
Peta itu terukir di dinding peti mati batu, yang di gunakan untuk mengurung Roh gaib kegelapan pertama.
Yu Ming mengeluarkan alat tulis dari dalam gelang nya, lalu sambil ikut berbaring di dalam peti batu.
Yu Ming mencoba untuk melukis ulang peta yang tertera di dinding peti batu itu.
Yu Ming melukisnya dengan teliti, setelah selesai, Yu Ming mencoba memeriksa ulang dengan lebih teliti.
Agar jangan sampai ada yang terlewat, sehingga dia kesulitan menemukan lokasi makam kedua tersebut.
Setelah yakin tidak ada kesalahan, Yu Ming baru melompat keluar dari dalam peti batu.
Tidak lama kemudian sudah terlihat Yu Ming berlompatan ringan di atas tiang pilar, yang sebelumnya tenggelam kedalam lahar, saat di gunakan oleh Yu Ming beberapa waktu yang lalu.
Kini saat Yu Ming ingin meninggalkan altar peti batu, pilar pilar itu sudah muncul kembali diatas permukaan lahar.
Yu Ming kembali menggunakan pilar pilar itu untuk menyeberangi lautan lahar panas.
Tanpa kesulitan berarti Yu Ming akhirnya berhasil juga tiba di bagian tepi jurang, yang berbatasan langsung dengan lautan lahar.
Di mana portal cahaya menunggu Yu Ming tidak jauh dari tepian tersebut.
Yu Ming segera berlari cepat, kemudian melompat masuk kedalam portal cahaya tersebut.
Begitu masuk kedalam portal cahaya, tubuh Yu Ming langsung lenyap tak berbekas.
Saat muncul lagi, Yu Ming sudah kembali ke tempat, di mana pohon Bodhi besar itu berada.
Setelah Yu Ming sepenuhnya keluar dari balik portal cahaya, pohon Bodhi besar yang terbelah dua, kini bergerak sendiri, kembali saling menyatu.
Yu Ming saat mengedarkan pandangannya. Dia sedikit was was, saat melihat kawanan Tao Tie mulai bergerak mendekatinya dari segala penjuru.
Di bagian terdepan di pimpin oleh Raja Ratu Tao Tie bersayap yang bisa terbang.
Tapi saat jarak antara Yu Ming dan Raja ratu Tao Tie tinggal 10 meter.
Saat dia melihat tubuh Yu Ming di selimuti oleh hawa kegelapan dari Hei Shi Phi dan aura roh gaib kegelapan pertama.
Raja Ratu Tao Tie, segera bergerak mendarat keatas tanah, bersujud di hadapan Yu Ming tanpa di minta.
Melihat sikap pimpinan rombongan mereka melakukan hal itu.
__ADS_1
Tao Tie bawahan nya, segera mengikuti darii belakang sana, semuanya bersujud dengan penuh hormat kearah Yu Ming dengan kepala tertunduk ke bawah.
Yu Ming awalnya sedikit heran, tapi akhirnya dia teringat bait tulisan Xia kuno di luar peti batu.
Dia segera paham, mengapa mahluk mahluk ganas itu, kini begitu takut dan tunduk dengan nya.
Yu Ming tanpa banyak bicara, segera melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat tersebut dengan santai.
Mahluk mahluk itu secara otomatis langsung menyibak sendiri, memberi jalan ke Yu Ming , agar dia bisa melewati tempat itu dengan mudah.
Yu Ming berlompatan ringan menuju bagian puncak bukit, meninggalkan kawasan lembah yang di penuhi oleh Tao Tie.
Dia segera bergerak menuju salah satu mulut Gua yang pernah dia gunakan saat datang ketempat ini.
Melewati lorong panjang dan bagian perut Gua, Yu Ming akhirnya kembali ke tepi mulut sumur di mana dia pernah terjatuh ke bawah dulu.
Dengan beberapa kali lompatan ringan menjejak dinding Sumur tersebut.
Yu Ming akhirnya berhasil kembali ke mulut pintu batu, yang akan membawanya meninggalkan makam kuno.
Dengan menggunakan kunci emasnya, pintu batu segera terbuka sendiri.
