Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Berakhirnya pertarungan


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Ratusan mayat berserakan di lantai dan sekitar panggung lelang, hanya ada beberapa ratus pendekar yang masih sanggup melawan Fang Ling.


Semula yang awalnya yakin mampu mengalahkan Fang Ling dengan mengandalkan jumlah lebih banyak, harapan itu seakan pupus saat ratusan orang yang tersisa kebingungan melihat Fang Ling berdiri tanpa luka.


Jubah tempur Fang Ling yang di dominasi tiga warna terlihat mengerikan setelah bersimbah darah, tidak ada lecet atau kerusakan sedikitpun di bagian luar dan dalam jubah-nya.


Fang Ling sendiri masih ingin main-main dan melakukan pembunuhan secara pelan-pelan, hal itu ia lakukan hanya sekedar untuk bersenang-senang serta mengibur diri.


Di mana saat kemampuan-nya di adu, hal itu malah menjadi sesuatu yang Fang Ling sukai. Semakin kuat lawan akan semakin membuat semangat di dalam hatinya menggelora.


Pada saat ini Fang Ling masih tetap menggunakan kemampuan tiga pedang, tetapi tidak lama kemudian dia menghilangkan dua pedang dan hanya menggenggam sebilah pedang es.


Total masih tersisa ratusan lawan yang mungkin jika di hitung memiliki total mencapai tiga ratus orang, itupun tidak termasuk mereka yang sudah terkena mental sehingga hanya menunggu waktu untuk mati.


Semua orang menjadi semakin gentar, nyatanya sebanyak apapun jumlah mereka tidak akan berpengaruh besar seakan mereka bukan apa-apa di mata Fang Ling jika masih memiliki kekuatan maksimal.


Jika saja setiap lawan Fang Ling tidak selalu bermain keroyokan, maka dapat di pastikan tidak akan ada yang mampu mengalahkan Fang Ling dalam duel satu lawan satu.


Meski sudah bertarung lebih dari dua jam. Nafas Fang Ling masih teratur, berbeda dengan ratusan lawannya yang nampak mulai kelelahan.


Fang Ling sengaja berhenti sejenak untuk memberi mereka waktu bernafas, sehingga saat mereka siap maka dapat mengeluarkan kemampuan terbaik dalam usaha melawan Fang Ling.


Karena berada di ujung tanduk di mana terdapat pilihan, maju mati mundur mati..Ratusan orang itu terpaksa kembali menyerang, daripada harus mati menjadi abu akibat dinding energi.


Fang Ling dengan santai menyambut semua serangan yang datang, tangan serta tubuhnya lihai dalam bergerak saat orang-orang menyerang secara bertubi-tubi.


Permainan pedang Fang Ling terlihat lambat meski yang sebenarnya terjadi adalah kecepatan tangannya yang terlalu cepat. Sampai-sampai setiap orang yang melihat akan beranggapan jika gerakan Fang Ling lambat.


Satu ayunan pedang dari Fang Ling setidaknya melukai satu atau dua orag dalam waktu bersamaan. Sehingga meskipun berada di dalam ruang lingkup sempit, Fang Ling masih dapat bergerak leluasa dengan memukul mundur orang yang berani maju.


Di saat semua orang tengah melawan ajal yaitu Fang Ling, seorang pria berperawakan tinggi berambut putih seperti pria tua sepuh menggunakan kesempatan itu untuk pergi ke belakang panggung.


Setelah berada di belakang panggung, pria tua itu berjalan menghampiri meja senjata. Sempat memilih-milih akhirnya pilihan pria itu tertuju pada pedang berwarna merah di dalam sebuah lemari kaca, di bagian luar kaca tertulis nama Pedang Infinix.

__ADS_1


"Pedang infinix yang legendaris...


Gumam pria itu dengan mata melotot, seolah di butakan oleh sesuatu yang sangat hebat.


Pria itu nekat membuka lemari kaca yang menyimpan pedang infinix di dalamnya, lalu dia menggenggam ganggang pedang Infinix yang memiliki panjang 60 sampai 80 Centimeter.


Tidak ada sesuatu yang aneh setelah pria itu menggenggam pedang tersebut, bahkan tidak jarang pria itu beberapa kali melakukan gerakan mengayun.


Hingga pada waktu yang hampir bersamaan, pria tua itu merasakan ada sebuah energi besar yang tercipta dari pedang infinix masuk ke dalam tubuh-nya.


Tiba-tiba tubuh pria tua yang awalnya ringki itu seketika berubah berotot, serta kekuatan pedang infinix mampu mengendalikan pikiran pengguna-nya.


Mata pria itu berubah menjadi merah terang, kali ini kesadaran diri pria itu berada di bawah kendali pedang infinix yang memiliki kekuatan hampir setara dengan pedang suci.


Pria sepuh itu tidak lagi bicara karena memang sudah mati, yang sekarang mengambil alih dan menggerakkan tubuhnya adalah kesadaran dari sesuatu di dalam pedang infinix.


Begitu sudah berada di bawah kendali pedang infinix, pria tua itu berjalan menuju ke lemari kaca lain yang menyimpan sebuah jubah tempur berwana merah di dalamnya.


Pria itu di tuntun untuk membuka lemari tersebut lalu menyentuh jubah tempur di dalam lemari, nampak di bagian luar pintu lemari kaca terukir nama jubah tempur dewa matahari.


Begitu di sentuh jubah itu tiba-tiba melekat di tubuh pria sepuh tersebut, lalu dengan cepat orang itu melesat Kembali ke pertarungan Fang Ling.


