
Note : Biasakan like sebelum baca ❤️
Teman Fixie nampak ketakutan saat melihat Fang Ling berjalan semakin dekat, tetapi ketakutan itu tidak bertahan lama saat Fang Ling menyuguhkan sebuah senyuman hangat yang bahkan mampu membuat para dewa dan langit iri dengan ketampanan wajahnya.
"Jangan takut, aku tak akan menyakitimu."Fang Ling menyentuh dinding energi yang melindungi elf tersebut, hingga dinding itu menghilang menjadi butiran salju.
Meski Fang Ling sudah mengatakan jika dirinya tidak akan melukai gadis elf tersebut, elf itu tetap saja merasa takut setelah berjam-jam melihat kebrutalan Fang Ling dalam membunuh siapapun yang dia mau.
Fang Ling membantu elf itu berdiri dan menutupi tubuh gadis itu dengan jubah putih dari elemen es, jubah itu memang tidak terlalu bagus tetapi bisa menutupi setengah bagian tubuh gadis elf.
Kehangatan dan kebaikan Fang Ling membuktikan jika dia adalah orang baik-baik, meski Fang Ling sedikit berlebihan mengenai cara dia membunuh sekelompok orang.
"Terimakasih sudah mau membantuku saat pertarungan tadi, jika tadi kau tidak membantu mungkin aku akan berkahir penuh luka."Fang Ling tersenyum lembut. Diapun dan elf tersebut berjalan keluar gedung dengan melewati hamparan mayat di depan untuk menuju ke sebuah pintu.
Begitu berada di luar. Nampak kota mikaze menjadi sangat sepi, hal itu cukup menarik perhatian Fang Ling karena sebelum-nya tempat ini masih ramai meski sudah malam hari.
Sadar ada sesuatu yang tidak beres sedang menimpa Lang Ming, Fang Ling segera terbang ke arah utara kota mikaze dengan membopong teman Fixie.
Di atas udara Fang Ling mulai memasuki bagian utara kota mikaze, di mana dari atas ketinggian 50 meter terlihat ratusan mayat berceceran sepanjang jalan hingga ke gerbang kota.
Akhirnya Fang Ling menemukan Lang'Ming, pria buta itu terlihat sedang bertarung dengan dua orang pria dewasa sekaligus hingga akhirnya kedua orang tersebut mati.
Fang Ling tidak menyangka jika Lang Ming memiliki emosi terpendam, sampai-sampai membunuh banyak orang hanya dengan seroang diri.
Fang Ling terbang menurun hingga akhirnya berada di hadapan Lang Ming, ternyata Lang Ming sudah kembali buta dan terdapat luka sayatan pedang di antara kedua matanya.
"Apa yang terjadi dengamu, saudara..?"Tanya Fang Ling, sambil menurunkan teman Fixie dari gendongan-nya.
Lang Ming hanya diam, dirinya malu untuk mengatakan kepada Fang Ling jika seseorang yang dia kenal sudah mati terbunuh di hadapan-nya tanpa bisa melakukan apa-apa.
Fang Ling semakin di buat penasaran dengan sikap Lang Ming, sekilas dirinya beranggapan ada sesuatu yang buruk terjadi kepada semua budak tetapi Fang'Ling segera membuang jauh-jauh pikiran buruk tersebut.
Karena tidak tahan memikirkan hal buruk terhadap nasib ratusan budak, Fang'Ling-pun bertanya."Semua budak baik-baik saja kan, saudara..??"
Lang Ming menundukkan kepala seakan benar-benar menyesal atas apa yang terjadi, diapun berkata."Mereka semua baik-baik saja kecuali satu."
"Satu..? Siapa dia."
"Seorang pria paruh baya dari aliran hitam berpakaian penjaga. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk membuka gerbang namun sebuah anak panah melesat dan membunuhnya..
Tidak perlu Lang Ming lanjutkan perkataannya, Fang Ling sudah mengerti dan tau siapa yang menjadi korban tersebut.
Lang Ming menundukkan kepala sambil mengerutkan dahi karena sangat menyesal."Maaf saudara, seharunya aku ada di sana dan membantu dia."
Fang Ling membeku sesaat.
Meski hanya bertemu selama beberapa jam Fang Ling dan pria itu sudah sangat akrab sampai-sampai Fang Ling tidak tau harus berbuat apa untuk mereka yang di tinggal oleh pria baik tersebut.
Meski sangat terpukul Fang Ling mencoba untuk tetap tegar bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk Lang Ming agar pria itu tidak terlalu menyalahkan diri sendiri.
