
Dia menatap sinis kearah Ji Lian Hua dan Yu Ming , kemudian dia berkata,
"Apa kalian berdua sudah yakin dengan pasangan yang kalian pilih..?"
Ji Lian Hua mengangguk yakin, dan berkata,
"Silahkan di buka saja mangkuknya.."
Si bandar judi yang bermata cekung kedalam itu segera berkata,
"Baiklah kita akan membukanya segera lihatlah dengan baik.."
"Satu,..! Dua..! Tiga..!"
"Ya,.. Buka..!"
Teriak si mata cekung itu sambil membuka mangkok penutup keatas.
Saat mangkuk terbuka, segera terlihat dadu menunjukkan angka, satu dua empat.
Ji Lian Hua segera menoleh kearah Yu Ming, dia terlihat agak penasaran.
Yu Ming tersenyum tenang, menepuk pundak Ji Lian Hua memintanya agar tetap tenang.
Bandar judi dengan wajah gembira, segera menyapu habis semua pasangan yang gagal tebakan nya.
Dia hanya mengganti kecil ke beberapa pemenang yang memasang angka satu dua dan empat.
Melihat hal itu dengan wajah gemas dan penasaran, Ji Lian Hua mundur ke sisi Yu Ming dan berbisik pelan,
"Yu Ming ke ke, aku sangat yakin angka yang aku pasang sudah benar.."
"Pendengaran ku tidak mungkin salah, mengapa hasilnya bisa begini..?"
"Ini sungguh tidak masuk akal.."
Yu Ming menatap sejenak kearah si bandar tadi, lalu dia berbisik ke Ji Lian Hua.
"Dia tadi bermain curang, dadu dan cincin di jari tangannya itu, pasti ada sesuatu.."
Ji Lian Hua menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata kaget dan berkata,
"Maksud mu, dia menggunakan cincin nya merubah letak posisi dadu.?"
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Ada kemungkinan seperti itu ."
Ji Lian Hua dari kaget berubah menjadi marah dan berkata,
"Aku akan membongkar kecurangannya dan menghajarnya bila perlu.."
Selesai berkata, Ji Lian Hua langsung mau pergi menghajar si bandar judi itu.
Di mana bandar judi itu, kini terlihat sedang mengguncang guncang dadu di dalam piring, yang tertutup mangkuk.
Tapi pergerakan Ji Lian Hua keburu di tahan oleh Yu Ming yang membisikkan sesuatu ke telinga Ji Lian Hua.
Mendengar bisikan dari Yu Ming , wajah Ji Lian Hua senyumnya langsung mengembang.
Dia terlihat terus mengangguk anggukan kepala nya dengan penuh semangat.
Sesaat setelah Yu Ming selesai berbisik di telinga nya.
__ADS_1
Ji Lian Hua dengan penuh semangat, segera kembali kehadapan si bandar judi, bermata cekung kedalam itu.
Lalu dia mengeluarkan dua tael emas dan dia mulai meletakkan nya secara sembarang.
Ji Lian Hua memilih meletakkan di angka 6.
Si bandar judi terlihat berkilat mata'nya, menatap uang emas Ji Lian Hua yang berkilauan.
Sesaat kemudian si bandar judi segera berkata,
"Baik kita buka sekarang..!"
Ji Lian Hua tiba tiba berkata sedikit keras,
"Tunggu..!"
Segera pergerakan tangan si bandar judi terhenti di sana.
Dia menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata dengan nada kurang senang,
"Ada apa..?!"
Ji Lian Hua sambil tersenyum tenang berkata,
"Uang ku, uang kami ada di hadapan mu..benar..?"
Si bandar judi sambil menatap tajam kearah Ji Lian Hua, dia mengangguk dan berkata,
"Benar,.. lalu..?"
"Bila kami kalah, dengan mudah kamu bisa ambil uang dari kami bukan..?"
Tanya Ji Lian Hua sambil tersenyum santai
Si bandar judi mengangguk dan berkata,
Ji Lian Hua balas menatap si mata cekung dengan berani dan berkata,
"Masalah justru ada di sini.."
