
"Tunggu kenapa bisa ada hiu di sungai ? Walaupun kebingungan dari mana datangnya hiu-hiu itu Fang Ling berusaha untuk bersikap tenang agar tidak menarik perhatian hiu itu, karena jika salah pergerakan sedikit saja hiu tersebut akan menyerangnya.
Di sekeliling Fang Ling terdapat lima hiu yang salah satu dari mereka memiliki ukuran lebih besar dari yang lain, hiu itu tidak nampak agresif karena hanya berenang di sekitar Fang Ling namun saat ia akan bergerak semua hiu itu menatapnya.
"Tunggu-tunggu, kita bisa membicarakan ini baik-baik..."Belum sempat menyelesaikan perkataannya Fang Ling langsung di terkam oleh lima hiu itu hingga mengakibatkan air berubah warna menjadi merah darah.
Air di sungai menggelegar kelima hiu itu terus menerkam tubuh Fang Ling hingga saat air mulai tenang, Fang Ling muncul ke atas permukaan air dengan di susul dua mayat hiu yang mengambang.
Di bagian dada Fang Ling terdapat luka sobekan yang tidak beraturan dan sangat jelas itu adalah luka dari gigitan hiu yang menerkamnya, total tersisa tiga ekor hiu yang masih selamat setelah di pukuli Fang Ling di dalam air.
Terlihat alpha dari hiu itu tidak terluka sama sekali berbeda dari dua hiu yang lain, dimana wajah dari kedua hiu itu babak-belur dan tidak sedikit gigi mereka lepas akibat pukulan Fang Ling.
"Kebetulan sekali kami kehabisan stok makanan, jika tidak keberatan biarkan aku membunuh kalian untuk di jadikan makanan,"Seolah kerasukan sesuatu di karenakan perutnya yang keroncongan Fang Ling menerkam salah satu hiu dan menggigitnya sekuat tenaga hingga hiu itu mati tanpa bisa melawan.
Fang Ling mengoyak sedikit daging hiu itu dan mengunyahnya mentah-mentah alhasil membuat dua hiu yang tersisa merinding melihatnya, kedua hiu itu merasa jika rantai makanan sudah berbeda di mata Fang Ling dimana seharusnya hiu yang memakan manusia kini malah sebaliknya.
Walaupun daging itu terasa sedikit hambar Fang Ling tidak perduli dia memakan daging hiu itu mentah-mentah seolah dirinya adalah harimau yang kelaparan, setelah selesai Fang Ling menusuk bagian perut hiu yang mati dengan tangannya dan mengeluarkan kristal berwarna biru di dalamnya.
Perlahan cahaya biru dari kristal itu memudar karena Fang Ling menghisapnya dan setelah semua energi dari kristal itu habis, Fang Ling merasakan energi yang tidak terlalu besar tapi bisa di gunakannya saat dalam keadaan terdesak.
"Aku membutuhkan lebih, aku ingin lebih banyak,"Mata Fang Ling memerah pandangannya mengganas, dengan cepat Fang Ling melompat dan bergulat dengan alpha dari kelompok hiu itu.
Air di sungai itu kembali menggelar dan menyembur ke atas akibat pergulatan Fang Ling dan seekor alpha, beberapa saat kemudian Fang Ling mengambang dengan alpha hiu di punggungnya terlihat sudah mati dengan wajah hancur.
Tangan kiri Fang Ling putus dan mengambang tidak jauh dari tempatnya, matanya tetap mengganas dia seolah tidak merasakan rasa sakit dari tubuhnya bahkan darah yang bercampur dengan air membuat sungai itu berubah warna.
Fang Ling menurunkan mayat alpha hiu dan berjalan hendak membunuh satu hiu yang tersisa namun dari atas sesuatu yang mengejutkan terjun bebas melesat ke arah Fang Ling, benda itu tertutup kabut dan saat kabut yang mengelilinginya menghilang barulah nampak jika benda itu adalah perahu Xiao Qing dan Xiao Bai.
__ADS_1
Dengan wajah datar Fang Ling menatap perahu itu melesat ke arahnya dengan cepat sehingga tidak ada waktu untuk menghindar, alhasil perahu itu menimpa tubuh Fang Ling dan seketika membuatnya pingsan dengan tubuh terperosok di bawah perahu.
