Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lepasnya kekangan terbesar Fang ling


__ADS_3

Hari itu di habiskan Fang ling dengan bermain di pinggiran sungai bersama Su Yulan, mereka memutuskan untuk pulang saat hari sudah mulai gelap dan bulan mulai menampakkan diri.


Saat berada di perjalanan pulang, Fang ling merasa ada perasaan yang kembali muncul saat sudah lama menghilang dari dalam hatinya. Dia berpikir jika ada suatu yang membuatnya bahagia di ujung jalan dan di ujung pedangnya suatu hari nanti.


"Mencari kebahagiaan di dunia yang sudah hancur, apakah bisa ? Batin Fang ling Tersenyum kecil menatap Su Yulan di sampingnya yang terbang cukup dekat dengannya.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali, di ujung awan mulai nampak altar naga yang di tinggali semua orang. namun dari kejauhan, Fang ling melihat sebuah keramaian di depan Kediaman Yen


Chun.


Merasa ada yang janggal dengan lautan manusia yang ada di depan kediaman Yen Chun, Fang ling memutuskan untuk mendarat secepatnya untuk memastikan apa yang sedang terjadi.


Di depan kediaman Yen Chun, ribuan pendekar yang mengawal putri Su Yulan tiba-tiba datang untuk menanyakan keberadaan Su Yulan yang seharusnya sudah di dalam perjalanan kembali ke sekte gunung tengkorak.


"Kalian sudah lalai dalam menjaga putri Su Yulan ! maka jangan salahkan kami Jika sekte kalian akan rata dengan tanah," Seorang pendekar berperawakan tinggi berbadan besar, terus mengeluarkan hawa tempur untuk menekan Yen Chun.


"Tenang, kalian semua jangan gegabah... mungkin saja Su Yulan sedang pergi bermain bersama Fang ling karena pemuda itu juga tidak ada," Kata Yen Chun mencoba untuk bersikap tenang menghadapi tingkah semua pendekar di hadapannya.


Beberapa saat beradu kata-kata, orang yang di maksud dan yang sedang di cari semua orang nampak terbang mendekat ke arah semua orang. Luo tang yang melihat Fang ling baru pulang setelah larut membuatnya marah, dengan menjewer telinga Fang ling dengan kuat.


"Kau dari mana saja ! guru mencari mu kemana-mana...bahkan semua tetua hampir kehilangan harapan, karena sudah gagal mencari mu," Fang ling melepaskan hukumannya, setelah Fang ling meminta maaf dan menceritakan semuanya kepada dirinya.


Yen Chun mengelus jenggotnya, karena sudah mengerti apa yang sedang terjadi dengan Fang ling." ini semua hanya kesalahpahaman...Yang penting Su Yulan kembali dengan selamat begitu juga dengan murid kami Fang ling."

__ADS_1


"Benar, Jika kalian mau...kalian bisa menginap di sini dan melanjutkan perjalanannya besok," Usul luo Ming dengan anggukan kepala Yen Chun menandakan setuju dengan usul yang di berikan.


Ribuan prajurit tersebut membungkuk dan meminta maaf kepada semua orang,"Jika anda tidak keberatan, kami akan sangat senang untuk menginap di sini."


Semua orang tertawa kencang, karena sudah berhasil menyudahi permasalahan mereka yang hampir saja menciptakan sebuah peperangan. Yen Chun menyuruh istrinya dan semua istri dari tetua bambu untuk memasang dengan posisi yang sangatlah banyak.


Semua orang nampak sedang bersenda gurau, bersama orang-orang sambil menikmati pemandangan malam di altar naga yang begitu indah, membuat ribuan pendekar Su Yulan berdecak kagum melihat pemandangan itu.


Fang ling yang pulang terlambat, masih di hukum luo tang dengan melakukan gerakan dasar penggunaan pedang. sampai membuatnya kelelahan dan menjadi bahan hiburan untuk semua orang yang melihatnya dengan mata berdecak kagum melihat gerakan Fang ling yang sudah sempurna.


"Guru aku lelah...apakah boleh menyudahi ini," Fang ling nampak kelelahan dan mencoba meminta maaf kepada luo tang yang nampak masih marah.


