
Sebuah tenda darurat didirikan tidak jauh dari pintu gerbang kota Dan Yang.
Pasukan kerajaan Zhou, atas perintah dari Jiang Je Ya terlihat mundur satu Li dari pintu gerbang kota Dan Yang.
Hal ini di lakukan sebagai tanda ketulusan pihak kerajaan Zhou, dalam proses negosiasi damai dengan pihak kerajaan Chu.
Di dalam tenda sederhana, terlihat Jiang Je Ya sedang menjamu Xiong Yi minum teh wangi.
Pasukan kerajaan Chu, dipimpin oleh Xiong Ai bersiaga di pintu gerbang dan diatas tembok kota Dan Yang.
Dan Yang di bangun tidaklah Sekokoh pertahanan di Chang An.
Tapi di dalam kota Dan Yang, bangunan mewah sangat banyak.
Termasuk istana kota Dan Yang juga sangat megah.
Kehidupan di kota Dan Yang jauh lebih makmur, begitu pula penghasilan dan pendapatan desa desa sekitarnya ketimbang Zhang An.
Di dalam tenda sederhana, setelah minum teh bersama,
Xiong Yi pun buka suara.
"Perdana menteri silahkan buka syarat mu..?"
"Xiong Yi siap mendengarkannya.."
Jiang Je Ya tersenyum lembut dan berkata,
"Demi ketentraman dan jangan lagi terjadi perang, aku ingin menawarkan perdamaian ini, untuk kebaikan kedua belah pihak..."
Xiong Yi mengangguk dan berkata,
"Aku pun punya maksud yang sama, katakan saja aku siap mendengarkan nya ."
"Begini kami atas nama Raja Ji Fa, sang pemegang mandat langit, menawarkan Xiong Yi menjadi Adipati di wilayah selatan, dengan meliputi daerah Dan Yang, Ying,.Dai, Chen, dan Shou."
"Sebagai bukti ketulusan kami, kami memberikan 3 kota tambahan yaitu Dai, Chen dan Shou, sebagai wilayah kekuasaan Adipati Xiong dari Chu.."
"Dengan syarat mulai hari ini Adipati Chu, taat dan tunduk pada kekuasaan kerajaan Zhou, sebagai penguasa tunggal di seluruh negeri ini.."
"Chang An adalah milik kami, tanpa seijin dari kami."
"Kota itu tidak boleh di miliki oleh siapapun.."
Xiong Yi terdiam sejenak, berpikir dan menimbang, tapi dia tahu posisinya saat ini.
Tidak berada di pihak penawar, pasukan kerajaan Zhou sudah tiba di depan gerbang.
Bila dia tidak menurut, kehilangan Dan Yang dan semuanya adalah perkara cepat lambat.
Lagipula dia dari awal hanya ingin melawan Tan Siaw dan kelompok di belakangnya.
Bukan berniat memberontak dari Zhou, bagaimana hebatnya manusia setengah dewa, yang duduk di hadapannya. dan hebatnya menantu raja langit Ji Fa.
Sedikit banyak dia juga pernah mendengarnya.
Setelah berpikir beberapa saat, Xiong Yi sambil tersenyum canggung berkata,
"Pada dasarnya saya sangat berterimakasih kepada kaisar Ji Fa dan perdana menteri Jiang, yang telah memandang begitu tinggi diri saya.."
__ADS_1
"Saya juga sangat setuju, dengan penawaran dari pihak kerajaan Zhou.."
"Hanya saja saat ini, saya ada sedikit kesulitan.."
"Katakan saja Adipati Chu, tak perlu sungkan diantara orang sendiri.."
Ucap Jiang Je Ya sambil tersenyum sabar .
Inilah cerdasnya Jiang Je Ya, dengan cara ini, secara tidak langsung, dia sudah memaksa Xiong Yi untuk menerima tawarannya.
Dia juga tidak serta Merta mengirim surat meminta Xiong Yi menyerah.
Melainkan langsung membawa pasukan mengambil jalan memutar, menyeberangi sungai Han.
Tiba tiba mengepung Dan Yang memutuskan jalan air, baru dia mengajukan negosiasi.
Dengan cara ini, dia sudah memenangkan 3/4 power negosiasinya.
