PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
6 GADIS THIAN CIEN PAI


__ADS_3

Saat tiba di halaman depan Thian Cien Pai , Wang Wu pun berkata,


"Ming Er dari sini kamu lanjutkan lah pertualangan mu sendiri.."


"Kamu tidak perlu ikut dengan ku kembali ke Cing Lung San lagi.."


"Jaga diri mu baik baik.."


Selesai berpesan, Wang Wu langsung terbang meninggalkan tempat tersebut, menuju puncak Cing Lung San, yang letaknya berseberangan dengan letak puncak Feng Huang San.


Yu Ming mengejar kearah gurunya dan berkata,


"Guru,..! apa kamu mengusir dan tidak menginginkan Ming Er karena sikap Ming Er tadi..!?'


Wang Wu mengeluarkan tawa kerasnya dan berkata,


"Ha..ha..ha..!"


"Tidak,.. bukan itu Ming Er.., ada bertemu tentu ada berpisah..!"


"Bila berjodoh kita tentu akan bertemu lagi..!"


"Guru tidak membawamu kembali, karena di sini guru sudah tidak tahu mau ajarkan ilmu apa pada mu..!"


"Kamu sudah menamatkan nya, jadi kamu carilah pengalaman sendiri diluar sana, lewat pertualangan mu sendiri..!"


Ucap Wang Wu dari seberang puncak sana, dengan pengerahan Chi Kung nya, suaranya bisa terdengar jelas oleh Yu Ming.


Meski posisi Wang Wu sudah tiba kembali di depan pondoknya.


Yu Ming mengangguk patuh, tanpa berkata-kata, Yu Ming kembali menjatuhkan diri berlutut menghadap kearah Cing Lung San.


Yu Ming bersujud tiga kali di sana dengan penuh khidmat.


Beberapa waktu kemudian, Yu Ming sudah mulai menuruni Feng Huang Shan.


Dengan kemampuan Yu Ming saat ini, meski dia harus menuruni puncak dengan tangan kanan tergantung lemah tak berdaya.


Yu Ming tetap bisa melakukan nya dengan sangat mudah.


Dengan berlompatan ringan mengandalkan fisik dan ketangkasan nya.


Sesekali di bantu dengan tangan kirinya menahan tonjolan di dinding curam.


Yu Ming akhirnya berhasil tiba juga di lereng gunung yang datar, dan ada jalan setapak yang bisa di gunakan untuk tiba di kaki gunung Feng Huang San.


Tanpa terasa langkah kaki Yu Ming telah membawanya tiba di tepi sebuah aliran sungai, yang tidak terlalu dalam, tapi air yang mengalir di sana sangatlah jernih.


Sehingga batu batu didasar sana terlihat jelas dari posisinya berdiri.


Di sana Yu Ming berhenti untuk sekedar mencuci muka, bersantai sejenak melepas lelah, sebelum kemudian kembali melanjutkan perjalanan nya.


Saat ini Yu Ming belum punya arah tujuan, Yu Ming masih meraba raba jalan mana, yang akan membawanya kembali ke desa Dan Yang.


Dia sudah rindu ingin bertemu dengan ayah dan ibu angkat, serta neneknya.


Kini Yu Ming merasa dirinya sudah cukup kuat, dia tidak perlu lagi takut dengan orang orang yang berkuasa di Dan Yang.

__ADS_1


Bila mereka berani macam macam, Yu Ming tidak akan sungkan sungkan menghajar mereka semua.


Setelah mencuci muka dan beristirahat beberapa waktu di tepi sungai.


Yu Ming mulai berjalan menyusuri tepian sungai, dia mencari cari jembatan penyebrangan, yang pernah di lewatinya bersama Ji Lian Hua dan pelayan nya.


Saat mereka dulu membawanya naik ke Feng Huang San menggunakan tandu darurat.


Berpikir sampai di situ, Yu Ming jadi teringat dengan kehidupannya beberapa waktu ini di puncak Feng Huang Shan sebagai budak.


"Siapa kira kira yang setiap malam selalu mengirimkan makan untuk ku..?"


"Mungkinkah Hua Er yang melakukan nya,? bila ya, berarti insting dari hati terdalam nya masih ada aku.."


"Meski dia sendiri tidak ingat lagi.."


Gumam Yu Ming seorang diri sambil terus melangkah.