"Kamu menang uang kamu terlihat dan langsung bisa diambil.."
"Bagaimana bila kami yang menang, mana yang mu yang di siapkan untuk mengganti kami..?"
Si bandar judi dengan sepasang alis berkerut berkata,
"Nona kamu dengar baik baik, meski uang ku tidak di letakkan di atas meja.."
"Tapi kamu coba tanya ke mereka, apa ada diantara mereka yang menang tidak aku bayar .?"
"Jadi yang pentingkan di bayar bila menang, lalu apa masalahnya uang ada atau tidak ada di letakkan di sini.?"
Ji Lian Hua tersenyum tenang dan dan berkata,
"Bagi mu tidak masalah, tapi bagi kami pemasang jadi masalah.."
"Aku lihat dari tadi kamu dan teman mu, sejak awal juga hanya mengambil uang dari sini mengganti untuk yang menang.."
"Putar putar juga hanya uang kami sendiri, mana yang mu tidak ada yang melihatnya benar tidak..?"
Ucapan Ji Lian Hua segera menyulut para pemain yang ada di sana pada menuntut agar si bandar mengeluarkan uang nya untuk di tunjukkan ke hadapan mereka.
Si bandar dengan wajah kurang senang, dia mengeluarkan isi tasnya yang ternyata isinya adalah uang semua.
__ADS_1
Jumlahnya pun cukup banyak setelah uangnya di keluarkan, si bandar permainan dadu, menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Bagaimana apa sekarang boleh di lanjutkan..!?"
Ucap si bandar judi bermata cekung itu kurang senang.
Ji Lian Hua masih dengan senyum tenang nya berkata,
"Tunggu..!"
Si bandar itu wajahnya langsung berubah menjadi tidak sedap di pandang.
Dia kembali menatap Ji Lian Hua dan berkata,
"Kamu mau apa lagi,.. uang kami sudah taruh.. kamu masih juga kurang puas.."
"Nona aku tahu uang mu banyak, kamu kaya raya tapi jangan gunakan uang mu untuk menggencet orang.."
"Lekas cepat katakan kamu mau apa..?"
"Jangan terus menganggu.."
Tegur si bandar kurang senang.
Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,
"Kamu kenapa jadi begitu emosi, bulannya cuma minta tunggu saja sebentar.."
"Kenapa begitu mudah kesal..?"
Si bandar menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Mengapa kamu begitu banyak omong,? mau pasang,.. cepat pasang, tidak mau pasang angkat taruhan mu.."
"Begitu saja kok repot.."
Melihat sikap si mata cekung, emosi Ji Lian Hua jadi terpancing dengan wajah gusar Ji Lian Hua berkata,
"Kamu datang ke kapal ku, buka lapak di sini. apa kamu ada ijin dengan ku .?!"
"Buka lapak tanpa ijin masih berani arogan di hadapan nona mu..!"
"Kamu jangan sombong aku ingatkan, percaya tidak satu kata ku akan membuat semuanya bubar..!?"
Bentak Ji Lian Hua sambil berkacak pinggang menunjuk kearah wajah si mata cekung.
Si mata cekung hampir berdiri, untuk ribut dengan Ji Lian Hua.
Tapi dia beruntung bahunya di pegangi oleh dua rekannya yang lain.
Sedangkan rekannya yang satu lagi buru buru berkata,
"Maaf nona, teman ku yang satu ini emang masih liar, emosinya tidak stabil.."
"Harap nona jangan ambil hati dengan nya.."
"Nona katakan saja, ada keberatan apa dalam putaran kali ini.."
"Kami akan berusaha mengimbanginya.."
Ucap rekan si bandar dengan wajah ramah dan sikap sopan.
"Ini masih lumayan sikapnya, hei kamu dengar bila bicara tiru teman mu ini.."
__ADS_1
"Simpan mata anjing mu yang melotot melotot itu, berbicaralah layaknya manusia.."
Tegur Ji Lian Hua kearah si bandar bermata cekung yang sedang coba di tenangkan rekannya yang lain.