
Melihat mahluk itu meraung marah dan bergerak cepat mendatanginya.
Tentu Naga Panca Warna insting liar nya, yang selalu ingin menjadi penguasa , tertantang dan terusik.
Dia segera berkata,
"Tuan muda kalian turunlah lebih dulu, biar aku bantu bereskan binatang tidak tahu diri.."
"Tidak tahu tingginya langit dan dalamnya bumi itu.."
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Pergilah, tapi kamu harus berhati hati.."
Selesai berkata, Yu Ming dan Ji Lian Hua segera melayang meninggalkan punggung Naga Panca Warna .
Mereka berdua melayang turu dari angkasa dengan gerakan pelan, mengikuti bunga bunga salju yang sedang melayang turun ke bawah.
Yu Ming dan Ji Lian Hua berhasil mendarat dengan baik diatas tanah.
Mereka berdua kini sambil saling berpelukan, menonton pertarungan seru antara Naga Panca Warna melawan mahluk berbulu putih itu.
Naga Panca Warna melesat cepat dengan sepasang cakarnya yang kuat siap menyerang mahluk berbulu putih yang aslinya adalah seekor beruang salju berukuran raksasa.
Serangan pertama Naga Panca Warna berhasil di tangkis oleh sepasang tangan depan Beruang Salju Raksasa itu.
Sehingga Naga Panca Warna di buat terpental olehnya, melayang mundur kesamping, terdorong oleh kekuatan tamparan Beruang Salju Raksasa tersebut.
Naga Panca Warna menjadi marah, dia segera melesat lebih cepat lagi.
Memutari seluruh tubuh Beruang Salju Raksasa, yang sedang berdiri tegak dengan kedua kaki belakang nya, sebagai penumpu berat badan besarnya.
Sedangkan kedua cakar depannya yang besar dan kuat, dia pergunakan untuk menangkis setiap serangan Naga Panca Warna yang datang mengincar nya.
Kedua mahluk yang sama besar sama kuat itu, bertarung dengan sengit saling serang dengan sepasang cakar dan gigitan rahang mereka yang kuat, untuk mencabik cabik lawannya.
Setelah beberapa waktu berlalu, belum juga terlihat ada hasilnya.
Naga Panca Warna kini mulai mencoba menyerang dengan semburan api pancawarna nya.
"Wusssshhh...!"
Melihat Naga Panca Warna menyerangnya dengan semburan api, beruang salju itu bergerak aneh dengan sepasang cakar depannya, seperti seorang ahli sedang bersilat di.udara.
Sesaat kemudian segera terbentuk sebuah lingkaran cahaya putih, dengan rune rune kuno menghiasi bagian tengah lingkaran perisai tersebut.
Perisai lingkaran tersebut, di gunakan oleh Beruang Salju Raksasa itu, untuk menahan serangan semburan api Naga Panca Warna .
__ADS_1
Ternyata perisai cahaya ciptaan beruang itu, sangatlah efektif, dalam menghadapi serangan dari semburan api Naga Panca Warna .
Setelah mengulangi serangan nya berulang kali tanpa ada hasil berarti.
Naga Panca Warna memutuskan tidak melanjutkan serangan semburan api nya.
Melainkan dia menggunakan kibasan ekor nya yang kuat untuk menyerang Beruang Salju Raksasa dan perisai cahayanya.
Hasilnya cukup baik, baik perisai maupun beruang bertubuh besar dan sangat kuat itu.
Berhasil di paksa terpental bergulingan mundur kebelakang, perisai cahayanya juga berhasil di ledakan oleh kibasan ekor Naga Panca Warna .
Tidak sampai di sana saja,selagi Beruang Salju Raksasa sedang terpental jungkir balik oleh serangan kibasan ekor nya.
Naga Panca Warna kini melesat cepat, dengan ganas dia menggunakan tubuhnya yang bersisik keras, untuk melilit seluruh tubuh Beruang Salju Raksasa itu.
Menguncinya, hingga Beruang Salju Raksasa kini di buat bergulingan di atas tanah, tidak mampu bangkit berdiri.
Naga Panca Warna selain melilit tubuh Beruang Salju Raksasa dengan kuat, menguncinya di bawah sana.
