Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Ciuman pertama Su Yulan


__ADS_3

Setelah berjam-jam melakukan perjalanan. Semua orang memutuskan untuk berhenti ketika hari sudah mulai gelap. Semua pendekar yang melindungi Su Yulan, mengikat semua kuda mereka dengan menggunakan akar pohon.


Sebagai dari mereka terlihat sedang membuat api walaupun mereka hampir membakar satu pohon. mereka berhasil membuat api berukuran cukup besar dengan menggunakan Ranting pohon dan dedaunan kering.


Di dalam sebuah gerbong kereta, luo tang hanya memperhatikan Fang ling dari kejauhan untuk melindungi murid satu-satunya dari dua wanita berbahaya baginya.


Sedangkan Fang ling nampak sedang duduk Bersender di bawah pohon besar tidak jauh dari tempat pendekar-pendekar Su Yulan. Nampak sesekali Fang ling mengelus perutnya yang mengeluarkan suara aneh.


"Lapar sekali, apakah menjadi manusia harus makan setiap saat untuk tetap hidup... keadaan ini sangat berbeda saat aku masih menjadi seorang kaisar naga. karena aku tidak memerlukan makan," Gerutu Fang ling sambil mengusap perutnya.


Karena merasa lapar yang tidak tertahankan, Fang ling berdiri dari tempatnya untuk mencari sebuah hewan buruan untuk dirinya makan. Saat akan berjalan memasuki hutan, Su Yulan tidak sengaja melihat Fang ling dan memutuskan untuk menghampirinya.


"kau mau kemana ? hari sudah gelap akan sangat berbahaya jika kau keluyuran," Su Yulan menarik pakaian Fang ling dari belakang untuk menghentikannya.


Fang ling hampir menjerit karena tidak sadar dengan kehadiran Su Yulan, dengan sigap Fang ling menutup mulut Su Yulan hingga kedua kakinya tidak sengaja menginjak Ranting, yang membuat keduanya terjatuh memasuki semak.


Bruuuk


"Siapa di sana ! kalian berdua periksa," Pendekar terkuat yang merupakan pemimpin perjalanan, mengutus dua pendekar untuk memeriksa apa yang ada di balik semak tidak jauh dari mereka.


Kedua Pendekar itupun mencoba berjalan ke arah semak di hadapannya walaupun sekujur tubuh keduanya bergetar hebat, karena merasa takut dengan mahkluk buas.


"Cepat kau lihat aku akan berdiri di sini"


"hu kenapa harus aku ? kau kan lebih kuat, kenapa tidak kau saja".


"begini saja, kita berjalan bersama. aku akan membuka semak itu dan kau langsung menyerang sesuatu di balik semak itu"


Setelah keduanya setuju, mereka berdua berjalan dengan berhati-hati dan salah satu dari mereka membuka semak di hadapannya. namun saat akan menyerang, salah satu prajurit itu tidak melihat apapun di balik semak di hadapannya.

__ADS_1


"Tidak ada apa... bagaimana ini ? tanya seorang pendekar


"Kalau begitu kita kembali saja dan katakan tidak ada apa-apa kepada tetua." Kedua Pendekar tersebut berjalan meninggalkan semak tersebut, untuk melapor kepada tetua Mereka.


Tepat di samping semak yang di periksa kedua Pendekar tersebut, Fang ling bernafas lega melihat kedua Pendekar itu berjalan menjauh. Setelah beberapa saat, Fang ling melepaskan tangannya yang menutup mulut Su Yulan.


"apakah kau tidak apa-apa ? fang ling membersihkan rambut Su Yulan yang berantakan dan di penuhi dengan dedaunan yang menempel.


"aku baik-baik saja, kau mau kemana ? kenapa kau takut ketahuan dengan kedua Pendekar itu," Su Yulan nampak kebingungan melihat gerak-gerik Fang ling saat menghindari kedua Pendekar yang merupakan bawahnya.


"aku sangat lapar dan berencana untuk mencari makanan di dalam hutan, apakah kau mau ikut ? tanya Fang ling


Su Yulan nampak berpikir beberapa saat sebelum mengangguk,"aku akan ikut, tapi aku tidak mau makan seekor kelinci."


"baiklah kita akan cari yang lain selain kelinci...tapi di mana Yen Siulan ? apakah dia tidak mau ikut," Fang ling menoleh ke kanan dan kiri namun dirinya tidak dapat menemukan Yen Siulan di manapun.


