PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Naga Panca Warna bertemu lawan


__ADS_3

Melihat serangan tornado air nya berhasil di hancurkan oleh Yu Ming .


Si manusia bersisik hijau, kini mutiara tombaknya, untuk menarik air laut membumbung tinggi keudara.


Lalu bergerak menggulung kearah Yu Ming , Yu Ming melesat terbang tinggi keudara.


Kemudian dia melepaskan Tebasan Pedang Cahaya Pelangi, untuk membelah gelombang laut, sekaligus mengincar Si manusia bersisik hijau di belakangnya.


Ombak laut berhasil terbelah dua oleh cahaya pelangi, yang terus melesat ingin membelah mahluk bersisik hijau itu.


Manusia bersisik hijau itu, melihat Yu Ming mampu membelah gelombang laut, dan kini energi pedangnya, yang mengeluarkan cahaya pelangi, sedang menerjang mendekatinya.


Manusia bersisik hijau, segera menggunakan tombak cagak tiga di tangan nya, untuk menangkis dan membelokkan serangan Yu Ming tersebut.


"Trangggg...!"


"Blaaarrrr...!"


Mahluk itu berhasil menangkis dan membelokkan serangan Yu Ming menghantam ke sisi lain.


Akibat benturan tersebut, lautan yang menjadi korban ledakan tebasan energi pedang Yu Ming .


Sedangkan mahluk itu, dia terlihat baik baik baik saja tidak kurang apapun. Dia masih tetap berdiri gagah di sana.


Melihat hal itu, Yu Ming kembali mengulangi menyerang dengan jurus lainnya.


Yu Ming sekaligus melepaskan 4 jurus tebasan Pedang Xuan Yuan dari 4 penjuru.


"Tebasan Pedang Pengoyak Gunung ..!"


"Tebasan Pedang Pengoyak Laut..!"


"Tebasan Pedang Pengoyak


Langit..!"


"Tebasan Pedang Pengoyak Bumi..!"


Empat berkas cahaya emas datang dari posisi berbeda menerjang kearah Manusia bersisik hijau.


Laut, Gunung, tanah dasar laut, dan langit di angkasa, semuanya ikut terbelah saat jurus dahsyat ini di lepaskan.


Bencana alam yang menggetarkan seluruh area di sekitar tempat pertempuran Yu Ming dengan makhluk itu.

__ADS_1


Segera menimbulkan kekacauan tidak kecil di seluruh tempat itu.


Tapi Manusia bersisik hijau dan tombak cagak tiganya juga memilki kekuatan dahsyat.


Benturan dahsyat segera terjadi, saat satu persatu serangan Yu Ming, berhasil di patahkan oleh tombak cagak tiga cahaya hijau.


Manusia bersisik hijau, setelah berhasil mematahkan 4 serangan sekaligus dari Yu Ming.


Dia sudah melesat menghampiri Yu Ming menggunakan tombak cagak tiganya, untuk menusuk Yu Ming secara bertubi-tubi.


Yu Ming segera memutar pedang Xuan Yuan di tangannya untuk menangkis setiap serangan cepat tombak dari Manusia bersisik hijau.


Setiap kali senjata mereka bertemu di udara, pasti ada ledakan bunga api di udara, mewarnai pertempuran dahsyat keduanya.


Mereka berdua terlihat terus saling serang di udara, dengan cahaya hijau dan cahaya emas silih berganti, berseliweran kesana kemari.


Yu Ming yang menang lincah dan memang dalam analisa pergerakan ilmu silat dasar.


Beberapa kali, dia berhasil menyarangkan pedang Xuan Yuan mengenai tubuh Manusia bersisik hijau.


Tapi Manusia bersisik hijau juga punya kemampuan lain, yang menjadi kelebihan nya


Dia memilki sisik tebal, seperti sisik naga, yang membuatnya kebal terhadap serangan senjata tajam.


Pedang Xuan Yuan meski berhasil bersarang di tubuhnya, saat di geretkan hanya berhasil menimbulkan bunga api berpijar, tidak mampu melukainya sama sekali.


Untungnya tubuh Yu Ming sudah melakukan pemurnian sum sum dan darah secara sempurna.


Sehingga luka lukanya dalam hitungan detik, selalu menutup dan pulih sendiri seperti sedia kala .


