Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kembalinya musuh lama


__ADS_3

Tok Tok


"Nona Su, apa anda ada di dalam ? Pelayan ini datang untuk menyampaikan pesan dari tetua Mu."Seru seorang pelayan.


Di depan pintu kediaman Su Yulan seorang pelayan perempuan mengetuk pintu, dia sendiri di perintah oleh Patriack Mu Tong untuk memanggil Fang Ling karena ada sesuatu yang penting ingin pria itu sampaikan.


"Iyaaa....


Dari dalam Su Yulan membukakan pintu, gadis cantik itu tampil dengan pakaian tebal dan syal yang mengelilingi lehernya untuk menutupi sesuatu.


Pelayan itu menundukkan kepala sebagai sikap hormatnya kepada Su Yulan,"Nona, Patriack Mu Tong datang untuk mencari tuan Fang Ling, akan tetapi saat di kerajaan dia tidak berada di sana. Apa tuan Fang Ling berada di sini ?"


"Ya aku di sini, dimana Patriack Mu Tong sekarang dan apa keperluannya ?"Dari dalam kamar Fang Ling berjalan ke ambang pintu, dia juga telah menggunakan pakaian biasa yang selalu di gunakannya, memang pakaian itu nampak sederhana namun tidak sedikitpun mempengaruhi penampilannya malah dia terlihat sangat tampan dengan balutan pakaian sederhana itu.


Sedikit terkejut pelayan itu semakin menunduk,"Saya hanya pelayan, tidak seharusnya mengetahui masalah yang akan di bicarakan Patriack Mu Tong...Tapi Patriack Mu sudah menunggu tuan di halaman rumah,"


Fang Ling termenung,"Kenapa Patriack Mu Tong kemari ? jarang-jarang sekali dia mau kesini itupun jika ada ayah Su Ming, apa mungkin ada sesuatu yang penting...Mungkin aku harus menemuinya sekarang,"Batin Fang Ling.


Merasakan ada sesuatu yang janggal Fang Ling memutuskan untuk menemui Patriack Mu Tong saat ini juga, diapun pergi ke halaman rumah bersama Su Yulan juga pelayan sebelumnya.


Sesampainya di tempat itu ternyata ada Yu Niang dan kakaknya, kehadiran kedua gadis itu semakin membaik Fang Ling keheranan apalagi dia tidak melihat Lang Ming di tempat itu.


"Kalian berdua di sini, Tapi... dimana Saudara Lang Ming ? Bukanya dia pergi bersama kalian ??"Kata Fang Ling.

__ADS_1


Perkataan Fang Ling tidak langsung di jawab Yu Niang ataupun kakaknya, kedua gadis itu sama-sama tidak tau bagaimana cara mengatakannya kepada Fang Ling dan keduanya hanya dapat menundukkan kepala dengan raut wajah mencerminkan sebuah penyesalan.


Menyadari hal itu Patriack Mu Tong tertawa, tapi di balik tawaan itu dia juga tersenyum masam yang semakin membuat Fang Ling penasaran dengan kedatangan Mu Tong kali ini.


"Kalian aneh sekali, apa yang sebenarnya terjadi ?"Fang Ling duduk di kursi batu tepat di samping Mu Tong, sementara Su Yulan berdiri di sampingnya.


"Nak... Lang Ming tertangkap oleh sekelompok pembunuh saat melakukan perjalanan, kemampuan mereka sepertinya tidak main-main karena bisa melumpuhkan pendekar jenius setingkat Lang Ming,"Kata Mu Tong sedikit ragu.


Kedua alis Fang Ling menyerengit, dia nampak kesal."Apa ada sesuatu lain yang bisa kalian berdua ceritakan ? apapun itu yang menyangkut sekelompok pembunuh ini. Lalu di mana kejadian itu terjadi,"


Yu Niang dan kakaknya terlihat sedikit takut menyadari kemarahan Fang Ling namun beberapa saat kemudian Yu Niang memutuskan untuk berbicara.


