
Bruuuk
Jatuhnya Fang ling dengan tubuh di balut Jubah tempur, membuat sebuah anak tangga hancur berkeping-keping hingga tidak menyisakan apapun. saat fang ling menaiki nak tangga kedua, dia merasakan himpitan magnet semakin kuat hingga membuat tangga kedua retak.
"apa-apaan ini ? baru anak tangga kedua sudah sesulit ini," Fang ling terus melanjutkan langkahnya yang terasa semakin berat hingga dirinya memutuskan berhenti ketika berada di anak tangga kelima.
Beberapa saat Fang ling habiskan untuk mengambil nafas dan kembali melangkah pelan menaiki anak tangga keenam dengan semua tetua memperhatikan nya dari atas dengan tatapan tercengang.
"Itu bukan pelatihan untuk murid...tangga itu di gunakan untuk semua tetua yang menjalani sebuah pelatihan yang sangat berbahaya," kata salah satu tetua dengan tatapan yang tertuju kepada Fang ling yang terus menaiki tangga ke sepuluh.
"Be-benar...bahkan anak itu mampu melewati tangga kesepuluh dalam beberapa menit dan hanya membutuhkan beberapa saat untuk bernafas," kata lagi salah satu tetua.
Di atas tangga ke sebelas, Fang ling kembali kehabisan nafas dengan langkah kaki yang sudah mulai susah untuk di angkat. Dengan nafas dan lutut yang gemetaran, Fang ling kembali berjalan menaiki anak tangga ke lima belas.
Kraaak
Kaki Fang ling yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh membuat tangga kelima belas terdapat sebuah retakan yang tercipta dari telapak kaki Fang ling yang terus menaiki tangga hingga sampai ke tangga tujuh belas.
"InI bukan lagi magnet...ini sebuah serangan Jiwa dari makhluk Roh yang terkubur di dalam tangga ini hingga membuat ku merasa tertekan... karena setiap satu tangga akan berbeda serangannya," Fang ling Berhasil melewati tangga ke delapan belas hingga dia hampir menginjakan kakinya ke tangga dua puluh.
Bruuuk
__ADS_1
Telapak kaki Fang ling terpelosok akibat menahan tekanan dari anak tangga ke dua puluh, Fang ling tidak menghiraukan itu. dia kembali berjalan dengan telapak kaki yang terus membuat sebuah retakan setiap dirinya berhasil menaiki anak tangga.
Keringat membasahi wajah Fang ling yang sudah berhasil menginjakan kakinya di anak tangga ke tiga puluh. dengan nafas terputus-putus, Fang ling berhenti beberapa saat di tangga ke tiga puluh sebelum kembali berjalan.
Jubah tempur milik Fang ling tiba-tiba menghilang menjadi butiran cahaya, membuat Fang ling yang terkejut langsung tersungkur di tangga tiga lima. Dengan mata buram, Fang memperhatikan apa yang membuat jubahnya tempur nya menghilang.
"Ini adalah roh hewan suci ! apakah hanya sejauh ini bagi ku untuk menggunakan Jubah tempur... karena roh hewan suci menekan jubah tempur milik seseorang agar tidak bisa muncul," Fang ling memeperhatikan berbagai macam hewan suci di hadapannya dan siap membuat sebuah tekanan baginya.
Fang ling kembali berdiri dengan tegar, hingga suara gesekan tulang membuat nya kembali tersungkur di tangga tiga empat.
"Bahuku patah... tapi setahuku pelatihan seperti ini di gunakan untuk menaikan tingkatan tulang dengan menghisap energi roh hewan suci," Benar saja, saat Fang ling menghisap energi besar yang di dapat dari setiap anak tangga membuat tulang nya tertempa dengan sendirinya.
Energi hitam yang mengelilingi tubuh Fang ling adalah elemen kegelapan yang mampu menghisap energi apapun yang berada sepuluh meter dari tubuh Fang ling. Dengan langkah pelan, Fang ling Berhasil menaiki anak tangga ke empat puluh.
