PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
PETUGAS KEAMANAN KOTA


__ADS_3

Gadis muda itu mengangguk cepat, tapi saat dia ingin bangkit berdiri.


Tiba tiba dia merasa tenaganya hilang, tidak sanggup berdiri.


Gadis itu menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Kakak aku belum bisa.."


"Aku.."


Yu Ming tersenyum ramah dan berkata, tidak apa apa, kamu hanya terkena racun pelemah otot.


"Coba hirup ini, nanti juga sembuh.."


Ucap Yu Ming mencoba mengeluarkan botol porselen putih nya.


Tapi Yu Ming tidak berhasil mengeluarkan barang itu, dia segera teringat.


Benda itu dia titipkan ke Yang Ni untuk menolong gadis di dalam kamar nya.


Yang Ni belum mengembalikan lagi botol itu padanya.


Sambil tersenyum canggung Yu Ming berkata,


"Maaf obat penawar ku di pinjam teman belum di kembalikan.."


"Bagaimana bila kamu naik kepunggung ku, biar aku yang menggendong mu kembali ke penginapan..?"


Gadis muda itu menatap sungkan kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa boleh begitu, nanti takutnya ada yang marah..?"


Yu Ming langsung berjongkok memunggungi gadis muda itu dan berkata,


",Jangan terlalu banyak berpikir, naiklah tidak akan ada yang marah.."


"Ayo.."


Gadis muda itu sambil tersenyum gembira, berkata,


"Makasih kak.."


Setelah itu dengan pelan pelan sedikit demi sedikit dia memanjat ke punggung Yu Ming nemplok nempel di sana, sambil melingkar kan kedua lengannya di depan leher Yu Ming .


Sesaat kemudian terlihat Yu Ming keluar dari kelenteng bobrok, punggung menggendong gadis muda itu.


Sedangkan tangan kanan menyeret kerah baju si botak mengikutinya bergerak melintasi kota menuju penginapan.


Sepanjang jalan mereka segera menjadi pusat perhatian.


Tapi Yu Ming bersikap santai dan cuek.


Sambil berjalan Yu Ming berkata,


"Ohh ya nama ku Yu Ming , kamu siapa ?"


"Asalnya dari mana, ? hendak kemana .?"


Gadis muda itu dengan suara ceria segera menjawab Yu Ming ,


"Nama ku Hui Min, biasanya aku di panggil Min Min.."


"Aku tinggal di kota Lin Ji, sebelah Utara dari kota ini.."

__ADS_1


"Aku dan kakakku sedang ingin pergi mengunjungi kakek nenek kami yang tinggal di kota Chengpu ."


Sampai di sini Min Min teringat dengan nasib tragis kakaknya, dia teringat dengan pengorbanan kakaknya agar dia bisa tetap selamat.


Seketika Min Min berubah menjadi murung dan sedih.


Yu Ming bisa merasakan kesedihan gadis itu, dia berkata dengan suara pelan,


"Jangan terlalu di pikirkan, jangan terlalu bersedih hati.."


"Kakak mu sudah tenang di atas sana,, dia pasti tidak ingin melihat kamu bersedih untuk nya..."


"Bila kamu bersedih tentu dia akan ikut sedih dan tidak bisa tenang di sana.."


Min Min mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih kak, Min Min akan berusaha.. untuk tidak bersedih."


"Kakak penjahat biadab ini, kenapa tidak di bunuh saja,? malah kakak bawa ikut bersama kita.."


"Cuma bikin repot saja ."


Yu Ming tersenyum sabar dan berkata,


"Aku tidak berhak mengesekusinya, karena dua korban lain selain kakak mu.."


"Mereka saat ini ada di penginapan, mau di bagaimana kan orang ini.."


"Nanti biar mereka yang putuskan saja, mereka lah yang lebih berhak di bandingkan aku.."


"Nanti sudah di depan penginapan, kalian bertiga boleh memutuskannya.."


"Aku tidak akan ikut campur.."


"Baiklah kak, nanti kita lihat saja..apa keputusan dua kakak lainnya.."


Sambil berjalan Yu Ming kembali bertanya,


"Min min demi keamanan mu, bagaimana bila kamu ikut dengan kakak kembali ke kota Lin Ji kembali kerumah orang tua mu.?."


