Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kemarahan Ah Bai


__ADS_3

Suara langkah Ah Bai yang kuat dan kecepatannya yang begitu cepat, cukup membuat Fang Ling merasa mual akibat guncangan. Di ujung jalan, Fang Ling melihat sebuah pantulan cahaya bulan dan langsung saja menyuruh Ah Bai pergi ke tempat itu.


Setelah sampai di tempat yang di katakan Fang Ling, terlihat sebuah telaga berbentuk oval berukuran cukup besar. Telaga itu membuat cahaya bulan terpantul, dan menerangi tempat di sekitar telaga tersebut.


Karena tempat itu bersih dan tidak terlalu di penuhi oleh tumbuhan liar, Fang'Ling melompat turun dari tubuh Ah'Bai. Berniat untuk beristirahat di tempat itu, hingga matahari kembali muncul esok harinya dan kembali melanjutkan perjalanan.


"Turunlah, kita akan beristirahat sebentar di sini. Sepertinya, tempat ini cukup aman untuk di tinggali,"Ucap Fang Ling.


Mendengar perkataan Fang Ling, langsung saja Xiao Qing dan Xiao Bai turun dari tubuh Ah Bai dan berjalan ke pinggiran telaga. Terlihat, telaga itu memiliki warna yang sangat jernih seolah tidak di ketahui keberadaannya.


Jelas saja orang-orang akan kesulitan untuk mencari telaga itu, karena pepohonan yang ada di sekitarnya memiliki ukuran yang sangat besar. Sehingga, membuat telaga itu seolah seperti kubangan air yang sulit di temukan keberadaannya.


Fang Ling yang baru ingat kedua perempuan itu belum makan apa-apa, langsung saja kembali berjalan ke arah Ah Bai dan menyuruh kedua gadis itu menunggu dirinya di tempat itu.


"Ayo, Ah Bai,"


Langsung saja dengan cepat Ah Bai berlari masuki hutan begitu mendapat perintah dari Fang Ling, ia dengan cepat berlari di antara pepohonan tanpa terhambat sedikitpun. Merasakan kehadiran sesuatu tidak jauh dari tempatnya, Fang Ling langsung saja menyuruh Ah Bai mencari hawa keberadaannya.


Dengan penciumannya yang sangat tajam, Ah Bai tidak perlu memakan waktu lama untuk mencari hawa yang di maksud Fang Ling dan langsung saja menghampiri hawa tersebut. Hingga dari kejauhan, mereka melihat segerombolan serigala hitam berukuran sebesar Ah Bai.


Terlihat di dalam gerombolan serigala itu terdapat pejantan yang memiliki ukuran lebih besar dari Ah Bai, dapat di pastikan dialah yang memimpin wilayah itu dengan panggilan alpha.


Menyadari jika rombongan serigala itu sedang memakan sebuah kerbau berukuran sangat besar secara bersamaan, Fang Ling dan Ah Bai perlahan berjalan mundur, agar tidak di ketahui oleh rombongan serigala yang terlihat masih belum menyadari keberadaan mereka.

__ADS_1


Di saat hampir berhasil kabur, seekor serigala berukuran sangat besar itu yang merupakan pemimpin dari semua serigala itu menyadari keberadaan Fang Ling dan Ah Bai. Dengan cepat pemimpin serigala itu berlari ke arah Fang Ling dan Ah Bai, dengan di ikuti serigala lain.


Tidak mau menjadi santapan ringan bagi serigala-serigala itu, Fang Ling memerintah Ah Bai agar berjalan lebih cepat. Namun, dari belakang pemimpin serigala itu mencakar pergelangan kaki Ah Bai hingga membuatnya tersungkur.


Fang Ling yang merasa jika Ah Bai bukan tandingan pemimpin serigala itu, langsung saja berdiri di atas tubuh Ah Bai yang terbaring di tanah.


Tidak gentar sedikitpun melihat ukuran sepuluh serigala itu jauh lebih besar dari tubuhnya, Fang Ling mengeluarkan tombaknya dari udara kosong. Namun belum sempat tubuhnya di lahap oleh serigala itu, dari atas langit sebuah kilatan cahaya melesat ke arah Fang Ling.


