
Dari segala arah sepuluh orang pendekar menggunakan pakaian serba hitam berjalan santai mengepung kelompok Fang Ling sambil tertawa kecil.
"Apa yang kita temui di sini ? tujuh pendekar dan satu penghianat,"Seorang berperawakan tinggi nampak seperti pemimpin dari semua kelompok itu berkata dengan lantang.
Penyusup yang kini memilih di pihak kelompok Fang Ling nampak tidak gentar sedikitpun karena percaya dengan perkataan Fang Ling.
"Hu ! jujur saja aku sudah muak dengan kalian semua, jadi akan aku akhiri semua ini,"Penyusup di pihak Fang Ling berkata dengan lantang.
"Hahaha,akan ku buat kau menyesal dengan apa yang kau katakan,"Seorang pria yang berada di belakang kelompok Fang Ling bergerak cepat dengan mengeluarkan pedang yang tersarung di pinggangnya.
Pria itu hendak menyerang penyusup di pihak Fang Ling, namun Yue liang menghalanginya dengan berbalik menyerang pria itu menggunakan sebilah pedang dan berhasil menghalau pria itu untuk melompat mundur.
Penyusup di pihak Fang Ling merasa sangat terkejut,"Te-terimakasih nona..
"Jangan salah paham, aku hanya menyelamatkan mu karena kau sudah membantu kami,"Potong Yue Liang dengan nada datar nampak telah bersiap untuk bertarung.
Sudut bibir pemimpin kelompok itu sedikit terangkat begitu melihat ketenangan yang di miliki Fang Ling dalam menghadapi situasi mendesak.
"Sepertinya pengalaman mu di dalam medan pertarungan tidak sedikit, akan sangat hebat jika kita bertarung,"Pria itu berkata dengan yakin.
"Benarkah ? sebaiknya kau meminta pertolongan oleh dua orang bawahan mu jika ingin imbang melawan ku," Fang Ling melipat kedua tangannya dan berkata dengan nada mengejek.
Pemimpin dari kelompok itu tertawa lantang, namun segera tawanya menghilang melihat ledakan api besar yang berada di tempat Fang Ling berdiri.
Sebuah Holow api raksasa muncul di langit-langit ruangan dan menghempas tubuh Fang Ling menciptakan sebuah ledakan besar.
Setelah api perubahan berangsur-angsur menghilang terlihat kelompok Fang Ling sudah menggunakan jubah tempur lengkap dengan persenjataan.
Pemimpin dari kelompok itu terdiam seribu bahasa begitu merasa kekuatan tempur sekelompok pendekar muda di hadapannya, hampir imbang dengan semua kemampuan bawahan miliknya.
"Cih ! hanya karena jubah tempur aku takut dengan bocah ingusa..."Pria itu tidak dapat melanjutkan kata-katanya begitu sebuah pukulan mengenai perutnya.
Fang Ling yang memukul perut pria itu dengan sigap langsung meledakan energi besar yang terpusat di telapak tangannya, alhasil tubuh pria itu terbakar dan terpental jauh.
Setelah tubuh pria itu akan menabrak dinding tiga orang bawahannya segera membantu menopang tubuhnya dengan sekuat tenaga.
Pria itu langsung mengaktifkan jubah tempurnya dan berhasil mematikan api Fang Ling yang sempat membakar tubuhnya. Segera saja semua bawahan dari pria itu mengaktifkan jubah tempur masing-masing.
__ADS_1
Tanpa ragu-ragu Fang Ling berlari ke tiga orang di depannya, sedang teman-temannya yang lain mengambil masing-masing satu lawan.
"Tombak api ! Dengan kemampuannya Fang Ling menciptakan dua tombak api dan langsung berganti serangan dengan ketiga lawannya.
Di area pertarungan terdengar beberapa-kali suara ledakan dan hantaman dua senjata yang beradu, kini semua kelompok Fang Ling sibuk dengan pertarungan masing-masing.
Di area Shun Jing terlihat gadis itu melakukan beberapa gerakan ringan namun mampu membuat lawannya kewalahan, akan tetapi pendekar yang menjadi lawannya juga memiliki kemampuan tinggi sehingga bisa imbang melawan Shun Jing.
Sedangkan di area Yen Siulan dia secara berkala melakukan gerakan cepat dengan menggunakan pedang angin yang tidak terlihat, sehingga lawannya merasa sedikit kesulitan.