Akhirnya Yu Ming berhasil menemukan jembatan yang di carinya.


Dari kejauhan jembatan tersebut mulai terlihat, Yu Ming segera mempercepat langkah kakinya.


Dia setengah berlari menghampiri jembatan tersebut.


Tapi saat tiba di dekat jembatan, melihat ada 3 murid wanita berseragam Thian Cien Pai menanti nya.


Senyum Yu Ming seketika hilang, dia sadar masalah telah tiba.


Bila tangan kanannya tidak cedera, tentu dia tidak perlu cemas dengan kehadiran mereka.


Tapi kini kondisi lengan kanannya masih cedera, menghadapi mereka bertiga.


Tapi Yu Ming juga tidak ada jalan mundur, karena tiba tiba dari arah belakang kembali muncul 3 murid lainnya.


Yu Ming memilih tidak jadi naik keatas jembatan, dia berdiri dengan tenang, menanti kedatangan lawannya.


Tidak terlihat kapan Yu Ming mencabut Golok Naga Emas, dari sarung yang tergantung di punggungnya.


Tahu tahu Golok pemberian gurunya tersebut, sudah berada dalam genggaman tangan kirinya.


Sambil bersiaga Yu Ming berkata,


"Kakak kakak semuanya menanti ku di sini, ada keperluan apa kah..?"


"Sudah tahu masih banyak tanya ?!"


"Tentu saja kami di sini mengikuti perintah guru kami, untuk mengambil nyawa bajingan lancang seperti kamu ini..?!"


Bentak salah satu dari tiga gadis yang berada diatas jembatan.


Setelah dia mengeluarkan bentakan, seperti di komando.


Mereka bertiga dengan kompak langsung melayang turun dari atas jembatan menghampiri Yu Ming.


"Singggg...!"


"Singggg...!"

__ADS_1


"Singggg...!"


Orangnya belum tiba, tiga berkas energi pedang sudah melesat mengejar kearah Yu Ming.


Satu mengincar kepala, dua mengincar kaki, semua berlangsung dengan sangat cepat.


"Naga Emas Menuju Alam Liar..!"


Yu Ming segera melompat mundur dengan sebelah tangan kiri terbuka kesamping.


Dia melayang mundur seperti seekor burung besar dengan sayap tunggal.


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


Terjadi ledakan di tiga tempat, di dekat posisi awal Yu Ming berdiri.


Serangan mereka tidak mengenai sasaran, Yu Ming sudah terbang mundur menghindari serangan.


Belum juga Yu Ming mendarat dari arah belakang, Yu Ming kembali menangkap ada pergerakan menyerang nya.


Yu Ming segera bergerak meliuk liuk seperti seekor ular Naga, menghindari serangan, mengikuti insting dan pendengaran nya.


"Cuittt..!"


"Cuittt..!"


"Cuittt..!"


Tiga batang pedang bercuitan, satu mengincar tengkuk, dua yang lainnya masing masing mengincar punggung dan pinggang.


Liukan tubuh Yu Ming membuat dia berhasil menghindari tiga serangan sekaligus, yang lewat dua Cun disekitar tubuhnya.


Setelah serangan mereka lewat didekat tubuhnya, Yu Ming yang menggenggam goloknya secara terbalik menghadap kebawah.


Dengan gerakan sangat cepat, dia mengibaskan goloknya kearah pergelangan tangan ketiga gadis yang menyerang nya dari belakang.


"Naga emas mengibaskan ekor..!"


Kibasan golok kuat menimbulkan angin berkesiur, membentuk bayangan ekor Naga, segera menerjang kearah mereka bertiga..


Ketiga gadis itu melepaskan pedang di tangan mereka, sambil membuang diri bersalto kebelakang.


Sambil bersalto mundur, dengan gerakan sangat indah, mereka mengendalikan pedang mereka dengan energi Chi mereka.


"Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!"


"Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!"


"Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!"


"Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!" "Cuiiitt...!"


Tiga batang pedang berseliweran menyerang Yu Ming dari berbagai arah.

__ADS_1


Suara bercuitan pedang membelah udara, terdengar di sekitar tubuh Yu Ming.


Pedang pedang itu di kontrol dari jarak jauh, untuk mengejar dan menyerang Yu Ming dengan ganas.


__ADS_2