Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Senyuman terkahir


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Makanan yang di buat sendiri oleh Fumi benar-benar sangat sedap, bahkan Fang Ling sendiri begitu menyukainya sampai-sampai hampir semua makanan habis tidak tersisa.


"A-apakah kau sudah merasa kenyang, tuan..? Karena sedari tadi aku sudah menyuapi mu."Fixie tersenyum paksa, dengan raut wajah kesal.


Fang Ling hanya mengangguk, dia kembali melihat pemandangan di depan..Bagian depan kapal nampak sangat indah, apalagi hari sudah menjelang sore, sehingga sunset yang di suguhkan begitu menyejukkan hati.


"Huu.. Kau ini sangat manja, jika sudah memiliki pasangan entah apa yang akan di lakukan mereka untuk tetap sabar menghadapi mu."


Dengan lembut Fixie meraih sebuah sapu tangan dari dalam kantong penyimpan, lalu dia memaksa Fang Ling untuk menoleh ke arah-nya dan membersihkan sisa makanan di mulut pria itu.


Pemandangan itu begitu menyilaukan, membuat semua orang yang melihat-nya merasa iri apalagi Fumi yang sangat menyukai wanita cantik.


Setelah semua awak kapal selesai makan, mereka nampak juga ikut serta dalam menikmati pemandangan tersebut lalu muncul ide di benak Lutfi.


"Saudara Lin, apa kau sudah pernah mencoba menaiki ikan lumba-lumba..?"Lutfi tersenyum cerah, dengan bagian mulut penuh dengan sisa makanan.


Fang Ling menggelengkan kepala, membuat senyuman di wajah Lutfi menjadi semakin lebar.


Diapun dan teman-temannya berjalan ke belakang dek kapal, lalu kembali dengan membawa sesuatu seperti gentong oval berdiamater lumayan besar.


"Benda apa itu Lutfi..?"Tanya Fang'Ling, dengan tatapan tertuju pada beberapa gentong yang di bawa Lutfi dan teman-teman-nya.


"Ini adalah ikan kecil, kesukaan lumba-lumba..Berikan saja mereka makan lalu mereka akan membiarkan mu menaiki-nya sebagai tunggangan."


Lutfi memberikan satu gentong yang berukuran lebih besar dari dua kepala manusia kepada Fang Ling. Karena sudah membusuk, bau amis ikan itu membuat Fixie tidak tahan.


"Bau sekali, jauhkan benda aneh itu dariku."Ujar Fixie sembari menutup hidung.


Fang Ling hanya diam, dia malah mendekatkan gentong di tangan-nya ke arah Fixie."Ciumlah sedikit lebih lama, mungkin akan bau di awal..Jika sudah lama, kau akan terbiasa."


Meski ragu-ragu Fixie mencoba untuk kembali mencium aroma amis ikan tersebut hingga akhirnya mulai terbiasa, meski masih tercium amis.


Melihat kebaikan Fang Ling terhadap Fixie meski selalu dengan wajah datar, membuat kelima awak kapal tersebut merasa ada yang janggal.


"Ka-kalian berdua tidak sedang berpacaran kan..?"Nano tersenyum canggung, mewakili semua pertanyaan teman-nya.


Saat Fang Ling akan menjawab kesalahan pahaman tersebut, Fixie sudah lebih dulu memotong dengan wajah tersipu.


"Jangan salah paham, kami hanya teman perjalan..Tidak mungkin aku menyukai bongkahan es seperti Fang Ling."

__ADS_1


Lutfi menatap Fang Ling,"Apa itu benar saudara Lin..?


"Ya..Tentu saja, jika dia menyukaiku..Dia harus berada pada urutan kelima dari empat jajaran pasanganku."


Seketika semua orang di buat bengong dengan pernyataan Fang Ling yang sangat jujur dan polos, tetapi hanya Fixie yang terasa terpukul.


"Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal..? Jika begitu aku tidak harus tertarik dengan buaya sepertimu."Fixie memukul bahu Fang Ling beberapa kali, ia benar-benar merasa sangat sedih.


"Hu..? Tidak ada yang melarang mu untuk menyukai pria, kata 'suka' tidak sepenuh-nya merujuk pada pasangan semata..Kata suka memiliki banyak arti, seperti suka dengan ini dan itu."


Semua awak kapal itu mengangguk, mereka merasa jika apa yang di katakan Fang Ling memang benar..Kata suka memang tidak hanya merujuk pada pasangan, tetapi juga bisa di artikan ke sesuatu hal yang lain.


"Ya..Yang di katakan saudara Lin memang benar, jadi nona..Jika kau menyukai Fang Ling, tidak harus menjadi pasangan-nya..Kalian bisa saling menyukai dalam arti teman."


Lutfi ikut menambahkan, meski berperawakan sedikit bodoh dia tetap saja seorang kapten kapal yang menjadi pusat antariksa teman-teman-nya.


'Kurasa memang benar, aku tidak harus menjadi pasanga-nya..Dengan hubungan begini, aku juga sudah sangat senang.'Batin Fixie seraya diam-diam menatap Fang Ling.


