PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
TELAGA BERAIR JERNIH


__ADS_3

Yu Ming terdiam mendengar jawaban pasti dari roh putih gaib, yang lebih dia percaya.


Di saat Yu Ming sedang ragu, tiba-tiba bayangan wajah Ru Meng muncul di dalam pikirannya.


Gadis itu sedang tersenyum lembut, memberikan dukungan semangat dan tekad buat Yu Ming .


Begitu bayangan itu muncul, Yu Ming pun berkata,


"Baiklah senior putih, katakan saja apa yang harus aku lakukan.."


"Aku sudah siap..


Roh gaib putih mengangguk pelan dan berkata,


"Tidak sulit, masih seperti biasa.."


"Pergunakan kekuatan Hei Pai Shi Phi, untuk menghancurkan seluruh sambungan tulang mu.."


"Lepaskan semua nya, kemudian baru hancurkan satu persatu ruas tulang di seluruh tubuh mu.."


"Mulai dari ujung kaki, ujung tangan hingga seluruh tulang di tubuh mu.."


"Terakhir adalah tengkorak kepala dan tulang leher mu.."


"Setelah semua tulang di hancurkan hingga tidak bersisa."


"Kamu baru gunakan energi Hei Pai Shi Phi, untuk menyambungnya kembali."


"Setelah semua proses ini selesai, maka sempurna lah sudah tulang mu.."


"Tapi sebelum kamu memulai menempa tulang mu, sebaiknya pergunakan kekuatan Hei Pai Shi Phi untuk menyegel mulut Goa.."


"Selama proses berlangsung, tubuh mu berada dalam titik terlemah, tidak boleh terganggu sedikitpun.."


"Untuk menghindari gangguan sekecil apapun, mulut Goa ini harus di segel.."


"Bagaimana kamu masih ingatkah dengan ilmu menyegel suatu tempat...?"


Tanya Roh putih gaib, sambil menatap Yu Ming dengan serius.


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Aku tahu.. Aku akan mencobanya mudah mudahan bisa.."


Yu Ming terlihat berjalan ke mulut Goa, lalu dia mendorong sepasang tangan nya kedepan.


Segera muncul energi hitam dan putih, membentuk sebuah jaring raksasa, menutupi mulut Goa.


Jaring jaring raksasa itu, perlahan lahan menutupi seluruh mulut Goa.


Setelah seluruh mulut Goa tertutup rapat oleh jaring raksasa.


Dari luar, mulut Goa tidak lagi terlihat.

__ADS_1


Kini tempat itu terlihat seperti sebuah tebing batu tebal, yang menutupi seluruh mulut Goa.


Ini adalah segel kamuflase, segel dengan kekuatan energi terendah, tapi memilki efektifitas yang tinggi.


Setelah segel terbentuk, Yu Ming pun kembali ke bagian dalam Goa. Bersiap untuk memulai penempaan tulang.


Sesaat kemudian seluruh Goa mulai di penuhi oleh suara teriakan kesakitan Yu Ming .


"Arggghhh...!"


Untungnya mulut Goa telah di segel, suara Yu Ming tidak terdengar di luar sana.


Yu Ming yang awalnya bergulingan kesana kemari mengalami kesakitan hebat.


Akhirnya tergeletak diam, tidak mampu bergerak lagi.


Dia hanya bisa meringis dan merintih kesakitan, sesekali dia akan berteriak keras akibat rasa nyeri yang sulit tertahankan.


Yu Ming mulai berteriak keras, saat sambungan tulangnya mulai di paksa lepas dari tempatnya.


Setelah semua sambungan tulang nya terlepas, selanjutnya adalah tahap meremukkan setiap ruas tulang di tubuh Yu Ming .


Proses ini jauh lebih menyakitkan lagi, Yu Ming yang sudah tidak kuat menahan rasa nyeri di tubuhnya.


Akhirnya dia jatuh pingsan, kehilangan kesadarannya.


Tapi saat dia terbangun dari pingsan, Yu Ming langsung kembali berteriak kesakitan.


Hingga akhirnya, dia kembali jatuh pingsan .


Tidak tahu berapa kali Yu Ming pingsan, bangun. Lalu pingsan lagi.


Kejadian itu terus berulang, hingga akhirnya seluruh ruas tulang di tubuh Yu Ming, telah di remuk kan semuanya oleh kekuatan Hei Pai Shi Phi.