"Kebetulan kakak dari sini, akan melewati kota itu.."


"Kita bisa menempuh perjalanan bersama sama."


"Yang Ni yang tinggal di kota Tua. Jin. Mungkin dia juga akan ikut, jadi perjalanan kita akan lebih ramai dan menyenangkan.."


"Bagaimana..?"


Min Min terdiam sejenak, lalu berkata,


"Kelihatannya memang hanya seperti itu, aku harus membawa kakak ku kembali ke rumah.."


Yu Ming terdiam sejenak, lalu berkata,


"Kalau membawa peti dan mayat mungkin agak repot di perjalanan, takutnya sebelum sampai di Lin Ji mayat kakak mu sudah membusuk dan rusak.."


"Kalau saran ku, lebih praktis kita membawa abu tulangnya saja kembali kerumah mu.."


"Tapi itu semua terserah kamu, ini cuma saran saja.."


Ucap Yu Ming hati hati.


Agar jangan sampai Min Min salah paham dengan maksud baik'nya.

__ADS_1


Min Min mengangguk pelan dan berkata,


"Aku kurang pengalaman, kakak saja yang bantu aturkan aku ikut saja.."


Mereka sambil ngobrol sambil jalan, tidak terasa mereka sudah tiba di depan penginapan.


Yu Ming menurunkan Min Min dari punggungnya dan berkata,


"Bagaimana kamu sudah lebih baik, sudah bisa berdiri sendiri.."


Min Min mengangguk dan berkata,


"Terimakasih kak, aku sudah cukup baik.."


Yu Ming mengangguk pelan,lalu berkata,


"Min Min kamu tolong kedalam sana, beritahu pelayan agar memanggil kakak Yang Ni dan kakak yang satu nya lagi aku tidak tahu namanya.."


"Panggil mereka kemari untuk memutuskan nasib orang ini.."


Ucap Yu Ming .


"Baik kak tunggu sebentar aku kedalam dulu.."


Ucap Min Min bersemangat, gadis itu segera berlari masuk kedalam penginapan.


Sementara gadis itu sedang kedalam sana, di depan penginapan sudah banyak penduduk yang berkumpul di sana ingin tahu apa masalah yang sebenarnya.


Mengapa pemuda botak yang terlihat sangat mengenaskan, bisa di seret oleh Yu Ming dari kelenteng bobrok hingga tiba di depan penginapan.


Mereka semua berkumpul dengan hati bertanya tanya.


Sesaat kemudian kerumunan menyibak, memberi jalan kepada rombongan petugas keamanan kota untuk lewat.


Sesaat kemudian seiring pria berusia 30 an yang berwajah tegas maju menghampiri Yu Ming dan berkata,


"Anak muda di dalam rumah ada hukum keluarga, di luar rumah ada hukum negara.."


"Kamu tidak boleh bertindak sendiri, tanpa mengindahkan hukum negara ."


"Bila ada masalah laporkan ke kami, biar kami yang menanganinya.."


Yu Ming tersenyum tenang menanggapi ucapan petugas keamanan kota itu


Setelah petugas itu selesai berbicara, Yu Ming baru berkata,


"Tuan pejabat keamanan kota, aku tentu tahu hal itu ."


"Bila melapor bisa menyelesaikan masalah pembunuhan dan pemerkosaan di kota ini.."


"Tentu aku juga tidak akan ikut campur turun tangan.."


"Aku mau tanya ke anda, bagaimana dengan kasus penculikan wanita di kota ini ? apa rakyat tidak melapor ? apa anda sudah menyelesaikan keresahan warga..?"


Ucapan Yu Ming segera membungkam mulut petugas keamanan itu.


Wajahnya terlihat merah padam, tapi sepertinya dia masih enggan mengakui ketidakmampuan nya karena gengsi, telah makan gaji buta.


Sehingga setelah sejenak terdiam, dia kembali buka suara.


"Anak muda itu dua hal yang berbeda tidak bisa di campur adukkan.."


"Tentu saja kami sudah berusaha menanganinya, tapi itu kasus spesial tidak bisa cepat.."

__ADS_1


"Semua perlu waktu, untuk di tangani dengan hati hati.."


__ADS_2