PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MELAWAN PANG DE


__ADS_3

"Wusssshhh..!"


"Trangggg..!"


Tebasan Pedang Pengoyak Langit, lagi lagi gagal.


Karena Pang De, telah menggunakan tangan kirinya, melepaskan pukulan kearah badan pedang Xuan Yuan.


Dengan cara ini, dia bukan hanya bisa menahan serangan pedang Xuan Yuan.


Tapi lebih dari itu, dia juga bisa memanfaatkan tenaga dorongan pedang Xuan Yuan, untuk melakukan gerakan jungkir balik melewati Yu Ming berpindah posisi melewati Yu Ming .


Sambil berjungkir balik di udara melewati Yu Ming , Pang De memanfaatkan situasi, memberikan tebasan Golok cahaya merah nya menyerang kearah punggung dan tengkuk Yu Ming .


Yu Ming segera melakukan gerakan memutar cepat, dengan bertumpu pada ujung ujung sepatunya.


Sambil berputar cepat, Yu Ming memberikan Tebasan Pedang Yuan memotong kepala harimau.


"Trangggg...!"


Benturan keras terjadi, baik Yu Ming maupun Pang De mereka sama sama terpental mundur, lima sampai enam langkah kebelakang.


Mereka masing masing segera mengerahkan menyalurkan Kekuatan baru kedalam senjata mereka.


Mereka kemudian sama sama melesat maju kedepan kembali saling serang.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Benturan pedang dan golok dari jarak dekat terjadi berulang ulang.


Suara memekakkan telinga, di sertai bunga api berpijar mewarnai pertarungan jarak dekat mereka.


Pergerakan mereka berdua semakin lama semakin cepat, hilang muncul, hilang muncul .


Mereka terus berpindah kesana kemari, terkadang keatas, terkadang kebawah.


Sekali berpindah pun jaraknya bukan nya dekat terkadang hingga puluhan meter mereka berpindah pindah.


Bahkan bayangan nya pun tidak terlihat, tahu tahu mereka sudah berpindah.


Ledakan ledakan dahsyat di sekitar mereka berdua sudah tidak terhitung jumlahnya, saat serangan mereka meleset dari sasaran.


Setelah beberapa waktu berlalu tanpa berhasil menentukan siapa kalah siapa menang.


Pang De yang mulai tidak sabar dengan pertarungan jarak dekat, yang belum juga membuahkan hasil.


Dia segera mempercepat serangannya dan terus menambah kekuatan serangan nya, berharap dengan cara tersebut dia bisa menekan Yu Ming.


Tapi setelah beberapa waktu berlalu, tetap saja tidak membuahkan hasil.


Pang De mulai khawatir dan cemas, dalam satu kesempatan saat jarak mereka berdua terpisah beberapa meter.


Pang De memutuskan akan menggunakan jurus puncak yang menjadi andalan nya.


"Tebasan Golok Bara tak bertepi..!"


Pang De terbang tinggi ke udara, dia terus menyerap hawa di sekitar memenuhi seluruh tubuh nya.

__ADS_1


Melihat yang di lakukan oleh Pang De, Yu Ming tetap bersikap santai, tidak memasang kuda kuda, juga tidak terlihat berusaha menghimpun tenaga.


Dia hanya berdiri di sana dengan pedang di lintangkan di depan dada.


Kepala sedikit menengadah keatas, menatap tajam pergerakan yang sedang Pang De lakukan.


Pang De yang melihat sikap Yu Ming , dia tidak ambil perduli.


Hanya terus fokus menghimpun kekuatan hingga titik puncak, sebelum kemudian dia melepaskan sebuah bola energi bercahaya merah, meluncur deras turun kebawah.


Bola cahaya besar itu, sebelum tiba di bawah dua sudah mengeluarkan hawa intimidasi kuat.


Membuat tempat sekitar Yu Ming berdiri melesak kebawah, energi dahsyat itu bertujuan untuk mengunci lawannya, agar tidak bisa bergerak menghindar.


Karena tekanan dahsyat itu justru memenuhi area di sekitar nya, jauh lebih kuat daripada bagian tengah.


Hal ini untuk memastikan target tidak bisa bergerak menghindari serangan bola cahaya merah, yang meluncur deras turun kebawah.


