
Yu Ming yakin tubuh sebesar itu, tidak akan cukup, bila hanya makan satu setengah ekor ayam.
Bila tadi yang dia tangkap.dan bakar adalah rusa, tentu cukup.
Tapi ya sudahlah pikir Yu Ming.
Bila macan itu mau ikut menemani perjalanan nya, berikutnya dia baru akan carikan rusa untuk nya, bila kebetulan bertemu.
Saat ini ayam buat ganjal perut saja, daripada tidak sama sekali.
Kasihan perut lapar, anaknya 3 masih nyusu.
Tentunya nanti akan semakin lapar, bila kehabisan tenaga tidak bisa kejar dan tangkap mangsa.
Satu keluarga macan hitam tersebut, bisa tewas kelaparan, bila dia diam berpangku tangan. Pikir Yu Ming dalam hati.
Yu Ming yang selesai paling dulu makannya, dia menunggu hingga yang lainnya selesai.
Setelah itu dia pun berkata,
"Siao Li ayo kita lanjutkan perjalanan kita.."
Siao Li terlihat sedikit berat berpisah dengan ketiga teman barunya.
Dia berdiri diam di sana, sebentar menatap kearah Yu Ming, sebentar menoleh kembali kearah ketiga teman barunya.
Setelah melakukan nya beberapa kali, Siao Li akhir nya berlari meninggalkan ketiga teman barunya.
Dia lalu melompat kedalam pelukan Yu Ming, meringkuk dengan ekspresi lesu.
Yu Ming menghela nafas panjang, selama di hutan ini mereka bisa saja lakukan perjalanan bersama.
Tapi muncul di dunia ramai, kucing hitam itu tentu akan jadi masalah, apalagi mengikutinya ada 3 anak macan kecil.
Bila ada yang menganggu anaknya, lalu si hitam kehilangan kendali, hewan buas itu akan menimbulkan masalah pikir Yu Ming .
Cepat lambat mereka juga akan berpisah, bila kucing hitam ingin mengikutinya Yu Ming tidak menolak melakukan perjalanan bersama.
Tapi bila tidak, Yu Ming juga tidak akan mengajaknya.
Yu Ming setelah menatap kucing hitam dan ketiga anaknya sejenak.
Dia kembali melanjutkan langkahnya masuk kedalam hutan yang lebih dalam lagi.
Tiba-tiba kucing hitam itu, berlari menghadang di depan Yu Ming , dia memberi kode dengan kepalanya. Agar Yu Ming mengikutinya.
Yu Ming mengangguk, dia memang kehilangan arah, dia juga tidak tahu jalan keluarnya.
Mungkin kucing hitam inilah, yang bisa bantu dia keluar dari tempat ini.
Yu Ming akhirnya mengikuti kucing hitam itu bergerak menerobos kesana kemari, menembus hutan liar, melewati aliran sungai dangkal.
Mereka terus bergerak tanpa istirahat, di malam gelap gulita sekalipun kucing hitam itu terus membawa Yu Ming bergerak menerobos hutan liar tersebut.
__ADS_1
Hingga matahari mulai muncul, kucing hitam itu, akhirnya mengantar Yu Ming keluar dari balik rerimbunan hutan.
Dia berdiri di sebuah jalan setapak yang biasa di lewati oleh kereta kuda.
Garis jalur roda pedati terlihat jelas di sana, sampai di sini kucing hitam berhenti.
Yu Ming sadar mungkin di sinilah mereka harus berpisah.
Tapi teringat kucing hitam dan tiga anaknya, belum istirahat belum makan dari semalam, karena menunjukkan jalan untuk nya.
Yu Ming jadi tidak sampai hati berpisah begitu saja.
Disaat Yu Ming sedang ragu untuk pergi melanjutkan perjalanan nya.
Tiba tiba dia mendengar suara obrolan orang sedang bergerak mendekat.
Tak lama kemudian terlihat sekelompok pemburu, keluar dari sisi hutan seberang Yu Ming.
Kelompok pemburu, yang terdiri dari 5 orang itu, sangat kaget. Saat melihat kehadiran Yu Ming di sana, apalagi di sana dia hadir bersama seekor harimau hitam di sampingnya.
