Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pertama kalinya


__ADS_3

"Aku menerimanya...Tapi, aku minta waktu satu hari penuh untuk menghabiskan waktu bersama Su Yulan,"Kata Fang Ling lantang merasa tidak terima jika harus meninggalkan Su Yulan secepat itu.


Sontak semua orang terdiam terlebih lagi Mu Tong karena besok adalah hari yang sangat penting di sektenya, karena akan menerima kedatangan murid-murid baru.


"Apakah tetua Mu keberatan dengan permintaan ku ? Fang Ling menaikan sebelah alisnya.


"Tentu saja tidak...Tapi,"Mu Tong kembali terdiam untuk waktu yang cukup lama sebelum mengeluarkan nafas panjang,"Baiklah kita semua akan berangkat besok lusa,"


Su Ming tertawa sambil menepuk-nepuk punggung Fang Ling dengan kuat,"Hahaha...ada lagi yang ingin kau tanyakan anak muda ?


"Tetua Su, bagaimana dengan permintaan ku mengenai beberapa pendekar senior ? Kata Fang Ling.


Su Ming tersenyum kecil, dia bertepuk tangan beberapa-kali hingga dari belakangnya sepuluh orang pendekar senior berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Bagaimana menurut mu ?? kemampuan mereka sangat tinggi, sehingga kau dapat mengandalkannya,"Kata Su Ming nampak sangat yakin dengan kemampuan murid dari sektenya.


Fang Ling tersenyum canggung begitu melihat penampilan sepuluh pendekar senior yang terlihat seperti ninja.


"Senior sebenarnya kalian tidak perlu menggunakan pakaian serba hitam karena kita tidak berencana mengendap-endap,"Fang Ling menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung.


"Kenapa begitu ? Su Ming menaikan sebelah alisnya.


"Bukankah tetua Su selalu berkata jika murid-murid dari sekte anda memiliki kemampuan tinggi ?? jika ke sepuluh pendekar ini hendak mengendap-endap, maka bukan tidak mungkin jika mereka malah menjadi sasaran teman seperguruannya karena melakukan hal yang mencurigakan di wilayah sekte sendiri,"Kata Fang Ling.


Semua orang tercengang karena tidak memikirkan hal itu, mereka pun langsung diam nampan ingin mendengarkan penjelasan Fang Ling lebih lanjut.


"Lalu aku ingin kalian bersikap biasa saja dengan pakaian yang biasa kalian gunakan, besok pagi kalian berjalan di kota seperti biasa untuk mencari lambang matahari dari gerbang atau pakaian yang di kenakan pedagang benua ke tiga,"


Kesepuluh pendekar senior itu mengagguk, salah satu dari mereka angkat bicara karena ingin menanyakan sesuatu yang tidak mereka pahami.


"Lalu bagaimana jika kami menemukan mereka ? Kata salah seorang pendekar senior.


Fang Ling tersenyum penuh siasat, diapun mengeluarkan sebuah cincin kristal es dari balik tangannya, dan menyerahkan cincin itu kepada pendekar senior yang bertanya.


"Cincin itu akan memberi tahu kalian di mana posisi ku, dengan begitu jika kalian semua berhasil mengetahui lokasi mereka jangan langsung di serang, karena aku memiliki cara yang lebih baik,"Fang'Ling menyudahi perkataannya dengan tersenyum menyeringai.


Kesepuluh pendekar senior itu langsung bergidik ngeri begitu melihat senyuman iblis dari Fang Ling, merekapun memberikan hormat kepada semua orang dan cepat-cepat menghilang.


Terlihat Mu Tong begitu kagum dengan rencana yang di buat Fang Ling, hingga membuatnya hampir merasa jika pemuda itu bukanlah pemuda pada umumnya, melainkan seorang pria tua yang sudah mengetahui seluk-beluk rencana.


"Saudara Fang sepertinya kau sangat mendalami masalah yang menyangkut gadis kecil itu,"Kata Lang Ming menebak.

__ADS_1


"Ah...Maksud saudara Ming adalah Ah Bai ? aku juga memiliki satu alasan rahasia kenapa begitu tertarik dengan masalahnya,"Kata Fang Ling santai.


"Anak muda sepertinya kau sudah sangat dewasa, bagaimana malam ini kita bersulang untuk kepergian mu besok lusa ? Su Ming mengangkat gelasnya dengan di ikuti Mu Tong.


"Aku juga tidak tau kapan kau akan kembali, jadi nikmat malam ini selagi masi bisa,"Kata Mu Tong yang terlihat mulai terpengaruh karena kebanyakan minum arak.


Fang Ling nampak sangat bersemangat diapun menuangkan segelas besar arak, sedangakan Lang Ming terlihat paling konyol karena langsung mengangkat teko arak.


"Bersulang ! Ayo mabok sampai besok hari,"Kata Su Ming.


Taaak


Merekapun minum-minum sampai puas, terlihat Fang Ling sangat yakin tidak akan mabuk karena sudah sangat terbiasa meminum arak.