"Jangan terpuruk di dalam penyesalan, saudara..Semua manusia tidak tau bagaimana langit berkerja, begitu juga dengan kematian yang bisa datang kapan saja."Kata Fang Ling mencoba untuk membuat Lang Ming tidak terlalu menyalahkan diri sendiri.
__ADS_1
Lang Ming hanya mengangguk lesu, diapun dan Fang Ling berjalan bersama dengan teman Fixie menuju ke persinggahan kapal tempat semua budak berkumpul.
Setelah berjalan melalui gerbang kota tatapan mata Fang Ling langsung tertuju ke arah mayat yang tergeletak beberapa kaki di depan.
Fang Ling berlari dan berlutut di samping mayat itu. Fang Ling mencoba mengecek pernafasan dan titik nadi senior tersebut namun hasilnya nihil, pria itu sudah berada di tahap kehidupan lain di sebuah tempat yang lebih baik.
"Kehidupan ini seperti daun, kita menikmati masa muda layaknya daun hijau..Terkadang kesusahan datang seperti ulat dan badai angin, tetapi kau tetap tegar dan terus melangkah sampai daun mu berubah kecoklatan dan pada akhirnya gugur...
"Tetapi daun baru (anak mu) akan segera tumbuh besar, dia akan memegang harapan dan tekad kuat mu di dalam perjalanan sampai pada akhirnya gugur dan di gantikan oleh daun lain."
Fang Ling menyudahi perkataannya dengan menutup mata senior tersebut yang awalnya terbuka..Fang Ling berdiri dengan membopong mayat pria itu, diapun menghadap ke arah semua budak yang berjarak dua langkah di depan dan sedang menatap ke arahnya.
Pada saat itu Fang Ling masih menggunakan topeng rubah, sehingga identitasnya masih tetap terjaga dan tidak perlu takut di lihat oleh banyak orang.
"Pendekar muda, siapa namamu..?"Salah seorang pria paruh baya dari kelompok budak yang berdiri di barisan depan berkata.
"Aku tidak memiliki nama, seterah kalian mau memanggilku dengan sebutan pembunuh atau apapun yang kalian suka."Jawab Fang Ling.
Pria tadi menggeleng."Tidak, kau bukan pembunuh melainkan penyelamat..Meski di mata orang kau adalah pembunuh, di mata kami yang rendah ini kaulah sang penyelamat sebenarnya."
Fang Ling tersenyum dari balik topeng."Terimakasih."
Fang Ling mengibaskan tangannya di mana tumpukan harta berupa ratusan koin emas keluar dari udara kosong dan bertumpukan di hadapan semua orang sampai melimpah ruah. Sehingga membuat semua budak yang berdiri di depan kebingungan dengan perbuatan baik Fang Ling.
"Kalian semua sudah bebas...
Fang Ling juga mengatakan kepada semua budak itu untuk hidup hati-hati jangan sampai tertangkap dan berkahir kembali menjadi budak. Fang Ling juga mengingatkan kepada semua budak itu untuk membagi semua harta ini secara adil dan sama rata.
Semua budak itu lantas menangis melihat seseorang dengan baik hati mau membantu mereka keluar dari perbudakan, bahkan memberikan harta yang sangat banyak sebagai bekal untuk memulai hidup baru.
Budak-budak itupun bersujud beberapa kali ke arah Fang Ling, sambil mengucapkan kata terimakasi berulang kali kepada Fang Ling.
Fang Ling menjadi panik dan berusaha menyuruh mereka untuk bangun, hingga dari langit dia melihat sesuatu yang bergerak cepat ke arahnya.
Siluet itu mendarat tidak jauh dari tempat Fang Ling berdiri, ternyata mereka adalah Fixie dan Lumyian.
Tatapan Fixie segera tertuju pada temannya yang hampir satu minggu menghilang, kedua gadis itu berlari ke arah satu sama lain dan akhirnya saling berpelukan untuk menghilangkan rasa kehilangan dan kecemasan.
Setelah puas berpelukan tatapan Fixie tertuju pada Fang Ling, diapun berjalan menghampiri Fang Ling bersama dengan temannya.
Setelah berada di hadapan Fang Ling, fixie menatap pria itu dengan rasa terimakasih yang sangat besar.
"Tuan, terimakasih sudah mau membantu dan menyelematkan temanku.. Terimakasi untuk kenangan indah yang sudah kau berikan kepadaku."
Fang Ling tersenyum dari balik topeng."Apa kau sudah akan pergi..??
Fixie menangis dan mengangguk, dia mengeluarkan kunci alam kehidupan dari kantong penyimpan dan memberikan kunci itu kepada Fang Ling.
"Terimakasih untuk segalanya."
