Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Mencari informasi


__ADS_3

Keesokan paginya.. Karena tidak kunjung menemukan Fang Ling di manapun, semua prajurit yang ada akhirnya menyerah dan mau tidak mau harus menerima hukuman yang sudah di berikan Quin Tariy.


Sementara di kediaman pribadi milik Quin Meriy..Kedua orang itu baru berhenti saat pajar menyingsing..Sehingga saat itu mereka berdua masih tertidur.


Entah karena sangat kelelahan..Quin Meriy merasa tubuhnya remuk membuatnya tidak nyaman dan akhirnya terbangun dari tidur.


Quin Meriy berjalan dengan keadaan tertatih-tatih sambil memegangi pinggangnya..Dia berjalan pelan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat kelelahan akibat pertarungan semalam.


Sedangkan Fang Ling yang sudah terlalu mabuk masih tertidur lelap.. Sebelumnya ia benar-benar tidak menyangka akan melakukan sesuatu yang tidak baik kepada istri seseorang.


Saat tercium bau harum dari kamar mandi..Perlahan kelompok mata Fang Ling terbuka dan merasa kebingungan dengan keadaannya kali ini.


"Apa..? dimana ini..Lalu kenapa aku bisa ada di sini."Fang Ling bangkit, dia duduk di samping ranjang seraya memegangi kepala dan berusaha mengingat kejadian sebelumnya.


Begitu Quin Meriy keluar dengan menggunakan daster tipis berwarna kehijauan..Fang Ling langsung teringat dengan kejadian tadi malam hingga membuatnya terkejut sekaligus menyesali perbuatannya yang tidak terkendali saat sedang mabuk.


Begitu sadar kesalahan yang telah di lakukannya..Fang Ling langsung bersujud di lantai..Sementara Quin Meriy hanya diam dan duduk di pinggir kasur, sambil menyisir rambutnya.


"Nona..aku benar-benar menyesal.. Saat itu aku sedang mabuk sehingga tidak sadar sudah melakukan tindakan tidak senonoh kepada mu."Fang Ling berujud beberapakali ke arah Quin Meriy.. Sedangakan perempuan itu hanya diam tanpa sepatah katapun.. Reaksi Quin Meriy membuat Fang Ling semakin panik dan tidak lagi tau harus berbuat apa untuk menembus kesalahan yang telah di lakukannya tadi malam.


"Kau tidak perlu meminta maaf untuk kejadian tadi malam..Sudah lama sekali terkahir kali aku melakukan itu bersama suamiku yang sudah beberapa tahun meninggal..Jadi tidak ada yang dirugikan atas kejadian tersebut."


Quin Meriy hanya tersenyum cerah kepada Fang Ling.. Walaupun sebenarnya dia sendiri yang ingin melakukan itu tadi malam..Tetap saja tidak mungkin seorang wanita mengakui perbuatannya.


Mendengar perkataan Quin Meriy membuat Fang Ling merasa senang sekaligus lega..Dia berencana langsung pergi hari ini juga untuk mengumpulkan informasi mengenai lelang hitam..Tetapi ia tidak tau harus mulai dari mana.


Fang Ling berdiri..Sementara Quin Meriy hanya terdiam malu melihatnya.. Karena saat itu Fang Ling masih telanjang bulat tanpa sehelai benang.


"Maaf nona..Aku tidak bermaksud menunjukannya kepadamu."Fang Ling berusaha menutupi adik kecilnya menggunakan kedua tangan.


Wajah Quin Meriy berubah merah, dia tidak menyangka jika benda itu masih berdiri setelah berjam-jam di gunakan."Dasar..Tunggu di sini, aku akan mencari pakaian untuk kau kenakan."Quin Meriy berjalan meninggalkan Fang Ling.


Karena berada di kediaman orang yang tidak di kenal..Fang Ling merasa canggung sekaligus tidak tau harus berbuat apa.

__ADS_1


"Sial apa yang sudah aku lakukan..Untung saja perempuan itu tidak marah."Gumam Fang Ling di dalam hatinya.


Fang Ling berjalan-jalan melihat kediaman pribadi Quin Meriy yang sangat luas..Diapun mengeluarkan banyak koin emas sebagai balasan kepada Quin Meriy karena sudah mau membantunya.


"Yaa..Emas sebanyak apapun tidak bisa membuat kejadian ini menjadi lebih baik..Aku benar-benar menyesal."Fang Ling menghela nafas panjang.. Kemudian dia membuat pakaian bagus menggunakan ketiga elemennya..Sehingga pakaian itu memiliki corak kepala naga dengan warna khas dari ketiga elemennya.


Setelah rapih Fang Ling melesat keluar dari jendela.. Kemudian dia melompat dari atap ke atap lain hingga akhirnya berhasil keluar dari kediaman keluarga Quin.


Saat itu Quin Meriy baru saja kembali dan segera masuk ke kamarnya dengan membawa pakaian bagus..Tetapi saat sudah sampai ia tidak menemukan Fang Ling dimana pun kecuali tumpukan emas di atas kasur.


"Anak yang polos..padahal aku sendiri yang mengajaknya melakukan hal itu."Batin Quin Meriy, sambil tersenyum menatap jendela yang masih terbuka tempat Fang Ling melarikan diri sebelumnya.


