PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
DUA KECEBONG


__ADS_3

"Ibu tidak setuju, ayahmu pun tidak, begitu pula dengan almarhum nenek mu.."


"Kam semua i tidak akan pernah setuju, kami tidak ingin kamu larut dalam dendam balas membalas, yang akan membahayakan hidup mu.."


"Kami tidak ingin kamu tersesat hidupnya karena dendam.."


"Kami hanya ingin melihat mu hidup dengan selamat, sehat, dan bahagia ."


"Mengertilah kamu putra ku.."


Ucap Siao Cui sambil memegangi wajah Yu Ming dengan lembut.


Yu Ming menghela nafas panjang, lalu dia menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baiklah Bu Ming Er janji.."


"Ming Er janji akan bertindak cerdas tenang dan mengikuti situasi.."


Siao Cui langsung menarik Yu Ming kedalam pelukannya dan berkata,


"Kamu memang putra ibu yang paling baik, meski kamu bukan putra kandung ku.."


"Tapi ibu menyayangi melebihi putra kandung ibu sendiri.."


Yu Ming mengangguk pelan dengan wajah basah airmata dia berkata,


"Ming Er tahu itu Bu.."


"Ming Er mengerti.."


Siao Cui menghapus airmatanya yang runtuh bercucuran dan berkata,


"Baiklah Ming Er, kamu dengarlah nenek mu saat itu seharusnya sudah lolos, dia sebenarnya sudah berhasil ikut keluar bersama kami, saat kejadian kebakaran hebat berlangsung di rah kita...'


"Tapi dia memilih masuk lagi kedalam kobaran api, demi menyelamatkan adik mu Xiong Ai, yang tertinggal di dalam kamar mu, dan dia juga berusaha menyelamatkan barang peninggalan ibu kandung mu.."


"Adik mu selamat, tapi nenek mu tidak, dia hanya berhasil menyelamatkan adik mu, bedong kelahiran mu, dan giok ini untuk mu.."


Ucap Siao Cui dengan tangan gemetaran dan wajah basah airmata, dia menyerahkan sebuah bungkusan kain kuning kecil ke Yu Ming.


Yu Ming menerimanya dengan kedua tangan gemetaran, Yu Ming langsung menjatuhkan diri berlutut sambil menciumi kain pembungkus itu.


Yu Ming menangis menguguk disana dan bergumam pelan,


"Terimakasih nek.. terimakasih.."


Siao Cui ikut berlutut, lalu dia menarik Yu Ming kedalam pelukannya.


Ibu dan anak itu berangkulan sambil menangis sedih, mereka melepaskan beban kesedihan dan duka, yang selama ini mereka pendam dan simpan didalam hati mereka.


Setelah puas menangis dan sudah lebih bisa menguasai perasaannya.


Yu Ming yang lebih dulu berkata,


"Ibu ayo kita temui yang lainnya di luar sana.."


"Mari kita lihat perkembangan dan keputusan ayah.."


Siao Cui menarik nafas panjang, kemudian dia menghembuskan nya.

__ADS_1


"Baiklah Ming Er, ayo kita temui ayah mu diluar sana.."


Sesaat kemudian Yu Ming dan ibunya pun keluar dari dalam ruangan.


Tapi mereka menemukan ruangan tengah kini telah sepi, hanya Xiong Ai yang terlihat berdiri di sana, sedang menanti kemunculan mereka berdua.


"Xiong Ai mana ayah mu dan yang lainnya.."


Tanya Siao Cui, saat menemukan ruangan yang tadinya ramai kini kosong melompong.


"Ayah dan yang lainnya telah pergi menuntut keadilan kekota Dan Yang.."


"Ayah melarang ku ikut, dia meminta ku untuk menyampaikan hal ini ke ibu.."


Siao Cui terlihat pucat wajahnya, tubuhnya agak sedikit gemetaran, bila tidak di topang oleh Yu Ming mungkin dia sudah roboh.


Siao Cui sangat takut, kejadian 10 tahun lalu kembali berulang.


Di mana Xiong Yi waktu itu hampir tewas, karena luka yang di deritanya.


Yu Ming memberi kode, agar adiknya Xiong Ai mendekat. Kemudian Yu Ming menyerahkan ibunya ke Xiong Ai dan berkata,


"Adik Ai bawalah ibu pulang beristirahat, rawat dan jaga ibu baik baik.."


