
Meski Yu Ming tidak menjawabnya, kakek Sun tidak tersinggung.
Dia paham situasi tidak banyak bicara lagi, dia mengikuti Yu Ming duduk bersila mengembalikan Chi nya yang banyak hilang terkuras.
Tidak tahu berapa lama mereka berdua duduk mematung di sana, hingga di sana terdengar suara Ning Ning.
"Biarkan aku lewat, aku mau melihat keadaan kakek ku .!"
Ucap Ning Ning agak keras, karena dia sedang di liputi kecemasan.
Dari jauh dia melihat keadaan kakek nya dan Yu Ming , dia pun sadar apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Dia semalam minum kebanyakan arak, untuk menghilang kan perasaan sedih dan terluka nya oleh penolakan tegas Yu Ming terhadap perasaannya.
Sehingga dia baru terbangun dari tidurnya menjelang sore.
Saat tidak menemukan keberadaan kakek nya mendampinginya.
Ning Ning segera bangun dari tempat tidur, sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing dan sakit, Ning Ning langsung keluar dari dalam kamar penginapan .
Setelah bertanya ke petugas penginapan kemana kakek nya pergi.
Dia segera mendapatkan informasi dari petugas penginapan, pagi pagi sekali kakeknya sudah pergi ke dermaga.
Ning Ning yang bisa menduga apa yang ingin kakeknya lakukan di dermaga.
Dengan langkah terburu buru, tanpa menghiraukan kepalanya yang masih terasa sakit dan berdenyut denyut.
Dia segera berlari pergi meninggalkan penginapan, menyusul ke dermaga.
Setelah berlari kesana kemari, sambil bertanya tanya kepada semua orang yang di temui nya di dermaga.
Ning Ning akhirnya berhasil menyusul hingga ke kapal Yu Ming .
Tapi saat dia ingin mendekati kakek nya dan Yu Ming yang sedang bersila di atas kapal.
Langkahnya di hentikan oleh paman Luo dan anak buah kapalnya.
Mereka tidak mengenal Ning Ning tidak tahu maksud kedatangan gadis itu .
Jadi mereka menghalanginya sehingga terjadi keributan kecil di depan sana.
Keributan kecil ini, yang membuat Yu Ming dan kakek Sun, secara hampir bersamaan menghentikan meditasi mereka.
Mereka kompak membuka mata, untuk melihat kearah asal suara keributan terjadi.
Melihat yang datang adalah Ning Ning, Yu Ming pun berkata,
"Paman Luo,.. biarkan dia kemari..!"
"Kakek nya ada di sini.."
Mendengar permintaan Yu Ming , tanpa banyak membantah, paman Luo segera memimpin anak buah nya mundur kebelakang.
Memberi jalan agar Ning Ning bisa lewat.
Begitu tidak di halangi lagi, Ning Ning segera berlari menghambur kearah kakeknya.
__ADS_1
Gadis itu segera berlutut di samping kakek nya dan berkata dengan suara cemas..
"Kakek bagaimana keadaan kakek ?"
"Apa Kakek baik baik saja ?"
Kakek Sun tersenyum dan membelai lembut kepala cucunya.
"Kamu tenang saja, kakek baik baik saja.."
"Semua ini berkat nak Yu Ming , bila tidak ada nak Yu Ming mungkin kakek sudah tiada sebelum kamu tiba.."
Ucap kakek Sun sambil tersenyum tidak enak hati ke Yu Ming .
Yu Ming tidak berkata apa-apa hanya menanggapinya dengan tersenyum lembut dan anggukan pelan.
Ning Ning menatap kearah kakek nya dengan wajah tidak puas dan berkata,
"Mengapa kakek begitu keras kepala dan tidak berpikir panjang..?"
"Bukankah aku sudah berulang kali melarang kakek untuk melakukan duel itu.."
"Mengapa kakek tetap tidak dengarkan aku..?"
"Malah pergi diam diam meninggalkan ku datang kemari untuk menganggu Yu Ming ke ke.."
Ucap Ning Ning menegur kakeknya, sembari melirik kearah Yu Ming dengan tatapan mata tidak enak hati..
"Untung kakek tidak apa apa..kalau kakek terjadi sesuatu.."