Fang ling hanya mendengarkan perkataan dari tetua tersebut dan tidak menjawabnya, karena tatapan Fang ling terfokus pada anak tangga di hadapannya. Dengan langkah pelan dan merasa sangat berat, Fang ling Berhasil menaiki anak tangga empat tiga.
Walaupun Fang ling merasa baru beberapa jam di habiskan nya, itu tidak mengubah fakta, jika hari sudah mulai gelap. sedangkan dia masih berada di tangga empat lima dengan keringat yang membasahi wajahnya hingga menetes.
"langkah ke empat enam...langkah ke ke empat tujuh," Fang ling mulai mengangkat kaki kanannya untuk menaiki tangga ke empat delapan, namun secara tiba-tiba rotasi berbalik. hingga membuat Fang ling bergantungan di tangga ke empat delapan dengan kedua tangannya.
Semua tetua sangat mengenali apa yang menjadi masalah saat ini bagi Fang ling. tangga empat delapan di kenal dengan jurang neraka, karena Rotasi akan berubah sehingga Fang ling akan memanjat tangga seolah sedang memanjat tebing dengan tangan kosong.
__ADS_1
Dengan tangan yang mulai lecet dan mengeluarkan darah, Fang ling merangkak naik dengan bantuan kedua tangannya yang mengantikan kedua kakinya. Dengan tekad kuat, Fang ling menyisakan sebuah retakan berbentuk telapak tangan bercampur darah di sepanjang tangga empat delapan hingga delapan sembilan.
"Dengan lima menit semua luka ku akan sembuh total, karena sepanjang tangga aku terus menghisap energi besar dari roh hewan suci," Dengan tangan bergetar dan suara Retakan tulang yang semakin kuat, Fang ling mencoba meraih tangga ke lima puluh dengan susah paya.
Tap
Tangan Fang ling merasa segar, seolah di tiup angin yang sangat menyegarkan saat tangan kanannya menyentuh anak tangga kelima puluh. Fang ling mengangkat tubuhnya hingga dia berhasil duduk di tangga lima puluh, dengan semua luka di tubuhnya yang sudah hilang.
Waktu lima menit, Fang ling gunakan untuk mengambil dan mengatur nafasnya agar tidak mudah kelelahan dan kehabisan tenaga. Setelah waktu lima menit habis, rotasi kembali normal dengan himpitan semakin kuat.
"sepertinya ini adalah kuburan hewan Roh buas...dengan kata lain, roh buas mempunyai tingkatan di atas roh suci," Fang ling kembali berjalan melewati anak tangga lima dua dengan kaki yang sudah mengeluarkan suara Retakan, hingga membuatnya meringis kesakitan.
Dengan langkah pelan, Fang ling melajukan perjalanan hingga Berhasil melewati anak tangga ke lima lima dengan kedua betis yang mengeluarkan darah kental. Luka yang awalnya ada di kedua betis Fang ling menghilang karena dengan sendirinya melakukan pencucian darah.
Fang ling kembali berjalan hingga berhenti di tangga lima delapan untuk mengambil nafasnya yang sempat hilang. Setelah selesai mengambil nafas, Fang ling kembali berjalan hingga tiba di tangga enam puluh.
Sebuah tekanan dahsyat tiba-tiba menghempas tubuh Fang ling saat kaki kanannya hendak menginjak tangga enam puluh. fang ling terhempas kembali ke tangga lima sembilan, akibat serangan tiba-tiba di tangga enam puluh.
"Itu adalah roh buas paus ! dengan sebuah tepukan kuat dari ekornya, mampu membuat ku terhempas... bagaimana caranya aku melewati bagian belakang paus itu," Fang ling melangkah sedikit kanan untuk menghindari tepukan ekor dari roh buas paus.
dengan tubuh menyamping, Fang ling Berhasil melewati tangga ke enam puluh dan kembali berjalan dengan kaki yang mengeluarkan deritan tulang yang saling bergesekan. Di anak tangga enam lima, Fang ling di kejutkan dengan sebuah roh hewan buas hendak menyerang nya.
__ADS_1
"Pukulan kaisar naga ! mengguncang langit."
Bersambung....