"Saudara Lin, ayo ikuti kami..Aku jamin kalian berdua akan menyukain-nya."Kata Lutfi, sementara beberapa teman-nya sudah berjalan lebih dulu ke bagian paling depan kapal.


Fang Ling hanya mengangguk, diapun kembali memeluk Fixie dengan sebelah tangan dan berjalan menyusul Lutfi dan teman-teman-nya.


Meski berada di satu kapal yang sama, kedua kubu ini seolah-olah berada pada dunia yang berbeda..Sehingga hal ini menjadi siksaan tersendiri bagi kubu pengawas laut pasir.


Seorang pria berpakaian besi berwarna silver menghampiri perempuan pemimpin dari kelompok pengawas laut pasir.


"Lihatlah nona, mereka nampak asik memberi makan lumba-lumba..Bukanya anda juga sangat suka dengan lumba-lumba..?


'Huu.?! Kau pikir aku akan bergabung dengan mereka dan bersama-sama memberi makan lumba-lumba..? Harus kau ketahui, di mata ku mereka semua hanyalah umpan segar."


"Hahahaha, benar juga ya, tetapi mereka semua mengundang kami untuk ikut bersenang-senang..Ayo teman-teman, kita beri makan lumba-lumba lucu itu..!!"


Sembilan orang pria yang datang bersama dengan perempuan pemimpin dari pengawas laut pasir bersorak, mereka langsung berlari menuju anjungan kapal dan ikut serta dalam memberi makan lumba-lumba di sana.


"Baiklah nona, kami akan memberi makan lumba-lumba, selakan anda menikmati kesendirian ini."


Perempuan berperawakan tegas itu menatap semua bawahan-nya dengan raut wajah tidak percaya,"Da-dasar kalian benar-benar tidak memikirkan perasaanku."


Dari kejauhan perempuan tersebut dapat mendengar suara tawa suka cinta semua orang, hal itu cukup membuat diri-nya sangat ingin bergabung.


'Tenang Lumiyan, apa yang sedang kau pikirkan..Mereka hanya sekelompok umpan segar mayat hidup, tidak ada yang harus kau rayakan kecuali kematian mereka malam ini.'

__ADS_1


Sementara perempuan bernama Lumyian itu mencoba untuk tetap menjaga image, di ujung anjungan kapal semua orang nampak senang.


Pengawas laut pasir ikut serta dalam memberi makan lumba-lumba, mereka semua juga sudah berteman akrab dengan kru kapal Lutfi.


Begitu semua lumba-lumba berkumpul, satu persatu orang menaiki lumba-lumba..Hingga hanya tinggal Fang Ling dan Fixie saja yang masih belum menemukan lumba-lumba yang cocok untuk di gunakan bersama.


Satu lumba-lumba hanya mampu menahan beban satu orang pria dewasa, jika lewat dari itu maka dia akan sesak nafas lalu mati.


Saat semua orang nampak sangat asik bermain ke sana kemari dengan menunggangi lumba-lumba, Fixie hanya tersenyum kecut begitu sadar jika tidak ada lagi lumba-lumba.


"Kurasa lumba-lumba-nya sudah tidak ada lagi, sayang sekali..Padahal aku sangat ingin mencoba."


Fang Ling hanya berwajah datar, dia memasukan kepala-nya ke dalam pasir untuk melihat ada hewan apa saja di dalam lautan pasir itu.


Saat memasukan kepala ke dalam laut pasir, Fang Ling merasa sedikit sakit tetapi tidak jauh berbeda dengan air pada umumnya.. Karena pasir itu terasa sangat lembut dan sama-sama memiliki potensi seperti air.


Di dalamnya ternyata Fang Ling dapat melihat pasir bening, dia berpikir jika karena hal itulah mahluk hidup bisa bertahan di lautan pasir sebab ada beberapa lapisan pasir bening seperti air di bawahnya.


Di saat tengah melihat-lihat, Fang Ling menemukan hewan yang cocok untuk di jadikan tunggangan..Diapun menjatuhkan diri sendiri ke dalam laut pasir, sementara di atas kapal Fixie terkejut setengah mati melihat-nya.


"Fang Ling..! Hei, apa kau mendengar ku..?! Fang Ling..!!!


Fixie meneriaki nama Fang Ling dari atas kapal, tidak berselang lama dari dalam laut pasir sebuah gelombang naik ke permukaan.


Ternyata benda besar itu adalah seekor pegasus pasir yang membawa Fang Ling di atas punggung-nya.


Kru Lutfi terkejut setengah mati melihat apa yang di bawa Fang Ling dari kedalaman laut pasir, Kuda Pegasus pasir sangat langkah dan susah di temukan..Harga-nya juga sangat mahal.


"Naiklah, aku tidak akan menunggu terlalu lama,"Fang Ling berkata datar, seraya mengulurkan tangan untuk membantu Fixie naik.


Seketika wajah Fixie berubah menjadi merah, diapun ragu-ragu menjabat tangan Fang Ling dan duduk di depan pria itu..Sungguh kejadian ini sangat canggung.


"Chaaa...!


Fang Ling memerintahkan pegasus itu untuk bergerak dengan menarik kumis-nya yang panjang seperti ikan lele, tetapi berwarna merah membara.


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2