Pang De bergerak menyusul di belakang bola cahaya merah yang dia lepaskan.


Dia mengikuti di belakang dengan golok di acungkan diatas kepala di selimuti oleh cahaya merah.


Siap memberikan serangan penghabisan untuk menuntaskan lawan nya, dalam satu kali serang.


"Blaaarrrr...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Selain terjadi ledakan di pusat benturan,.tanah di sekitar Yu Ming pun ikut meledak secara beruntun.


Bola cahaya merah awalnya menekan kearah Yu Ming membuat posisi Yu Ming tenggelam kedalam bola cahaya merah.


Tapi sesaat kemudian bola cahaya merah, justru di pentalkan balik oleh hawa cahaya kuning yang membungkus tubuh Yu Min,g seperti sebuah bola cahaya.


Bola cahaya merah yang bergerak membalik, tentu saja kini menghantam balik kearah Pang De, yang sedang meluncur deras, dengan Golok cahaya merah siap di tebaskan kebawah.


Pang De yang tidak menyangka, serangannya akan di kembalikan lagi oleh lawannya.


Dia dengan sangat terpaksa harus menyambutnya, bila dia tidak ingin terpental dan di ledakan oleh kekuatan dahsyat dirinya sendiri yang membalik.


Pang De dengan golok yang terbungkus cahaya merah gelap, menebas membelah bola cahaya nya yang membalik.


Saat bola cahaya merah terbelah, sebagian energinya oleh Pang De di serap kembali.


Sebagian lain di biarkan menguap di udara, kembali menyatu dengan alam.


Sedangkan diri Pang De sendiri tetap tidak berhenti meluncur kebawah.


Golok yang terbungkus cahaya merah kehitaman, akhirnya di tebaskan ke bawah bertemu dengan pedang Xuan Yuan yang melintang menghadangnya di atas kepala.


"Tranggg...!"


"Boooommm...!"

__ADS_1


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Benturan golok dan pedang terjadi di udara, tanah tempat Yu Ming berpijak, semakin melesak kebawah.


Tanah di sekeliling Yu Ming kembali mengalami ledakan beruntun yang dahsyat.


Pang De yang sedang menekan dari atas, terlihat penuh nafsu.


"Hyaaahhh...!"


"Mampus kamu..!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Tanah di sekitar Yu Ming kembali mengalami ledakan beruntun yang jauh lebih dahsyat.


Posisi pedang Xuan Yuan terlihat sedikit tertekan kebawah, hingga menimbulkan luka di berdarah di bahu Yu Ming .


Di saat posisi Yu Ming terlihat sedang buruk, di mana dirinya terlihat tertekan dan terluka.


Tapi yang berteriak keras justru adalah Pang De.


"Arggghhh...!"


Pang De berteriak ngeri, saat seluruh energinya membanjir keluar melalui Golok cahaya merah ditangannya.


Terhisap masuk kedalam tubuh Yu Ming, melalui pedang Xuan Yuan, yang terus menempel, menyatu dan terus menghisap energi nya lewat golok cahaya merah di tangan nya.


Pang De terus meronta ronta dengan kaget, tapi semakin dia meronta, energinya yang membanjir keluar semakin deras.


Saat energi'nya hampir terkuras habis, penampilan Pang De mulai mengalami perubahan.


Lengannya yang memegang Golok cahaya merah yang paling pertama mengalami penyusutan menjadi kurus kering.


Baru di susul dengan wajahnya terlihat menjadi tirus, kempot, seperti wajah seorang kakek kakek.


Selanjutnya adalah lengannya mulai melintir seperti pakaian basah yang sedang di peras airnya. Di susul dengan wajahnya yang juga ikut memelintir, hingga akhirnya tangan dan kepala Pang De menyusul meledak.


Sosok tubuh tanpa kepala dan lengan yang sekarang terbebas dari daya hisap .


Kini terlihat dengan langkah kaki terhuyung-huyung mundur menjauh kebelakang, kemudian tubuh tanpa kepala itu, akhirnya jatuh terjengkang kebelakang dalam keadaan tidak lagi bernyawa .


Setelah berhasil membereskan Pang De, Yu Ming baru meledakkan energi yang di hisapnya kearah sekitarnya.


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"

__ADS_1


Kembali terjadi Ledakan beruntun di sekitar Yu Ming .


__ADS_2