
Pedangnya yang besar, selalu berhasil menangkis setiap serangan Ji Lian Hua dengan baik.
Dia terus menangkis dan menunggu kesempatan tiba. Baru melepaskan serangan pamungkasnya.
Dalam satu kesempatan yang di tunggu nya, Ji Lian Hua datang dengan 4 bayangan menyerangnya dari 4 arah.
Pemuda itu mutar cepat pedang besarnya mengelilingi tubuhnya, merontokkan serangan bayangan Ji Lian Hua yang mengurung nya.
Saat pedang utama Ji Lian Hua terpental oleh tangkisan kuat pedangnya.
Saat itu pula dia memberikan tebasan kuat kearah perut Ji Lian Hua.
Pedang Ji Lian Hua sedang terpental keatas, sehingga datangnya pedang hitam besar itu menghantam deras ke perut .
Tidak mungkin dan sempat Ji Lian Hua menggunakan pedang langit untuk menahan serangan tersebut.
Ji Lian Hua terpaksa sambil terbang mundur, dia menggunakan telapak tangan kirinya yang terisi Chi penuh, untuk menangkis serangan tersebut.
"Blaaarrrr...!"
Ji Lian Hua terpental mundur, tangan kirinya terkilir oleh benturan keras dengan pedang hitam pemuda itu.
Tangan kiri Ji Lian Hua terlihat tergantung lemas tak mampu di gerakkan lagi.
Sedangkan tubuhnya terpental mundur kebelakang bagaikan layangan putus tak terkendali.
Melihat hal itu, pemuda itu langsung melesat cepat menghilang dari posisinya.
Kemudian dia muncul diatas kepala Ji Lian Hua, bersiap menggunakan sepasang tangannya yang menggenggam erat gagang pedang hitam.
Untuk memberikan tebasan pamungkas mengakhiri perlawanan Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua hanya bisa pasrah mengangkat pedang langit melintang keatas. Untuk menahan serangan dahsyat tersebut, dengan sepasang mata terpejam rapat .
Dia tidak berani melihat dan membayangkan hasil akhir dari benturan keras tersebut.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi Ledakan keras yang luar biasa dahsyat, Ji Lian Hua merasa tubuhnya menjadi ringan dan hangat.
Tapi dia tidak lagi merasakan apapun,
"Ehh matilah aku..?"
Batin Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua dengan sedikit ragu membuka sebelah matanya, dia sedikit kaget melihat yang terpental terbang menjauh adalah pemuda itu
Sedangkan dirinya baik baik saja, Ji Lian Hua segera membuka kembali matanya yang lain.
Dia segera mendapatkan kenyataan, saat ini dia sedang berada dalam pelukan Yu Ming .
Mereka sedang melayang ringan turun kebawah.
Ji Lian Hua sambil tersenyum gembira dan wajah merah padam, dia berkata pelan,
"Terimakasih Yu Ming ke ke.."
Yu Ming setelah mendarat diatas tanah, dia menurunkan Ji Lian Hua dan berkata,
__ADS_1
"Bukan masalah, Hua er kamu urus dulu lengan kiri mu, ini obat gosok nya.."
"Biar aku yang menanganinya.."
Selesai berkata, Yu Ming pun melayang kedepan mendarat di hadapan pemuda berpedang besar, yang sedang menghapus sedikit noda darah di ujung bibirnya dengan ujung lengan bajunya sendiri.
Pemuda itu perlahan-lahan bangkit berdiri di depan Yu Ming.
Lalu dengan wajah geram dia menudingkan jari telunjuknya kearah wajah Yu Ming dan berkata,
"Curang,.. kamu muncul tiba tiba menganggu jalan pertandingan adil kami..!"
"Bila ingin turun tangan, mengapa tidak sedari awal langsung maju sendiri, menganggu saja..!"
Bentak pemuda itu kurang puas.
Yu Ming sambil tersenyum menjura kearah pemuda itu dan berkata,
"Maaf tadi dalam keadaan terpaksa, aku mau tidak mau harus turun tangan menyelamatkan nyawa teman ku.."
"Bila dalam hal itu, aku tidak sengaja menyinggung anda.."
"Biarlah di sini aku minta maaf.."
