PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
QIONG QI


__ADS_3

"Byuuur...!"


"Byuuur...!"


Dua potong es balok beku, langsung terjatuh kedalam air, menimbulkan air muncrat tinggi ke udara.


"Byuuur..!"


Sekali lagi air muncrat tinggi keudara, menyambut tubuh Yu Ming yang tenggelam kedalam air.


Di bawah sana, Yu Ming kembali memberikan satu Tebasan Pedang Pengoyak Bumi.


"Zzzzzzzzt..!"


"Crasssh..!"


Potongan kepala Chi Wen terbelah dua, sebutir mutiara Siluman terpental keluar dari dalam kepalanya.


Yu Ming langsung melesat, cepat pergi menangkap mutiara itu, sebelum tenggelam kedasar kolam.


"Tapppp...!"


Mutiara berhasil di tangkap oleh Yu Ming , dengan mudah Yu Ming langsung meluncur keluar dari dalam kolam.


"Byuuur...!"


"Wuttttttt...!"


Yu Ming terus terbang tinggi, hingga kembali mendarat di mulut Goa.


Sebutir mutiara Siluman berada di dalam genggaman tangannya.


Yu Ming segera membawanya kedalam Goa untuk di serap khasiatnya.


Dengan adanya Dewa Ginseng, yang siap mensuplai kebutuhan energi penyeimbang buat Pai Shi Phi.


Yu Ming tidak perlu lagi repot repot pergi mencari bahan tumbuh tumbuhan di dekat sarang Chi Wen, buat Pai Shi Phi.


Kini Yu Ming bisa langsung menyerapnya tanpa hambatan sama sekali.


Sama seperti Suan Ni, kekuatan Chi Wen pun sangat kuat biasa, Yu Ming butuh beberapa hari baru bisa menyerapnya hingga tuntas.


Di mana mutiara Siluman Chi Wen akhirnya pecah hancur berkeping-keping.


Setelah menuntaskan latihannya, Yu Ming pun kembali keluar dari dalam Goa persembunyian nya.


Kini target Yu Ming berikutnya adalah dia ingin mencari mahluk yang raungan nya, pernah membuat dia tergelincir dari atas pohon.


Mahluk yang suara raungan nya begitu keras dan kuat, di sertai dengan aura intimidasi yang begitu kuat.

__ADS_1


Yu Ming yakin mahluk legenda itu, mungkin akan menjadi lawan terkuatnya, di hutan misterius ini.


Saat Yu Ming muncul di mulut Goa, ternyata genangan air mulai surut.


Tapi saat Yu Ming turun kebawah sana, ternyata genangan air masih sepinggang manusia dewasa.


Yu Ming yang belum bisa terbang seperti dulu, karena Chi nya masih terkunci.


Dia terpaksa berjalan melintasi genangan air menuju pohon besar terdekat.


Dari sana Yu Ming baru melompat naik keatas pohon, lalu dia berlompatan ringan .


Dari satu pohon berpindah ke pohon lain, target Yu Ming saat ini adalah sebuah puncak gunung hitam yang terletak di tengah tengah hutan misterius.


Setelah terjadi banjir besar melanda seluruh hutan misterius, Yu Ming yakin sisa mahluk kuat, yang sampai kini masih terus bertahan hidup.


Kemungkinan besar ada di daerah lereng ataupun puncak gunung itu.


Yu Ming terus berlompatan ringan dari satu pohon ke pohon lainnya.


Dia terus bergerak menuju gunung hitam, yang menjulang tinggi dengan bagian puncak selalu tertutup oleh awan .


Perjalanan yang Yu Ming tempuh mulai terus menanjak keatas, setelah dia melewati deretan pohon di kaki gunung hitam itu.


Tiba di lereng gunung, Yu Ming bisa tidak perlu lagi menempuh perjalanan dengan berlompatan di atas pohon.


Karena bagian ini cukup kering tidak lagi terendam banjir.


Dengan cara ini Yu Ming juga merasa perjalanan nya lebih cepat, arah pandang lebih luas.


Selain itu dia juga bisa mengawasi dengan jelas, hewan hewan yang masih bertahan di bawah sana.


Tanpa perlu dia mengusik ketenangan mereka, hewan hewan siluman itu meski juga berukuran cukup besar.