"Apa itu ? Fang Ling mencoba melihat benda yang meleset ke arahnya dengan teliti, hingga benda itu menembus kepala serigala yang hampir memakannya.


Pemimpin serigala malam itu terlihat sangat murka melihat anggotanya tersungkur tidak bernyawa, Dia membawa mayat serigala itu ke tepian hutan dan kembali dengan tubuh memancarkan hawa yang mengerikan.


Mata Fang Ling terbelalak melihat cahaya Holow miliki pemimpin serigala itu sudah mencapai warna ungu, dengan kata lain tidak mungkin bisa mengalahkannya di keadaannya saat ini.


Namun di tengah-tengah kebingungannya, Fang Ling tidak sengaja melihat cahaya keunguan yang sempat menembus kepala serigala hitam hingga membuatnya mati.Perlahan cahaya itu mulai pudar, memperlihatkan sebuah pedang berwarna hitam tertancap di atas tanah tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Tidak mau berbasa-basi saat kesembilan serigala itu mulai mendekat ke arahnya, Fang Ling langsung melompat ke arah pedang kematian tertancap. Sebuah ledakan petir terjadi, di saat telapak tangan Fang Ling menyentuh pedang kematian milik Su Yulan.


Tidak perlu mengeluarkan tenaga yang berlebih, pedang kematian langsung saja tercabut dari tempatnya seolah memilih Fang Ling sebagai pemiliknya. Begitu pedang itu tercabut, awan-awan gelap mulai bermunculan dengan membawa petir dahsyat bersamanya.


Pedang kematian langsung saja mengeluarkan energi yang sangat dahsyat, hingga membuat Fang Ling meringis begitu menahan energi berlebihan yang keluar dari dalam pedang-tersebut.


"Ku-kuat sekali... sepertinya benar ini adalah satu dari sepuluh pedang suci,"Fang Ling mengangkat pedang kematian tinggi-tinggi, hingga membuat awan gelap yang berada di atas mengirim sebuah petir berwarna ungu dan secara paksa masuk ke dalam pedang itu.

__ADS_1


Merasa tekanan yang begitu dahsyat saat petir memasuki pedang kematian, Fang Ling langsung saja menebaskan pedang itu ke arah kelompok serigala di hadapannya.


Sebuah gelombang ungu keluar dari pedang kematian, begitu Fang Ling menebas ke arah rombongan serigala. Membuat gelombang sabit melesat ke arah semua serigala di hadapannya, hingga membuat mereka terpental menabrak pohon.


Mata Fang Ling melebar begitu melihat efek dari serangan barusan melulu-lantakan semua yang ada di hadapannya. Hingga mampu membuat serigala-serigala di hadapannya terbaring dengan tubuh mengeluarkan asap, seolah di sambar petir.


Walaupun tidak percaya dengan yang di lihatnya, sembilan serigala malam tersebut mulai kembali bangkit berdiri walaupun sedikit terhuyung. Mereka menatap Fang Ling dengan sepasang mata yang mengeluarkan cahaya kemerahan, nampak amat murka.


Dari belakang Fang Ling, Ah Bai mulai kembali bangkit namun dengan tatapan berbeda. Terlihat tubuh Ah Bai membesar dengan taring yang mulai memanjang terlihat sangat mengerikan, bahkan tubuhnya mulai setara dengan pemimpin serigala di hadapannya.


Melihat hal itu membuat Fang Ling hampir jatuh tersungkur, mulutnya terbuka dan tertutup nampak mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas,"Be-bentuk akhirnya sudah bangkit !


Dengan beringas seolah kehilangan kendali, Ah Bai melompat ke arah semua serigala di hadapannya. Tanpa basa-basi Ah Bai langsung menyerang pemimpinnya, hingga pertarungan dua hewan Alpha tidak terelakkan.


Naluri seorang pembunuh mulai bangkit dari tubuh Ah Bai, yang merupakan hewan suci langkah. Keberadaan hewan sepertinya sudah di anggap tidak ada, karena hujud aslinya adalah seekor hewan buas yang sangat berbahaya.



Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang terkuat


Bersambung.....


__ADS_2