Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Membuat malu


__ADS_3

Sebelum kembali ke altar naga Fang Ling mengubah hujud nya yang kini adalah From naga es menjadi tubuh aslinya, kemudian diapun terbang kembali ke altar naga untuk menemui Mu Tong.


Sesudah kembali ke altar naga nampak pertarungan kembali berlanjut, sedangkan semua tetua kembali menonton di kursi khusus, Sementara itu di atas udara Fang Ling terbang merendah dan kembali duduk di samping Mu Tong.


Kehadiran Fang Ling bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi orang-orang yang telah mengenalnya, sementara orang lain begitu terkejut sampai-sampai tidak lagi menonton petarung hanya untuk memperhatikan Fang Ling.


"Sebenarnya aku malas menjadi pusat perhatian, tapi ya mau bagaimana lagi...Aku memang tampan,"Fang Ling melipat tangannya di depan dada sambil tersenyum kecil.


Mu Tong tersenyum kecut,"Kau ini ada-ada saja, jika tidak mau menarik perhatian seharusnya kau tidak melakukan hal-hal yang mencolok bagi orang-orang... Menurutku kau juga harus menggunakan topeng,"


"Kenapa harus menggunakan topeng ? Wajah ini adalah anugerah, aku tidak keberatan banyak orang mati karenanya... Apalagi sudah terlalu banyak pendekar yang menggunakan topeng, menurutku mereka terlalu berlebihan."


"Jika tidak mau menarik perhatian karena memiliki wajah yang tampan dan mau tidak mau harus menggunakan topeng, kenapa tidak sekalian hancurkan saja wajahnya itu,"Fang Ling tersenyum licik.


"Ternyata begitu, menurutku tidak seharusnya kita membenci penampilan kita sendiri dengan menutup-nutupinya. Jika di tutupi maka apa gunanya menjadi tampan, Ha Ha Ha..."Mu Tong tertawa lantang, membuat orang-orang kebingungan melihat tingkahnya.


Setelah puas tertawa hingga mengeluarkan air mata, Mu Tong menepuk pundak Fang Ling."Bagaimana dengan tuan muda yang tadi ? apa kau membunuhnya,"


Fang Ling menggeleng pelan."Tidak, aku gagal membunuhnya karena dia sudah berada di luar area sekte...Kurasa kegagalan mereka akan berdampak pada kedudukannya, tidak lama lagi mereka akan meminta maaf kepada raja benua salju abadi untuk menutupi kesalahan yang mereka lakukan,"


Mu Tong nampak sedang berpikir, dia mengusap janggutnya yang sudah lumayan panjang."Tentu saja, tentu saja. Itupun jika sang raja mau memaafkan, jika tidak dia tetap akan mati. Ha Ha Ha,"


Fang Ling pun ikut tertawa, hingga dari belakang Yu Niang dan kakaknya berjalan menghampiri Fang Ling. Yu Niang nampak terlihat sedikit lemas dan malu, sedangakan kakaknya nampak sangat bersemangat untuk menemui Fang Ling sambil menggegam tangan Yu Niang.


"Tuan, apa kita bisa berbicara sebentar ?"Yu Niang terlihat datar untuk menutupi rasa malunya.


Fang Ling berbalik kebelakang, dia menatap Yu Niang."Kau memanggil ku, nona ?"


Yu Niang mengangguk pelan agar terlihat elegan."Benar, akulah yang telah memanggil tuan. Di sini sangat ramai, apa bisa kita berbicara di tempat yang lebih sepi ?"


"Jika ingin membicarakan sesuatu kenapa kau tidak berbicara di sini saja, aku akan mendengarkan,"Fang Ling menaikan sebelah alisnya dan memasang wajah datar.


Yu Niang terlihat ragu,"Hanya saja..."


"Apa permintaan ku lebih berat dari permintaan mu, jika tidak mau berbicara, lupakan saja. aku masih banyak urusan dengan orang lain,"


"Tentu tidak tuan, baiklah aku akan berbicara,"


Fang Ling tersenyum kecil,"Katakan..."


