
Yu Ming setelah tiba di tempat sepi, dia berkata pelan,
"Paman Naga,.. mari kita lanjutkan perjalanan kita, ke kota Qu Fu.."
Naga Panca Warna langsung muncul di hadapan Yu Ming ,
"Baik tuan muda,.. mari kita berangkat.."
Yu Ming langsung melompat ke atas punggung Naga Panca Warna .
Setelah merasa tuan mudanya sudah siap, Naga Panca Warna segera melesat keangkasa, bergerak menuju arah timur laut.
Dengan tujuan kota Qu Fu, kota tujuan persinggahan mereka berikutnya.
Dengan kecepatan terbang yang relatif stabil dan aman bagi Yu Ming yang duduk di punggungnya.
Menjelang matahari tenggelam, di kala senja Yu Ming akhirnya sampai juga ke kota Qu Fu.
Sebuah kota yang tidak kalah besar di bandingkan dengan kota Shang Qiu.
Karena hari sudah menjelang senja, pintu gerbang kota juga hampir di tutup oleh petugas jaga.
Yu Ming bisa memasuki kota itu tanpa mengantri, selain itu pemeriksaan pun berjalan singkat.
Tidak terlalu banyak pertanyaan, Yu Ming langsung di ijinkan masuk kedalam kota.
Bahkan komandan pengawal dari kejauhan berteriak ke bawahannya, agar mempercepat proses Yu Ming di biarkan masuk.
Agar pintu gerbang bisa segera di tutup.
Hal ini di lakukan demi keamanan penduduk yang tinggal di dalam kota tersebut.
Saat memasuki kota, Yu Ming sepanjang jalan hanya bertemu dengan kaum pria.
Bahkan anak anak yang sedang bermain, semuanya adalah anak laki laki.
Yang menyuruh mereka kembali kerumah karena hari sudah senja, juga adalah kaum laki laki.
Di sepanjang jalan hingga Yu Ming tiba di penginapan terbesar di kota tersebut.
Yu Ming hanya bertemu dan berpapasan dengan kaum pria saja.
Kaum wanita di kota tersebut seolah olah hilang dari peredaran, tidak ada yang terlihat satupun.
Awalnya Yu Ming tidak terlalu ambil perduli dengan hal itu, tapi semakin lama semakin lama.
Yu Ming mulai merasa penasaran juga akan situasi di kota itu.
Tapi Yu Ming menahan diri untuk tidak sembarang bertanya pada orang yang di temuinya di jalan.
Agar dirinya tidak di curigai yang bukan bukan oleh warga setempat, karena bagaimana pun Yu Ming adalah orang asing dan tiba di kota ini saat senja hari pula.
__ADS_1
Tentu hal hal ini akan semakin menambah rasa curiga warga kota Qu Fu terhadap kehadiran nya di kota mereka.
Yu Ming setelah memasuki penginapan, yang ruangan bagian depannya merangkap sebagai restoran .
Di sana dia baru pertama kali melihat di kota ini, ada beberapa gadis yang hadir di dalam ruangan tersebut.
Mereka duduk terpisah pisah berbaur dengan para tamu pria.
Gadis pertama duduk seorang diri, dengan sebatang pedang di sandarkan di tepi meja.
Wajahnya terlihat galak dan tidak bersahabat, seperti semua orang di sekitarnya berhutang padanya.
Melihat penampilan nya yang seperti itu, Yu Ming tidak berani menatapnya lama lama.
Agar tidak sampai timbul salah paham yang tidak perlu diantara mereka.
Yu Ming mengalihkan perhatian nya, kemeja lainnya. Di meja kedua ini, Yu Ming melihat
Gadis kedua duduk bersama seorang gadis yang jauh lebih muda darinya.
Mereka berdua terlihat duduk santai makan mengobrol sambil tertawa dan bersenda gurau dengan wajah ceria .
Ekspresi wajah mereka berdua terlihat jauh berbeda dengan gadis meja pertama, terutama meja ketiga.
Di meja ketiga, Yu Ming menemukan gadis ketiga .
