
Begitu Yu Ming mencoba untuk melihat ke sekitarnya, ternyata hari sudah gelap.
Suara keributan itu berasal dari tempat yang agak jauh dari tempat dia beristirahat.
Dari cahaya kelap kelip di kejauhan sana, Yu Ming menebak kemungkinan itu adalah cahaya yang berasal dari penerangan obor.
Yu Ming yang merasa penasaran, dia segera melesat kearah cahaya lampu kerlap kerlip di kejauhan sana.
Dengan beberapa kali lompatan, mengandalkan kekuatan fisiknya.
Yu Ming akhirnya tiba di lokasi, di mana keributan sedang berlangsung.
Yu Ming memilih bersembunyi di balik rerimbunan dedaunan sebatang pohon besar.
Dari sana Yu Ming mengamati situasi dahulu, untuk memastikan keadaan.
Sesaat mengamati, Yu Ming segera menemukan adanya Ji Lian Hua hadir di sana, bersama serombongan pengawal.
Mereka sedang mengawal dan menjaga sebuah kereta kuda, dan beberapa kereta barang dari serangan sekelompok orang tak di kenal, yang berpenampilan kasar.
Meski Ji Lian Hua dan bawahannya terlihat jauh lebih hebat kemampuan bela dirinya.
Tapi karena para pengeroyok begitu banyak, mereka tetap terlihat keteteran.
Terutama anak buah Ji Lian Hua, dalam waktu singkat saja, sudah ada beberapa yang tewas di hujani senjata oleh para pengeroyok.
Ji Lian Hua sendiri berulang kali melepaskan ilmu Pedang Langit Pemusnah Kekuatan Semesta, untuk memaksa mundur rombongan perampok itu.
Tapi karena jumlah musuh terlalu banyak mereka juga terus menerjang tanpa henti.
Akhirnya Ji Lian Hua memutuskan tidak mengerahkan ilmu dahsyat, yang sangat menguras tenaga itu.
Dia memilih menggunakan Pedang Langit nya yang memancarkan hawa dingin.
Membeku kan siapa saja, yang berani mencoba mendekatinya.
Hasilnya jauh lebih efektif dan tidak terlalu menguras tenaga.
Cara ini memang efektif buat Ji Lian Hua, tapi tentu saja tidak efektif buat melindungi bawahannya.
Melihat anak buahnya semakin banyak yang tewas, Ji Lian Hua permainan pedangnya menjadi terpengaruh.
Dia mulai terus terdesak, oleh senjata tombak para pengepungnya yang sangat banyak .
Yu Ming yang bersembunyi di rerimbunan pohon, sudah tidak bisa berpangku tangan lagi.
Kini dia sudah yakin pihak mana yang harus dia bantu.
Yu Ming begitu melesat keluar dari balik pepohonan, dengan tubuh masih melayang di udara..
Dia langsung memainkan jurus,
"Tebasan Pedang Xuan Yuan Cahaya Emas..."
Begitu jurus ini di lepaskan, terlihat sinar pedang emas yang tak terhitung jumlahnya.
Bergerak berseliweran menembus tubuh para perampok.
Ribuan perampok tumbang dengan tubuh berlubang di tembus oleh energi pedang cahaya emas.
Melihat kejadian yang berlangsung begitu cepat, dalam sekejab saja ribuan anak buahnya tumbang.
__ADS_1
Pimpinan rampok yang terdiri dari 3 bersaudara, mereka segera meniupkan kulit keong besar.
Memberi tanda agar pasukan rampok mundur kembali kedalam hutan.
Pasukan perampok itu dengan teratur segera bergerak masuk kembali kedalam hutan.
Dengan berlindung dalam Kegelapan malam, dalam waktu sekejab saja, pasukan rampok sudah menghilang dari sana.
Yu Ming sendiri tidak menyangka, setelah Hei Pai Shi Phi kini menyatu dengan nya.
Ilmu pedangnya mengalami peningkatan pesat di banding sebelumnya.
Setiap saat dia menggunakan pedang Xuan Yuan di tangan nya.