"Kejadian ini terjadi di hutan perbatasan benua salju abadi, mereka menggunakan pakaian serba hitam dan penutup wajah sehingga kami tidak bisa mengatakan identitasnya terlalu detail, namun yang pasti kelompok pembunuh itu selalu bertarung dengan menggunakan racun,"


Fang Ling mencoba mengingat sesuatu, memang dia memiliki wawasan terbilang luas di setiap benua namun pembunuh yang menggunakan racun sebagai senjata memiliki jumlah yang banyak. Entah itu sekelompok pembunuh bayaran ataupun sekte aliran hitam, keduanya sama-sama menggunakan racun sebagai senjata.


"Informasinya sedikit sekali, apa tidak ada yang lain ? jika hanya racun sebagai informasi, maka akan sulitan mencari mereka karena setiap sekte aliran hitam rata-rata menggunakan racun,"


Yu Niang menggeleng,"Maaf hanya itu yang aku tau, jika saja hari itu aku tidak bersembunyi...Mungkin Lang Ming tidak akan menjadi seperti ini,"Yu Niang tersentak tidak mampu melanjutkan perkataannya.


"Jangan menyalakan diri sendiri, aku paling tau bagaimana Lang Ming berpikir, dia melakukan ini pasti ada tujuan. Dengan begitu kalian bisa melaporkan kejadian ini kepadaku,"Fang Ling mencoba menghibur Yu Niang agar tidak selalu menyalahkan dirinya sendiri.


Informasi yang minim membuat Fang'Ling berpikir untuk mengecek tempat kejadian itu, diapun pamit kepada semua orang termasuk Su Yulan dan langsung masuk ke dalam retakan dimensi begitu urusannya selesai.

__ADS_1


Begitu sudah melompati beberapa portal akhirnya Fang Ling sampai di tempat kejadian, namun dia tidak menemukan apapun di tempat itu kecuali genangan darah yang tidak tau darah siapa.


"Hutan ini begitu lebat, pasti jarang sekali tempat ini di lalui warga sekitar."Gumam Fang Ling di dalam hatinya, diapun memutuskan untuk menyusuri jalan setapak tanah yang di jadikan jalan utama di hutan ini.


Sejak kedatangan Fang Ling di hutan ini nyaris tidak ada satupun hewan yang berani berkeliaran dalam jarak lima puluh kilo meter. Tiba-tiba Fang Ling di kejutkan dengan bau amis darah, iapun mempercepat langkahnya.


Dua meter di depan terlihat mayat kuda dan mayat seorang pria yang keduanya sama-sama mati dalam keadaan mengenaskan, bahkan sebagian tubuh mereka sudah di makan oleh binatang buas di hutan ini.


Fang Ling berjalan mendekati mayat itu dan segera memperhatikannya untuk menemukan sebuah petunjuk yang akan mengantarnya ke pelaku.


Merasa ada yang janggal melihat sisa gigitan pada tangan kanan mayat pria Fang Ling berpikir jika itu bekas gigitan hewan buas, diapun membalik tubuh mayat itu dan menemukan potongan anak panah menancap di punggungnya.


"Aneh sekali mereka mati hanya karena sebuah ah panah, potongan tubuh yang hilang sudah jelas di makan hewan buas... Pasti target orang-orang itu adalah Yu Niang, sekarang aku mengerti mengapa Lang Ming mengorbankan dirinya sendiri saat kejadian itu terjadi."


Fang Ling berlari bergegas menuju ke tempat Lang Ming bertarung."Dasar bodoh, lima koin emas tidak cukup untuk membayar jasa mu ini....Ayolah bodoh ! berikan aku petunjuk,"


Begitu sampai di tempat yang di maksud nafas Fang Ling langsung tertahan, emosinya memuncak melihat beberapa pohon tumbang dengan tanah berlobang dan penuh dengan bercak darah yang pastinya milik Lang Ming.


Di area pertarungan itu Fang Ling menemukan sejarit kain dengan lambang ular cobra berwarna merah di atasnya, Fang Ling menggegam kuat kain itu dengan wajah memerah karena emosi.


"Perampok angin hitam ! apa yang kalian lakukan saat ini benar-benar salah, sepertinya saat itu belum cukup untuk ku membunuh kelompok kalian,"


Setelah mendapat bukti jika perampok angin hitamlah yang menyerang Lang Ming, Fang Ling langsung terbang dan membuat portal untuk pergi ke sekte aliran angin hitam yang berada di benua utama daun wangi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2