Sementara di jalanan kota..Fang Ling menjadi pusat perhatian orang-orang yang lewat..Dia sendiri berencana mencari informasi tentang lelang hitam.


"Hei lihat... Bukankah dia adalah pemuda yang di beli nona Quin Tariy kemarin sore..?"


"Kurasa benar...Tetapi dia terlihat sangat tampan dengan pakaian itu, nampak seperti keluarga bangsawan."


"Tempat apa yang sering di kunjungi oleh orang.."


Tiba-tiba mata Fang Ling melebar, dia menemukan sebuah petunjuk untuk memulai pencarian mengenai lelang hitam. Tujuan pertama Fang Ling adalah kedai.. Tempat itu pastinya sering di kunjungi oleh orang-orang untuk bertukar informasi.


Langsung saja Fang Ling bergegas mencari kedai terdekat..Di sudut jalan ia melihat satu kedai yang sangat ramai di kunjungi oleh orang-orang..Fang Ling pun memutuskan untuk mulai dari kedai itu.


Saat masuk ke dalam kedai Fang Ling langsung mencari tempat kosong.. Kebetulan tempat di dalam kedai tersebut terbilang lumayan luas..Sehingga Fang Ling tidak kesulitan dalam mencari kursi kosong yang berjarak cukup jauh dari pembeli lain.


Hal itu di lakukan Fang Ling untuk menjaga privasi bagi penanya dan yang menjawab..Fang Ling memesan secangkir arak biasa.. Kebetulan sekali yang melayani Fang Ling kali ini adalah pemilik kedai itu sendiri.


"Paman Tolong satu gelas arak.Ah...tidak, maksud ku dua gelas arak."Kata Fang Ling, begitu pemilik kedai tersebut menghampirinya.


"Baik, tuan."


Pemilik kedai itu berpikir Fang Ling adalah anak dari keluarga ternama karena penampilannya yang lumayan mencolok..Sehingga pemilik kedai itu sedikit segan sekaligus juga menghormati Fang Ling.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian.. Pemilik kedai itu kembali dengan membawa dua gelas arak yang di pesan Fang Ling sebelumnya..Tetapi pemilik kedai itu juga merasa bingung karena tidak ada orang yang datang bersama Fang Ling sedangkan pemuda itu memesan dua gelas arak.


Dengan sopan pria paruh paya itu meletakan pesanan Fang Ling di atas meja.. Kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Tuan, dengan siapa anda akan minum..? Sedangkan anda hanya sendirian."Kata pelayan itu seraya menundukkan sedikit kepalanya.


"Ini untukmu paman."Kata Fang Ling, sambil tersenyum penuh makna.


Pemilik kedai itu semakin kebingungan."Untuk ku..??"


"Benar paman... Sekarang duduklah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu."


Pemilik kedai itu merasa sedikit ragu dan takut..Tetapi mau tidak mau diapun terpaksa mengikuti perintah itu dan duduk berhadapan dengan Fang Ling.


"Maaf Tuan muda jika perkataan ku menyinggung mu...Tetapi sebelumnya aku ingin bertanya, apakah aku sudah melakukan kesalahan..??"


Fang Ling menggeleng."Tidak paman..Kau tidak melakukan kesalahan apapun...Aku hanya ingin bertanya mengenai lelang hitam yang akan di selenggarakan di suatu tempat."


Begitu mendengar kata lelang hitam..Wajah pemilik kedai itu menjadi tegang dan sangat ketakutan seolah-olah Fang Ling sudah menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak di tanyakan.


Melihat reaksi pemilik kedai itu Fang Ling menyimpulkan sesuatu."Apa paman mengetahui segala sesuatu yang terkait dengan lelang hitam..?"Tanya Fang Ling.. Tetapi kali ini dengan nada yang terdengar dingin.


Masalah mengenai lelang hitam sudah cukup membuat pusing pemilik kedai tersebut.. Apalagi pernyataan Fang Ling yang sensitif semakin membuatnya ketakutan.


"Tuan muda..Aku tidak bisa mengatakan masalah mengenai lelang hitam.. kuharap anda bisa mengerti."Kata pemilik kedai tersebut dengan tubuh bergetar hebat.


Pembicaraan Fang Ling dan Pemilik kedai tersebut tidak sengaja di dengar oleh pembeli lain..Semua pembeli itu memiliki tubuh tegap serta tidak segan-segan menunjukkan berbagai macam senjata yang di bawa mereka.


Semua orang itu beranjak dari kursi masing-masing dan berjalan menghampiri meja Fang Ling..Sementara sisanya menutup pintu dan jendela kedai tersebut.


Total orang-orang itu hampir mencapai tiga puluh orang...Jika di lihat-lihat dari perawakannya yang kasar, semua pria itu berada di tingkat pembentukan Roh..Tetapi sebenarnya hanya sedikit dari mereka yang sudah berada di tingkat itu dan sisanya masih nyantol di tingkat pembentukan Inti.


"Hanya bertanya kenapa harus ada pertumpahan darah...Ya.. jika itu mau kalian maka akan ku berikan."

__ADS_1


__ADS_2