Fang Ling berdiri tegak menggenggam sebilah pedang di antara mayat-mayat, jubah serta rambut hitam-nya di penuhi dengan darah yang membuat dia nampak mengerikan.


Dari belakang Fang Ling merasakan ada sesuatu yang bergerak cepat ke arahnya. Benar saja, pria tua tadi tiba-tiba muncul dari belakang dan segera melakukan gerakan menebas yang langsung dapat Fang Ling tangkal dengan menahan serangan pria tersebut menggunakan pedang es.


Fang Ling terkejut melihat pedang dan jubah tempur yang pria itu gunakan. Dengan lincah pria sepuh itu melancarkan tendangan yang mendarat ke bahu Fang Ling, di mana membuat Fang Ling terpaksa melompat mundur.


Dengan jarak terpaut dua meter dengan pria tadi, Fang Ling menggunakan kesempatan itu untuk bernafas dan mengamati pria di depan.


Selama mengamati lawan Fang Ling selalu berbicara dengan diri sendiri untuk mencari celah, serta memikirkan kelemahan pria tersebut.


'Pedang itu tidak lain adalah pedang infinix yang Han Dong katakan. Tapi, aku tidak pernah menyangka jika kemampuan pedang tersebut hampir menyamai kemampuan pedang suci..


Fang Ling diam sejenak, dia menatap mata pria di depan.'Kurasa pria itu sudah mati, sekarang kesadaran tubuh pria itu berada di bawah kendali pedang infinix..Tidak menutup kemungkinan jika terdapat roh di dalam pedang itu, karena di lihat dari kemampuannya dapat di lihat jika pedang infinix menujukan ciri-ciri pedang yang memiliki roh."

__ADS_1


Perhatian Fang Ling teralihkan oleh jubah merah yang di gunakan pria di depan, lalu berkata di dalam hati.'Jadi itu jubah tempur dewa matahari..? Tapi kenapa sedikit aneh..Meski sudah berjarak lumayan dekat, aku tetap tidak bisa merasakan kekuatan dari jubah tempur tersebut seakan jubah itu sama sekali tidak memiliki kekuatan...


'Kurasa aku harus mengujinya sendiri.'Gumam Fang Ling di dalam hatinya. Fang Ling menciptakan lagi sebilah pedang es yang tadi sempat patah, lalu melesat ke arah lawan yang berdiri dua meter di depan.


Dengan sekuat tenaga Fang Ling melempar pedang di tangannya ke arah pria di depan, lalu Fang Ling menciptakan lobang portal tepat di hadapannya lalu masuk ke dalam portal tersebut.


Karena ada pedang yang melesat cepat ke arahnya, pria tua itu refleks melompat kesamping untuk mengindari pedang tersebut.


Dari belakang pria sepuh itu Fang Ling tiba-tiba keluar dari sebuah Holow hitam. Ternyata pedang tadi ia gunakan untuk mengalihkan perhatian musuh sehingga dia dapat melancarkan pukulan kuat tanpa bisa di hindar.


"Tapak Penghancur.!!


Fang Ling melakukan serangan seni tapak yang segera ia daratkan ke punggung pria sepuh di depan hingga membuat pria tua itu terpental jauh hingga menabrak dinding energi.


Benar saja apa yang Fang Ling pikirkan. Ternyata jubah tempur itu bukanlah jubah asli milik dewa matahari, melainkan jubah biasa yang di tempah oleh seseorang dari bahan biasa.


Hanya dengan satu pukulan dari Fang Ling jubah itu remuk hancur berkeping-keping, sementara mayat pria sebelumnya tidak lagi terlihat akibat menabrak dinding energi.


Setelah pertarungan singkat tersebut selesai, Fang Ling berjalan menghampiri pedang infinix yang tergeletak di lantai dekat dengan sebuah bongkahan tulang pria sepuh sebelumnya.


Fang Ling mengambil pedang itu dan memperhatikannya. Pedang itu bergetar seakan ingin melawan, diapun ingin mengambil alih tubuh Fang Ling namun malah masuk ke dalam dunia bawah. di sana roh pedang infinix yang berhujud seekor srigala merah di tatap oleh tiga naga berukuran besar.


Tatapan membunuh dari ketiga naga itu membuat bulu di tubuh serigala itu berdiri, hingga pada akhirnya roh pedang itu ketakutan setengah mati dan Kembali masuk ke dalam pedang infinix .


"Jangan menyulitkan dirimu sendiri.."Fang Ling berkata kepada roh pedang tersebut.


Pedang infinix hanya bergetar sebagai ucapan iya, lalu diapun tidak lagi bereaksi setelah berada di tangan Fang Ling.


Fang Ling memperhatikan pedang infinix lumayan lama, lalu menyimpan pedang itu ke dalam cincin dimensi sebab berencana menghadiahkan pedang infinix kepada Yen Siulan, karena seingat Fang Ling dia tidak pernah memberikan apa-apa kepada gadis kecil tersebut.


Fang Ling menghilangkan jubah tempur dan kembali menggunakan pakaian penjaga, diapun berjalan di antara mayat dan genangan darah menuju ke kurungan energi teman Fixie.


"Mungkin pertarungan ini adalah pertarungan terkahirku pada tahun ini, ah..Sudah beberapa lama aku meninggalkan sekte pedang bambu."


•Pendekar rajawali

__ADS_1


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...


__ADS_2