"Aku sudah tidak sanggup, ughrrrr~~~


Fang Ling terlihat terhuyung-huyung di tempatnya duduk membuat teman-temannya yang juga mabuk tertawa melihatnya, hanya Lang Ming yang terlihat masih baik-baik saja walaupun sudah meminum arak dalam jumlah yang sangat banyak melebihi siapapun di tempat itu.


"Ku kira kuat, ternya anak ingusan,"Lang'Ming membantu Fang Ling untuk berjalan karena tidak mungkin dengan kondisinya saat ini berjalan kembali ke kamarnya.


Sedangkan Su Ming dan Mu Tong nampak sudah tertidur karena minum terlalu banyak, bahkan mereka berdua hampir bertarung karena efek dari arak yang mereka minum terlalu kuat bahkan untuk pria paruh baya yang selalu membunuh seperti mereka berdua.


Walaupun buta sejak lahir Lang Ming tidak pernah putus asa karena dirinya memiliki kelebihan dari kebanyakan orang-orang, mendengar seperti orang pada umumnya beda dengan mendengar yang di alamin dirinya.


Dengan mendengar pantulan benda-benda yang terpantul ke benda lain, Lang Ming mampu membuat gambaran tentang apa yang sedang di hadapi atau yang di jalaninya karena dua tidak buta.


Buta adalah orang yang tidak bisa melihat, berbeda dengan Lang'Ming, dia buta dalam arti tidak bisa melihat warna-warna namun bisa menggambarkan sesuatu benda atau objek lain dengan sempurna.


Kelebihan inilah yang membuat Lang Ming menjadi pendekar yang sangat hebat walaupun buta, selagi ada pantulan suara walaupun sekecil apapun dia bisa tau dan dapat menebak benda itu akan menyerang pada bagian mana, hal itulah yang membuat Lang Ming mampu menahan serangan seseorang sebelum serangan itu di lancarkan lawannya.


Setelah beberapa saat berjalan pelan kini Lang Ming berada tepat di depan pintu kamar Su Yulan, diapun meletakan Fang'Ling yang sudah pingsan dengan posisi bersender di pintu.


Mengetahui bagaimana Su Yulan saat marah, Lang Ming mengetuk pintu kamar itu beberapa kali sebelum langsung berlari ketakutan.


Dari dalam kamar Su Yulan membuka pintu dan menemukan Fang Ling tengah terkapar di lantai dengan tubuh mengeluarkan aroma arak yang sangat kental.


Merasa masih jengkel karena Fang Ling menyetujui permintaan Mu Tong untuk ikut ke sekte naga langit, Su Yulan menyeret Fang Ling dengan menarik kakinya sehingga kepala Fang Ling beberapa kali membentur lantai.


Merasa kepalanya panas dan benjol Fang Ling terbangun dalam keadaan mabuk, matanya memancarkan hawa maskulin pekat, sehingga dengan mudah pikirannya di ambil alih oleh from naga kegelapan.


Menyadari jika dirinya tengah di seret Su Yulan, Fang Ling langsung memanggil nama gadis itu, sehingga saat Su Yulan menoleh kebelakang dan melepaskan pegangannya pada kaki Fang Ling, di saat itu pula Fang Ling berdiri dan mendorong Su Yulan hingga terbaring ke atas kasur yang sangat empuk.

__ADS_1


"Aw... Apa yang kau lakukan...


Seketika Su Yulan tidak bisa melanjutkan perkataannya begitu Fang Ling menci*mnya dengan rakus, diapun terbawa suasana karena tidak sengaja menelan sesuatu seperti cairan arak dari mulut Fang Ling.


Merasa jika itulah kemauannya sejak lama,Su Yulan memeluk erat tubuh Fang'Ling sehingga kini ciumannya semakin dalam dan intens.


Fang Ling melepaskan cium*nnya membuat benang putih Transparan keluar dari mulutnya dan mulut Su Yulan.


"Fang...Fang Ling aku ingin itu,"Su Yulan nampak sangat menginginkan sesuatu hingga membuat nafasnya terputus-putus dengan wajah memerah.


Fang Ling hanya diam, diapun membuka satu persatu pakai Su Yulan hingga kini di hadapannya gadis cantik itu terbaring tanpa satupun benang yang melekat di tubuhnya.


"Apakah aku ada di surga, ibu ayah anak mu ini sudah mencapai kebebasan tingkat dewa,"Fang Ling menjerit di dalam hatinya karena ini pertama kalinya dia melakukan hal itu dengan seorang gadis.


Dia pun membuka semua pakaiannya dan memperlihatkan adik kecil Fang Ling sudah siap di tempatnya, membuat Su Yulan terlihat sangat bahagia melihat ukurannya yang besar.


Setelah keduanya siap akhirnya Fang Ling dan Su Yulan melakukan itu untuk pertama kalinya, suara desahan dan deritan kasur terdengar bergema di ruangan itu tanpa sepengetahuan orang lain.



Author: Gila butuh tenaga ekstra untuk menulis Ch ini, semoga kalian senang, nanti malam update lagi


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2