"Tuan kami datang untuk menyelamatkan mu dari bahaya,"Xiao Qing dan Xiao Bai di kejutkan dengan empat bangkai hiu yang mengambang namun tidak terlihat jika Fang Ling berada di tempat itu.
Tidak jauh dari empat mayat hiu yang mengambang terdapat seekor hiu yang masih selamat namun terlihat pikiran hiu itu sudah kacau akibat keganasan Fang Ling saat sedang kelaparan, sangking kacaunya pikiran hiu itu dia sampai lupa bagaimana cara berenang dan hanya dapat membeku di tempatnya.
Dari belakang perahu Fang Ling yang pingsan mulai mengambang dan kepalanya membentur bagian belakang perahu, alhasil suara dari benturan itu membuat Xiao Bai dan Xiao Qing terkejut dan berjalan kebelakang untuk mengeceknya.
"Tuan ! adik cepat bawa dia ke atas perahu, se-sepertinya dia pingsan karena terluka,"Xiao Qing dan Xiao Bai mengangkat tubuh Fang Ling dan meletakkannya di atas lantai perahu.
Melihat tangan kiri Fang Ling yang putus membuat Xiao Bai sedikit terkejut namun keterkejutan itu segera menghilang saat tangan Fang Ling perlahan meregenerasi hingga kembali seperti semula.
Melihat Fang Ling yang tidak sadarkan diri terbesit keinginan yang sama, dengan waktu yang hampir bersamaan Xiao Qing dan Xiao Bai hendak mencium Fang Ling untuk memberikannya nafas buatan.
"Adik, apakah kau lupa tata-kerama untuk tidak mendahului seseorang yang lebih senior dari mu,"Kata Xiao Qing sambil melipat kedua tangannya dan menatap Xiao Bai di sampingnya.
Merasa sama-sama kesal Xiao Qing dan Xiao Bai saling menarik rambut satu sama lain, sedangkan Ah Bai yang memperhatikan mereka dari jauh hanya menggelengkan kepala dan berjalan ke arah Fang Ling.
Tanpa di perintah oleh Fang Ling, Ah Bai memperbesarkan tubuhnya hingga sebesar harimau dewasa, Ah Bai berjalan dan menginjak dada Fang Ling beberapa-kali hingga pemuda itu mengeluarkan air sungai dalam jumlah banyak dari mulutnya.
Fang Ling langsung berdiri dan batuk beberapa kali untuk mengeluarkan air laut yang tersisa, setelah sadar Fang Ling di sambut oleh Xiao Bai dan Xiao Qing yang masih bertengkar hingga tidak sadar jika dirinya sudah kembali sadar.
"Ayolah apa yang kalian lakukan, kenapa kalian bertengkar,"Kata Fang Ling dengan suara sedikit serak sambil menggosok lehernya yang gatal.
Mendengar suara serak di hadapannya, Xiao Qing dan Xiao Bai langsung menoleh ke arah Fang Ling hingga saat Xiao Qing akan berbicara Xiao Bai langsung memotongnya,"Tuan kau sudah sadar, bagaimana keadaan mu ? apakah kau merasa tidak nyaman,"
"Tidak aku baik-baik saja, yang aku perlukan saat ini adalah pakaian yang layak, jika aku terus telanjang dada maka aku akan masuk angin,"Kata Fang Ling sambil menggigil kedinginan.
__ADS_1
"Sepertinya itu sedikit sulit, bagiamana jika kita kembali melanjutkan perjalanan ? sekarang hanya terdapat jalur lurus dengan hutan lebat di pinggir sungai, tidak mungkin untuk menerobos hutan tersebut,"Jelas Xiao Qing detail.
Mendengar penjelasan Xiao Qing dapat di pastikan jika pilihan saat ini hanyalah mengikuti jalur sungai, Fang Ling melompat dari perahu dan mengambil empat mayat hiu dan meletakkannya di atas perahu, untuk sekarang dirinya tidak bisa memasukan hiu itu ke dalam cincin dimensi karena ada Xiao Qing dan Xiao Bai bersamanya.
Perlahan perahu Fang Ling di dorong arus dan membawanya ke jalur sungai yang lurus, walaupun terlihat tidak berbahaya sungai itu masih memiliki bahaya yang tidak di ketahui contohnya Hiu yang di bunuh Fang Ling.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
Bersambung......
__ADS_1