Ucap Ning Ning dengan suara Isak tertahan.
Kakek Sun tersenyum lebar dan berkata,
"Dasar anak bodoh, kalau kakek terjadi sesuatu.."
"Bukannya itu juga akan bantu mengabulkan keinginan mu dan harapan ku..?"
"Dengan karakter nak Yu Ming aku yakin dia tidak akan pernah meninggalkan mu tanpa perduli.."
"Dia pasti akan mewakili aku menjaga mu.."
"Bukannya ini juga sangat baik dan sempurna.."
"Sayangnya nyawa tua ini terlalu keras, sulit di matikan.."
"Jadi kacau rencana ku.."
Ucap kakek Sun sambil tersenyum tidak enak hati ke Yu Ming .
Yu Ming di dalam hati sangat bersyukur, dia detik terakhir masih berhasil menyelamatkan kakek Sun.
Bila tidak, dia tentu akan kembali terlibat dalam masalah baru, karena dia tidak mungkin membiarkan Ning Ning yang hidup sebatang kara, setelah kakek nya tewas di tangan nya.
Dia malah pergi meninggalkan nya begitu saja.
Dia pasti tidak tega tidak sampai hati melakukan hal itu, dia mau tidak mau pasti akan membawa Ning Ning ikut serta dalam perjalanan nya.
__ADS_1
Bila itu terjadi Ning Ning tentu akan terus menempel dengan nya, bila itu terjadi dalam waktu lama.
Tentu Ning Ning akan semakin dekat dengan nya, perasaannya akan terus tumbuh berkembang.
Hal ini pasti akan menjadi kesulitan besar baginya di masa depan.
Yu Ming didalam hati sangat bersyukur rencana Kakek Sun tidak berhasil terwujud .
Bila tidak tentu masa depan nya akan semakin suram terus di kelilingi oleh wanita dan cinta yang tiada habisnya.
Lebih banyak membawa derita ketimbang bahagia.
Ning Ning dengan wajah merah padam langsung menegur kakek nya.
"Kakek ini bicara apa..?"
"Bikin malu saja.."
Ning Ning buru buru menjura kearah Yu Ming dan berkata dengan suara pelan, menahan rasa malu dan tidak enak hati.
"Yu Ming ke ke terimakasih banyak, maafkan kakek ku yang suka berbicara sembarang.."
"Harap Yu Ming ke ke tidak memasukkan nya kedalam hati dan menanggapinya dengan serius.."
"Sekali lagi terimakasih.."
"Biarlah Budi baik Yu Ming ke ke hari ini, Ning Ning akan bayar di kehidupan berikutnya.."
Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban dari Yu Ming , Ning Ning langsung menarik lengan kakek nya,. mengikutinya berdiri.
Lalu dia sekali lagi menjura kearah Yu Ming dan berkata.
"Yu Ming ke ke, Ning Ning dan kakek pamit permisi dulu.."
"Maafkan kami, yang hanya mendatangkan kerepotan buat Yu Ming ke ke.."
"Jaga diri Yu Ming ke ke, baik baik baik..kami pamit permisi sampai jumpa.."
Selesai berkata Ning Ning langsung menarik tangan kakek nya, mengikutinya meninggalkan kapal Yu Ming sambil berkata,
"Ayo kek kita pergi.."
Kakek Sun mengangguk sambil tersenyum lebar.
Sebelum turun dari kapal, kakek Sun menoleh kearah Yu Ming dan berkata,
"Sampai jumpa nak Yu Ming,.. terimakasih banyak..!"
Selesai berkata, dia pun turun dari kapal mengikuti cucu nya, yang terus menariknya meninggalkan kapal Yu Ming secepatnya.
Ning Ning benar benar merasa malu dan tidak punya muka untuk berhadap hadapan dengan Yu Ming .
Setelah berbagai kelakuan aneh yang kakeknya lakukan dan ucapkan ke Yu Ming .
Meski hatinya sangat ingin bersama Yu Ming , tapi dia sadar dia tidak boleh memaksa dan mempersulit keadaan.
Dia harus tahu diri, Yu Ming tidaklah pernah mencintai nya.
__ADS_1