Begitu Yu Ming keluar dari balik pintu, pintu itu dengan cepat menutup kembali.
Memisahkan dunia misterius di dalam sana, yang penuh dengan Tao Tie yang sangat berbahaya dari umat manusia .
Yu Ming menatap sekeliling makam kuno itu sebentar, sekejap kemudian dia sudah melanjutkan langkahnya melewati pintu samping meninggalkan tempat tersebut.
Hingga kembali lagi ke mulut Gua yang tertutup air terjun.
Dari sana Yu Ming langsung melompat ke bawah menuju kolam air terjun.
Yu Ming tidak mau lagi mengulangi cara nya dulu, mencoba terbang dengan pedang Xuan Yuan, yang mengakibatkan dirinya terluka parah .
Kini dia memilih cara konvensional, membiarkan dirinya terjatuh kedalam kolam air terjun di bawah sana, cara ini jauh lebih aman.
"Byuuur...!"
Air telaga muncrat tinggi, saat Yu Ming mendarat kedalam telaga, yang menampung air terjun tersebut.
Yu Ming yang tenggelam hingga kedasar telaga, dia tinggal menendangkan kedua kakinya di dasar telaga.
__ADS_1
Seketika tubuhnya langsung meluncur naik keatas, hingga muncul di permukaan telaga.
Yu Ming sekalian memanfaatkan air telaga yang bersih untuk membersihkan diri nya, dari darah kering Tao Tie, yang telah bercampur dengan darahnya sendiri, menempel hampir di seluruh tubuh rambut dan kepalanya.
Setelah bersih, Yu Ming baru berenang kepinggir telaga, di mana tempat itu pernah di gunakan oleh ke 6 murid senior Thian Cien Pai menyiksanya.
Yu Ming berganti pakaian bersih, setelah itu dia segera bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Langkah kaki Yu Ming akhirnya membawanya kembali kekota Shoucun.
Kedatangan Yu Ming segera di sambut heran dan kaget oleh seluruh penduduk kota itu, yang kini di pimpin oleh Jendral Xiang.
Sedangkan Jendral Zhuo dan Jendral Meng, mereka berdua bertindak menjadi wakil pelaksana nya Jendral Xiang .
Mereka bertiga saat mendengar laporan dari anak buah mereka.
Mereka bertiga segera bergegas keluar dari gedung balai kota, untuk pergi menemui Yu Ming .
Pertemuan mengharukan segera terjadi, antara Yu Ming dengan ketiga mantan bawahan nya itu.
Mereka bertiga segera maju untuk merangkul Yu Ming secara bersama sama.
Sesaat mereka berempat saling berangkulan tanpa ada kata kata yang keluar, selain rasa gembira dan haru menyelimuti perasaan mereka.
Beberapa waktu kemudian Yu Ming segera diarak oleh penduduk kota Shoucun menuju balai kota.
Seluruh kota merayakannya dalam suasana suka cita, penuh kegembiraan.
Yu Ming pangeran yang sangat mereka hormati dan banggakan ternyata masih hidup.
Tentu saja kabar ini menyebar luas dengan cepat. seluruh penduduk kota Shoucun dan penduduk wilayah sekitarnya.
Beramai ramai mereka berdatangan berkumpul dikota Shoucun, untuk mengikuti acara perayaan kembali nya Yu Ming bersama mereka.
Yu Ming tidak menolak mereka membuat perayaan untuk nya, dia hanya menyarankan ke Jendral Xiang, agar tidak melakukan perayaan berlebihan.
Terutama jangan sampai menguras dana cadangan dan dana pembangunan, untuk percepatan pembangunan kota Shoucun, dan wilayah desa di sekitarnya.
Usulan Yu Ming di terima baik oleh ketiga bawahan setia nya, sehingga mereka benar benar hanya membuat perayaan makan makan sederhana, dari hasil panen dan dari hasil peternakan mereka masing masing.
Masing masing penduduk saling ikut menyumbang secara suka rela, sehingga tidak ada pemborosan kas negara, maupun paksaan yang akan memberatkan siapapun dalam pesta perayaan tersebut.
__ADS_1