"Biar kakak pergi lihat kesana.."


Xiong Ai mengangguk cepat dan berkata,


"Kakak berhati hatilah.."


Yu Ming mengangguk dan tersenyum lembut.


"Ibu Ming Er pergi dulu.."


Siao Cui mengangguk pelan, dia menatap kearah Yu Ming dengan penuh harap dan berkata,


"Ming Er kalian berdua harus pulang dengan selamat, jangan ada yang terluka lagi.."


"Paham.."


Yu Ming mengangguk cepat, sambil tersenyum lembut, dia berkata,


"Ming Er paham Bu, ibu tenanglah.."


Selesai berkata, Yu Ming langsung membalikkan badannya, melangkah keluar dari balai desa.


Sebelum pergi dia memberi kode ke Siao Li, yang langsung melompat kedalam pelukan nya .


Bersama Siao Li, Yu Ming segera berlari secepat mungkin mengejar kearah kota Dan Yang.


Sesaat tiba di mulut desa Dan Yang, kini mulut desa yang tadinya hanya pintu gapura masuk yang terbuat dari kayu bambu sederhana.


Kini sudah terlihat ada benteng tembok dan pintu gerbang besinya.


Di depan pintu gerbang kota, terlihat ada dua kubu yang sedang bertikai berdiri berhadap hadapan.


Mereka sedang menyaksikan duel antara Xiong Li pamannya Yu Ming, melawan seseorang yang tidak Yu Ming kenal.


Tapi dari pakaian jirah perang nya yang mentereng.

__ADS_1


Yu Ming menangkap orang itu kemungkinan adalah seorang komandan pasukan keamanan kota Dan Yang.


Yu Ming segera melangkah mendekati kerumunan penduduk desa Ying.


Dengan menerobos kerumunan memohon di beri jalan, Yu Ming akhirnya berhasil mendekati ayahnya, yang berdiri di posisi terdepan barisan penduduk desa Ying.


"Ayah.."


panggil Yu Ming setelah berdiri di samping ayahnya.


"Ming Er kamu kenapa kemari ? ibu mu bagaimana..?"


Ucap Xiong Yi kaget melihat Yu Ming hadir di sampingnya.


"Ibu baik baik saja, dia ada Xiong Yi yang jaga.."


"Ibu minta aku jemput ayah kembali dengan selamat dan sehat.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum.


Xiong Yi menonjok bahu putranya dan berkata,


"Kamu ini bercanda,.. bagaimana ayah bisa pulang..?"


"Paman mu saja sedang duel bertaruh nyawa di sana ."


Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,


"Atas kehendak yang kuasa, tentu semua bila tiba waktunya akan ada jalannya, ayah tak perlu khawatir."


Xiong Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Situasi sudah begini, kamu masih bisa bercanda.."


"Sudah yang serius, ayo kita lihat pertarungan paman mu, yang sedang duel mati hidup dengan Long Ji..di sana.."


Yu Ming mencoba untuk melihat lebih jelas sekali lagi dan dia mendapati itu memang benar Long Ji.


Long Ji Pemuda yang lebih tua darinya 4 tahun, di mana dulu suka menindasnya, bersama Tan Si keponakan nya Tan Siaw walikota bangsat saat ini.


.


Tadi dia tidak mengenalinya, karena Long Ji memelihara brewok pendek di sekitar bibir dan dagunya.


Setelah ayahnya menyebut namanya, dan di perhatikan dengan lebih teliti.


Yu Ming segera menemukan orang itu benar Long Ji si tukang tindas itu.


"Ayah apa posisi si bedebah Long Ji saat ini.."


Xiong Yi sambil tersenyum sinis berkata,


"Seperti yang kamu lihat, dia kini adalah komandan pasukan kota Dan Yang.."


"Dialah yang selama ini, memimpin pasukan kota Dan Yang merampok hasil panen kita.."


Yu Ming mengangguk, lalu dia kembali berkata pelan,


"Lalu bagaimana dengan Tan Si si kecebong satu lagi..?"

__ADS_1


Xiong Yi sambil tersenyum lebih sinis lagi berkata,


"Dia lebih hebat lagi, dia adalah jendral muda pelindung kota Dan Yang."


__ADS_2