Tubuh Fixie dan temannya perlahan di tarik ke atas langit, hingga pada akhirnya mereka berdua menghilang.
__ADS_1
Semua orang terdiam dan menganga seakan tidak percaya dengan apa yang mata mereka lihat..Tetapi mereka lebih asik membagi uang sama rata, daripada harus memikirkan masalah yang sudah pasti tidak mereka ketahui.
Fang Ling menatap langit sejenak sebelum menatap Lang Ming dan Lumiyan secara bergiliran."Ayo, waktunya untuk kita pulang."
Fang Ling menciptakan sebuah portal di atas udara, diapun terbang memasuki portal itu dengan membawa senior sebelumnya dan di ikuti Lumiyan dan Lang Ming di belakang.
Begitu berada pada kawasan kota Muxan, Lumiyan mengatakan salam perpisahan kepada Fang Ling sebelum pergi meninggalkan Fang Ling dan Lang Ming di depan gerbang kota Muxan.
Beberapa menit setelah kepribadian Lumiyan, Lang Ming menghela nafas panjang dan melirik Fang di samping.
"Nah saudara, apa yang akan kita lakukan selanjutnya..?"Tanya Lang Ming.
"Kita akan menunggu malam hari untuk bisa masuk ke kota Muxan, karena ada sesuatu yang penting ingin aku lakukan di sana."Jawab Fang Ling.
Lang Ming tertawa sambil berjalan pelan mengitari bagian luar kota Muxan bersama Fang Ling, sesekali Lang Ming bercanda untuk menghibur suasana hati Fang Ling yang mana di hari ini dia benar-benar sedih akibat perpisahan.
Setelah malam hari Fang Ling dan Lang Ming menyelinap di antara atap rumah kota Muxan, Fang Ling melompat dari atap ke atap lain menuju ke sebuah rumah di samping paviliun anggrek yang pernah di katakan senior sebelumnya.
Fang Ling berhenti di sebuah atap rumah, ternyata memang ada rumah yang tidak terlalu besar berada dekat dengan paviliun anggrek.
Fang Ling memerintahkan Lang Ming untuk menunggunya di sini..Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Lang'Ming, Fang Ling segera terbang menuju rumah senior tersebut.
sesampainya tepat di depan pintu kediaman rumah tersebut, Fang Ling meletakan jasad senior digendongnya tepat di depan pintu dengan posisi lurus, serta tidak lupa meletakan dua kantong besar berisi koin emas.
Fang Ling mengetok beberapa kali pintu kediaman tersebut, saat mendengar suara langkah kaki hendak mengarah ke arah pintu, Fang Ling segera terbang cepat dan kembali bertengger di atas atap sebelumnya bersama Lang Ming.
Kreeek
Beberapa detik kemudian seorang perempuan muda menggendong seorang bayi membuka pintu seraya berkata."Siapa..??
"Suamiku..!!
Perempuan itu terkejut setengah mati, dia memeluk jasad suaminya yang sudah tidak bernyawa sambil diiringi suara tangisan dan rengekan dari sang bayi.
Di atas atap rumah Lang Ming melihat Fang Ling mengeluarkan darah dari matanya, diapun seakan dapat merasakan bagaimana sakit hati saat kehilangan seseorang yang kita cintai.
"Jangan salahkan dirimu, saudara..Kau sudah melakukan hal berani, sekaligus sesuatu yang terbaik untuk semua orang."Kata Lang Ming.
"Ya..Mungkin begitu."Kata Fang Ling, diapun berdiri dan mengibas udara kosong dengan sebelah tangan hingga menciptakan retakan portal yang mengarah langsung ke perbatasan benua teratai perak dan daun wangi.
Fang Ling melepas topeng rubah dan menatap ke arah Lang Ming dengan raut wajah kembali bersemangat.
"Petualangan kita masih panjang, saudara..Ayo kita kembali, semua orang sudah menunggu."
Lang Ming berdiri."Maaf saudara, mungkin ini perpisahan untuk kita..Ada sesuatu yang ingin ku lakukan seorang diri di suatu tempat"
Fang Ling terdiam sejenak menatap wajah Lang Ming, kemudian diapun tertawa seraya mengulurkan tangan."Ya..! Dunia ini kecil, meski tidak tau kapan akan kembali bertemu. Aku yakin ikatan seorang saudara sangat kuat..Kapan pun dan dimana pun kita akan kembali bertemu."
Lang Ming menjabat tangan Fang Ling sambil tersenyum cerah."Tentu saja..! Kapan pun dan dimana pun kita akan kembali bertemu dengan menyandang nama saudara..!!
•Pendekar rajawali
__ADS_1
•Legenda sang dewa naga
Bersambung...