
Kedatangan Fang Ling membuat semua lawanya gentar, kecuali Wing Muchien. Pria itu terlihat biasa saja, karena percaya dengan kemampuan yang di milikinya.
Kemampuan Wing Muchien berada di tingkat abadi, tingkatan abadi sendiri sudah berada di luar akal sehat sepuluh benua.
Di mana siapapun yang sudah berada di tingkat abadi, dia sudah bisa menyebrang ke empat alam. Tubuhnya abadi, namun jika bertarung dengan yang setara atau lebih kuat berbeda lagi ceritanya.
Kekuatan Fang Ling sekarang benar-benar tidak bisa di ukur, hanya Wing Muchien dan beberapa orang hebat di aliran putih yang tau tingkatan pemuda itu.
Kini Fang Ling berada beberapa meter dari hadapan Wing Muchien. Sebelum itu, Fang Ling menepuk pundak Sin Yintian dan seketika membuat perempuan cantik itu kembali ke kondisi prima.
Kemampuan penyembuhan ini di sebut dengan kemampuan spesial tubuh Fang Ling. Kemampuan ini tidak bisa di gunakan terus menerus, apalagi jika pemiliknya dalam kondisi tidak prima.
Saat melewati Sin Yintian, Fang Ling hanya diam tidak berkata-kata. Namun gadis itu terlihat menyimpan ribuan pertanyaan, tapi dia mengerti untuk tidak menanyakan semua pertanyaan itu di waktu seperti ini.
Dengan menyeret dua buah rantai di kedua tangannya, Fang Ling tegak berdiri di depan lautan musuh. Terlihat, semua musuhnya mencoba untuk tetap tenang walaupun tubuh mereka sudah bergetar sejak Fang Ling datang.
Di saat semua orang terdiam seribu bahasa, sepuluh jendral dari kubu aliran hitam berjalan mendekati Fang Ling dengan senyum arogan.
"Lihat saudara-saudara, pemuda ini sangat berani mendatangi kita... Menurutku kita harus ajarkan pada pemuda ini, tentang tatacara dalam medan perang,"
Cemohan itu di iringi dengan gelak tawa. Sepuluh jendral itu semuanya telah berada di tingkat setengah abadi. Mereka sangat yakin dengan kemampuannya saat ini bisa mengalahkan Fang Ling dengan sangat mudah.
Hingga salah satu dari mereka menghampiri Fang Ling, dia melihat jubah tempur Fang Ling. Hingga kedua matanya tertuju pada dua rantai yang di genggam Fang Ling.
"Apa boleh aku meminjam rantai ini ? Bolehkan,"Pria itu menekan suaranya, hingga dia terlihat seperti sedang mengancam Fang Ling.
Fang Ling tersenyum lembut.
"Boleh, silahkan saja,"
Dengan santai Fang Ling memberikan kedua rantai yang sebelumnya sudah di campur dengan elemen api dan es kepada pria di hadapannya.
Saat kedua rantai itu sudah berada di genggaman lawannya, Fang Ling kembali tersenyum namun kali ini lebih condong menyeringai.
"Kau boleh meminjamnya, tapi tanggung sendiri akibatnya,"
Tatapan dan senyuman Fang Ling membuat orang yng menggegam rantai nebula terkejut.
"Apa ! Ra-rantai ini menghisap energi ku...Le-lepaskan, araghh!!!"
Saat akan melempar rantai nebula, pria itu kembali di kejutkan dengan sesuatu. Pasalnya, rantai itu sudah mengikat kedua pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Hisap,"Ucap Fang Ling.
Seketika rantai nebula berubah elemen menjadi kegelapan, dengan cepat rantai itu menghisap energi pada korbannya. Namun kali ini lebih parah, tidak hanya energi tenaga dalam yang di hisap, melainkan juga kehidupannya
Pria itu terlihat sangat kesakitan, ia berguling-guling di tanah hingga perlahan tubuhnya menjadi menua sampai hanya tersisa tulang dan tengkoraknya saja.
Semua orang terlihat sangat terkejut, tidak hanya membunuh. Tapi Fang'Ling juga mencuri energi kehidupan orang-orang, hingga perlahan tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan.
Sembilan Jendra di hadapan Fang Ling terlihat sangat terkejut, mereka mundur beberapa langkah dengan tatapan tertuju pada kerangka teman mereka.
"Siapa kau ini ? melihat dari cara mu membunuh...Kau lebih parah dari aliran hitam !!
Salah seorang dari sembilan jendral di depan Fang Ling mencoba memberanikan diri, walaupun terlihat jelas ketakutan di mata orang itu.
