
Tapi di sisi lain, dia juga harus menghormati keputusan suaminya demi nama baik keluarga.
Di dalam rumah dia boleh berkuasa, tapi di luar rumah tentu dia harus menjaga wajah suaminya.
Sambil menangis sedih Nyonya Siao berkata,
"Putri ku,.. suamiku.. kalian jangan keras kepala seperti ini.."
"Yang Ni menurutlah pada ayah mu dulu, ada apa ibu akan bantu kamu bicarakan baik baik.."
"Tak perlu seperti ini.."
Yang Ni menatap ibunya dengan sedih dan berkata
"Ibu,.. maafkan Yang Ni ibu.."
Hanya kata kata itu, yang bisa keluar dari mulut gadis itu.
Yang Ni kemudian menarik tangan Yu Ming dan mengajaknya untuk berlalu dari sana, dengan wajah basah airmata.
Yu Ming terpaksa mengikutinya dengan wajah bingung dan seba salah.
Tiba tiba Li Tek membentak keras,
"Yu Ming beranikah kamu menerima tantangan duel dari ku..!?"
Yu Ming menghentikan langkahnya dan menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sayangnya masalah ini tidak bisa di selesaikan dengan sekedar duel.."
"Dia orang bukan barang yang bisa di perebutkan lewat duel.."
"Begini saja, paman bibi aku akan menanti kalian di bukit sebelah sana.."
Ucap Yu Ming sambil menunjuk kearah bukit yang terlihat dari sana, terletak di arah Utara..
"Hanya paman dan bibi yang lain jangan ikut, nanti disana semua akan jelas.."
"Semuanya akan dapatkan jawaban yang memuaskan.."
Ucap Yu Ming dengan suara tenang.
Setelah itu dia langsung membawa Yang Ni ikut dengan nya, menghilang dari sana.
Dengan ilmu langkah cahaya, siapapun jangan harap bisa mengejarnya bila dia tidak berkehendak .
Yu Ming sudah memutuskan akan membantu Yang Ni menceritakan semua nya secara berterus terang.
Sisanya biar orang tuanya yang memutuskan.
Sedangkan Yang Ni Yu Ming juga akan sekali lagi menjelaskan dengan tegas posisi hati dan perasaannya.
Itulah keputusan yang Yu Ming akan ambil.
Yu Ming dalam waktu singkat sudah tiba di bukit yang dia tunjuk.
Yu Ming segera menurunkan Yang Ni dan berkata,
"Yang Ni kita tunggu mereka di sini saja.."
Yang Ni menatap Yu Ming dengan tatapan mata penuh haru dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terimakasih Yu Ming ke ke.."
"Maaf aku jadi menyeret mu, kedalam kekacauan hidup ku.."
Ucap Yang Ni merasa menyesal.
Yu Ming tersenyum dia berkata,
"Kamu adalah teman, membantu teman tak perlu ada ucapan terima kasih segala.."
"Aku hanya ingin kamu tahu satu hal, aku tidak bisa membawa mu turut serta.."
"Aku juga tidak mungkin bisa menerima perasaan mu, karena perasaan ku sudah ada yang isi.."
"Aku orang yang sudah berkeluarga, hal itu aku sudah pernah cerita pada mu.."
"Aku harap kamu bisa mengerti dan memahami kesulitan ku.."
Ucap Yu Ming serius.
Yang Ni mengangguk pelan tanpa berkata-kata. Hanya air mata yang menitik jatuh kebawah, saat dia menganggukkan kepalanya.
Yu Ming hanya bisa menghela nafas panjang, sambil berjalan menjauhi Yang Ni.
Agar gadis itu punya tempat luang yang lebih lega untuk berpikir dengan jernih.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya pasangan pendekar hitam putih tiba di tempat itu.
Setelah melihat mereka berdua tiba di hadapannya.
Yu Ming pun berkata,
"Paman ikutlah dengan ku kita bisa berbicara di sebelah sana.."
Selesai berkata tanpa menunggu respon jawaban mereka.
Yu Ming sudah lebih dulu memilih mengambil tempat yang berlawanan arah dengan posis Yang Ni berada.
