
Xiong Li menatap keponakannya dan berkata,
"Ai Er kamu sudah dewasa, paman juga sudah tua.."
"Paman tidak mungkin bisa terus berada di sisi mu, menjaga mu seumur hidup.."
"Ini adalah waktu yang tepat buat pensiun.."
"Kamu belajarlah menjadi karakter yang kuat dan mandiri.."
"Permisi.."
Selesai berkata, Xiong Li pun mengikuti jejak Yu Ming dan Siao Cui meninggalkan bukit.
Xiong Ai segera berteriak,
"Paman bila Ai Er ingin bertemu paman, kemana Ai Er harus mencarinya..!?'
Xiong Li tanpa menoleh berkata,
"Desa Ying, paman akan berkumpul dengan teman teman paman, menjadi pemburu.."
Xiong Ai terdiam mendengar jawaban pamannya.
Sesaat kemudian setelah semua kerabat terdekat nya pergi.
Xiong Ai berkata pelan,
"Ternyata jalan ku untuk mencapai puncak adalah kesepian.."
Sesaat kemudian Xiong Ai terlihat berjalan di paling depan, diikuti oleh begitu banyak pejabat sipil, militer, dan pasukan yang mengawalnya.
Tapi di dalam hati, dia justru merasa sangat kesepian.
Dia seolah olah seperti seorang diri, berada di tengah tengah lautan manusia, yang tidak ada hubungannya dengan keberadaan diri nya.
Di tempat lain Yu Ming yang sudah jauh meninggalkan tempat pemakaman ayahnya.
Dia memilih duduk santai dengan perasaan bebas tanpa beban. Di bawah sebatang pohon beringin besar, yang tumbuh di antara hamparan rerumputan pendek di sekitarnya.
Di sana Yu Ming mengeluarkan roti tawar, daging kering dan sebuah tempat air minum, yang terbuat dari kulit hewan.
Yu Ming duduk berselonjor di bawah pohon tersebut, sambil bersandaran, dia menikmati perbekalan yang dia bawa dengan sikap santai dan bebas.
Di saat dia sedang asyik asyik nya makan, dia mendengar suara langkah kaki beberapa orang, sedang berjalan mendekati tempat dia berteduh dari terik matahari, sambil bersantap siang.
Mereka sambil berjalan, sambil berbincang-bincang dengan penuh semangat membahas sesuatu yang mengundang rasa penasaran Yu Ming untuk ikut mendengarkan.
Karena ada beberapa perbincangan mereka, yang mirip dengan tempat yang sedang di carinya di daerah liar hutan selatan yang jarang terjamah manusia.
Yu Ming buru buru memasang pendengarannya dengan penuh rasa ingin tahu.
Sesaat kemudian dari balik hutan mulai terlihat ada 3 orang yang berpakaian ringkas, serta membawa senjata tombak panjang.
Dari penampilan mereka Yu Ming menebak kemungkinan mereka bertiga berprofesi sebagai pemburu hewan liar.
__ADS_1
Yu Ming mendengar salah satu dari mereka yang bertubuh paling pendek berkata,
"Asan,..Ase...sayang tubuh kalian terlalu besar, sehingga tidak praktis masuk kedalam lubang itu."
"Asal kalian tahu, di dalam lubang itu ternyata begitu luas dan dalam.."
"Ini adalah kali pertama aku melihat ada hutan dengan rumput rumput yang lebih tinggi dari manusia dewasa.."
Kedua rekan nya yang di panggil Asan dan Ase menahan tawa, kemudian salah satu dari mereka berkata.
"Asin kamu kan juga sudah termasuk manusia dewasa, tapi rumput yang lebih tinggi dari mu, saat kita sedang berburu."
"Aku rasa juga tidak sedikit, yang pernah kita jumpai.."
Si pendek yang bernama Asin, terlalu polos untuk menangkap maksud candaan rekannya itu.
Dia malah menjawabnya dengan wajah serius,
"Kamu tidak tahu Ase,.. yang aku maksud tentu saja, bukan aku yang jadi tolak ukurnya.."