Yu Niang mengangguk."Aku berencana untuk pulang ke kerajaan karena telah berhasil menjadi murid sekte, hanya saja di perjalanan nanti aku takut jika akan ada sesuatu yang menghadang kami seperti sebelumnya

__ADS_1


"Jika tidak keberatan, apa anda mau membantu kami untuk ikut dalam perjalan ini ?"Yu Niang terlihat sedikit memohon dan berharap agar Fang Ling mau membantunya.


Di luar dugaan Fang Ling terlihat tidak tertarik dan condong acuh, diapun berkata."Apa aku terlihat seperti pengawal bagimu ? Maaf tuan putri, banyak pendekar lain yang memiliki kemampuan setara dengan ku. Kenapa kau tidak meminta bantuan kepada mereka,"


"Bukan begitu tuan, kau memiliki kemampuan lebih kuat dari pada pendekar yang lain, dan lagi musuh kali ini sangat kuat dan tidak bisa kami kalahkan walaupun menyerang secara bersamaan,"


"Jadi sebelum ini kalian sudah bertemu dengan orang itu ?"Tanya Fang Ling.


Yu Niang mengangguk,"Iya."


"Lalu bagaimana kalian bisa selamat ?"Tanya lagi Fang Ling.


"Kebetulan saat itu kami sudah masuk area sekte naga langit, lalu entah kenapa orang-orang itu tidak berani mengejar kami setelah berada di area sekte,"


"Biarpun begitu aku tidak dapat membantumu tuan putri, ada satu orang istri dan dua orang anak yang menunggu ku di sana,"Fang Ling bersikap dingin karena sejak tadi Si Yulan telah menanganinya dari kejahuan. Karena itulah dia tidak dapat membantu dua orang gadis cantik itu.


"Begitu..."Meski terlihat dingin tanpa ekspresi, Yu Niang terlihat sangat kecewa sambil menundukkan kepala sehingga Fang Ling tidak sengaja melihat hal itu dan merasa kasihan kepadanya.


"Jika kalian memang dalam keadaan terdesak, kalian mungkin bisa meminta bantuan kepada Lang Ming,"


Secara mengejutkan tiba-tiba Lang Ming telah berdiri di samping Fang Ling."Apa ada yang memanggilku ?"


"Kebetulan sekali saudara Ming, kedua gadis ini minta di antarkan pulang ke kerajaan benua salju abadi. Sedangkan aku akan segera pulang bersama Lan'er saat malam hari nanti,"


Lang Ming tersenyum,"Tidak masalah, jadi apa kalian berdua mau aku antarkan pulang ?"


Yu Niang dan kakaknya terlihat sangat ragu mengingat Lang Ming bersedia mengantar mereka, sedangkan dia sendiri buta dan kemungkinan akan membuat perjalanan pulangnya menjadi lebih berat.


Menyadari hal itu Fang Ling segera tertawa,"Kalian terlalu mengagungkan penampilan seseorang. Lang Ming memang buta, tapi kemampuannya tidak berada jauh di bawahku,"


Sebenarnya Yu Niang masih terlihat sangat ragu namun karena Fang Ling telah berbicara seperti itu, diapun akhirnya mau di antar oleh Lang Ming.


Setelah kedua gadis itu setuju, Lang Ming segera tersenyum penuh makna sambil menjulurkan tangannya seolah meminta sesuatu.


"Nona sekalian, aku tidak sedermawan Saudara Ling, Karena bantuan ku tidaklah gratis,"


Yu Niang mengeluarkan beberapa koin emas dari kantong kulit yang di gantung di pinggangnya. Yu Niang pun memberikan koin emas itu kepada Lang Ming, segera Lang Ming berjalan memimpin mereka untuk pergi ke kerajaan benua salju abadi.


Sementara itu Fang Ling kembali melanjutkan pekerjaannya dengan menonton pertarungan yang masih terus berlanjut sampai saat ini.