Di mana gadis ke-tiga ini adalah seorang gadis yang wajahnya tidak terlihat jelas, karena wajahnya tertutup oleh tirai hitam tipis, yang berasal dari topi caping yang dia kenakan.
Tapi dari bibirnya yang merah menggoda, sebagai pria normal. Yu Ming bisa menebak, gadis itu pasti kecantikan nya tidak akan kalah di bandingkan dengan gadis di meja pertama dan kedua .
Gadis itu duduk dengan sikap tubuh tegak, setiap gerakan nya terlihat tenang, santai, tapi ada aura dingin yang sulit di jelaskan.
Di meja kedua saat beradu pandang dengan gadis yang lebih muda.
Yu Ming menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, gadis muda itu juga membalas Yu Ming dengan senyuman hangatnya yang bersahabat.
Tapi terhadap meja pertama, terutama meja ketiga, Yu Ming jangan kan tersenyum ke mereka.
Menatap lama saja Yu Ming tidak berani.
Yu Ming lebih memilih mengedarkan pandangan matanya mengamati pengunjung pria di meja lainya.
Di seluruh ruangan tersebut hanya ada dua orang yang menarik perhatian Yu Ming .
Orang pertama adalah seorang biksu muda yang berwajah jujur dan polos.
Orang kedua adalah seorang pemuda tampan yang berperangai halus dan sopan, dalam setiap tingkah lakunya.
Selain kedua orang itu, Yu Ming tidak melihat ada yang menarik perhatian nya lagi.
Mereka semua adalah orang awam yang tidak mengerti ilmu silat, mereka hanya pengunjung biasa yang kemungkinan besar juga adalah penduduk setempat.
__ADS_1
Setelah melakukan pengamatan sejenak atas pengunjung di restoran tersebut.
Yu Ming segera beranjak pergi menghampiri meja kasir, untuk
melakukan pemesanan kamar.
Setelah bertanya tanya singkat, mengisi buku tamu, Yu Ming akhirnya di minta menaruh sejumlah uang jaminan di kasir.
Setelah Yu Ming membayarnya, kunci kamar baru di berikan ke salah satu pelayan, yang bertugas mengantar dan menunjukkan kamar buat Yu Ming.
Yu Ming segera mengikuti pelayan yang di tugaskan untuk mengantarnya ke kamar.
Dalam perjalanan, pelayan itu pun berkata dengan suara ramah,
"Tuan berasal dari mana, ? hendak ke mana..?"
"Dalam rangka apa tuan datang ke kota kami ini..?"
Yu Ming sambil tersenyum santai berkata,
"Aku datang dari daerah selatan,.."
"Aku hanya singgah saja di kota ini, tujuan ku sebenarnya adalah kota Lin Ji, dari sana aku ingin menyewa kapal pergi melaut ke gugusan pulau di laut timur sana."
Pelayan itu mengangguk paham dan berkata,
"Oh ternyata tuan adalah seorang petualang sejati.."
"Usia masih begitu muda, tapi sudah pergi kesana kemari sesuka hati mengunjungi berbagai daerah di belahan dunia.."
"Ini benar benar mengagumkan dan membuat iri orang orang yang seperti saya ini.."
"Hanya bisa mengagumi dan berkhayal, tapi tidak memiliki keberanian untuk pergi mencoba nya.."
Ucap pelayan muda itu penuh sesal.
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Takdir hidup setiap orang berbeda beda, sulit di katakan.."
"Siapa tahu hari ini kamu seperti ini, tapi tidak bakal ada yang tahu kelak kamu akan jadi apa..?"
"Benar tidak..?"
Tanya Yu Ming balik.
Pelayan itu mengangguk cepat dan kembali terlihat bersemangat.
"Terimakasih tuan atas nasehatnya.."
"Oh Ya tuan ini kamar nya, ini kuncinya, silahkan masuk untuk melihat lihat.."
__ADS_1
"Bila ada yang kurang memuaskan, beritahukan saja pada kami ."
"Biar kami yang memperbaikinya.."