Perlahan-lahan kini tulang tulang yang sudah remuk itu mulai di bentuk.


Di tahap ini, Yu Ming tidak lagi merasakan sakit.


Dia hanya merasakan seluruh tubuhnya, selain lidah dan biji mata, lainnya tidak ada yang mampu dia gerakkan.


Yu Ming terbaring diam tak bergerak, dengan seluruh tubuh basah keringat.


Berbeda dengan proses meremukkan tulang yang terjadi jauh lebih cepat.


Proses pembentukan dan penempaan ulang seluruh ruas tulang Yu Ming , berjalan dengan sangat lambat.


Begitu pula proses penyambungan kembali sambungan tulang nya yang terlepas.


Semua terjadi dengan sangat lambat, waktu detik demi detik terus berlalu.


Pagi berganti siang siang berganti malam.


Tidak terasa waktu satu minggu pun berlalu.

__ADS_1


Tepat di hari ketujuh pagi, segel kamuflase terlihat mulai terbuka.


Setelah segel di buka, mulut Goa pun mulai terlihat kembali.


Beberapa saat kemudian dari mulut Goa, terlihat Yu Ming berjalan keluar dengan langkah ringan.


Sesaat kemudian Yu Ming terlihat melesat cepat meninggalkan mulut Goa, yang selama ini menjadi tempat pertapaan nya.


Yu Ming terus bergerak cepat meninggalkan hutan misterius yang sarat dengan bahaya.


Yu Ming memilih kembali ke tempat posisi awal, di mana dia bertemu dengan Bayi Siluman Kelinci .


Saat Yu Ming tiba di sana, puluhan bayi Siluman kelinci segera berlarian masuk kedalam semak belukar.


Mereka segera menghilang dari tepian telaga, Yu Ming sendiri terlihat berjalan dengan langkah santai menghampiri tepian telaga.


Setelah melepaskan seluruh pakaiannya, Yu Ming dengan tubuh baru nya, yang terlihat jauh lebih kurus tapi padat berisi.


Dia berjalan memasuki telaga, untuk berendam dan membersihkan diri di sana.


Yu Ming menggunakan sebatang belati kecil, untuk mencukur habis seluruh bulu liar, yang tumbuh subur menutupi sebagian besar wajahnya.


Setelah mencukur bersih seluruh bulu liar di wajahnya, Yu Ming pun membasuh wajahnya dengan air telaga yang jernih.


Hingga seluruh wajahnya bersih kembali seperti sebelumnya, Yu Ming bercermin sebentar di air telaga yang jernih.


Dia tersenyum puas, lalu Yu Ming melanjutkan dengan menyelam kedasar telaga.


Sesaat kemudian Yu Ming tidak lagi terlihat di sana, di tempat tersebut air telaga kembali terlihat tenang.


Yu Ming tahu tahu sudah muncul di bagian tengah yang agak menjauhi tepian sungai di mana tadi dia berendam.


Di bagian tengah telaga, Yu Ming berenang kesana kemari dengan bebas seorang diri.


Sesekali dia akan menyelam kekedalaman dasar telaga yang dingin dan agak gelap.


Karena telaga itu ternyata, bagian dasarnya begitu dalam, hingga sinar matahari sulit menembus kebawah sana .


Yu Ming yang penasaran dengan dalamnya dasar telaga, dia terus menyelam kebawah dan kebawah.


Saat Yu Ming berhasil mencapai dasar telaga, Yu Ming segera mengeluarkan sebutir mutiara malam, yang mengeluarkan cahaya emas.


Begitu mutiara itu di keluarkan dari gelang penyimpanannya, suasana gelap gulita di dasar telaga.


Seketika terang benderang, Yu Ming melihat di sebelah depan sana adalah puluhan sumber mata air, yang terus menyemburkan gelembung air naik ke atas permukaan bebatuan yang menjadi lapisan dasar telaga.


Selain sumber mata air yang terus menyembur keatas, di kiri kanan Yu Ming dan hamparan luas di kejauhan sana.


Sepanjang mata memandang adalah rerumputan bawah air yang panjang dan tumbuh subur di dasar telaga.


Rerumputan hijau yang panjang dan melambai lambai di permukaan air, membuat mata yang melihatnya terasa sejuk dan tenang .


Yu Ming yang merasakan di bagian punggungnya ada sesuatu yang sedang mengintai nya.

__ADS_1


Dia segera memutar badannya menghadap ke belakang.


__ADS_2