Petarung yang di suguhkan cukup menegangkan, pertarungan ini juga selesai saat malam hari. Sekte naga lagi terlihat sangat indah karena malam itu, langit di penuhi dengan bintang indah yang berbentuk seperti aliran sungai.

__ADS_1


Alih-alih sepi, sekte naga langit semakin ramai oleh orang-orang yang enggan pulang. Orang-orang itu tetap tinggal karena masih ingin melihat keindahan sekte naga langit yang semakin indah saat malam hari.


Saat semua orang mulai meninggalkan tempat menonton pertarungan sebelumnya, Fang Ling pun juga melakukan hal yang sama dengan berjalan-jalan di sekitar altar naga yang memang sangat luas.


Awalnya Fang Ling ingin mencari Su Yulan karena ingin segera mengajaknya pulang, namu. saat dalam berjalan Fang Ling melihat penjual eskrim, diapun teringat kedua adik Su Yulan yang sangat menyukai benda itu.


"Mereka pasti menyukai eskrim itu, apa mungkin aku juga membelikan satu untuk Su Yulan ?"Gumam Fang Ling di dalam batinnya, diapun berjalan menghampiri penjual eskrim yang berada di depan dan terlihat juga cukup ramai anak-anak kecil yang mengantri untuk membeli.


Sesaat sampai Fang Ling terkejut karena di sana ada Mu Yang, gadis itu awalnya tidak sadar dengan kedatangan Fang Ling hingga diapun menoleh.


Begitu sadar jika kedua mata Fang Ling telah kembali normal Mu Yang terlihat kembali menyukai pemuda itu, apalagi kini dia telah menjadi semakin tampan daripada sebelumnya.


Mu Yang melambai,"Fang Ling, apa kau juga ingin membeli eskrim ?"


Menyadari sifat Mu Yang sebelumnya, Fang Ling tidak ambil pusing dan hanya mengiyakan perkataan Mu Yang sebelum dia memesan empat eskrim.


Mu Yang nampak terkejut karena Fang Ling membeli empat eskrim sekaligus."eh ? kenapa kau membeli empat eskrim, memangnya eskrim-eskrim itu untuk siapa saja,"


Fang Ling sebenarnya tidak mau mengubris perkataan Mu Yang sebelumnya, hingga dari belakang ia merasakan hawa kedatangan Su Yulan yang berjalan semakin mendekat ke arahnya.


Fang Ling tersenyum kecil,"Eskrim ini untuk mereka,"


Di saat yang sama Su Yulan datang,"Eh ? Ling'er kau ada di sini, apa yang kau lakukan ??


Saat melihat eskrim di tangan Fang Ling, kedua adik kembar Su Yulan menjadi semakin bersemangat. Mereka langsung menarik dan memeluk kaki Fang Ling.


"Aku ingin eskrim,"Su Luo nampak sangat imut sambil memeluk kaki Fang Ling.


"Aku juga mau eskrim,aku ingin rasa cocopandan,"Su Liang terlihat tidak kalah imut walaupun wajahnya sedikit datar dan terlihat seperti Su Yulan saat sedang marah.


Pemandangan indah bagi kaum jomblo itu membuat hati Mu Yang serasa terbakar, dia merasa sangat iri sekaligus salah sangka karena menganggap bahwa Su Yulan dan kedua adiknya adalah istri dan anak-anaknya Fang Ling.


Mu Yang memaksakan wajahnya agar mau tersenyum."Ba-baiklah, aku akan pulang sekarang,"


"Eh ? tapi kau belum bayar uang eskrimnya,"Kata Fang Ling dengan wajah polos tanpa dosa sedikitpun.


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Mu Yang kembali berjalan ke tempat penjual eskrim, diapun membayar penjual itu sebelum kembali berjalan pulang sambil mendudukkan kepala.


Note : ingat di bawah ini adalah bentuk dari hujud from naga es milik Fang Ling !!


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2