Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Berlayar II


__ADS_3

Di tengah matahari senja kapal mulai berlayar menjauhi dermaga Shianli menuju ke perbatasan antara benua teratai perak dan benua daun wangi, yang merupakan kawasan pulau gunung tengkorak.


Berada di dek kapal Fang ling tidak henti-hentinya melihat lautan lepas di hadapannya, dirinya merasa begitu bebas hanya dengan melihat hal ajaib di hadapannya.


Tidak di sadari oleh Fang ling jika area dek kapal di penuhi dengan pasangan-pasangan orang kalangan atas, Shun Jing yang sadar akan hal itu menarik pakaian pergelangan tangannya.


"Fang ling di sini terlalu ramai, aku merasa tidak nyaman,"Kata Shun Jing Setengah berbisik.


Fang ling yang awalnya hanya bisa termenung melihat hamparan laut di hadapannya, kembali tersadar saat suara lembut Shun Jing memasuki telinganya.


Dengan tatapan dingin Fang ling bisa melihat banyak mata yang memandangi Shun Jing, walaupun sudah memiliki pasangannya sendiri.


Merasa terganggu dengan adanya semua orang itu, Fang ling membuat sebilah pedang elemen es dan mengacaukan pedang itu ke arah semua orang di belakangnya.


"Pergi atau kaki kalian akan aku jadikan makanan ikan," kata Fang ling dengan tatapan dingin.


Hawa mengerikan yang keluar dari pedang yang di gunakan Fang ling, membuat orang-orang yang merasakan hawa pedang itu bergidik ngeri dan berjalan meninggalkan dek kapal karena tidak mau mencari masalah.


Pedang yang berada di genggaman Fang ling perlahan menghilang menjadi butiran salju indah dan hilang tertiup angin laut yang cukup kencang.


Setelah semua orang meninggalkan area dek kapal, Fang ling kembali menatap lautan di hadapannya nampak tidak ingin melewatkan kesempatan itu.


Walaupun mampu untuk terbang dengan bebas Fang ling tetap merasakan sebuah kekangan setinggi apapun dirinya terbang, sedangkan hanya melihat lautan biru di depannya. Sudah membuat dirinya merasa sangat bebas.


Cukup lama melihat laut hingga bulan menampakkan dirinya di tengah kegelapan malam yang sangat mengerikan, membuat Fang ling merasa lapar sekaligus lelah karena terus berdiri.


Dengan tatapan anak kecil, Fang ling menghadap ke arah Shun Jing yang ada di sampingnya,"Shun Jing apakah kau lapar ?


"Sepertinya tidak terlalu, tapi... sepertinya kau terlihat seperti orang yang kelaparan," Kata Shun Jing.


"Baiklah, ayo kita menuju ke lantai dua," kata Fang ling.


Shun Jing hanya mengangguk sambil tersenyum lembut, keduanya berjalan ke lantai dua yang di gunakan untuk pertujukan dan tempat makan.

__ADS_1


Suara orang-orang yang sedang asik bercerita mengenai masalah masing-masing dengan temannya, membuat lantai dua begitu ramai dengan gelak tawa orang-orang.


Merasa sangat lapar Fang ling mencoba untuk mencari meja yang tersisa, namun semua meja sudah di tempati orang-orang terlebih dahulu.


Pelayan laki-laki yang melayani Fang ling saat menaiki kapal tidak sengaja melihatnya seperti orang kebingungan, pelayan itu menghampiri Fang ling dengan membawa sebuah nampan di tangannya.


"Tuan, sepertinya kau sedang kesulitan, apakah ada yang harus saya lakukan," kata pelayan itu.


"Aku sedang mencari meja kosong, tapi sepertinya semua meja sudah di gunakan semua orang," kata Fang ling terus terang.


"Tuan, meja ini terlalu jelek untuk kau gunakan, mari ikuti saya...saya akan membawa anda ke meja yang di gunakan tamu kehormatan," kata pelayan itu.


Fang ling hanya mengangguk dan mengikuti arahan pelayan itu, sedangkan Shun Jing yang sedari tadi hanya mengikuti Fang ling dari belakang.


Pelayan itu berjalan di tempat duduk paling depan dan tepat di hadapan sebuah tempat pementasan teater, terlihat di atas pementasan tersebut, terdapat beberapa perempuan cantik yang menari.