"mungkin dia sedang tidur,"Jawab Su Yulan dengan nada ketus


Fang ling dan Su Yulan terus berjalan memasuki hutan. namun setelah berjalan beberapa saat, mereka masih tidak menemukan satupun hewan yang lewat. Karena kesal Fang ling berhenti di bawah pohon besar dan memukul pohon tersebut hingga sesuatu jatuh menimpah kepalanya dengan keras.


Su Yulan mengambil benda yang menimpa kepal Fang ling, saat di perhatikan nya. benda tersebut adalah apel yang terlihat sangat segar dengan warna merah mengkilap.


"eh apel ? fang ling menoleh ke atas dan menemukan setiap dahan dari pohon besar tersebut, di penuhi dengan buah apel yang terlihat sangat segar.


"Tunggulah di sini aku akan mengambilkan buah itu untuk mu," Fang ling memilih memanjat pohon apel tersebut agar tidak melukai nya. Dengan lihai Fang ling memetik apel tersebut dan menjatuhkannya dari atas pohon.


Setelah dirasa cukup, Fang ling turun dari atas pohon dan Menghampiri Su Yulan yang nampak asik mengambil buah apel yang menggelinding di atas tanah.


"Fang ling aku sudah mengumpulkan Semua nya, ini sangat enak," Su Yulan mengigit apel yang ada di tangannya dan tidak sadar jika Fang ling sedang memperhatikannya dengan mata yang tidak berkedip.

__ADS_1


Fang ling merasa Su Yulan sangat cantik saat sinar bulan menyinari tubuhnya yang begitu putih. Secara tidak sadar Fang ling menarik tangan Su Yulan dan duduk Bersender di pohon apel.


"kau kenapa ? Su Yulan tidak menganggap serius tingkah Fang ling yang sedikit aneh, dia hanya berpikir jika pemuda itu sedang berada pada masa pubertas yang wajar baginya jika bersikap sedikit manja.


"eh apa yang sedang aku lakukan ? fang ling yang baru sadar tidak mengingat apa yang sedang terjadi, namun posisi mereka sedikit Canggung Karena Su Yulan sedang menduduki adik kecilnya.


"apakah kau tidak apa-apa ? bukankah kau lapar... makanlah satu apel ini kau akan merasa lebih baik," Su Yulan memberikan apel yang sudah di gigit nya kepada Fang ling sambil tersenyum lembut.


Untuk kedua kalinya, jantung Fang ling berdebar kencang melihat Su Yulan yang begitu cantik saat terpapar cahaya bulan. Dirinya secara tidak sadar, dikuasai oleh sifat kaisar naga es yang begitu dingin dan Mungkin akan melakukan hal yang tidak wajar kepada Su Yulan.


"Se-sepertinya sudah pada batas nya," Fang ling menarik tangan Su Yulan hingga wajahnya dan wajah Su Yulan tidak sengaja bersentuhan, hingga kedua bibir mereka hampir menempel.


Su Yulan merasa wajahnya menjadi sangat panas, melihat wajah Fang ling yang ada di bawah wajahnya dan berjarak sangat dekat hingga, Su Yulan bisa merasakan hembusan nafas Fang ling yang begitu lembut.


"Ki-kita harus kembali," Su Yulan hendak berdiri namun Fang ling kembali memeluk nya dengan lembut.


Secara spontan, Fang ling mengecup bibir Su Yulan hingga keduanya terbawa suasana dan saling berciuman selama beberapa menit. hingga keduanya memutuskan berhenti saat kehabisan nafas.


Su Yulan menampar wajah Fang ling hingga menghantam pohon di belakangnya," Dasar gila, kau ingin membuat ku hamil !


Fang ling hanya meringis kesakitan sambil mengelus wajahnya yang memerah akibat tamparan Su Yulan yang begitu kuat."Bu-bukannya kau yang berbalik mencium ku saat aku ingin berhenti."


"Dasar bodoh, Si-siapa yang mau mencium mu," Su Yulan menunjuk-nunjuk Fang ling dengan wajah memerah karena merasa malu sudah tertangkap basah oleh Fang ling.


Fang ling hanya tertawa kecil melihat Su Yulan yang salah tingkah, dirinya berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor."Sudahlah ayo kembali, hari sudah mulai larut... kau lumayan juga, Sepertinya kita harus sering melakukannya."


"Lagi ? ak-aku tidak mau melakukan itu lagi." Kata Su Yulan ketus


Keduanya berjalan kembali ketempat pendekar beristirahat sambil menggegam tangan satu sama lain dengan lembut. Secara tidak sadar, sebuah perasaan yang sangat membahagiakan tumbuh di dalam hati Fang ling yang sedingin es.

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2