"Tapi satu hal kamu harus tahu, kelompok sorban merah ini bukan teman yang baik.."
"Mereka hanya ingin memanfaatkan kepolosan mu dan tenaga mu saja.."
"Sebaiknya kamu jauh jauh dari mereka..."
"Aku lihat kamu adalah pemuda jujur dan adil, makanya aku memberanikan diri memberikan sedikit nasehat pada mu.."
Ucap Yu Ming mencoba memberikan nasehat dan mengingatkan pemuda itu.
Pemuda itu sambil tersenyum berkata,
"Kalahkan aku, maka aku akan ikuti nasehat mu.."
"Bila tidak hal lain tidak perlu di bicarakan.."
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Apa pertandingan ini ada perlunya ?"
"Kita bertemu saja baru sekarang, kita juga tidak saling kenal satu sama lainnya.."
"Diantara kita juga tidak ada permusuhan ataupun masalah, mengapa kita harus..?"
"Stop..!"
Ucap pemuda itu tegas.
"Kamu cukup katakan saja, bersediakah kamu menerima tantangan ku..?"
"Bila tidak kamu boleh pergi dan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi..!"
Ucap pemuda itu tegas dan langsung memotong pembicaraan Yu Ming .
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
__ADS_1
"Baiklah aku akan layani tantangan mu.."
"Tapi setidaknya sebelum kita mulai..kamu harus katakan alasan mu ingin menantang ku.."
"Selain itu aku juga ingin tahu asal usul mu.."
Pemuda itu dengan wajah kurang sabar berkata,
"Nama ku Jia Sen, aku dari gunung Altai, di Utara sana.."
"Kamu masuk urutan ke 7, ayah ku ada di peringkat 5.."
"Aku kemari memang khusus mencari mu untuk merebut peringkat ke 7 dari mu.."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Lagi lagi peringkat dari buku sesat itu bikin masalah.."
"Begini anak muda, asalkan kamu berjanji menjauhi kelompok pemeras bersorban merah ini.."
"Peringkat tujuh boleh jadi milik mu, kamu boleh bebas umumkan, kamulah peringkat tujuh sekarang.."
Pemuda itu melotot marah kearah Yu Ming dan berkata,
"Keparat ide gila seperti apa itu, ? kamu ingin aku jadi bahan tertawaan dunia..!?"
"Tidak bisa..! aku tidak setuju..!"
"Lihat pedang...!"
Teriak pemuda itu,
Sebelum suara teriakan nya hilang, dia sudah mulai memutar pedang beratnya, yang mendatangkan angin berpusar dan cahaya hitam melesat menerjang kearah Yu Ming.
Yu Ming menghadapi serangan pemuda itu dengan langkah cahaya, melesat kesana kemari dengan cepat.
Sehingga setelah pemuda itu melancarkan puluhan jurus, tetap saja dia tidak berhasil menyentuh ujung baju Yu Ming .
Tidak ada satupun tebasan yang dia lepaskan berhasil mengenai sasaran.
Yu Ming seolah olah bisa menghilang dari hadapannya, sebelum tebasan pedangnya tiba.
Pemuda itu terlihat masih sangat penasaran l, dia masih terus nekad menyerang Yu Ming .
Meski serangannya selalu gagal, Yu Ming yang akhirnya kehilangan kesabarannya.
Dia mulai melayani pemuda itu, berbagai tamparan keras, tinju dan tendangan keras dengan pengerahan tenaga luar.
Mulai Yu Ming daratkan di tubuh pemuda itu, untuk memaksanya menyerah.
Tapi pemuda itu benar benar keras kepala, meski wajahnya sudah bengkak bengkak, babak belur di hajar.
Seluruh tubuhnya, di balik pakaian sana juga sudah memar memar,
Pemuda itu tetap saja pantang menyerah, dia terus memutar pedang besarnya menyerang Yu Ming .
Setiap terjatuh dia akan memaksakan diri untuk bangkit kembali, lalu dia kembali lagi menyerang Yu Ming
Yu Ming dalam satu kesempatan tidak lagi menghindar, dia menyambut datangnya pedang hitam dengan pukulan telapak tangan kosongnya yang memancarkan cahaya petir.
__ADS_1
"Blaaarrrr..!"