Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lingkaran api IV


__ADS_3

Note : biasakan like sebelum baca ❤️


Fang Ling berdiri dan meninggalkan kurungan tahaosi yang sudah ia buat pingsan. Karena tidak bisa mencari informasi dari tahaosi itu Fang Ling memutuskan untuk mencari sendiri hanya dengan bermodalkan giok hitam yang ia dapatkan sebelumnya.


Pertama-tama Fang Ling memutuskan untuk mencari sang algojo yang sempat dia temukan. Karena tidak ada banyak waktu yang tersisa, Fang Ling mulai berjalan menyusuri ruangan belakang bangunan tersebut.


Berjalan sendiri dengan menggunakan kedok seorang penjaga cukup merepotkan, sebab setiap bertemu dengan penjaga lain Fang Ling selalu di goda dengan panggilan anak baru.


Cukup banyak penjaga yang modar mandiri sama seperti Fang Ling di tempat tersebut, di mana area ini masih terbilang area budak yang di kurung. Terdapat beberapa model senjata yang di pajang di atas sebuah meja nampak terjejer rapih.


Fang Ling berhenti sebentar untuk melihat pedang-pedang yang akan di jual, ternyata tingkatan semua pedang itu masih berada di kisaran dari yang terlemah adalah perak sampai yang terkuat adalah tingkat kristal.


Tingkatan pedang seperti itu sama sekali tidak menarik perhatian Fang Ling, diapun kembali melanjutkan perjalanan hingga menemukan sebuah lorong panjang yang mengarah langsung ke bagian inti bangunan.


Tanpa berpikir panjang Fang Ling berjalan menyusuri lorong di depan, diapun menemukan fakta jika lorong ini menuju ke sebuah panggung.


Panggung ini berbentuk setengah bundar, menghadap ke arah ratusan kursi di depan nampak seperti teater namun berukuran jauh lebih besar.


Ratusan kursi tamu itu masih kosong tidak ada satupun orang di sana, yang terlihat hanya ada ratusan penjaga..Mereka nampak sedang mempersiapkan apapun yang di perlukan, seperti meja dan sebuah palu yang di siapkan di atas panggung.


Fang Ling memperhatikan sekeliling dengan satai, hingga seseorang berjalan dari belakang dan menepuk pundaknya.


"Apa yang kau lakukan di sini..? Lalu kenapa kau hanya melihat teman-teman mu dan tidak membantu mereka.??"


Dari samping terdengar suara bernada datar dari seorang pria yang berpakaian rapih menggunakan jas hitam, serta menggunakan topeng berwarna silver.


Fang Ling berbalik dan tersenyum dari balik topeng menghadap ke arah pria yang tadi datang."Aku hanya sekedar melihat-lihat, mohon maaf jika perbuatan ku malah mengganggu anda."


Pria itu tertegun melihat topeng yang di gunakan Fang Ling."Kau hebat dalam berbicara formal, siapa nama mu dan apa jabatan mu di sini..Serta bolehkah aku melihat giok resmi yang kau miliki..?"


Fang Ling terdiam sejenak sebelum berinisiatif mengeluarkan giok hitam milik algojo sebelumnya, dan segera memberikan giok tersebut kepada pria di depan.


Pria itu nampak memperhatikan giok yang Fang Ling serahkan."Jadi kau adalah asisten ku, kau terlihat berbeda dari yang di katakan."Kata pria itu sembari mengembalikan giok hitam di tanganya kepada Fang Ling.


"Sesuatu memang terkadang tidak sesuai dengan apa yang di katakan, kehadiran bawahan ini tidak lain hanya ingin membantu tuan yang terhormat."Fang'Ling berkata dengan nada terdengar manis, membuat pria di depan mengangguk senang mendengar-nya.


"Kau benar.."Pria itu mengangguk sambil tersenyum seakan baru pertama kali di hormati oleh seseorang, setelah itupun dia kembali berkata."Ya..! Kau memang pandai berkata manis, aku suka hal itu.."


Fang Ling tersenyum penuh siasat dari balik topeng, diapun membungkuk hormat di hadapan pria itu untuk lebih mendominasi permainan.

__ADS_1


"Untuk mu tuan, apa saja akan ku lakukan."Ujar Fang Ling lagi-lagi membuat pria di depan senang tidak karuan.


"Hahahaha sudahlah, kau membuatku lupa diri meskipun aku memang hebat."Pria itu mengijinkan Fang Ling untuk kembali berdiri tegak, pada saat itu pria yang di kenal dengan sebutan manager itu tidak sengaja melihat mata odd Fang Ling.


Sadar akan sesuatu Fang Ling mencoba untuk bertanya."Apa ada sesuatu di wajahku tuan..?"


Manager tersebut memperhatikan mata Fang Ling lebih dalam sambil mengusap dagu."Buka topeng itu, biarkan aku melihat wajahmu.."


'Huu.? apa aku ketahuan secepat ini..Tapi jika dia memang hanya ingin melihat wajahku toh tidak ada salahnya karena dia akan mati.'Batin Fang Ling.


Karena tidak keberatan Fang Ling melepas topengnya, membuat manager di depan terdiam dan terkesima serta terpaku melihat wajah Fang Ling.


"Ba-baiklah, kau di perboleh menggunakan topeng."Manger tersebut tersenyum kecut.


Fang Ling hanya mengangguk lalu menggunakan kembali topeng rubah, hingga tiba-tiba dari lorong sebelumnya sang algojo yang sempat Fang Ling temui beberapa jam lalu datang dengan perasaan marah.


Pria itu menarik pedang yang tersarung di samping pinggang-nya dan melakukan gerakan menebas ke arah Fang Ling.