Dia juga menggunakan keempat kakinya yang memiliki cakar cakar tajam, menghujam Tubun Beruang Salju Raksasa.
Beruang Salju Raksasa hanya bisa meraung marah, tapi tak berdaya melepaskan diri.
Dia hanya bisa bergulingan kesana kemari, Beruang Salju Raksasa mencoba membuka rahangnya lebar lebar.
Sisik Naga Panca Warna terlalu kuat, untuk di serang dengan taring taringnya.
Sementara Beruang Salju Raksasa gagal menembus pertahanan Naga Panca Warna .
Naga Panca Warna justru berhasil membuat Beruang Salju Raksasa mengalami luka berdarah darah.
Oleh serangan keempat cakarnya, dan yang paling parah adalah gigitan rahangnya yang kuat, mengunci leher dan tengkuk Beruang Salju Raksasa.
Lilitan tubuh Naga Panca Warna yang semakin lama semakin kencang
Mulai membuat tulang tulang di dalam tubuh Beruang Salju Raksasa, mengeluarkan suara berderak seperti tulang tulang tubuhnya akan patah semua nya.
Beruang Salju Raksasa mulai mengeluarkan suara raungan kesakitan nya.
Kelihatannya bila situasi itu terus berlanjut, Beruang Salju Raksasa yang sangat kuat itu.
Cepat lambat pasti akan tewas di bawah lilitan kuat tubuh Naga Panca Warna .
Di saat Beruang Salju Raksasa sedang dalam keadaan kritis, di mana, dia kini hanya bisa mengeluarkan suara raungan kesakitan dan bergulingan kesana kemari.
Hal lainnya tidak ada lagi yang mampu dia lakukan.
__ADS_1
Tampak perlawanan Beruang Salju Raksasa akan segera berakhir di tangan Naga Panca Warna .
Tiba tiba dari dalam istana muncul seberkas cahaya pedang biru.
Melesat cepat menghantam moncong dan kepala Naga Panca Warna, yang sedang mementang kan rahangnya lebar lebar, bersiap siap ingin menelan kepala Beruang Salju Raksasa di hadapan nya.
Melihat hal itu, Yu Ming tentu tidak tinggal diam, Yu Ming segera melesat pergi menghadang serangan tersebut.
Dengan Energi Chi Ciu Sen Kung Yu Ming membentuk kubah cahaya tipis menahan serangan cahaya pedang biru itu .
Begitu cahaya pedang biru, bertemu dengan energi pelindung Chi Ciu Sen Kung.
Energi Pedang Cahaya biru langsung di buat terpental kearah lain.
Menghantam gapura pintu gerbang halaman istana, hingga meluruk roboh rata dengan tanah.
Serangan berhasil Yu Ming gagalkan, meski Kubah energi' Chi Ciu Sen Kung sempat di buat membeku.
Tapi hal itu hanya berlangsung sebentar saja, begitu Chi Ciu Sen Kung teraliri kekuatan api surgawi.
Segera kubah energi Chi Ciu Sen Kung berubah kembali.menjadi normal.
Di tempat lain Beruang Salju Raksasa setelah gagal mendapatkan pertolongan.
Kini Beruang Salju Raksasa itu sudah terkulai diam tidak bergerak lagi.
Seluruh tulang di tubuhnya, telah di remukan oleh lilitan tubuh Naga Panca Warna .
Tulang rawan di lehernya juga sudah di patahkan oleh gigitan kuat rahang Naga Panca Warna .
Perkelahian dahsyat Beruang Salju Raksasa melawan Naga Panca Warna sepenuhnya telah berakhir.
Dari balik istana terdengar suara orang memberikan teguran keras.
"Nyali kalian sungguh tidak kecil, berani datang mengacau di istana cermin langit ku .!"
"Bahkan telah berani, membunuh hewan peliharaan ku..!"
"Hari ini siapapun diantara kalian jangan berharap bisa keluar dari tempat ini hidup hidup...!"
Menyusul suara tersebut, segera terlihat sesosok pria berusia 40 an tahun .Melayang keluar dari dalam istana.
Begitu melayang keluar dari dalam istana.
Pria berambut putih dengan sepasang pupil mata berwarna biru laut itu.
Dia langsung mendorongkan kedua telapak tangannya kedepan.
__ADS_1