
Belum pernah sekalipun menggunakan kekerasan paksaan dengan kekuatan. Berhasil melepaskan gelang gelang yang membelenggu dirinya .
Di dalam hati Yu Ming di liputi keraguan, tapi sepanjang perjalanan beberapa bulan ini.
Tidak sedikit Yu Ming membantu umat manusia yang mengalami kesulitan.
Juga menginsafkan banyak penjahat yang melakukan pekerjaan merampok membunuh.
Tapi kini gelang yang tersisa satu itu, tetap saja tidak bergeming.
Yu Ming menjadi benar benar ragu, apa yang sebenarnya harus dia lakukan agar belenggu terakhir ini bisa terlepas sepenuhnya.
Selagi Yu Ming di dalam kamar sedang termenung memikirkan cara melepaskan belenggu terakhirnya.
Kapal layar yang di bawah kendali paman Luo sudah kembali ke wilayah daratan tengah.
Kapal mereka saat ini sedang merapat di pelabuhan Hang Zhou.
Setelah kapal sepenuhnya merapat, paman Luo secara pribadi mendatangi kamar pribadi Yu Ming .
Paman Luo dari luar sana mengetuk pelan pintu kamar beberapa kali,
"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"
Yu Ming di dalam sana langsung sadar dari lamunannya.
Dia segera menoleh kearah pintu kamar dan berkata,
"Pintu tidak terkunci masuklah..!"
Sesaat kemudian pintu kamar pun terbuka, paman Luo melangkah masuk kedalam kamar.
Menghampiri Yu Ming dan berkata dengan penuh hormat,
"Tuan muda Wu Ming kapal kita saat ini sedang merapat di pelabuhan besar kita Hang Zhou.."
"Apa tuan ada minat, untuk ke darat sana jalan jalan, menghilang kan sumpek.."
"Setelah berbulan bulan kita melakukan perjalanan di laut.."
Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,
"Saat ini belum kepikiran, tapi tidak tahu nanti ."
"Berapa hari rencana kita akan mengisi perlengkapan dan kebutuhan perjalanan kita berikutnya..?"
Paman Luo tersenyum sabar dan berkata dengan sopan,
"Mungkin sekitar 3 sampai 4 hari.."
"Itu waktu yang cukup.panjang.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah paman Luo, terima kasih informasinya.."
"Nanti kalau aku ingin turun baru turun, tapi sekarang belum.."
"Tolong suruh bagian dapur saja hantarkan makanan ke kamar ku.."
"Aku ada sedikit lapar.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
Paman Luo mengangguk dan menjura kearah Yu Ming .
"Baik tuan muda, kalau begitu aku permisi dulu.."
"Silahkan Paman Luo,..terimakasih..."
Jawab Yu Ming singkat.
Setelah paman Luo mengundurkan diri dari kamar Yu Ming .
Tidak lama kemudian. bagian dapur sudah datang mengantarkan makanan buat Yu Ming .
Masakan diatas kapal itu, lain tidak ada tapi kalau ikan besar udang besar dan cumi besar.
Mereka tidak pernah kekurangan persediaan, karena setiap kali mereka kehabisan persediaan.
Yu Ming akan turun tangan turun ke laut membantu mereka menangkap'nya.
Semua hasil laut itu, agar awet akan Yu Ming bekukan semuanya dengan tapak es surgawi.
Dengan begitu persediaan mereka akan bisa awet hingga berminggu Minggu.
Saat inipun di hadapan Yu Ming tersaji ikan bawal putih steam, udang besar, dan cumi cumi masak saos cabai.
Yu Ming makan nya tidak banyak dan tidak terlalu pemilih, masakan seperti ini sudah lebih dari cukup baginya.
Selesai makan, sisa makanan dan peralatan makan, Yu Ming letakkan di depan kamar.
Lalu dia segera kembali kedalam kamar untuk melanjutkan meditasi nya.
Tiga hari kapal berlabuh, Yu Ming sekalipun tidak pernah turun dari kapalnya.
Pagi itu, di hari keempat Yu Ming di dalam kamar mendengar suara ribut-ribut di luar.