Xiao Qing dan Xiao Bai juga sedang bertarung dengan lawan masing-masing, di luar dugaan kedua gadis itu mempunyai kemampuan yang sangat tinggi bahkan langsung membuat lawanya tersudut.
Senjata rantai nebula yang menjadi senjata utama bagi Xiao Qing dan Xiao Bai berperan penting dalam melakukan serangan jauh dan berlindung, namun akan sangat rentan jika bertarung dalam jarak dekat mengingat senjata mereka tipe jarak jauh.
Tapi, kemampuan Xiao Qing dan Xiao Bai dalam bertindak pintar dan selalu menjaga jarak, membuat mereka jauh lebih unggul dari lawannya.
Braaaaak
Di area pertarungan Yue Liang terdengar suara ledakan besar dan yang menjadi korban kali ini adalah Yue Liang, terlihat lawan dari gadis itu melempar kunai racun ke arahnya.
Terlihat yang menyelamatkan Yue liang dengan melempar kunai adalah penyusup di pihak Fang Ling, walaupun di selamatkan oleh pemuda itu Yue Liang masih enggan berterimakasih kepadanya.
Dengan cepat sebelum lawannya kembali bertidak Yue Liang meraih pedangnya yang tertancap dan kembali bertukar serangan dengan lawannya.
Penyusup yang berada di pihak Fang Ling kembali fokus dengan lawannya yang mencoba membunuhnya di awal, terlihat pemuda itu memiliki kemampuan tinggi dalam menggunakan kunai karena terlihat dari lawannya yang sangat kesulitan menangkis serangan pemuda itu.
Blaararrrrrrr braaaaak
Sebuah ledakan besar terjadi ketika dua tombak Fang Ling berbenturan dengan tiga pedang lawannya, juga terlihat ketiga lawannya masih memiliki tubuh prima karena imbang melawan Fang Ling.
Walaupun begitu tetap saja ketiga pria itu merasa sakit di tangannya begitu menahan setiap serangan tombak Fang Ling yang berfokus pada tenaga.
Sedangkan Fang Ling tersenyum kecil begitu menyadari jika ketiga tangan lawannya mulai terluka walaupun belum parah.
Fang Ling menghilangkan satu tombak di tangan kanannya dan menggantinya menjadi bola api, segera dia melempar bola itu ke arah ketiga lawannya hinga menciptakan ledakan besar.
Dari dalam kobaran api ketiga lawan Fang Ling masih berdiri kokoh namun dengan tubuh yang mulai terluka, tapi kemampuan ketiga pria itu tidaklah main-main karena mampu menahan serangan bola api.
__ADS_1
"Aku akui kau adalah satu orang yang mampu membuat kami semua kewalahan, tapi kami masih memiliki cara untuk menang,"Pemimpin dari kelompok itu berkata sambil memadamkan api yang membakar bahunya.
Sedangkan Fang Ling yang mendengar perkataan pria itu hanya berdiri di tempatnya, dia masih merasa ada sesuatu yang ingin di kata pria itu.
"Apakah kau tidak sadar jika di bawah kaki mu ada sebuah jalur air yang akan mengalir ke danau itu,"Pria tersebut menunjuk ke arah kolam di tengah-tengah ruangan tersebut.
Sontak Fang Ling menoleh ke bawah dan menemukan sesuatu jalur kecil yang biasa di gunakan untuk mengalirkan air, namun akar dari jalur itu ada di bawah tepat di mana semua orang di tahan di kursi masing-masing.
"Jangan-jangan kau !!!
"Benar, kursi yang mereka duduki akan mengeluarkan paku besi yang akan membunuh mereka. Sehingga dengan bantuan jalur air, darah mereka akan mengalir dan masuk ke dalam kolam itu,"Pria itu terkekeh-kekeh beberapa saat.
"Jika waktu tepat tengah malam, maka paku besi akan otomatis Keluar dan membunuh semua orang di sini. Mari kita lihat berapa banyak waktu yang kau miliki, wah wah sungguh sangat di sayangkan kau hanya memiliki dua puluh menit sebelum tengah malam,"Sambung pria itu.
Fang Ling tertawa menyeringai,"Dua puluh menit ? itu lebih dari cukup untuk memotong tubuh kalian menjadi daging cincang,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
Bersambung....
__ADS_1