"Akan aku buat kau buta, jika kau terus memperhatikan perempuan itu,"kata Shun Jing dengan nada mengancam dan tertuju pada perempuan yang sedang termenung di atas pementasan.


Seketika setelah mendengar ancaman Shun Jing, Fang ling menggaruk kepalanya dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.


Pelayan itu membungkuk ke arah Fang ling dan berkata dengan sopan,"Tuan,silakan nikmati makanan dan pertujukan anda,"kata pelayan itu, sebelum berjalan meninggalkan Fang ling dan Shun Jing.


Fang ling dan Shun Jing duduk berhadapan dengan tatapan tertuju pada pementasan yang akan di mulai sebentar lagi, pementasan itu nampak sangat meriah dengan banyak orang yang menonton.


Di sekeliling Fang ling di penuhi dengan orang yang sedang duduk di meja masing-masing, namun perhatiannya tertuju pada pasangan yang terlihat sedang berdiri di pinggiran panggung.


Pasangan muda itu nampak sedang meributkan sesuatu, namun sang laki-laki terlihat mencoba menenangkan pasangannya dengan sabar.


"Sudah ku bilang, kita harus pergi dengan cepat, sekarang lihat. semua meja telah di tempati orang-orang," kata pasangan perempuannya dengan kedua tangan melingkar di perut.


"Sa-sayang kecilkan suara mu, aku minta maaf. bagaimana jika kita melihat laut saja," kata sang laki-laki itu mencoba untuk menghadapi pasangannya dengan sabar.


Terlihat pasangan itu memakai pakaian sekte yang sama, menandakan jika mereka berdua adalah murid dari sekte yang sama. Fang ling yang melihat pemuda yang cukup tampan itu kesulitan berdiri dan menghampirinya.

__ADS_1


"Maaf senior, aku tidak sengaja mendengar perdebatan kalian...biar aku tebak, kau ingin pergi ke pegunungan tengkorak, bukan ? kata Fang ling lembut.


pasangan muda itu nampak terkejut, mereka tidak menyangka akan di tebak dengan muda oleh pemuda yang terlihat jauh lebih mudah dari mereka berdua.


"Benar, kami datang dari sekte bulan di kawasan benua Teratai dan juga yang di katakan saudara benar. kami memang sedang menuju ke pegunungan tengkorak," kata pemuda itu.


Fang ling mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan dan berkata," nama ku Fang ling, siapa nama senior ?


"Nama saya Wang Yihan dan ini adalah Yue liang,"kata pemuda itu sambil menjabat tangan Fang ling.


"Baiklah senior Wang, Jika anda mau. senior bisa duduk bersama saya untuk menikmati pementasan itu," kata Fang ling berharap jika ajakan itu di terima.


Wang Yihan nampak canggung untuk menerima ajakan Fang ling, namun hatinya lunak saat melihat Yue liang begitu ingin melihat pementasan yang akan segera di mulai.


Dengan ragu-ragu Wang Yihan menjawab,"Kau baik sekali adik Fang, jika kau tidak keberatan aku akan menerima ajakan mu,"


"Bukan masalah senior Wang, aku senang bisa mendapatkan teman untuk berbincang-bincang,"


Fang ling membawa kedua teman barunya ke meja yang sudah di tempati dirinya dan Shun Jing, yang begitu besar dan muat untuk lima orang.


"Shun Jing, beri salam pada teman ku. mereka berdua juga akan menuju ke pulau gunung tengkorak," Kata Fang ling dengan tersenyum cerah.


Shun Jing berdiri dan memberi hormat kepada Wang Yihan dan Yue liang,"Salam kenal, nama ku Shun Jing,"


"adik Shun Jing, kau sangat cantik. bagaimana kau membuat kedua benda itu menjadi besar," Kedua perempuan itu bercerita seolah sudah lama kenal dan tidak memperdulikan Fang ling dan Wang Yihan yang memperhatikan mereka.


"Haha, mereka cepat sekali akrab,"kata Fang ling canggung.


"be-benar bahkan mereka tidak memperhatikan kita,"kata Wang Yihan.


"Senior Wang, silakan duduk. sepertinya acara akan segera di mulai,"


"Terimakasih adik Fang, kau sungguh baik,"

__ADS_1



Bersambung......


__ADS_2