
Saat Yu Ming sedang berpikir mempertimbangkan cara terbaik untuk menghadapi situasi ini dengan tenang.
Tiba-tiba roh gaib hitam muncul di sana dan berkata,
"Bagaimana puaskan, itulah tidak mendengarkan nasehat orang tua , sekarang terima akibatnya di depan mata.."
"Aku mau lihat bagaimana kamu membereskan harimau betina ini.."
Ucap Roh gaib hitam sambil tertawa mengejek.
Roh gaib putih ikut muncul dan berkata,
"Bila dia dalam masalah, ke 8 saudara mu lebih masalah lagi.."
"Siapa yang akan lebih bermasalah di dalam hati mu juga Tahu kan. ?"
"Kau.. ! dasar bedebah..!"
"Ya sudah kalian selesaikan sendiri, aku mau tidur.."
Setelah itu roh gaib hitam segera menghilang dari dalam pikiran Yu Ming .
Yu Ming menghela nafas panjang, menatap kearah gadis baju hitam itu dan berkata,
"Nona kamu katakan saja, bagaimana aku harus mempertanggung jawabkan nya..?"
"Siapa benar siapa salah biarlah waktu, yang akan ungkapkan semua nya ."
Mendapat respon Yu Ming yang di luar dugaan gadis itu sesaat malah terdiam.
Dia jadi malu dan sulit berkata-kata.
Dia tadinya berharap Yu Ming akan menolaknya, maka dia akan bertarung adu nyawa dengan Yu Ming .
Bila dia kalah dia bisa memilih mati di tangan Yu Ming,.itu lebih terhormat.
Bila sebaliknya, maka dia akan anggap petaka yang menimpa dirinya sudah selesai.
Karena pelaku nya, telah dia bunuh, setidaknya ada orang yang bisa dia tuntut tanggung jawab nya.
Setelah diam beberapa saat akhirnya gadis itu mencoba mengeraskan hati, menutupi rasa malunya dan berkata,
"Kamu harus nikahi aku secara resmi,. kamu harus menjadi suami ku.."
Gadis itu merasa wajahnya panas, bila ada lubang rasanya dia ingin melompat kedalam bersembunyi.
Seumur hidup dia belum pernah merasa dirinya begitu memalukan, dia seperti gadis tidak laku yang memaksa Yu Ming menjadi suaminya.
Tapi dengan keadaan nya saat ini, dia tidak punya pilihan lain.
Yu Ming dengan tenang mengangguk dan berkata,
"Baiklah,.. aku akan menjadi suami resmi mu mulai hari ini .."
"Tapi berhubung kedua orang tua ku telah tiada, guru ku juga tidak ada kabar beritanya.."
__ADS_1
"Wali ku satu satu nya, kini telah menjadi biksuni.."
"Jadi kita hanya bisa melakukan nya dengan sederhana, seperti sembahyang langit dan bumi .."
"Bagaimana menurut mu..?"
Gadis itu tidak menjawabnya, dia hanya berjalan ke samping Yu Ming .
Setelah mengembalikan kedua pedang nya kedalam sarung, dia menarik lengan baju Yu Ming, agar ikut berlutut di sebelahnya menghadap kearah langit malam.
"Aku akan mengucapkan ikrar janji perkawinan,..kamu ikuti saja ucapan ku.."
Ucap gadis itu dengan suara dingin.
Yu Ming tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk pelan.
Gadis itu yang mengucapkan janji sumpah pernikahan mereka, Yu Ming hanya mengikutinya.
Hanya di bagian akhir Yu Ming menambahkan bila suatu hari semua terbuka dengan jelas.
Mohon ijinkan kami untuk meninjau ulang pernikahan yang tercipta oleh keadaan ini.
Gadis itu tidak membantah atau banyak bertanya akan maksud ucapan Yu Ming itu.
Dia hanya mengerutkan alisnya kurang senang, sambil melirik kearah Yu Ming .
Tapi dia tidak berkomentar apapun, karena dia tahu pasti dalam hal ini dia sendiri juga tidak bisa memastikan apakah Yu Ming adalah pelakunya atau bukan.
Saat ini yang terpenting adalah dia punya seseorang yang mau bertanggung jawab atas apa yang di alaminya.