Fang Ling menggunakan kesempatan itu untuk membuat adegan seolah dia menyelamatkan sang maneger, diapun menepis pedang tersebut hanya dengan tangan kosong dan tidak lupa sedikit mendorong sang manager.


"Apa-apaan ini..!! Kenapa kau menyerang asisten ku..?!"Sang manager nampak sudah terkena tipu daya, dia mengira jika Fang Ling sengaja melukai diri sendiri untuk melindungi-nya.


Fang Ling memegangi tangannya yang bahkan tidak terluka..Meski begitu dia melakukan adegan seseorang yang tidak berdaya dengan sangat sempurna.


Algojo yang sebenarnya nampak kebingungan, dia ling-lung dengan keadaan saat ini..Di mana dia malah terlihat seperti orang jahat di mata sang manager, padahal sebenarnya dia ingin menyelamatkan manager.


"Kau.. Sebaiknya kau memiliki alasan bagus setelah mencoba membunuh di tempat ini."Sang Manager menciptakan sebilah pedang, tatapannya yang tajam membuat sang algojo yang berdiri beberapa meter di depan ketakutan.


"Tu-Tuan ini aku algojo mu."Ujar algojo tersebut berusaha untuk meluruskan masalah, di mana ia sudah di jadikan kambing hitam oleh Fang Ling.


"Apa maksudmu..??"Sang manager nampak ragu sekaligus kebingungan.


Sadar dirinya sedang terancam Fang Ling segera melanjutkan akting-nya. Diapun berdiri tegak, lalu mengeluarkan giok hitam sebelumnya.


Saat melihat giok nya sudah berada di tangan Fang Ling benar-benar membuat algojo tersebut terkejut, dia meraba sesuatu di pakainya tetapi tidak kunjung menemukan giok miliknya.


"It-itu..Miliki ku,"Ujar sang algojo.


Manager menatap ke arah Fang Ling seakan meminta penjelasan, tetapi dengan santai Fang Ling menjawab seraya menyuguhkan sedikit senyuman.

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia tuan, seperti yang Anda tau sang algojo hanya memiliki satu giok pengenal ini..Jika mamang dia adalah sang algojo, buktikan jika dia memiliki benda ini..


"Jika tidak biasa kemungkinan dia adalah penyusup, Karena sebelumnya aku melihat dia mondar-mandir di sekitar persenjataan."


"Pendusta..!! Kau adalah penipu ulung, jelas-jelas benda itu adalah milik ku yang tidak sengaja terjatuh."


Sang algojo bergerak maju ke arah Fang Ling, sebelum sempat meraih giok di tangan Fang Ling pria itu sudah kehilangan kepala akibat tebasan pedang dari sang manager.


Bruuuukkk


Tubuh tanpa kepala tergeletak di lantai dan mengotori panggung dengan darah-nya.. Manager mengibaskan pedang yang bersimbah darah, kemudian menyarungkan lagi pedang itu di samping pinggang algojo.


Begitu selesai sang manager memanggil beberapa penjaga untuk membereskan mayat sang algojo dan membersihkan lantai panggung.


Sang manager kembali melirik ke arah Fang Ling yang berdiri di sampingnya."Nah algojo, ayo kita lihat-lihat barang di bagian belakang bangunan.."


Fang Ling hanya mengangguk lalu mengikuti manager itu untuk melihat-lihat barang di bagian belakang panggung.


Selama berjalan di sekitar lorong Fang'Ling dan Manager yang berjalan di samping-nya selalu berbicara, hal itu juga Fang Ling manfaatkan untuk membuat dirinya menjadi orang kepercayaan manager sehingga bisa menanyakan sesuatu yang penting.


Begitu sudah kembali ke ruangan belakang tempat di mana budak, hewan spiritual di kurung.. Sang Manager mengecek satu persatu budak, dia nampak sangat puas dengan perkerjaan Fang Ling meskipun itu hanya anggapan pribadi.


"Perkerjaan mu bagus, aku terkesan."Ujar sang Manager sambil melihat-lihat budak, Lalu dia mengeluarkan sebuah kunci dari saku baju dan memberikan kunci itu kepada Fang Ling.


"Kau adalah algojo, perkerjaan mu membawa barang yang akan di jual sesuai urutan nomor.. Untuk membuka kurungan mereka, kau hanya perlu satu kunci ini.. Sebaiknya kau segera bersiap, gunakanlah pakaian yang lebih pantas. Aku akan menunggu di panggung."


Sang Manager hendak pergi, tetapi Fang'Ling segera memanggil dan mengehentikan langkah-nya."Tuan yang terhormat dan di berkati oleh langit, ku dengar terdapat elf yang akan di lelang.. Bagaiman dengan dia..? di mana dia di kurung,lalu apa aku bisa membuka kurungannya dengan kunci ini..??"


Manager itu berbalik, lalu mengeluarkan lagi satu kunci yang terbuat dari batu giok hijau."Elf itu di kurung di sebuah tempat rahasia, dia akan menjadi barang pertama yang akan di jual..Kau hanya perlu mengurus budak di tempat ini, biarlah elf itu menjadi urusan ku."


Fang Ling hanya diam tidak berusaha merebut kunci itu karena memang hak inilah yang di inginkan-nya. Manager itupun pergi meninggalkan tempat tersebut, sementara Fang Ling hanya tersenyum kecil dari balik topeng.


"Biarlah masalah ini mengalir lembut seperti air..Karena cepat atau lambat, aliran air akan bertemu dengan sungai..Begitu juga dengan kematian mereka yang tidak lama lagi."


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2