Mereka terlihat bersikap waspada, mereka langsung menodongkan senjata kearah Yu Ming dan Harimau hitam di samping nya.
"Groowaaarrrrrrr...!"
Harimau hitam yang melihat sikap tidak bersahabat dari para pemburu itu.
Khawatir dengan keselamatan anak anaknya dan Yu Ming, dia langsung mengaum kuat.
Yu Ming buru buru menahan kepala sahabatnya dan berkata,
"Tenang Siao Hei, tenang.."
"Biar aku yang urus.."
Yu Ming kemudian menoleh kearah para pemburu itu dan berkata,
"Paman paman sekalian tenanglah, tolong turunkan senjata kalian.."
"Dia teman ku, tidak akan menyerang, bila tidak merasa terancam.."
Kelima pemburu itu saling pandang, mereka kemudian mengangguk dan menurunkan senjata tombak mereka.
Salah satu pria yang paling tua dari kelompok pemburu itu segera berkata,
"Anak muda kamu siapa ? dari mana ? mau kemana..?"
Yu Ming segera menjura memberi hormat dan berkata,
"Paman paman sekalian, nama ku Yu Ming, aku berasal dari Gunung Cing Lung San.
"Saat ini, saya sedang ingin pergi mengunjungi Desa Dan Yang.."
"Mau apa kamu ke desa Dan Yang, ?"
__ADS_1
Tanya salah satu pemburu lain dengan sikap agak curiga.
Melihat kecurigaan pemburu tersebut, Yu Ming memperkirakan kemungkinan pemburu itu tahu di mana Desa Dan Yang, atau bisa jadi. Dia adalah salah satu penduduk di sekitar desa itu.
Dengan wajah gembira, Yu Ming langsung mengaku sejujurnya, agar mereka tidak bercuriga lagi dengan nya.
"Aku berasal dari desa tersebut, ayah ibu dan nenek ku tinggal di sana.."
"Ayah ku bernama Xiong Yi, ibu ku bernama Siao Cui, nenek ku biasanya di panggil nenek Lan."
Pemburu itu maju kedepan memperhatikan wajah Yu Ming dengan lebih teliti, sesaat kemudian dia dengan ekspresi wajah gembira, langsung maju memegang tangan Yu Ming dan berkata,
"Kamu putra angkatnya ketua Xiong Yi, yang hilang itu benar..?'
Yu Ming sambil tersenyum segera menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Benar sekali, paman ini..?"
"Aku masih terhitung paman mu, ayah mu Xiong Yi adalah kakak misan ku, nama ku Xiong Li.."
"Kamu tidak mengenali ku, karena selama ini, aku merantau ke wilayah Ba dan Shu, jauh di ujung selatan dan barat sana.."
"Saat aku kembali, kamu sudah hilang, jadi kita tidak sempat bertemu.."
Yu Ming mengangguk gembira mendengar penjelasan pamannya Xiong Li.
Yu Ming segera menjura memberi hormat kearah Xiong Li dan berkata,
"Paman terimalah salam hormat dari keponakan mu.."
Xiong Li buru buru membangunkan Yu Ming dan berkata,
"Tak perlu peradatan Ming Er, bangunlah.."
"Kita bisa bertemu di sini namanya jodoh, "
"Bila nanti kakak'dan kakak ipar melihat aku pulang, membawa mu ikut dengan ku.."
"Kakak dan kakak ipar, tentu akan sangat gembira."
"Ha..ha..ha..! sungguh ini pertemuan tak terduga yang membahagiakan.."
"Ayo Ming Er,.. mari kita pulang.."
Ucap Xiong Li sambil menepuk nepuk pundak Yu Ming dengan gembira.
Yu Ming juga ikut tersenyum gembira dan menganggukkan kepalanya.
"Ohh ya Ming Er hampir lupa, mari aku kenalkan dengan teman teman ku.."
"Ini paman Lo,.. ini paman Wu,..ini paman Kai,..ini yang terakhir paman Wei.. mereka semua adalah teman baik paman, yang ikut paman merantau selama ini.."
Ucap Xiong Yi memperkenalkan teman temannya ke Yu Ming.
__ADS_1