Xiong Yi sambil mengangguk sungkan berkata,
"Kota Chang An di luar wewenang ku, kota itu di bawah kekuasaan putra ku Yu Ming.."
"Jadi untuk kota itu, aku sulit mengambil keputusan..'
Jiang Je Ya menghela nafas panjang dan berkata,
"Untuk itu aku tidak bisa penuhi, rakyat mu juga tidak bisa menunggu.."
"Bila tidak ada keputusan hari ini sebelum matahari tenggelam.."
"Kelihatan kita hanya bisa bertemu di ujung pedang golok dan tombak.."
Mendengar keputusan Jiang Je Ya, Xiong Yi langsung terduduk lemas di sana.
Dia benar benar tidak tahu harus berkata apa, dalam kasus ini..
Di saat Xiong Yi sedang bingung.
Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki kuda datang dari arah utara
Sesaat kemudian dari kejauhan sana, terlihat seorang pemuda sedang memacu kudanya mendekati tempat itu.
Jendral Yang dan Jendral Li yang mencemaskan keselamatan Jiang Je Ya mereka juga memacu kuda mereka mendekati tenda perundingan.
Mereka bertiga tiba di depan tenda hampir bersamaan.
Tapi saat berhadapan, mereka bertiga terlihat kaget.
"Pangeran kamu.?"
Ucap Li Jing setengah jalan.
Tapi dia tidak jadi melanjutkan nya, begitu melihat kode mata dari Yu Ming.
Yang Jian di samping Li Jing juga tidak berkata apa-apa.
Jiang Je Ya menoleh kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh tanda tanya dan penasaran.
Dia seperti menangkap kedua bawahan kepercayaan nya sepertinya mengenal Yu Ming.
__ADS_1
Mereka juga kelihatannya sangat menaruh hormat terhadap Yu Ming.
Di dalam hati dia bertanya tanya, siapa sebenarnya pemuda sederhana yang baru saja tiba ini.
Sebaliknya Xiong Yi terlihat sangat bersemangat, dia segera bangun menggandeng tangan Yu Ming masuk kedalam tenda dan berkata,
"Maaf perdana menteri, dia inilah putra ku Yu Ming, Chang An ada di bawah nya.."
"Kebetulan dia datang, jadi semua berjalan lebih mudah.."
"Mengenai Chang An perdana menteri bisa tanyakan saja langsung ke dia.."
Jiang Je Ya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum lembut.
"Senang berkenalan dengan anda, pahlawan generasi muda .."
"Sudah lama mendengar nama anda, hari ini bisa bertemu, ini adalah jodoh baik.."
"Aku tadi sudah berbicara dengan ayah mu, keputusan nya bagaimana..?"
"Silahkan kalian ayah dan anak berunding saja.."
Ucap Jiang Je Ya sambil tersenyum ramah.
Dia sangat yakin proses negosiasi ini, akan di menangkan oleh pihaknya.
Jadi dia tenang tenang saja.
Tapi saat Jiang Je Ya keluar dari dalam tenda, seorang prajurit berlari mendekatinya dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Seketika wajahnya langsung berubah, Jiang Je Ya terlihat cemas dan gelisah.
Wajahnya tidak lagi sepercaya diri seperti sebelumnya.
Keadaan Jiang Je Ya, tentu saja jadi mengundang tanda tanya dari
Jendral Yang Jian dan Li Jing.
Mereka segera menghampiri Jiang Je Ya dan berkata,
"Apa yang terjadi ?"
Jiang Je Ya tersenyum kecut dan berkata,
"Celaka Zhao Ge dalam masalah.."
"Aku terlalu meremehkan musuh, kurang berhati hati, sehingga menempatkan Zhao Ge dalam bahaya.."
"Apa yang terjadi di Zhao Ge, ?"
Tanya Yang Jian dalam bisikan pelan.
Jiang Je Ya menghela nafas panjang dan berkata,
"Sama seperti yang kita lakukan di sini.."
"Pemuda luar biasa itu, mengirim 400.000 pasukan nya, dan seluruh mesin pengepungan, mengurung Zhao Ge.."
"Hanya perlu satu kode berantai dari dia.. saat kita kembali Zhao Ge kemungkinan Zhao Ge sudah tiada.."
__ADS_1
Ucap Jiang Je Ya dengan wajah masygul.