"Bahkan tinggi si Ayang saja masih kalah tinggi, dengan rumput dan semak belukar di dalam lubang itu "
Tinggi Ayang mencapai, 2.5 meter, dia adalah orang tertinggi di desa mereka.
Hal ini semua orang pun tahu dengan jelas, bila kini rerumputan dan semak belukar yang di lihat oleh Asin, melebihi tingginya Ayang.
Tentu tingginya bisa mencapai 3 meteran keatas, hal ini tentu nya bukan hal yang bisa di jadikan bahan candaan.
Mereka sudah puluhan tahun hidup sebagai pemburu, selama ini mereka belum pernah melihat semak belukar lebih dari sedada manusia dewasa.
Karena semak seperti itu, rawan menjadi tempat persembunyian babi rusa berukuran besar.
Harimau, serigala dan predator lainnya, yang bisa membunuh mereka dengan amat mudah.
Kini suara tawa Asan dan Ase pun langsung lenyap, ekspresi wajah mereka berdua pun berubah serius.
Ase bertanya ulang sedikit sulit percaya,
"Asin kamu serius, rerumputan di sana, tingginya mencapai satu tombak..?"
"Kamu tidak sedang membual kan.."
"Cihhh.. membual, apa aku orang seperti itu..?"
"Bila tidak percaya, kalian bergantian boleh coba kembali kesana utama membuktikan sendiri.."
"Aku katakan pada kalian, rumput di sana bahkan banyak yang lebih dari satu tombak tingginya, mungkin satu sampai satu setengah tombak rata rata nya.."
"Itu baru rerumputannya, belum lagi pepohonan yang tumbuh di dalam sana.."
"Rata rata yang paling rendah saja, mencapai 15 tombak tinggi nya.."
"Bahkan banyak yang lebih dari itu, hingga aku sulit menggambarkan nya.."
Ucap Asin serius.
__ADS_1
"Hah..hutan seperti apa itu, benar benar mengerikan..hewan hewan yang hidup di dalam hutan itu, tentunya lebih ngeri lagi."
Ucap Ase serius.
Asan ikut menganggukkan kepalanya, kini tatapan matanya jelas berbeda, dia terlihat agak ngeri mendengar cerita Asin yang terakhir barusan.
Asin kembali menatap kearah kedua sahabatnya dan berkata,
"Tapi kelinci sebesar anjing, yang berbulu perak justru ada di sana.."
"Bahkan aku melihat di sana cukup banyak kelinci kelinci seperti itu."
"Sayangnya, aku tidak punya keberanian, untuk masuk kedalam hutan itu lebih dalam lagi."
Ucap Asin terlihat sedikit kecewa.
Asan dan Ase segera berkata,
"Sudahlah lupakan saja,.. mungkin itu bukan rejeki kita, jangan di paksa.."
"Nanti kita malah celaka.."
Asin mengangguk dan berkata, kalian benar,
"Hidup tidak boleh serakah, bila tidak ingin celaka dan terkena musibah."
Mereka bertiga mengangguk setuju, sambil terus melanjutkan langkah mereka semakin mendekati tempat Yu Ming beristirahat.
"Hei kalian ngerasa gak ada wangi daging asap dan Man Tou..?"
Tanya si pendek Asin kepada kedua temannya.
Kedua temannya mencoba mengendus ngendus, sesaat kemudian mereka berdua berkata dengan kompak.
"Kamu benar Sin,.. kami juga mencium nya, tapi dari mana asalnya..?"
"Tempat sepi begini, bagaimana mungkin ada makanan seperti itu..?"
"Jangan jangan kita berhalusinasi akibat terlalu lapar.."
Ucap Asan sambil tertawa.
Asin menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku rasa tidak, mungkin saja memang ada yang sedang makan siang di dekat sini.."
Di tempat Yu Ming berteduh, Yu Ming tidak bisa menanggapi mereka.
Karena roh gaib kegelapan tiba tiba muncul di otaknya dan berkata,
"Dasar manusia lemah banyak alasan..bila kalian tidak mencoba dan berusaha bagaimana bisa ada hasilnya.."
"Bila kalian tidak mengalami musibah dan kesulitan, bagaimana kalian bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat.."
"Dasar pemikiran yang menghambat kemajuan diri sendiri.."
__ADS_1