Tapi bagi Yu Ming mereka saat ini, bukan lagi ancaman untuk nya, berhadapan ataupun membasmi mereka.


Saat ini tidak lagi mendatangkan manfaat apapun buat Yu Ming, karena dari penjelasan Dewa Ginseng.


Bila dia sudah menyerap mutiara dari Siluman tingkat atas, maka mutiara Siluman tingkat bawah, dan sedang. Sudah tidak ada khasiat dan manfaat lagi bagi tubuh nya.


Untuk itu Yu Ming lebih memilih menghindari bentrokan tidak perlu yang akan membuang buang energi tenaga dan waktunya saja.


Lebih baik Yu Ming berfokus pada target yang sedang dua incar itu.


Yu Ming terus bergerak berlompatan ringan hingga akhirnya dia tiba di dataran berbatu yang pohon pohonnya semakin jarang.


Sepanjang mata memandang hanya ada hamparan batu besar kecil menghiasi jalan yang akan dia lewati.


Di sini Yu Ming terpaksa, melakukan perjalanan terus menanjak keatas, dengan berlompatan di atas batu batu besar yang banyak berserakan di sepanjang perjalanan nya.

__ADS_1


Perjalanan Yu Ming baru terhenti, saat dia tiba di bawah sebuah tebing terjal yang berdiri tegak lurus menjulang keatas.


Dengan bagian puncak tertutup kabut halimun.


Saat tiba di tempat tersebut, Yu Ming menghentikan langkahnya, dia menyempatkan diri menengadah keatas.


Lalu dia mencoba mengamati dinding tebing yang curam itu, beberapa saat melakukan pengamatan.


Yu Ming mulai bergerak memanjat keatas perlahan tapi pasti.


Memanjat tebing terjal, bagi Yu Ming bukan pengalaman pertama kali.


Dia dulu di Qing Lung San, di bawah pelatihan gurunya, dia malah di haruskan memanjat dinding terjal sambil membawa batu sebesar gajah.


Kini masih terhitung lebih baik, dia mendaki tebing, tanpa harus menggendong barang apapun.


Di tambah lagi dengan kekuatan nya, yang telah berkembang pesat, setelah tubuh'nya di tempa dan dilatih oleh roh hitam putih gaib


Tentu tebing terjal ini, meski sangat tinggi, tetap lah bukan halangan bagi Yu Ming .


Yu Ming terus bergerak mendakinya sedikit demi sedikit.


Setiap dia menemukan dinding terjal yang tidak punya tempat berpegang maupun tempat berpijak.


Yu Ming akan melubanginya dengan kedua tangan ataupun kakinya.


Agar lubang itu dapat di jadikan sebagai tempat pegangan tangan dan injakan kaki.


Kekuatan Yu Ming yang luar biasa, membuat dia dengan mudah melubangi batu gunung padat yang keras, semudah dia mencoblos tahu air.


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan, saat Yu Ming hampir mencapai puncak tebing.


Di mana hanya butuh belasan meter, Yu Ming sudah bisa berhasil mencapai bibir puncak tebing .


Tiba-tiba Yu Ming merasakan ada daya intimidasi kuat sedang menghampirinya.


Yu Ming segera mengedarkan pandangannya, Yu Ming akhirnya menemukan sebuah titik kecil.


Sedang terbang cepat menghampirinya, sosok itu dari kejauhan mirip seekor burung Garuda besar.


Tapi saat semakin dekat, Yu Ming baru menyadari ternyata mahluk itu, bukan burung Garuda.


Melainkan mahluk mitologi sekelas Tao Tie, yang ini adalah saudara nomor tiga nya Tao Tie.


Mahluk ini berdasarkan kitab yang pernah Yu Ming baca di perpustakaan kahyangan, di beri nama Qiong Qi.


Qiong Qi adalah seekor mahluk ganas, dan kejam, bertubuh harimau, kepalanya memilki sepasang tanduk kerbau, dari punggung hingga ekor di penuhi oleh duri duri seperti bulu landak.


Selain itu yang luar biasa adalah Qiong Qi memilki sepasang sayap besar seperti sayap burung Garuda.

__ADS_1


Hal ini membuat Qiong Qi bisa terbang bebas di udara.


__ADS_2