
"Saat kembali ke kahyangan nanti, dia adalah dia, aku adalah aku, dia tentu akan kembali menjadi Dewi suci.."
"Sedangkan aku tentu akan kembali ke sisi Ru Meng hidup abadi di istana es kami.."
"Bukankah ini juga bukan suatu hal yang buruk.."
Batin Yu Ming seorang diri.
Tapi dia segera membantah nya dan berkata,
"Yu Ming luruskan pikiran mu, kendalikan akal dan pikiran mu.."
"Jaga hati dan keinginan mu dengan hati hati, ini adalah ujian.."
"Bila kamu tidak bisa melewatinya, maka selanjutnya kamu tidak lagi pantas dan berharga di mata mereka.."
Yu Ming akhirnya menghela nafas lesu, lalu dia dengan hati hati membaringkan Ji Lian Hua tidur sendiri.
Sedangkan dirinya melanjutkan dengan duduk bermeditasi dengan sepasang mata terpejam.
Beberapa waktu berlalu, saat matahari naik tinggi, di mana cahaya terik membakarnya mulai terasa.
Ji Lian Hua tidurnya juga mulai terlihat gelisah, Yu Ming segera berkata kepada Naganya,
"Paman Naga, sebaiknya kita mendarat sejenak mencari tempat teduh.."
"Bila hari sudah tidak panas, kita baru kembali lanjutkan perjalanan kita.."
Naga Panca Warna mengangguk,dia tidak membantah.
Dia segera membawa Yu Ming mendarat disebuah hutan rindang di tepi aliran sungai kuning.
Tempat itu cukup sejuk, bagian tepi sungai nya landai, dengan aliran air sungai, airnya cukup tenang dan bersih.
Di mana bisa di gunakan oleh Yu Ming, untuk mandi membersihkan diri .
Setelah puas mandi membersihkan diri menangkap beberapa ekor ikan berukuran cukup besar.
Yu Ming membuat api unggun untuk membakar ikan, sedangkan Naga Panca Warna menunggui Ji Lian Hua yang masih asyik tidur.
Hingga Yu Ming kembali, dia segera melesat pergi menuju bagian tengah hutan untuk berburu, guna mengisi perut.
Saat ikan bakar mulai matang, wangi semerbak nya mulai keluar.
Ji Lian Hua akhirnya terbangun juga dari tidur pulas nya.
Saat bangun tidur, sambil tersenyum malu, Ji Lian Hua merapikan ikatan rambutnya dan berkata,
"Yu Ming ke ke kita sudah sampai mana...?"
"Kenapa bisa ada di sini..?"
__ADS_1
Yu Ming sambil terus fokus membolak balik ikan berkata,
"Hutan sebelah timur Kota Beijing'.."
"Cuaca di atas sana terlalu panas, jadi aku memutuskan untuk mandi, beristirahat di sini makan siang.."
"Bersantai sejenak, saat cuaca sudah tidak terlalu panas, baru kembali melanjutkan perjalanan.."
Ucap Yu Ming menjelaskan.
Ji Lian Hua mengangguk pelan, lalu dia berkata,
"Apa ada yang bisa aku bantu ..?"
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bila ingin mandi di sebelah sana banyak batu besar, kamu bisa berlindung di sana mandi dengan bebas.."
"Tempat ini tidak mungkin ada yang datang jadi tenang saja.."
"Aku juga akan bantu mengawasi dari sini.."
"Ikan ini belum sepenuhnya matang, mungkin bila kamu mandi sekarang, saat kamu kembali ikan ini mungkin sudah siap untuk di santap.."
Ji Lian Hua tersenyum malu dan berkata,
"Baiklah kalau begitu aku pergi mandi saja dulu.."
"Kamu tidak boleh ngintip ya..!? atau aku akan marah pada mu..!"
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Selama kamu tidak dalam bahaya.."
"Tentu aku tidak akan pernah pergi kesana.."
"Tadi aku sudah periksa kesana, tempat itu cukup aman jadi kamu tenang saja.."