Fang Ling mengambil kembali dua rantai nebula yang masih menempel pada lengan korbannya, ia kembali menatap sembilan jendral di depan.
"Aliran hitam atau putih tidak ada bedanya...Bagi ku hal itu hanya sebuah panggilan tak berarti. dan juga, aku suka membunuh keduanya,"
Wajah Fang Ling terlihat sangat mengerikan, hingga membuat lawannya ketakutan seolah apa yang di katakannya memang benar.
"Ka-kau iblis !
Fang Ling tersenyum, dia menutup kepalanya dengan pelindung kepala berbentuk kepala naga.
Dengan sangat cepat Fang Ling menyeret rantai nebula, dia kemudian menyerang sembilan Jendra di depan dengan kekuatan penuh.
Sraaaak
Tringgg
Suara rantai yang di cambuk ke jubah musuh terdengar sangat keras, satu cambukan Fang Ling membunuh satu jendral dengan sangat mudah.
Tubuh jendral itu terbakar menjadi abu akibat tersambar rantai yang di salur elemen api.
Lincahnya gerakan Fang Ling membuat konsentrasi lawanya pecah dan mudah di serang. Hingga hanya dalam jangka waktu singkat, sembilan jendral itu tumbang dengan tubuh sebagian membeku dan terbakar.
"Maju, aku butuh banyak !
Fang Ling menggila, dia tidak dapat berhenti membunuh. karena kini tubuhnya mampu menghisap energi kehidupan orang-orang yang di inginkannya.
Dengan kata lain, semakin banyak dia membunuh, maka akan semakin kuat dirinya sendiri.
__ADS_1
Rantai nebula di gantikan dengan dua bilah pedang, Fang Ling berlari maju kedepan dan menebas apapun yang ada di hadapannya.
Melihat lawannya yang menggila, Wing Muchien berinisiatif kembali menghilang dan kembali muncul begitu di tempat awal pasukan aliansi aliran hitam.
"Sialan ! Sialan ! Kenapa keadaan bisa berbalik seperti ini...Aku harus memusatkan pertarungan pemuda itu denganku, jika tidak. pasukanku akan di babat habis,"
Entah kenapa saat melihat Fang Ling, sedari tadi tangan Wing Muchien bergetar. Pria itu berjalan ke arah tandunya, di dalam tandu dia mengambil dua pedang besar.
Pedang itu bernama pedang kekegengkai. Kekegengkai sendiri adalah senjata Suci, kekuatannya dapat menyegel semua hal dan menghisap kekuatannya.
Tapi karena Wing Muchien hanya memiliki pedangan saja dan tidak memiliki kitabnya. Ia tidak dapat berubah menjadi siluman Suci, seperti Fang Ling yang mampu berubah menjadi naga sesuai dengan keinginannya.
Setelah pedang kekegengkai berada di genggaman kedua tangannya. Wing Muchien menghilang, dia secara tiba-tiba berada di hadapan Fang Ling saat pemuda itu asik menebas musuhnya.
"Kita bertarung di tempat lain,"
Wing Muchien menyentuh pundak Fang'Ling, seketika keduanya hilang seperti di telan bumi.
Hilangnya Fang Di dan Wing Muchien membuat semua orang di area peperangan terkejut. Nampak mayat-mayat pasukan aliran hitam berserak, terutama pasukan pertahanan mereka yang sudah di babat habis Fang Ling.
Melihat kesempatan itu semua orang yang masih bisa bertarung langsung melesat menghampiri pasukan aliran hitam, kini jumlah pasukan putih dengan aliran hitam hanya berjarak 50Rb dan 150Rb prajurit.
Tapi sesaat kemudian dari atas langit, sepuluh orang berkekuatan dahsyat datang dan langsung menggempur aliran hitam.
Orang-orang itu adalah. Luo'Tang,Su'Ming, Yen Siulan, Shun Quan, dan Shun Jing.
Mereka langsung menggempur pasukan aliran hitam, kedatangan mereka langsung membuat pasukan aliran putih bersemangat.
Peperangan dahsyat kembali terjadi, kali ini pasukan lawan dan pasukan aliansi aliran putih imbang berkat bantuan senjata rahasia Fang Ling.
Di sebuah hutan tempat terpencil di benua teratai perak, Fang Ling dan Wing Muchien bertarung habis-habisan.
Pertarungan keduanya mampu menghancuran gunung di sekitar tempat itu dan meluluhlantakkan hutan rindang, hingga terlihat seperti daerah yang baru di hujani meteor.
"Permainan ini akan di mulai..."
Jangan lupa tiga hal :
Vote
komen
__ADS_1
like
Mohon bantuannya 🐾🐾