling mengambil tombak di punggungnya dan mengarahkan tombaknya ke arah perut Golem di depannya untuk melakukan serangan vertikal. Serangannya berhasil mengenai bagian perut Golem tersebut, namun Monster itu tidak nampak terluka sama sekali.


Fang ling membuang tombak di tangannya karena sudah hancur akibat mencoba melukai Golem yang masih berdiri di hadapannya tanpa bergeming sedikitpun. Fang ling menciptakan sebilah pedang kaisar naga es dan melakukan langkah naga petir.


Fang ling menyerang dari segala arah, dengan menghantamkan Pedangnya ke seluruh bagian tubuh Golem tersebut. Namun seolah tidak merasakan apa-apa, Golem itu hanya berdiam diri tanpa melakukan serangan apapun.


Fang ling mundur beberapa langkah dan memusatkan semua energi kaisar es di dalam dantian nya yang mengeluarkan hawa Berwarna biru muda yang mengelilingi tubuhnya.


Fang ling terbang tepat di atas kepala Golem tersebut dan menciptakan sebuah altar berukuran sedang dengan sepuluh pedang di setiap sisi diagonal dari altar naga yang di ciptakan nya.


"altar kaisar naga es !


Fang ling menghempas altar naga, membuat altar yang di ciptakan nya menghimpit tubuh Golem itu hingga tersungkur. Melihat lawannya yang tersungkur di tengah-tengah altar naga, Fang ling menghilang dan muncul secara acak.


Fang ling muncul di salah satu pedang dan menusuk punggung Golem yang masih tersungkur itu hingga membuat sebuah retakan besar yang mengeluarkan cahaya kemerahan.


"langkah naga petir !


Fang ling berubah menjadi siluet ungu dan menyayat seluruh tubuh monster itu hingga seluruh pedang di altar naga habis bersamaan dengan hancurnya tubuh Golem tersebut, yang mengeluarkan energi alam yang sangat berlimpah.


Fang ling menghisap seluruh energi yang meledak dari tubuh Golem itu hingga tidak menyisakan sedikitpun. Dengan tatapan lega, Fang ling memperhatikan pemandangan di sekitarnya yang di penuhi bunga persik yang tubuh di tepi tebing.


"Sungguh sangat hebat ! Fang ling merentangkan kedua tangannya,sambil memperhatikan tangga yang berhasil di lewatinya, nampak sudah tertutup oleh awan. yang menandakan, jika tempat tinggal semua tetua sangatlah tinggi.


Dengan perasaan malu-malu. Yen Siulan berjalan ke arah Fang ling, dengan membawakan sebuah sapu tangan berwarna putih untuk membersihkan wajah Fang ling yang di basahi keringat.


"Fang ling apakah kau lelah ? gunakan sapu tangan ini untuk membersihkan keringan mu," Kata Yen Siulan sambil menyodorkan sapu tangan yang di bawanya kepada Fang ling.

__ADS_1


"Aku lelah...apakah kau bisa untuk tidak menganggu ku...aku hanya ingin sendirian," Fang ling memalingkan wajahnya dan berpura-pura menatap mata hari yang terbenam.


Yen Siulan menundukkan kepalanya dan menggegam kuat sapu tangan yang di bawanya,"apakah ada hal yang salah dari ku ? apakah aku seperti seorang penganggu di mata mu."


"kau tidak akan pernah mengerti...orang seperti ku sudah muak dengan yang namanya kebahagiaan. karena yang selalu aku rasakan adalah rasa sakit dan perasaan menyesal yang begitu dalam," Kata Fang ling mencoba untuk tegar walaupun hampir menangis.


"Kenapa ? kau mencurahkan semua masalah dan amarah mu kepada ku... sedangkan aku hanya ingin dekat dengan mu. apakah itu salah," Kata Yen Siulan dengan nada bergetar karena menahan diri agar tidak menangis.


"Itu salah dan sangatlah salah ! jika kau ingin hidup sebaiknya kau jahui aku sejauh mungkin...aku menyesal karena melakukan sebuah kesalahan besar terhadap mu," Kata Fang ling dengan nada membentak.


"Apa yang kau maksud ? orang macam apa aku di mata mu," Yen Siulan mengigit bibir bagian bawahnya karena sudah menangis.


"apakah kau tuli sebaiknya kau jauhi aku sejauh mungkin jika kau masih ingin merasakan yang namanya bernafas ! Fang ling menciptakan sebilah pedang es dan meletakan nya di leher Yen Siulan.


"Jika kau memang membenci ku...kenapa kau menangis, seolah kau melakukan semua ini hanya untuk satu alasan," Yen Siulan tetap menatap wajah Fang ling yang seolah sedang menahan sesuatu dari dalam dirinya.


"omong kosong ! apakah kau tidak percaya jika aku akan benar-benar membunuh mu ! aku membenci mu hanya itu yang aku tau," Fang ling berteriak kencang hingga membuat semua orang yang awalnya hanya memperhatikan mereka mulai bersiaga.


"Jika memang benar kau membenciku, kenapa kau menggigit bibir mu hingga mengeluarkan darah ? dan menangis semakin kencang. Semua orang tahu jika yang kau katakan adalah sebuah kebalikan dari kebencian karena wajah mu sangat mudah di tebak," Kata Yen Siulan yang tetap tenang walaupun lehernya sudah mengeluarkan sedikit darah.


Luo tang yang baru Sampai di kediaman Yen Chun dan melihat Fang ling sedang meletakan pedang di leher Yen Siulan membuatnya bingung, namun hal utama yang harus di lakukannya adalah menolong Yen Siulan.


Luo tang menghilang dan muncul di belakang Fang ling. dengan cepat luo tang memukul punggung leher Fang ling hingga membuatnya kehilangan kesadaran.


"Kau tidak mengerti, alasan aku menjauhi mu hanya karena aku ingin melindungi mu. karena aku, kau mati melindungi anak kita dan aku putuskan untuk menjauhi mu, walaupun itu melukai ku," Kata Fang ling sebelum tersungkur kehilangan kesadaran.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2