Pendekar Yang dengan penuh penasaran, dia segera bergerak mengejar kearah Yu Ming pergi.
Setelah pendekar Yang berada di hadapannya, Yu Ming segera mengambil tempat duduk di bawah.
Dia duduk dalam posisi bersila menghadap kearah pendekar Yang.
Pendekar Yang juga mengambil posisi duduk yang sama, sambil menghadap ke arah Yu Ming .
Setelah mereka berdua duduk berhadapan, Yu Ming pun mulai membuka cerita tentan Yang Ni dan semua kejadian yang di alami nya.
Termasuk dirinya waktu itu, ingin menenangkan guncangan perasaan gadis itu.
Dia memenuhi permintaan gadis itu untuk bertanggung jawab menikah dengan nya, dengan syarat khusus.
Yu Ming menjelaskan semuanya tanpa memperdulikan wajah Pendekar Yang yang berubah ubah dan terlihat sangat terpukul, setelah mendengarkan keseluruhan cerita dari Yu Ming .
Yu Ming setelah menyelesaikan ceritanya dia berkata pelan,
"Paman ketahuilah diantara kami tidak ada apa apa.."
"Kami hanya berteman saja, aku adalah orang yang sudah berkeluarga..aku sudah punya istri.."
"Jadi aku tidak mungkin menganggu Yang Ni.."
__ADS_1
"Aku harap setelah paman mendengar semuanya,.paman bisa bersikap bijak tidak memaksa Yang Ni lagi.."
"Biarkanlah dia temukan sendiri pria yang benar benar bisa menerima kondisinya.."
"Pria yang tidak akan mengungkit ungkit masalah itu di kemudian hari, apapun yang terjadi di antara mereka.."
"Karena masalah seperti itu butuh pengertian dan rasa cinta yang besar.."
"Tidak semua pria bisa menerima nya dengan mudah.."
Ucap Yu Ming serius.
Pendekar Yang tidak berkata apa apa, dia hanya mengangguk pelan dengan sepasang mata merah dan terlihat sedikit berkaca kaca.
Yu Ming menepuk pelan pundak pendekar Yang dan berkata,
"Jaga perasaan nya, dia lebih rapuh dan lebih menderita dari siapapun.."
Pendekar Yang tiba tiba mengangkat kepalanya menatap kearah Yu Ming penuh harap dan berkata,
"Ming er,.. aku lihat kamu sangat paham dan mengerti keadaan putri ku.."
"Aku juga yakin, kamu adalah pria yang bisa menerima keadaannya.."
"Putri ku juga kelihatannya sangat menyukaimu.."
"Bagaimana bila kamu ambil putri ku menjadi istri mu, bantu kami menjaganya .."
"Mau jadi yang kedua atau ke berapa pun kami tidak masalah.."
"Bagaimana menurutmu..?"
Yu Ming menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa paman maafkan Ming Er.."
"Bukan Ming er berkeberatan dengan keadaan Yang Ni, juga bukan Yang Ni kurang sempurna.."
"Ini adalah prinsip keadilan dan kesetiaan, aku tidak bisa melakukan sesuatu yang akan menyakiti perasaan dan kepercayaan istri ku.."
"Saya harap pengertiannya.."
Pendekar Yang menghela nafas panjang dia mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah aku paham.. terimakasih Ming er.."
Yu Ming bangkit berdiri, dia menoleh kearah Yang Ni yang masih sedang menangis sedih di dalam pangkuan ibu nya.
Nyonya Siao juga terlihat sangat terpukul, sama seperti yang di alami oleh suaminya.
Yu Ming berdiri diam disana menunggu sampai ibu dan anak itu selesai melepaskan beban duka di hati mereka.
Dia baru menghampiri mereka dan berkata,
"Bibi Yang Ni, aku rasa sampai di sini saja.."
"Aku harus permisi pergi menyelamatkan Hua er yang sedang dalam bahaya.."
Nyonya Siao mengangguk pelan dan berkata,
"Terimakasih banyak Ming er,.. kamu hati hatilah di jalan.."
__ADS_1
Yu Ming mengangguk pelan.