"Lakukan satu kali lagi, maka kau boleh beristirahat," Fang ling memukul kedua kaki Fang ling menggunakan cabang pohon untuk memberikan nya pelajaran agar tidak kembali terlambat lagi.


Setelah beberapa saat, Fang ling Berhasil menyudahi hukuman dari luo tang. dirinya berjalan ke kursi yang berada dekat dengannya, karena merasa lelah.


"fang ling, aku membawakan mu makanan," Yen Siulan memberikan mangkuk yang di bawanya untuk di berikan kepada Fang ling.


Fang ling merasa hatinya sangat sakit, mengingat kematian Yen Siulan. namun dirinya tetap merasa jika melakukan kekerasan kepada gadis itu hanya akan membuatnya merasa semakin bersalah.


Dengan ragu-ragu, Fang ling meraih mangkuk yang di berikan Yen Siulan dan perlahan memakan makanan yang ada tanpa berterimakasih sedikitpun. Namun Yen Siulan hanya tersenyum cerah, karena Fang ling sudah mau menerima pemberiannya dan itu cukup membuatnya merasa bahagia.


Yen Siulan duduk di samping Fang ling, hingga membuat Fang ling sedikit terkejut dan juga gemetar seolah sedang merasakan kehadiran pembunuh.

__ADS_1


"Yen Siulan aku sedikit lelah... aku ingin segara beristirahat," Fang ling berjalan hendak meninggalkan Yen Siulan dengan membawa mangkuk yang sudah kosong.


Yen Siulan menarik lengan pakaian Fang ling sambil menundukkan kepalanya,"apakah kau bisa memberitahuku, kenapa kau terus menghindar dari ku."


"alasan nya adalah, karena aku. kau mati dan aku tidak cukup kuat untuk menatap mata mu... karena begitu membuat ku merasakan sakit hati yang amat sangat," kata Fang ling, namun Yen Siulan nampak bingung dengan apa yang di Katakan dirinya.


"Jadi kau lebih memilih menjadi seorang pengecut ? seseorang yang tidak sanggup menatap kesalahan terbesarnya, dengan alasan tidak sanggup...kau sangat lemah," Kata Yen Siulan.


Fang ling hanya bisa menangis, dirinya menerima semua yang di katakan Yen Siulan karena semua itu memang benar. Seorang pria pengecut, meninggalkan sekte nya sendiri saat melakukan peperangan dan juga meninggalkan Istrinya yang sedang mengandung untuk lebih memilih kabur seperti seorang pengecut yang sangat hina.


"Jika aku memiliki dosa besar di kehidupan pertama, apakah kau mau memaafkan ku ? fang ling mulai menangis mengingat kebodohan dan kebohongan yang dirinya ciptakan untuk memalsukan kematian Yen Siulan.


Yen Siulan menarik tangan Fang ling dan memeluknya dengan lembut,"Tentu saja aku akan memaafkan mu,"


Fang ling memeluk Yen Siulan semakin kuat dan menangis dengan keras, seolah sudah berhasil mengalahkan kekangan terbesarnya. Dia merasa terlahir kembali saat Yen Siulan memaafkan nya, walaupun hanya sekedar memaafkan, itu lebih dari cukup membuat Fang ling begitu bahagia.


Semua orang yang melihat drama itu, hanya menonton mereka dengan wajah datar. karena semua pendekar yang mengawal Su Yulan adalah seorang lajang yang sudah sangat hebat dan di akui di semua benua.


"Siapa yang sedang memainkan drama ? kata seorang pendekar.


"Bersabarlah aku juga merasakan hal yang sama," Semua pendekar kembali menonton drama itu dengan tatapan iri dan juga ada yang merasa kesal dengan diri sendiri, karena belum menemukan perempuan yang cocok.


Su Yulan yang awalnya ingin membawakan makanan untuk Fang ling menghentikan langkahnya, saat melihat Yen Siulan sedang memeluk Fang ling di depan semua orang. Su Yulan hanya menunduk dan memakan makanan yang bawa seorang diri, sambil berdecak kesal dengan Yen Siulan.

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2