Saat keluar dari dalam bilik kapal, Yu Ming melihat paman Luo dan beberapa anak buahnya sedang berdebat dengan sekelompok orang kasar yang berpakaian preman.
Orang orang itu jelas bukan penduduk lokal, melihat tubuh mereka yang tinggi besar, rata rata lebih dari dua meter.
Yang hitam hitam sekali, berambut ikal ataupun kepala di plontos botak.
Yang putih putih sekali, seperti mayat hidup dengan rambut dan alis mata semua berwarna kuning keemasan.
Mereka semua mengenakan celana yang sangat ketat, hingga perkakas mereka yang seperti kepala ular besar, terlihat mencolok dan terlihat menjijikkan sekali di pandangan mata Yu Ming .
Melihat mereka dan paman Luo, terlihat sedang terlibat perdebatan seru.
Yu Ming segera berjalan menghampiri paman. Luo dan berkata,
"Paman Luo apa yang terjadi ?"
"Siapa mereka ini..?"
Melihat Yu Ming sudah hadir di sana, paman Luo pun segera berkata,
"Begini tuan muda Wu Ming,.."
"Mereka ini adalah orang asing dari negeri jauh di barat sana.."
"Mereka datang kemari ingin menyewa kapal kita agar berlayar ke barat.."
"Aku sudah jelaskan ke.mereka kapal kita tidak di sewakan.."
"Minta mereka ke kapal lain saja.."
__ADS_1
"Tapi mereka tidak mau, mereka ngotot mau menyewa kapal kita mengantar mereka ke barat.."
Yu Ming mengangguk mengerti, lalu berkata,
"Apa paman ada jelaskan arah tujuan kita adalah selatan bukan barat..?"
Paman Luo mengangguk cepat dan berkata,
"Tentu ada, aku juga sudah jelaskan berulang ulang ."
"Tapi tidak tahu mereka ini bebal atau pura pura bebal, mereka tetap saja terus memaksa.."
"Mereka ini sungguh meresahkan dan sangat menganggu."
"Padahal muatan barang sudah selesai, sebentar lagi kita sudah bisa berangkat.."
"Tapi gara gara mereka tidak mau turun dari kapal, perjalanan jadi tertunda.."
"Benar benar bikin repot dan kesal orang orang asing ini.."
Keluh Paman Luo menjelaskan ke Yu Ming .
Tapi selagi paman Luo menjelaskan duduk perkara ke Yu Ming .
Di sana malah sudah terjadi keributan antara anak buah kapal yang tidak sabar dengan beberapa orang asing itu.
Dari adu mulut, berubah menjadi saling adu jotos, tentu saja saat adu jotos terjadi.
Anak buah kapal yang bertubuh kecil bukanlah lawan orang orang asing itu.
Hanya dalam beberapa gebrakan anak buah kapal sudah di buat pontang panting jatuh bergelimpangan di atas lantai.
Salah satu pria asing berkulit putih melontarkan kata kata mengejek dengan bahasa Han yang kaku..
"Dasar pesakitan dari timur..!"
"Mulut lebih keras daripada kepalan..!"
"Aku jadi ingin melihat manusia manusia kerdil yang jago bermimpi dan berkhayal ini.."
"Apa kemampuan beka diri kalian lebih hebat dari kepalan tangan kalian .?!"
Mendengar ucapan yang menghina dan tindakan yang semena mena.
Yu Ming segera maju menghampiri si muka pucat dan berkata,
"Tuan siapa nama mu, ada masalah bisa bicara dengan baik baik.."
"Tak perlu langsung menggunakan kaki tangan untuk bicara.."
"Ini sangat tidak sopan.."
Si muka pucat menoleh kearah teman temannya di belakang sana dan berkata,
"Kalian lihat,.. ini muncul lagi satu badut kecil, berani mengatai kita tidak sopan.."
"Sungguh cari penyakit..!"
Ucap pria muka pucat itu sambil tertawa-tawa.
Rekan rekannya pun ikut tertawa dan berkata bersahutan.
"Sudah Biden habisi saja kucing sakit itu..!"
__ADS_1
"Buat apa banyak bicara dengan nya..?!"