Sementara Yu Ming sedang terlibat saling serang dengan Manusia bersisik hijau, tanpa bisa di tentukan dalam waktu singkat siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya.


Di tempat lain Ji Lian Hua harus memimpin anak buah paman Luo bertahan dari serangan duyung duyung yang jumlahnya tidak terhitung.


Di saat situasi mereka sedang gawat, Yu Ming yang menyaksikan hal itu dari atas.


Sambil melayani Manusia bersisik hijau, Yu Ming memanggil Naga Panca Warna untuk pergi memberikan bantuan ke Ji Lian Hua.


Begitu Naga Panca Warna muncul, dia langsung terbang cepat, memburu duyung duyung yang sedang mengepung kapal yang di huni oleh Ji Lian Hua dan rombongannya.


Naga Panca Warna begitu muncul langsung memberikan semburan api panca warna.


Menghanguskan seluruh duyung yang di temuinya, baik yang ada di dalam air, permukaan air hingga sedang terbang di udara.

__ADS_1


Tidak ada satupun yang dia ampuni, semuanya dia babat rata tanpa sisa.


Kemunculan Naga Panca Warna segera memutar balik keadaan, duyung duyung tidak mampu bertahan dari Naga Panca Warna .


Mereka terlihat terpojok dan terpukul mundur oleh semburan api panca warna yang di lepaskan oleh maha itu.


Kini gantian manusia bersisik hijau, yang sedang bertarung dengan sengit melawan Yu Ming di udara.


Dia mulai terlihat cemas melihat kekacauan pasukan duyung nya.


Menyadari duyung duyung nya bukan lawan Naga Panca Warna , Manusia bersisik hijau segera bersiul nyaring.


Memberi perintah agar duyungnya bergerak mundur menjauhi Naga Panca Warna .


Sementara itu siulan nyaringnya langsung bersambut dengan munculnya mahluk raksasa lainnya yang datang dari arah perairan sepasang tebing yang di lewati oleh kapal Yu Ming dan Ji Lian Hua sebelumnya.


Kemunculan mahluk itu membuat air bergulung gulung seperti gelombang besar bergerak cepat, dengan tujuan mendekati Naga Panca Warna yang sedang asyik membantai duyung duyung yang terlihat mundur teratur menjauhinya.


Begitu gelombang air besar itu mendekat dan berada tepat di bawah Naga Panca Warna


Mahluk raksasa itu mulai muncul ke permukaan, dia adalah seekor gurita raksasa yang sangat besar.


Bahkan jauh lebih besar dari Gurita yang pernah berhadapan dengan Yu Ming .


Gurita raksasa ini, setidaknya dua kali lipat lebih besar daripada gurita raksasa yang pernah Yu Ming hadapi waktu itu.


Gurita raksasa tersebut terlihat tidak takut sama sekali berhadapan dengan Naga Panca Warna .


Gurita raksasa itu begitu muncul, dia langsung melompat keluar dari dalam air.


Dengan delapan kaki nya, yang setiap kakinya memilki mata sendiri.


Kaki kaki gurita Raksasa itu berusaha untuk menangkap tubuh Naga Panca Warna .


Untuk dia seret kedasar laut, Naga Panca Warna terlihat kerepotan dalam menghindari kali kali gurita yang terus menjangkau nya.


Naga Panca Warna sempat berhasil mempertahankan diri dengan dua kali sabetan ekornya yang kuat menampar tubuh gurita raksasa yang sedang terbang di udara.


Terpental jatuh kedalam air, tapi gurita raksasa yang memiliki tubuh yang kental seperti karet.


Setelah terpental jatuh kedalam laut, setelah beregenerasi, mahluk itu seperti tidak mengenal kapok.


Kembali muncul lagi ke permukaan air, lalu terbang ke udara, untuk kembali berusaha menangkap Naga Panca Warna, agar bisa dia seret kedasar laut sana.

__ADS_1


Dalam satu ketika Naga Panca Warna terlambat menghindar, bagian ekor nya sempat terlilit oleh salah satu kaki gurita raksasa, yang kekuatannya melebihi lilitan ular piton, maupun lilitan belalai gajah.


Tubuh Naga Panca Warna langsung terseret kehilangan keseimbangan, terbanting ke bawah.


__ADS_2