Sehingga bila sampai dia hamil, dia tidak perlu takut dan harus menanggung malu dan aib seseorang diri.
Saat gadis itu mengucapkan sumpah pernikahan mereka, Yu Ming baru tahu gadis itu bernama Yang Ni.
Sebaliknya gadis itu juga tahu nama Yu Ming lewat cara yang sama.
Gadis itu tidak menolak uluran tangan Yu Ming membantunya berdiri.
Dia menyambutnya kemudian bangkit berdiri di hadapan Yu Ming .
Yu Ming tanpa berani menatap Yang Ni secara langsung, dia berkata,
"Ayo kita kembali ke penginapan.."
Yang Ni mengangguk pelan, lalu dia berjalan berdampingan dengan Yu Ming.
Melintasi jalanan yang sepi untuk kembali ke penginapan.
Sambil berjalan, Yu Ming dengan hati hati membuka pembicaraan,
"Yang Ni kini kamu adalah istri ku benar..?"
Yang Ni sambil melangkah, dia menatap kearah wajah Yu Ming, ingin tahu maksud dari pertanyaan tersebut.
Tapi saat dia tidak bisa menebak apa yang ingin Yu Ming sampaikan.
__ADS_1
Dia akhirnya berkata,
"Ya benar aku kini istri mu, kamu mau apa..?"
Yu Ming menghela nafas pelan dan berkata,
"Sebagai suami istri bukankah seharusnya kita saling terbuka dan jujur benar..?"
Yang Ni mengangguk pelan, dia menghentikan langkahnya.
Dia menatap Yu Ming lekat lekat dan berkata,
"Kamu ingin tahu apa, ? katakan saja.."
"Bila aku tahu jawabannya,aku pasti tidak akan menutupinya dari mu.."
Yu Ming membalas menatap sepasang mata Yang Ni dengan lembut dan penuh pengertian,
Setelah itu Yu Ming berkata pelan,
"Aku ingin mendengar cerita semua tentang diri mu.."
"Asal usul mu, orang tua mu, guru mu, di mana tempat tinggal mu, pokoknya semuanya.."
"Aku ingin tahu, tentu saja termasuk bagaimana kamu bisa sampai di tempat ini.."
"Bagaimana kamu bisa tidak sadarkan diri di tempat tadi.."
Ucap Yu Ming hati hati, agar tidak menyakiti perasaan Yang Ni.
Yu Ming pernah melihat Hua er alami hal itu, hingga memutuskan mengakhiri hidupnya.
Dia paham bagaimana menderitanya seorang gadis menjadi korban penganiayaan seperti itu .
Yu Ming pernah kehilangan Hua er karena hal itu, jadi dia sangat berhati hati dalam penanganan masalah ini..
Agar jangan sampai tragedi menyedihkan kembali berulang.
Yu Ming ingin pelakunya terungkap dan menerima ganjarannya.
Sebaliknya korban tidak sampai stress, bisa berpikir tenang dan tidak memilih jalan pendek.
Tatapan Yang Ni yang tadinya penuh curiga, kini mulai melembut.
Dia kembali melanjutkan langkah kakinya, berjalan berdampingan dengan Yu Ming sambil menatap bayangan mereka berdua, yang seperti saling menempel jadi satu.
Yang Ni perlahan-lahan mulai berkata,
"Aku aslinya berasal dari kota Tian Jin, tepatnya di desa Nelayan Ping An.."
"Desa ku terletak tidak jauh dari dermaga Chang Yang, menjadi dermaga tunggal, pintu gerbang menuju laut timur ataupun laut Utara.."
"Ayah ibuku adalah Hei Pai Suang Xia, pasangan pendekar hitam dan putih.."
"Mereka sudah lama mengundurkan diri dari
__ADS_1
dunia persilatan, dan membuka usaha kecil penyewaan perahu untuk membantu nelayan yang ingin bekerja melaut menangkap ikan, tapi tidak memilki perahu sendiri."
"Dengan menyewa perahu dari ayah ibuku, mereka bisa menghindari tengkulak setempat, yang akan memeras dan menekan pendapatan mereka dari hasil melaut..'