Ji Lian Hua mengangguk, sambil tersenyum girang dia berkata,
"Makasih Yu Ming ke ke, aku pergi dulu.."
Setelah itu gadis tersebut sambil berlompatan riang, dia segera pergi menuju bagian tepi sungai yang banyak berderet deret batu sungai besar di sana .
Dia mengikuti petunjuk dari Yu Ming, segera menemukan tempat yang di tuju.
Dia menemukan satu tempat yang cukup cocok tempat itu di kelilingi batu dan terendam di dalam air sungai yang cukup bersih.
Dengan bagian dasar sungai terdiri dari bebatuan sungai yang halus.
Ji Lian Hua setelah memastikan tempat itu cukup aman dan nyaman, dia segera melepaskan seluruh pakaiannya.
__ADS_1
Kemudian masuk berendam di kolam kecil itu, dia mandi dan berenang dengan puas di sana.
Ini adalah pengalaman pertama nya mandi di alam bebas.
Jadi dia benar benar sangat menikmatinya
Di sini dia semua melakukan nya sendiri dengan bebas, tanpa ada pelayan ataupun ada orang yang akan mengatur cara mandi dan segala macam nya.
Sambil bersenandung dengan perasaan riang gembira, Ji Lian Hua terus menikmati mandi bebas dan sepuasnya.
Saking asyiknya dia mandi, Ji Lian Hua tidak menyadari dari bagian agak tengah sungai ada sepasang mata yang terus menerus mengawasinya.
Makhluk yang memiliki sepasang mata yang sangat tajam dan ganas itu.
Perlahan lahan mulai menyelam ke bawah, lalu dia mulai bergerak cepat menghampiri posisi Ji Lian Hua berada.
Saat mahluk itu mulai bergerak cepat mendekati Ji Lian Hua.
Hanya bagian atas tubuhnya yang mirip sirip ikan hiu, yang muncul di permukaan air.
Membelah air tenang ya di lewati nya dengan kecepatan tinggi.
Ji Lian Hua yang belum menyadari bahaya sedang bergerak menghampirinya.
Dia masih terus bersenandung sambil mandi menggosok gosok kulit tubuhnya yang putih dan halus dalam posisi memunggungi arah kedatangan mahluk itu.
Mahluk itu terus bergerak cepat, saat sudah mendekati target, dia segera menenggelamkan diri, bahkan sirip ikan nya pun tidak lagi terlihat sama sekali.
Mahluk itu tidak langsung menyerang Ji Lian Hua melainkan dia bergerak di bawah menabrak paga dan betis Ji Lian Hua dengan tubuh yang dingin dan licin.
Merasa ada yang bergerak melintas di samping betis dan pahanya.
Ji Lian Hua segera menjerit kaget, tapi dari posisi Ji Lian Hua, mahluk itu yang bergerak di dasar air tidak terlihat dengan jelas .
Tapi bila di lihat dari ketinggian, maka akan terlihat dengan sangat jelas.
Mahluk itu adalah seekor ikan dengan bentuk tubuh pipih memanjang seperti ular.
Sirip mahluk itu dan bentuk tubuhnya agak menyeramkan seperti bentuk ikan baung besar dengan warna hitam kecoklatan.
Saat kepala mahluk itu muncul ke permukaan, muncul tepat di hadapan Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua langsung menjerit histeris ketakutan.
Mahluk itu ternyata memilki wajah seperti seekor Naga, tapi bukan Naga, ikan bukan ikan.
Di katakan mahluk itu mirip Naga karena dia memilki rahang mulut yang besar, sepasang lubang hidung yang besar.
Memilki sepasang Surai panjang mirip kumis Naga, di kepalanya juga ada sepasang tanduk kecil.
Tampilan mahluk itu benar benar sangat garang menyeramkan.
__ADS_1
Mahluk itu terlihat sedikit mirip dengan Chi Wen yang pernah di habisi oleh Yu Ming di hutan misterius dulu..
Suara teriakan kaget pertama Ji Lian Hua, sudah membuat Yu Ming bersiaga.