Pedang Xuan Yuan juga dapat memberikan sumbangsih energi Dewa sampai 10% mengalir masuk ke tubuh nya.
Tapi semua kegembiraan ini, hanya berada dalam hati Yu Ming , di luar dia tetap bersikap biasa saja.
Yu Ming mendarat ringan di samping Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er kamu tidak apa-apa?"
Ji Lian Hua segera menyimpan pedang nya, lalu memberi hormat kearah Yu Ming.
"Terimakasih Ming Ke ke, kamu kembali lagi menyelamatkan ku..."
Ucap Ji Lian Hua sambil menatap Yu Ming lekat lekat.
Dia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa kagum nya lagi terhadap Yu Ming .
Yu Ming tersenyum canggung dan membalas menjura,
"Semua cuma kebetulan saja.."
"Makanya aku datang kemari untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.."
"Sebenarnya apa yang terjadi, kamu sedang mau kemana ."
Tanya Yu Ming sambil lalu.
"Aku di tugaskan oleh ayah ku, untuk mengawal paman ku Zhou Gong, Ji Dan kembali ke kampung halamannya."
"Di sini kami malah di serang oleh kelompok perampok itu.
Tapi dari segi jumlah dan keteraturan mereka dalam bergerak maju dan mundur."
"Aku menebak mereka kemungkinan bukan perampok dalam arti sebenarnya."
"Mereka lebih mirip pasukan pemberontak.."
Ucap Ji Lian Hua mengemukakan kecurigaannya.
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Kemungkinan itu bisa jadi.."
"Lalu apa rencana mu selanjutnya.?"
"Di mana letak kampung halaman paman mu ?"
Tanya Yu Ming .
__ADS_1
"Keluar dari hutan ini kearah barat, menyeberangi sungai Wei, kami akan tiba di kampung halaman paman ku.."
Jawab Ji Lian Hua.
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Jarak itu masih jauh, dengan jumlah pasukan yang tersisa begini.."
"Aku khawatir bila mereka kembali datang menyerang, kalian akan kesulitan.."
Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,
"Terimakasih Ming ke ke, tapi setelah keluar dari hutan ini, akan ada paman Li Jing yang menyambut kami dengan pasukannya.."
"Jadi tidak akan terlalu berbahaya lagi.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu aku temani kalian hingga keluar dari hutan ini saja.."
"Bagaimana..?"
"Terimakasih Ming ke ke, tapi ini jadi merepotkan mu.."
Ucap Ji Lian Hua berbasa basi, padahal dia sangat gembira.
Ada Yu Ming yang mengawal tentu akan jauh lebih aman bagi dia dan rombongannya.
"Tidak apa apa, aku juga tidak sedang terburu-buru.."
"Bila kita lanjutkan perjalanan sekarang, besok pagi mungkin sudah bisa keluar dari hutan ini.."
Ucap Yu Ming .
Di saat mereka berdua sedang berbincang bincang, terlihat seorang pria berusia 40 an tahun.
Berjalan menghampiri mereka, dengan di temani oleh seorang gadis cantik yang berpakaian ala putri istana.
Pria itu adalah Ji Dan paman nya, Ji Lian Hua.
Dia adalah adik keempatnya Ji Fa.
Sedangkan gadis di sebelahnya adalah putrinya Ji Ping.
Ji Dan paman Ji Lian Hua dan putrinya setelah berada di dekat Yu Ming .
Mereka segera menjura kearah Yu Ming dan Ji Dan langsung berkata dengan sikap hormat,
"Terimakasih Pendekar muda, hari ini untung saja ada anda .."
"Bila tidak kami semua tentu akan celaka.."
"Kalau boleh tahu, pendekar muda ini..?"
Yu Ming segera membalas penghormatan Ji Dan dan berkata,
"Nama ku Yu Ming , panggil saja nama ku langsung, paman tak perlu memanggil ku pendekar muda segala.."
"Aku masih terhitung saudara seperguruan dengan Hua er ."
"Yu Ming .. Yu Ming...Ehh bukankah anda ini Pangeran Chang An, putra pertama Adipati Xiong Yi dari Chu..?"
__ADS_1
Ucap Ji Dan sambil menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh kagum.